
"gimana? Masih betah Lo dirumah sakit? " tanya siska pada zee.
"bahlul sekali ente, emang ada yang betah dirumah sakit. "sahut karen.
" ih... Siska kan gak nanya sama alen, kenapa alen yang marah. " karen bergidik ngeri mendengar kalimat manja sisika.
Siska dan zee terkikik geli melihat wajah kesal karen. Kedua sahabatnya itu baru datang masih menggunakan seragam sekolah, katanya mereka sudah sangat rindu membuat kesal gadis dingin itu.
"tadi papa sudah janji akan bertanya pada dokter, hah...gue udah bosan, gue ingin rebahan dikamar, pengen segera pulang. " tutur zee manja.
"ya udah sih, ngak usah sok manja juga lo, bikin gue merinding aja. " celetuk siska kesal.
"lo cocoknya dengan muka datar dan dingin, kalau bersikap manis gini jadi kelihatan aneh, kayak kucing mau kawin. " pungkas karen semakin menjadi.
plak...
"Aaargh.... Sssh..." karen meringis dan mengusap kepalanya yang dipukul zee dengan buku catatan siska yang ada di meja sampingnya.
"hahhhaaa..enak len. " ledek siska menertawai karen yang kesakitan.
Plak...
"aww... Kok aku dipukul juga sih. " protes siska tidak terima.
"gue takut kepala lo iri, dan menganggap gue pilih kasih, jadi sekalian aja, biar adil. "ejek zee kesal.
" mana ada kepala gue iri ogeb, ngak usah ngadi-ngadi Lo. "sewot siska.
Ceklek...
"Lah ada drama apa ini? Kenapa muka kalian kayak pantat monyet tetangga gue? "ejek saka yang baru saja masuk bersama denis dan seno.
" Lo tinggal dimana sampai tetangga lo bisa pelihara monyet segala."tanya siska mengejek.
" Loh kalian ngak tau ya, saka kan salah satu species nya. "celetuk denis memancing saka.
"dasar lo, manusia setengah set** aja belagu lo. " umpat saka kesal.
"hahah...haha... "zee, siska dan karen tertawa melihat saka dan denis saling sikut hingga keduanya jatuh kelantai.
Ceklek. ...
" adik ipar... "aira berlari kecil mendekat kearah zee, dia memeluk hangat calon adik ipar cantik nya itu.
Reynard yang datang bersama aira langsung menghampiri kekasihnya.
" baby... "panggil reynard yang memancing kehebohan semua remaja yang ada disana.
" Lo kalau mau ngebucin lihat tempat dulu dong dek! " protes aira kesal pada reynard yang tidak tau tempat itu.
Zee hanya tersenyum malu melihat reynard yang tidak memedulikan kehebohan sahabatnya. siska dan karen mendegus kesal melihat wajah malu-malu zee.
"kok bisa sama kak aira datangnya. " tanya zee lembut saat reynard sudah duduk disebelahnya.
"tadi kak ai minta jemput, katanya mau jenguk kamu! "kata reynard menjelaskan.
Cup... Cup.. Cup
Reynard mencium seluruh wajah zee tanpa peduli dengan kekesalan remaja laki-laki disana.
"sudah lah, lebih baik kita tunggu diluar saja. Takut lepas kendali gue. " ucap saka menarik tangan denis dan seno. Siska karen dan aira pun ikut keluar tidak tahan dengan kebucinan dua orang itu.
"emang kalo lo lepas kendali lo mau ngapain, ikut mencium zee juga gitu? " tanya denis yang sudah duduk dikursi tunggu.
"ya enggak lah ogeb... Bisa digantung gue sama rey. " ucap saka.
__ADS_1
"lah terus lo mau apa? " tanya denis lagi.
"mau gue robek tu bibirnya yang suka nyosor tidak tau tempat. " kata saka kesal.
Denis dan seno tertawa terbahak. "emang lo berani? " tanya seno di sela tawanya.
"ya enggak lah mana berani gue. " jawab saka terkekeh bodoh. Denis dan seno memutar bola mata malas mendengar ucapan saka.
Daniel dan abi yang sudah selesai mengurus kepulangan zee datang bersama risa juga daren yang kebetulan bertemu di lorong rumah sakit. Hari ini zee sudah di izin kan pulang, namun masih harus menjalani terapi beberapa kali lagi.
Ceklek...
" adekk... "suara lembut daniel mengalihkan perhatian dua orang didalam ruangan itu. Zee tersenyum senang melihat empat orang kesayangannya. Daniel dan abi bergerak cepat mendekati zee, dengan tidak sopannya daniel mendorong reynard kesudut meja, membuat reynard mengumpat kesal dalam hati.
