
Seharian ini daniel ditemani oleh abi dikamar nya, dua orang kakak adik itu sedang asik bermain game konsul yang baru di belinya. Besok adalah hari pernikahan daniel dan aira, tadinya daniel ingin tunangan terlebih dulu, akan tetapi daren mengatakan untuk langsung menikah saja. Daren takut kedua orang itu kebablasan dia sangat tau sifat putranya meskipun pada akhirnya mereka akan menikah juga daren tidak ingin daniel menjadi pria brengsek.
Suara ketukan pintu terdengar dari luar. Daniel dan abi yang masih fokus dengan game nya langsung menoleh kearah pintu.
"Masuk." Teriak daniel dia melempar benda hitam ditangannya karena game over, bukan nya terhibur laki-laki itu malah tampak semakin kusut dengan rambut yang acak-acakan, bantal dan selimut juga berantakan seperti orang yang habis gelut.
Zee muncul dengan sebuah kotak kecil ditangannya. "Loh, apa ada maling yang menyusup kamar kakak? Kenapa berantakan begini? Lihat, kakak pasti belum cuci muka ya? Ih, jorok banget sih, padahal besok mau nikah, rawat kulitnya dong, biar kusam, lihat kerutan diwajah kakak sudah keluar. "Omel zee lalu duduk diantara dua laki-laki itu. " Ternyata semua cowok itu sama aja, kita yang cewek-cewek ini udah perawatan full bodi, biar pas dia cara wajahnya bersinar, nah yang laki malah santai-santai aja. Nggak effort nya sama sekali buat nyeningin calon istri, heran deh. "Lanjutnya menatap tajam wajah daniel yang tampak berminyak sebab belum dibersihkan.
"Jangan salahin kakak dong dek, bukannya kakak nggak mau perawatan, tapi kata bunda kakak nggak boleh keluar rumah sampai acara selesai. "Daniel beralasan sambil mendaratkan kepalanya dibahu zee.
Wanita itu menoyor kepala daniel dengan keras sehingga laki-laki itu terbaring dikasur.
" Kenapa sih dek? "Tanya daniel heran matanya melirik abi seolah bertanya juga pada adik laki-lakinya itu apa dia sudah melakukan kesalahan?
"Bunda larang kakak keluar karena takut kenapa-kenapa, ya walaupun didalam rumah juga belum tentu aman, tapi itu lebih baik dari pada kakak keluyuran nggak jelas, terus gagal nikah gimana? "
Daniel menggeleng cepat jangan sampai dia gagal menikah, umurnya sudah hampir kepala tiga adiknya saja sudah punya anak, dan sebentar lagi abi juga mau tunangan dengan karen. Reynard pasti akan meledeknya habis-habisan, adik iparnya itu memang kurang ajar sekali padanya. Terlebih dia tidak mau aira menikah dengan orang lain kalau sampai terjadi hal buruk padanya, aira miliknya.
Zee menghela nafas, mengusap wajah daniel dengan lembut. "Adek udah panggil orang buat perawatan kakak, kita bukan orang miskin, memanggil mereka kerumah bukan hal yang sulit. Lihat lah kakak sudah tua, nggak malu nanti pas bersanding dengan kak aira dia cantik dan masih muda. " Ledek zee yang mencoba menahan haru.
"Bedain tua dengan dewasa ya dek, jangan asal ceplos bibir kamu. " Protes daniel sambil mencomot bibir zee dan mencubit nya pelan.
Zee hanya tersenyum. "Kak."
Abi dan daniel mulai mendekat. Atmosfir kesedihan sudah mereka rasakan kedua laki-laki itu sama-sama memeluk zee dari samping.
"Hmm, kenapa? " Tanya daniel suara nya terdengar bergetar.
