
Setengah tahun berlalu, hari ini daren mengimpulkan seluruh keluarganya dimansion miliknya.
Daren merasa senang, rumahnya yang dulu sepi sekarang sudah ramai dengan anak menantunya, rasanya kebahagian ini terlalu nyata sehingga ia takut jika ini hanya sekedar mimpi.
Sore itu mereka menikmati rintik-rintik hujan dengan membuat kemah di taman belakang rumahnya, mereka membakar jangung, ubi dan kacang rebus, nuansa alam yang tercipta dari kebun milik risa menambah hangat nya suasana kemah sore itu.
Sesil dan erik juga datang dan ikut bermain dengan xavi. Daniel dan aira ikut membakar jangung bersama abi dan karen. Selain itu sahabat mereka tiga curut ikut hadir membersamai keluarga bahagia itu.
"Sudah siap semuanya, ayo berkumpul. " Seru daniel sambil menggosok telapak tangannya, cuaca yang gerimis membuat udara sedikit sejuk. Ia duduk dikursi sebelah istrinya.
"Sekarang waktunya kita makan. Buat para bapak-bapak silahkan duduk manis biarkan kita Para wanita cantik yamg melayani. "Ucap risa, sesil dan zee serta karen juga siska mulai menyiapkan makanan di meja panjang yang sudah tersedia.
"Loh kok pangsit bun? Papa kira jangung bakar! "Daren mengaduk semangkuk pangsit kuah isi ayam yang diletakan risa dihadapannya.
" Iya, ini anak-anak yang buat, mereka baru belajar, berikan penilaian mu, jangan bohong! Katakan kalau tidak enak supaya mereka terus belajar. "Ucap risa.
Sementara itu daniel melayani istrinya aira yang sedang hamil dua bulan, wanita itu begitu dimanja oleh daniel tidak boleh bekerja sedikitpun, bahkan makan saja dia suapi. Zee dan reynard kerap kali menertawakan kebucinan dua orang itu, tetapi daniel yang memang tak memiliki urat malu tidak peduli, dihadapan daren dan risa pun dia tetap bersikap mesra dengan istrinya.
Karen melayani abi, mereka berdua belum menikah tetapi sebulan yang lalu mereka baru saja melangsungkan acara pertunangan di salah satu hotel mewah milik daniel. Tentu saja semuanya gratis, baju kebaya yang mereka pakai dirancang sendiri oleh zee, sementara cincin di sediakan oleh daren dan risa. Undangan dan segala macam yang lainnya dibereskan oleh para sahabat mereka. Abi dan karen merasa sangat beruntung berada ditengah-tengah orang yang menyayangi mereka.
"Eh, eh, foto dulu yuk, buat kenang-kenangan, nanti kalau kita punya anak mereka bisa lihat ketampanan bapak-bapak mereka waktu muda. " Ajak saka yang diangguki seno dan denis.
"Cari calon dulu sak, udah mikirin anak aja lo. " Zee terkekeh mendengar celetukan saka.
"Eh rey, ntar anak gue dijodohin ama anak lo yak? "Ucap saka mengedipkan mata kearah reynard.
" Anak siapa yang mau lo jodohin, bini aja nggak punya, udah sana ikutan foto nggak nih, berisik aja lo dari tadi. "Ujar siska sewot.
__ADS_1
"Nah, lo aja yang jadi ibu dari anak gue gimana? Mending yang udah jeas didepan mata dari pada yang tidak ada kepastian! " Sindir saka ia melirik leo yang berdiri dibelakang zee pria itu menatap tajam kearah saka.
"Udah sini nggak usah berisik. " Saka menarik siska agar mendekat kearahnya mereka berkumpul dan mulai berpose.
"Chees.. " Tukang fotografer mengarahkan kamera kearah delapan sahabat sejati itu.
Mereka tersenyum dan mengambil gambar dengan pose berbeda. Jangan pikir tangkapan gambar itu cantik dan manis, sebab gaya mereka sangat konyol dan jauh dari kata bagus. Saka dan denis selalu bertingkah yang membuat mereka tertawa sehingga hasil jepretan sangat alami tanpa arahan gaya.
Mereka terbahak keras melihat hasil gambar mereka tidak ada satupun foto yang mereka dalam posisi diam semuanya bergerak seolah kena sengol lah, saka yang seperti menjambak rambut siska, denis yang melotot seperti melihat hantu, jangan lupakan wajah datar zee dan reynard.
Zee dan reynard memisahkan diri dari para sahabatnya ia duduk disebuah kursi yang tak jauh dari mereka, xavi tampak anteng duduk dipelukan erik, anak itu asik memakan pisang yang sudah dihaluskan oleh sesil agar bocah kecil itu lebih mudah memakannya, hari itu semua orang tampak tertawa disudut lain zee melihat siska memaksa leo memakan pangsit buatannya, melihat wajah tersiksa leo saat menelan kuah pangsit itu membuat zee menyemburkan tawa. Gadis itu masih belum menyerah dalam dalam mendapatkan hati lei, sementara si kaku itu masih terus menahan harga diri dan tak mau mengakui perasaan nya terhadap siska.
