Azeeyra

Azeeyra
Reynard ngambek


__ADS_3

"Lah salah aku apa tuhan? " Ucap saka yang sudah sadar dari kebodohannya. Ia duduk bersimpuh dilantai dengan kedua tangan menegadah ke atas.


Semua orang yang ada diruangan itu tertawa melihat wajah frustasi saka.


"Udah, terima aja dengan lapang dada, mungkin ini memang hari nya kau siaal. " Ucap denis menepuk bahu saka dengan senyum mengejek.


"Siaalan kau, gue nggak terima ya di giniin, " Ucap saka dengan kesal. Mode dramanya langsung kambuh.


"Terus, kalau nggak terima kau mau apa? "Tanya denis lagi dengan jengkel. " Oh, aku tau, om eriiiik, saka mau ajak om sparing om. "Teriak denis yang langsung dapat pelototan dari saka.


" Kau gila ya, "saka langsung berdiri dan memukul kepala denis cukup keras, denis yang tak terima pun ingin membalas saka. Dan aksi kejar-kejaran pun tak terelak kan.


Mana mungkin dia bisa melawan erik, meski pria itu sudah berumur tetap saja dia bukan lawan yang bisa diremehkan, mengingat bagaimana sepak terjang pria itu di masa mudanya dulu membuat nyali saka menciut.


Dalam urusan perkelahian dan dunia gelap daddy erik sudah menyelaminya semasa muda, pria itupun dulu juga bergabung dengan sebuah geng, dan semenjak menikah dengan sesil, erik mulai pelan-pelan meninggalkan dunia gelap itu, bahkan kepandaian reynard dalam bertarung sebagian dari ajaran daddy erik.


***


Sementara itu didapur.


Raut wajah reynard terlihat cerah begitu melihat gadisnya. Ia mendekati zee yang masih berdiri dengan kepala menunduk.


" bee? Muka kamu kenapa merah? " Tanya reynard dengan wajah polos. Tangannya menyentuh pipi zee yang semakin panas.


"Loh, kok makin merah, kamu demam? " Kali ini tangan reynard mengangkat wajah zee agar menatap ke arahnya.


Zee menutup mata menghindari tatapan reynard, ia mengingat apa yang dikatakan daddy erik tadi sehingga tanpa sadar tangan zee menepis tangan reynard yang sedang mengelus pipinya.


Reynard mengerinyit kan dahi bingung saat zee menepis tangannya. "Kenapa? apa aku melakukan sesuatu yang salah? "


"Kamu mesum . " Ucap zee memukul lengan reynard pelan.


Rey menangkap tangan zee dan mengenggam nya, kemudian berbisik tepat ditelinga zee "Padahal belum aku apa-apain loh, tapi kamu udah bilang aku mesum. "Zee bergedik geli merasakan hangat nya hembusan nafas reynard. Tangan laki-laki itu bahkan sudah melingkar di pinggang ramping nya.


"Lepas dulu aku mau cuci tangan. "


Sesuai perintah zee reynard dengan patuh melepas pelukan nya. "Di depan ada anak-anak. "Ucap reynard memberitahu zee kehadiran para sahabat mereka. " Aku nggak ngajak, mereka nya yang maksa buat ikut. "Tambah reynard lagi dengan wajah cemberut.


"Oh ya.? . " Tanya zee antusias. "Siapa aja yang datang? "Lanjutnya lagi seraya mencuci tangan di wastafel kemudian menyekanya dengan lap bersih.


Wajah reynard semakin ditekuk melihat senyum lebar dibibir kekasihnya. Niat hati nya ingin berdua-duan bergelung dibawah selimut dengan zee, malah gagal karena kedatangan para curut itu.


"Ya udah ayo temuin mereka. "Dengan semangat zee menarik tangan reynard keluar dapur. " Ayo dong, kamu kakinya kenapa jadi lemas gitu sih. "Ucap zee saat melihat reynard berjalan menyeret kakinya dengan malas.

__ADS_1


Namun ekspresi wajah kesal reynard tidak dapat ia sembunyikan.


"Suruh mereka balik. "Dengan nada datar reynard berucap dengan cepat.


"Loh kok suruh balik, kan mereka juga baru datang, kamu nggak suka mereka disini? Atau nggak suka aku disini? "Mata zee menatap tajam reynard. Tangan nya berlipat didada seolah siap berdebat dengan laki-laki itu.


"kok jadi kemana-mana omongan nya . " Reynard menggaruk kepalanya. "Senyaman kamu aja sayang. "Ucap reynard asal.


Zee mendengus kesal. " Nggak jelas banget kamu. "Ucap zee kemudian berjalan meninggalkan reynard.


Reynard berdecak kesal, namun ia mengikuti zee dari belakang dengan wajah dingin dan datar.


Sampai diruang tamu zee tergelak melihat denis dan saka saling memukul kepala mereka bergantian. " Kenapa nih, seru banget kayaknya. "Celetuk zee dengan senyum dibibir tipisnya.


" Zee. . . "Siska dan karen bersorak sambil berlari kecil dan menghambur kepeluk kan nya.


Ketiga gadis itu berpelukan ala teletubbies. Reynard merengut melihat siska dan karen yang memeluk kekasihnya, kemudian menghempaskan pantatnya dengan kasar di sofa.