Zee menyerahkan kotak yang dipegang dari tadi, lalu menyerahkan pada daniel, zee mengangguk daniel mengambil kotak itu dengan ragu ia membukanya. Seketika matanya berkabut, beberapa lembar foto disana yangbpaling atas foto ketika riana sedang mengandung daniel, lalu saat daniel lahir dan dia digendong papa daren, selanjutnya ada foto daniel pertama kali duduk dan merangkak, kemudian acara ulang tahun pertama nya. Disana semua keluarga berkumpul dan terihat bahagia.
__ADS_1
Ada lagi foto daniel masuk Tk, lalu foto ia memegang medali karena memenang kan lomba cerdas cermat. Lalu selanjutnya foto riana, daren dan daniel difoto ini riana sedang mengandung zee. Wajah mereka juga tampak dangat bahagia. Ada juga foto saat daniel dan risa membeli pakaian bayi serba warna pink karena mereka sudah mengetahui anak yang dikandung riana perempuan. Foto terakhir saat daniel dan daren mencium perut buncit riana, mereka tengah mengambil foto manernity shoot.
Air mata daniel mengalir deras. "Dapat dari mana? "
"Dari kakek haris, adek menemukan di album lama rumah kakek. Sayang sekali fotonya hanya sampai disitu, foto adek waktu bayi tidak ada. " Ucap zee dengan suara serak.
Daniel menggeleng, ia bangkit dari ranjang berjalan kearah nakas, ia membuka laci dan mengambil dompetnya. Ia kembali duduk disamping zee mengeluarkan selembar foto dari sana.
"Ini.... Foto siapa? "Tanya zee saat daniel menyodorkan foto seorang bayi yang kecil yang duduk dalam box besar yang penuh mainan, bayi itu memakai topi rajut berwarna pink senada dengan bajunya, terlihat lucu dan menggemaskan dengan sebuah kompeng dimulutnya.
" Bukan nya itu adek? "Abi mengambil alih foto ditangan zee, wanita itu menatap mata daniel mencari kebenaran dari perkataan abi tadi. Daniel tersenyum dan mengangguk. " Itu saat adek berusia tujuh bulan. Foto itu diambil tante sonya maminya bang rafael. "
Zee mengangguk dan tersenyum memandangi foto bayinya.
"Adek bisa menyimpannya kalau adek mau. " Ujar daniel lagi.
"Ha? "
"Sejak kapan kakak menyimpan foto itu? " Tanya zee sedikit mendesak.
"Hmm, sejak kapan ya kakak lupa, foto itu ada dua satu disimpan papa, satu lagi sama kakak. " Jawab daniel mencoba mengingat berapa lama foto itu ada padanya.
Zee terdiam, tepukan dibahunya membuat dia menoleh kearah samping, abi tersenyum padanya. "Mereka tidak benar-benar membencimu. "
Zee mengangguk lalu kembali menatap daniel. "Terimakasih kak, aku akan menyimpannya. "
Zee menghela nafas. "Besok kakak menikah, artinya mulai besok kakak sudah mempunyai tanggung jawab yang harus kakak jalani, adek harap kakak tidak pernah menyakiti kak aira, jika pun kalian berdua ada masalah nanti ditengah perjalanan rumah tangga kalian, tolong bicarakan baik-baik, jangan mengambil keputusan saat kakak marah. "
Daniel mengangguk. "Kakak ingat pesan kamu. "
__ADS_1
"Kak, adek mewakili mama yang ada disurga, karena adek adik perempuan kakak yang sudah menjadi orang tua adek merasa pantas mengatakan ini. Menikah bukan hanya soal harta, istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan, perhatian dan kasih sayang kami lebih menginginkan itu, sarapan dan makan malam dua hal kecil itu tolong jangan diabaikan. Adapun urusan pekerjaan sekali-kali ajak juga kak aira membahasnya. Keputusan yang kakak ambil adek harap itu sudah hasil rembukan kalian berdua. Seandainya nanti kaian punya anak tolong perhatiakan hal sekecil apaapun, luang kan waktu untuknya walau sekedar bertanya kesehariannya disekolah, apa ada yang menjahatinya, apa dia kesulitan dalam belajar, jangan memarahinya jika dia memukul temannya yolong tanyakan dulu apa mas.... "Suara zee tercekat dia tidak bisa melanjutkan lagi, air matanya mengalir deras.