'Kurang ajar sekali. '
daniel memeluk sayang adiknya, mencium pipi zee dengan gemas. Abi juga tidak tinggal diam, dia memeluk zee erat dan mencium puncak kepala gadis itu. Zee terkekeh senang menerima perlakuan kedua saudaranya itu.
Reynard berdiri diam seperti orang bodoh, menatap kearah tiga saudara itu dengan hati panas, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, ditambah daren yang sejak masuk tadi menatap nya begitu tajam dan dingin.
"ekhm... " daren berdehem menatap ke arah reynard, seolah paham reynard segera keluar memberikan ruang untuk keluarga itu.
Didalam hati reynard merasa sangat kesal.'suatu hari nanti, gue akan menjadi orang yang paling berhak ada di sampingnya, tidak... Aku akan membuat hari itu segera datang. Dan lihat bagaimana kalian akan menghalangi ku mencium nya sepuas hati. 'monolog reynard dalam hati menahan cemburu.
*****
"sudah siap kembali kerumah sayang. " tanya daren mengelus punggung zee pelan.
"sangat siap banget pah, aku harap ngak pernah datang kerumah sakit lagi. " ucap zee memelas.
"hahah... Datang kerumah sakit ngak masalah dek, asal ngak nginap aja! " celetuk daniel yang disambut tawa oleh mereka.
risa sudah membereskan semua barang-barang zee kedalam tas.
"dikursi roda aja pah. " ucap zee, dia ngak mau merepotkan keluarganya lagi.
"adek digendong kakak aja ya, kasihan daniel, dia terus menyalahkan dirinya, makan dan istirahatnya tidak jelas. Mukanya dingin kayak mau nonjok orang "kata risa memberitahu zee.
" masa aku begitu bun. "tanya daniel pelan.
Risa menoleh dan mengangguk kearah zee. " emang kakak kamu gitu dek, bunda sampai takut buat negur nya wajahnya ngak enak banget.. "sahut risa jujur.
daniel hanya tersenyum tipis mendengar aduan risa. Zee melirik daniel saat mendengar ucapan risa. Daniel pun ikut menoleh ke arah sang adik yang menatapnya. Daniel tersenyum dengan mata berkaca-kaca melihat tatapan sendu milik zee.
" kamu kan sudah sehat, jadi kakak sudah sangat baik sekarang. "bisik daniel lembut.
Zee tersenyum sambil mencubit kedua pipi daniel, kemudian dia merentangkan kedua tangannya. " gendong. "ucap zee dengan sangat manja.
Daniel terkekeh kecil melihat zee dalam mode manjanya. Daniel langsung menarik pelan zee kedalam gendongannya ala bridal style, zee mengalungkan tangan di leher daniel. Abi membenarkan baju di punggung zee yang tersingkap, kemudian mengelus kepala gadis itu dengan lembut.
mereka keluar dari ruangan dengan wajah senang. Diluar sudah ada teman-teman zee dan abi menunggu mereka.
Reynard yang bersandar di dinding rumah sakit mengepalkan tinjunya saat melihat daniel mengendong mesra kekasihnya.
"ekhm.... Ada asap tapi tidak ada api. Panas banget euy... " ucap saka menyindir reynard
"kalian nyium bau hangus ngak sih. " sahut seno terkekeh.
"pengen nonjok eh... Kakak ipar sendiri, kalah saing bos.. masuk pak eko..... " tambah denis memanasi.
"dedek siska capek tidak, sini abang saka gendong. takut keduluan yang lain ini. "celoteh saka dengan ekspresi dramatis miliknya.
bugh.... bugh...
" awww... Sshh. "saka meringis sambil mengusap kakinya yang ditendang reynard. Denis dan seno mengulum bibirnya menahan tawa.
__ADS_1
" ya ampun ayang siska, kaki abang atit ini, mau endong. "pungkas saka semakin menjadi. Entah datang dari mana keberanian pemuda itu.
Bugh... Bugh...
Mata aira melotot melihat reynard memukul saka tanpa perasaan. Semua remaja yang ada dalam ruangan itu tertawa terbahak melihat wajah saka yang sudah babak belur.
"ya ampun dek, lihat wajah saka jadi tambah jelek, kamu ngak kasihan apa. "celetuk aira dengan senyum jahil.
