Azeeyra

Azeeyra
Welcome baby boy


__ADS_3

Reynard saat ini berada diruang operasi, keadaan zee yang lemah membuat dia harus segera melakukan operasi sesar. Dokter khawatir bayi dalam kandungan zee mengalami trauma karena benturan yang dia dapatkan.


Sementara diruang lain abi juga ditangani beberapa dokter bedah untuk mengeluarkan peluru yang bersarang dibadannya. Sudah hampir dua jam pintu ruangan itu ditutup, namun belum ada tanda-tanda kegiatan didalam sana akan berakhir.


Semua orang duduk dalam keheningan. Seolah telah puas menangis dan tidak ada tenaga lagi untuk berbicara.


"Apa yang mereka lakukan. Kenapa sangat lama sekali. "Gumam risa lemah. Kepalanya bersandar dibahu daren.


Semua orang terdiam mendengar pertanyaan risa. Daren juga tidak mampu berkata-kata lagi. Pikirannya pun bercabang saat ini. Disatu ruangan anak laki-lakinya tengah berjuang hidup mati. Sementara diruang operasi lain putrinya juga tengah berjuang melahirkan cucunya. Pria itu menghela nafas berat. Kejadian yang tiba-tiba ini membuat jantungnya hampir meledak karena tidak sanggup menerima kenyataan pahit itu.


"Kamu tidur dulu ya, nanti kalau dokternya sudah keluar aku bangun kan lagi. " Bujuk daren pada istrinya.


"Benar bun, bunda istirahat saja, kami yang akan berjaga disini. "Tutur saka pada risa. Dia merasa kasihan pada bunda risa yang tidak hentinya menangis dari tadi.


"Bunda ayo karen antar kan, kak daniel sudah menyewa kamar untuk kita istirahat. "Karen ikut bersuara. Gadis itu dari tadi tidak meninggalkan ruang operasi abi.


Sementara siska, seno dan daniel berada didepan ruang operasi zee, selain mereka disana juga ada sesil, erik juga leo.


Akhirnya risa pun mengalah sebenarnya dia juga lelah. Namun melihat keadaan putranya membuat risa tidak mau meninggalkan nya. Karen mengantarkan risa kekamar vip yang sudah disewa. Setelahnya karen kembali lagi keruang operasi abi.


Ceklek. . .


Semua orang berdiri secara serentak begitu dokter keluar dari ruangan operasi. Dua orang dokter laki-laki keluar dengan wajah lelah. Mereka langsung menghampiri daren.


"Bagaimana keadaan anak saya dokter. " Tanya daren cemas. Dia tetap optimis meski sudah banyak dugaan terlintas dipikirannya.

__ADS_1


"Luka pasien cukup parah, ada dua peluru yang kami keluarkan, selain itu dua tusukan benda tajam cukup dalam. Pasien kekurangan banyak darah, tapi untungnya pasokan darah di pmi mencukupi. Meskipun begitu keadaan pasien tidak bisa dibilang baik-baik saja. Kita tunggu dua jam kedepan. Kalau pasien sadar kami bisa memindahkan nya keruang lain, kalau tidak, dengan berat hati kami mengatakan pasien mengalami koma. "Jelas salah satu dokter.


Suara tangis meluncur dibibir karen. Laki-laki yang baru sebulan lalu menyatakan cinta padanya itu sekarang terbaring lemah, dadanya terasa sakit. Ia memukul dadanya yang terasa sesak. Daren menopang tubuhnya di dinding rumah sakit karena terkejut dengan penjelasan dokter. Tangan daren gemetar, bagaimana dia harus mengatakan hal ini pada istrinya. Laki-laki yang terbaring didalam ruangan itu telah menyelamatkan putrinya, jika tidak daren tidak mampu membayangkan apa yang akan terjadi, bukan hanya putrinya tapi juga cucunya.


"Apa memang selama ini proses operasi sesar? " Tanya daniel. Tidak tau pada siapa pertanyaan itu dia lontarkan.


Sementara didalam ruang operasi. Suara isak tangis reynard terdengar memilukan, dia terus menggegam tangan istrinya yang tak sadarkan diri. Laki-laki itu mengecup sayang kening zee berkali-kali, sesekali dia memanggil nama zee agar gadis itu tersadar. Para dokter dan perawat disana merasa gemetar mereka menarik nafas panjang mencoba tetap fokus karena suara isakan reynard yang mengganggu, namun mereka juga tidak berani mengusir laki-laki itu keluar.