Seno terkikik geli melihat wajah masam reynard. Begitulah kalau cowok kulkas sekalinya jatuh cinta, bucin nya overdosis parah, nggak peduli cewek apa cowok, semua di cemburui.


Beberapa menit akhirnya mereka mengurai pelukan hangat itu. Siska menarik tangan zee dan membawanya duduk di sofa.


"Lo mau curhat apa pun kita dengerin, waktu kita berdua 24 jam ready buat lo. " Ucap siska serius. Matanya menatap khawatir sahabatnya itu.


Terdengar suara helaan nafas panjang. Mereka bertiga sontak mengalihkan perhatian kearah sumber suara. Terlihat reynard bersandar di sofa dengan mata tertutup, kedua tangannya berlipat didada.


Siska dan karen serentak melihat zee dengan tatapan bertanya.


Paham dengan tatapan kedua besty nya itu zee mengedik kan bahu acuh dan berkata. "Lagi pms kali. " Jawab zee asal.


Seno dan abi yang duduk tak jauh dari mereka langsung terbahak mendengar celetukan zee. Ralat, hanya seno yang tertawa sementara abi yang sebelas dua belas dingin nya dengan reynard hanya bibirnya saja yang terangkat sedikit, ingat hanya sedikit saja.


Lagi-lagi reynard hanya mendengus, dia cuma menutup mata saja bukan tidur, jadi sudah barang tentu dia mendengar ucapan zee tadi. Berantakan sudah mood reynard hari ini. Pupus semua hayalannya disekolah tadi yang mau bermanja-manja dengan kekasihnya.


Zee bangkit dari duduknya, ia menghampiri reynard. Merasakan keningnya di elus lembut, seketika mata reynard terbuka lebar.


"Ganti baju dulu. Aku mau makan nasi padang, tapi makannya dirumah. " Kata zee dengan lembut.


Senyum lebar muncul dibibir reynard. "Oke! Kamu udah laper banget bee? " Tanya reynard yang kembali semangat. Ia merangkul pinggang zee agar lebih dekat dengannya.


"Hu'uum, tadi cuma makan nasi goreng sedikit. " Jawab zee sedikit manja.


Dengan cepat reynard berdiri dan mendaratkan satu kecupan di dahi zee kemudian berlari ke kamar.

__ADS_1


"Aku ganti baju dulu. " Ucap nya seraya melempar ponselnya kearah abi. "Pesan bro. " Ujarnya sebelum benar-benar berjalan jauh.


Seno dan siska juga karen hanya geleng-geleng kepala melihat cepatnya perubahan suasana hati reynard.


"Cuma zee yang bisa. " Ujar siska yang di angguki seno dan karen menyetujui ucapan gadis itu.


Jari-jari abi mulai mengotak-atik ponsel reynard memesan nasi padang. Zee ikut duduk disampingnya dengan kepala bersandar di lengan abi.


"Adek mau yang mana? " Tanya abi memperlihatkan menu-menu rumah makan itu.


"Ini sama yang ini. " Ucap zee sambil menunjuk gulai usus dan ikan bakar. "Jangan lupa sayur singkong sama sambel ijonya banyak-in bang. "Tambah zee lagi dengan mulut menguap lalu memejamkan matanya.


Abi juga menanyai siska dan karen, lalu juga memesan lima bungkus lagi untuk mereka, termasuk dua orang remaja yang masih semangat saling geplak kepala itu.


Terdengar suara bisik-bisik siska dan karen, sesekali mereka terkikik sambil melihat ke arah abi yang menepuk pelan kepala zee yang memejam kan mata.


" Gue yakin, mood reynard langsung turun drastis melihat adegan romantis ini. " Ucap karen terkikik dengan tangan menutup mulutnya.


"Bukan turun drastis lagi, prediksi gue dia langsung terbakar panas membara pasti. " Tambah siska yang disambut tawa oleh karen dan seno.


"Nona azeey emang paling pintar mengaduk-aduk perasaan rey. " Celetuk seno sambil memainkan ponselnya. Siska dan karen mengangguk setuju.


Sepuluh menit, terdengar dengkuran halus pertanda zee sudah tertidur.


"Nyaman banget tepukan tangan lo bro, sampai nona azeey tertidur gitu. " Ujar seno. Sembari melihat abi memindahkan kepala zee ke atas pahanya. "Mau juga dong, dipuk-puk sayang kayak gitu. " Sambung seno menggoda abi.


Abi mendelik kan matanya kearah seno yang tersenyum mengejek padanya.


"ya elah bro, nggak bisa becanda banget sih. " sungut seno yang mendapat lemparan bantal sofa di wajahnya.


"salah kau sendiri ege, udah tau orang nya nggak bisa bercanda malah lu becandain. " ujar siska tertawa puas melihat wajah kusut seno.


Tap. . .


Tap. . .


Tap. . .


Terdengar suara langkah kaki yang berjalan tergesa-gesa, tampak reynard yang sudah segar dengan pakaian yang sudah berganti. wajah cerah laki-laki itu seketika berubah gelap saat melihat zee tidur dipaha abi.


"breengkseek kau siaalan, kau mau mati. " teriak reynard dengan suara dingin.


"udah gue duga. "celetuk seno terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2