" pftt. ..hahhhahaaa."gelak tawa pun pecah menyambut ucapan menohok dari sepupu cantik reynard itu.
berbeda dengan saka pemuda itu hanya mendengus tidak bersuara dia memegangi pipinya yang terasa sakit akibat bogeman dari reynard. Dia berjanji ini yang terakhir kalinya dia mengejek reynard. kalau tidak lupa.
...****************...
Saat ini zee sudah ada dikamarnya ditemani siska, karen dan aira. Dibawah laki-laki remaja yang ikut mengantarnya juga sedang duduk santai bersama diruang tamu, entah sejak kapan mereka jadi akrab dengan keluarga zee.
"dek... nama lengkap kamu siapa? " tanya aira tiba-tiba. Saat ini mereka berempat tengah berbaring di kasur king size milik zee.
"kenapa emang nya kak? "zee merasa bingung kenapa aira menanyakan nama lengkapnya.
" i-itu kenapa tuan daren dan daniel ada disini? "bisik aira pelan tapi masih terdengar
" ya mau kemana lagi kak, ini kan rumah mereka. "celetuk siska yang masih asik dengan game di ponselnya.
" hah... "
"jangan bilang kakak ngak tau kalau zee putri tunggal tuan daren. " karen yang sedang memijit punggung zee ikut nimbrung dalam obrolan itu.
Aira terdiam beberapa detik, kemudian dia menutup mulutnya dengan tangan. Ketiga gadis disampingnya menatap aira dengan malas.
"jadi kamu adik daniel. oh my... " celetuk aira dengan ekspresi terkejut bak drama.
"kak aira kenal sama kakak aku? " tanya zee dengan mata terpejam, dia merasa sangat nyaman mendapat pijatan tangan karen.
"bukan kenal lagi, kami satu Sma , satu kampus dan satu jurusan. Anak nya nyebelin banget sumpah, suka gombal lagi. " celoteh aira yang membuat siska dan karen melonggok.
"suka gombal? " tanya siska dan karen bersamaan. sebab sejak mereka kenal daniel, sekalipun mereka tidak pernah melihat daniel mengombal, laki-laki itu selalu berwajah dingin dan datar.
"iya, raja gombal dia mah, cerewet nya minta ampun. " ucap aira yang disambut kekehan kecil dibibir zee, gadis itu tersenyum miring penuh arti.
Tok... Tok.... Tok....
Suara pintu diketuk menghentikan obrolan mereka, aira yang memang sudah duduk, segera bangkit kearah pintu.
Ceklek...
Pintu dibuka, sosok pria yang baru saja jadi perbincangan nya tadi sekarang sedang berdiri gagah dihadapannya. Aira meneguk salivanya, mukanya memerah sampai ke telinga, saat daniel menatap intens ke arahnya.
Daniel menaikan satu alisnya menatap aira dengan wajah bingung, kenapa wanita ini bisa ada dirumahnya, pasalnya tadi dirumah sakit daniel memang tidak terlalu memperhatikan siapa saja yang duduk diruang tunggu, jadi dia tidak melihat keberadaan aira.
"ekhm.... " daniel berdehem dengan wajah datar khas miliknya. Aira yang tadi sempat tertegun kembali tersadar, dengan cepat dia berjalan keluar seperti robot.
Daniel masuk kedalam kamar zee. Melihat adiknya tidur menelungkup dengan karen yang masih setia memijitnya.
"loh kak, kak aira mana. " tanya zee saat daniel duduk ditepi ranjang. Zee ikut duduk disamping daniel. Sementara karen kini bergabung dengan siska yang bermain game. Sesekali mereka curi-curi pandang ke arah daniel. wajah tampan tidak boleh terlewatkan.
"ngak tau, kamu kok bisa kenal dia? " tanya daniel memberikan kantong obat pada zee.
"kak aira kan sepupu rey kak, ngak mungkin kakak ngak tau kan. "ucap zee sambil bersandar di lengan daniel. Tentu saja daniel tahu, dia selalu menyelidiki siapa saja orang yang dekat dengan adiknya, ditambah pengawal bayangan yang selalu menjaga zee, slalu melaporkan setiap kegiatan gadis itu.
" hem... Ya sudah kamu minum obat dulu, baru tidur. Jangan main ponsel lagi tapi istirahat dek. "ucap daniel yang sudah berjalan sampai daun pintu.
" iya kakak cerewet banget. "ujar zee meletakkan ponselnya diatas nakas.
Karen membantu zee mengambil obatnya, setelah selesai minum obat mereka bertiga berbaring dan memejamkan mata, beberapa menit berlalu ketiganya sudah tertidur lelap.
__ADS_1