Tes. . .


Cairan bening itu meluncur tanpa henti, mata reynard sudah sembab akibat banyak menangis. Dia menangis lagi ketika melihat darah mengalir diperut istrinya yang baru saja digores pisau tajam oleh seorang dokter bedah.


"Baby. . . bangun sayang. Hiks. . . aku nggak sanggup lihat kamu begini. "


"Oek. . oek. . oek. . "


Reynard menarik nafas lega. Perasaan sesaknya belum sepenuhnya hilang, sekarang dokter menjahit kembali perut zee setelah seesai dibersihkan. Reynard memalingkan wajah tak sanggup melihatnya. Meskipun zee tidak merasakan sakit saat ini, tapi dia yakin begitu zee sadar dan obat bius habis rasa sakit itu pasti akan terasa.


"Bayinya harus masuk ruang inkubator dulu ya pak, dikarenakan bayinya lahir tidak cukup bulan, meski berat badan nya cukup bagus tetapi tetap kita hangatkan untuk beberapa hari. " Jelas dokter setelah bayinya dibawa dokter lain keluar ruangan.


Reynard mengangguk, dia tidak mengerti dengan hal seperti ini jadi dia serahkan saja pada dokter asal anak dan istrinya baik-baik saja.


**


"Ya, ampun dia lucu sekali, bikin oma gemes liat nya. "Ucap sesil wanita itu tampak menahan diri untuk tidak menerobos ruang anak itu.

__ADS_1


"Tante benar, menggemaskan sekali, ini perpaduan zee dan reynard dia pasti akan lebih tampan dari bapaknya nanti. "Sahut siska yang juga ikut berdiri di dinding kaca itu.


Erik, daniel dn yang lain masih menunggu dipintu ruang operasi karena reynard dan zee belum juga keluar. Mereka semua kembali hening, mengingat zee dan abi yang belum sadar rasanya kebahagian itu terasa hampa. Siska menatap iba pada bayi mungil yang sedang terlelap itu.


"Gimana keadaan abi? " Tanya siska sekarang wanita itu berada diruang sterilisasi karena operasi abi telah selesai. Didalam sana para dokter memantau kondisi abi.


"Gue nggak tau, dokter bilang tunggu abi sadar dulu, baru dipindahkan keruang perawatan, tapi kalau dia tidak sadar. . . "Air mata karen kembali menetes, tak sanggup melanjutkan kalimatnya.


Siska mengusap punggung karen, wanita itu tidak berkata apa-apa lagi, karena dia tau, sahabatnya itu hanya perlu ditemani dia tidak butuh kata-kata penenang atau semacamnya.


Dua orang dokter yang tadi mengecek keadaan abi sudah keluar . Sekumpulan manusia yang ada disana dengan tidak sabar menghampiri kedua dokter itu.


"Bagaimana dokter? Putra saya sudah sadar? " Tanya daren dengan suara serak.


Kedua dokter itu saling pandang kemudian menganguk. "Kami minta maaf tuan daren, sudah dua jam lebih namun pasien belum sadarkan diri kami harus melanjutkan perawatannya diruang ICU. " Ucap salah satu dokter dengan wajah bersalah.


Daren memeganggi dadanya, pria itu tak sanggup lagi menerima berita itu baru saja dia kabar dari daniel bahwa putrinya juga belum sadarkan diri sekarang abi juga harus dirawat di icu. Pandangan daren menggelap pria itu jatuh tak sadarkan diri.


Saka dan denis membawa daren keruang perawatan, keadaan mereka saat ini sama kacaunya. Dua kakak beradik itu ditempatkan disatu ruangan. Saat ini mereka sudah bisa ditemui walaupun harus secara bergantian.


"Baby, buka mata kamu sayang, lihat anak kita, dia nangis karena mau digendong sama mommy nya. Dia butuh kamu sekarang, hiks. . hiks. . .aku juga butuh kamu sayang."rintih reynard.


Sesil mengusap punggung putranya dia ikut menangis melihat keadaan menantunya itu.


Saat ini bayi mungil itu sedang minum asi, perawat memompa asi zee karena memang cairan itu sudah keluar merembes sampai membasahi tubuh wanita itu. Bibir kecil itu menghisap dot lembut itu dengan rakus, sesekali mata gelapnya itu terbuka dan tertutup, beberapa perawat yang menjaganya merasa gemas melihat wajah menggemaskan baby kecil itu.

__ADS_1


***


__ADS_2