Pelukan daniel dan abi semakin erat. "Kakak tau, kakak ngerti dek. "
"Di abaikan itu tidak enak, kakak tau? " Daniel memgangguk cepat. "Cukup adek aja, keponakan adek jangan sampai mengalami hal yang sama. "
Daniel mengangguk lagi ia membenamkan kepala zee kedadanya. "Terimakasih sudah mengingatkan kakak, tolong ingatkan kakak saat kakak lupa, jangan takut untuk menegur jika kakak melakukan kesalahan. Kakak akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga kakak kelak. "daniel mengecup lembut kepala zee. " Kakak juga doa kan semoga keluarga kecil kamu selalu bahagia. Kakak senang karena kamu semakin dewasa, kakak bangga punya adik seperti kamu, terimakasih sudah ada disini untuk kakak dan maaf, kakak belum menjadi kakak yang baim biat kamu. "
Zee tersenyum dengan mata berkaca-kaca, lalu mendongak kan kepalanya menatap wajah daniel dengan sendu. "Waktu berlalu dengan cepat, kakak sudah punya keponakan, sebentar lagi juga punya anak, nggak disangka papa sudah jadi kakek dan menua , dan kakak juga sudah jadi pria paruh baya. "Ledek zee tiba-tiba.
Abi terbahak keras, daniel menghapus jejak air matanya, kenapa sih, padahal ia sangat menghayati momen haru itu, tetapi ada saja celetukan zee yang menghancurkan suasana hangat itu dalam sekejap.
"Kenapa sih kok cemberut? lihat kerutan kakak makin terlihat jelas. Kakak bisa menyangkal umur, tapi wajah kakak tidak bisa berbohong. "Dumel zee sambil melepas pelukan dari daniel.
"Nggak terima dipanggil pria paruh baya dek, maunya dipanggil kakek aja. "Timpal abi yang kepala nya masih menempel dibahu zee.
Mata daniel membulat. " Enak aja, umur kakak nggak jauh beda ya dari kalian. "
"Tetap saja, dibanding kami berdua kakak lebih tua. "Balas zee yang diangguki abi.
Daniel memejamkan matanya sejenak, sabar.
Suara pintu diketuk dan dibuka, risa muncul bersama emoat wanita yang memakai seragam batik mereka adalah pegawai yang salon yang datang untuk memberikan perawatan kepada daniel dan abi.
"Kok abang juga dek? " Tanya abi tak terima, tidak pernah dalam hiduonya dia melakukan hal memalukan seperti ini, selain risa dan zee belum ada perempuan mana pun yang menyentuhnya, bahkan karen yang sudah dia pacari selama dua bulan ini saja belum pernah dia sentuh. Abi bergidik ngeri membayangkan harus bertelanjang dada didepan para wanita itu.
Tetapi bukan zee namanya kalau tidak bisa memaksa abi menuruti kemauannya, dengan terpaksa kedua laki-laki itu mendapatkan pijatan dari empat wanita cantik itu. Meski pun ada sedikit drama ketika abi tidak mau membuka baju sampai dia meminta para wanita memakai penutup mata. Namun semua langsung teratasi ketika zee menyalakan lilin aroma teraphy, telinga abi disumpal headsheat dan zee mengelus kepala laki-laki itu dengan lembut sampai ia tertidur. Sedangkan daniel pria itu jangan ditanya, dia memang sudah biasa dan merasa santai, justru dia bangga memamerkan tubuh atletisnya itu, ya semoga aira tidak tau ya.
***
__ADS_1