"Kamu senang? " Reynard mengenggam tangan zee dan mengecupnya beberapa kali.
"Emm, terimakasih hubby, sudah hadir dalam kehidupan aku. Kamu sudah membuat perubahan besar dalam setiap ceritaku. " Ia menatap mata teduh milik suaminya.
Zee memeluk suaminya dengan erat. Benar, kebahagian ini ada karena mereka yang menciptakan nya, jika dulu dia menyerah dengan hidupnya, maka dia tidak akan mendapat semua ini.
Ia tersenyum bahagia, melihat putranya dilimpahi kasih sayang kakek neneknya membuat zee tak bisa membendung air matanya. Mata zee berserobok dengan manik coklat milik daren, pria itu tersenyum kearahnya, zee membalas senyum daren dengan deraian air mata. Daniel yang tengah asik bersama aira tanpa sadar melirik kearah daren yang menatap dalam adik perempuanya, secara serempak dua orang laki-laki itu berdiri dan menghampiri zee, air mata zee mengucur semakin deras.
"Kenapa adek nangis? " Daren dan daniel duduk di kedua sisi zee. Reynard yang sadar diri jika situasi saat ini tak memungkinkan ia bersikap egois langsung memberikan tempat.
"Adek, senang, bahagia bisa berkumpul seperti ini. " Zee semakin terisak, dipelukan daren, daniel menyandarkan kepalanya dipunggung zee.
"Mau kerumah mama? " Tanya daren oada kedua anaknya. Daniel dan zee langsung mengangguk.
Daren berjongkok disebuah makam yang dipenuhi lili putih, ia mengelus nisan itu seolah tengah mengelus kepala istrinya riana. "Ma, sekarang kamu bisa beristirahat demgan tenang,papa akan menjaga anak kita dengan baik, mama tau, xavi cucu kita sangat tampan dan pintar,dia sepertinya menuruni bakat mu dia suka sekali bermain komputer, mungkin dia akan menjadi ahli IT nanti. Banyak yang ingin papa ceritakan tetapi anak-anak juga ingin bicara dengan mu. Ma, papa selalu mencintai mama, meskipun papa sudah menikah nama mama memiliki tempat sendiri dihati papa. "Ucap daren dalam hati.
__ADS_1
Zee, daniel dan abi serta risa ikut datang berziarah ke makam riana.
"Ma, apa kabar? Adek sama kakak datang jenguk mama. Terimakasih sudah memberikan adek kesempatan untuk menikmati kebahagian ini ma, adek tidak akan menyia-nyiakan kesempatan hidup yang mama berikan. " Zee menatap lembut batu nisan itu, ia merasa riana sedang menyaksikan mereka dengan tersenyum bahagia.
"Ma, aira sedang hamil sekarang, sebentar lagi mama akan punya cucu juga dari kakak, mama hanrus menjaga nya nanti, kakak tau mama selalu melihat kami diatas sana. Kakak dan adek selalu mencintai mama. " Abi menepuk punggung daniel, laki-laki itu menangis tanpa suara.
"Mbak terimakasih sudah mengizinkan saya, menjadi bagian dari keluarga mbak riana,saya janji akan menjaga anak-anak kita dengan baik.beristirahat lah mbak, tugas ini biar aku yang menyelesaikannya. " Gumam risa dalam hati ia tersenyum melihat nisan riana seolah wanita itu ada didepannya.
Hidup dan mati manusia tidak ada yang tau, untuk itu selagi hidup berbuat baik lah dengan saudara karena ketika kita jatuh dan sakit mereka lah yang akan menjaga kita bukan dia yang memanggil kita guys, apalagi besty dan bro, juga bukan dia yang menunggu kamu di tongkrongan, apalagi mereka yang komen dan like sosmed kamu. Tetapi keluarga, karena semarah dan sejauh apapun kamu pergi tempat terbaik untuk pulang adalah KELUARAGA.
..._AND _ ...
Halo, pembaca setia Azeeyra.
Author gebi_salvina🥀 disini.
Terima kasih sudah membaca novel ini sampai selesai.
Saya sangat menghargai semua dukungan dan kritikan yang kalian berikan.
Saya selalu baca komentar kalian satu persatu. Dan itu jadi penyemangat nomor satu saya dalam mengerjakan cerita ini.
Terlepas dari semua kekurangan yang ada, saya harap pembaca sekalian bisa mengambil satu atau dua value dari cerita novel ini.
Sekali lagi terima kasih sudah menemani saya dalam perjalanan ini.
Saya pasti akan merindukan kalian, dan jangan lupa intip juga novel author yang lain ya. 🥲🥲
__ADS_1