
Satu minggu telah berlalu, ujian akhir pun telah selesai.
Semua siswa siswi merasa lega karena berhasil melewati perjuangan terakhir mereka selama tiga tahun.
"Guys kalian nggak ada rencana buat kemping gitu? Hitung-hitung sebagai hari perpisahan kita lah. " Tanya salah satu teman sekelas zee.
"Ngapain kemping? Nanti kan sekolah mengadakan prom night juga. " Jawab teman yang lain.
"Loh kok gitu sih, prom night kan dihadiri seluruh sekolah termasuk guru. Nah maksudnya kemping ini kita sekelas aja, atau juga boleh gabung tuh sama anak ipa lain. Kayak ipa B tuh mereka gabung sama ipa C. "
Saka dan denis mendekati meja reynard dan zee dengan mata berbinar. Reynard sampai mengerutkan kening melihat tingkah aneh saka yang sebenarnya tidak aneh lagi, karena laki-laki itu sudah biasa seperti itu.
Zee yang tahu reynard tidak akan bersuara akhirnya memilih bertanya. "Ada apa? "
Saka tersenyum penuh arti. "Kalian denger itu tadi? Anak sebelah mau kemping, trus gimana dengan kita? Kita nggak mungkin diam dirumah saat yang lain bersenang-senangkan? " Tanya saka bersemangat. Denis yang ada disebelah saka ikut mengangguk setuju.
Zee menoleh ke arah reynard, laki-laki itu pun menatap kearahnya. Seolah paham dengan pikiran kekasihnya reynard tersenyum tipis . "Kalau kamu mau ikut, kita bisa pergi. " Ujar reynard mengusap punggung tangan zee.
"Yes. . . yuhu... " Bukan zee, tapi saka dan denis. Dua laki-laki itu yang bersorak karena sudah disetujui si bos, sudah pasti mereka semua akan ikut.
Semua siswa siswi yang mendengar penuturan saka pun ikut bersorak. Oskar yang menjadi ketua kelas langsung pergi keruang guru untuk mengkonfimasi keterlibatan mereka di acara kemping besok.
"Eh, nanti kita bawa piyama kembaran ya? " Ujar siska saat mereka berjalan ke arah parkiran.
"Kayaknya seru tuh, pasti lucu deh. " Karen ikut menyahuti. Dengan sebelah tangan mengandeng lengan zee.
Dibelakang mereka para laki-laki tampan berjalan sambil membuat rencana ditempat kemping.
****
Zee sedang duduk disofa ruang kerja reynard dimansion milik laki-laki itu, sepulang sekolah tadi saat zee akan pulang bersama leo, namun dengan cepat reynard mencegatnya.
"Ikut aku ke mansion, katanya mommy kangen sama kamu. "
Yah, sesil memang beberapa kali menanyakan tentang zee, sejak terakhir kali zee datang malam itu mereka sudah tidak berkomunikasi lagi sampai sekarang.
Sesampainya dimansion reynard sesil menyambut calon menantunya itu dengan antusias, dia dan para maid memasak banyak makan siang kesukaan zee.
Setelah makan siang mereka mengobrol sebentar diruang tamu, zee bercerita bagaimana keseruan mereka jalan-jalan kebali waktu itu, namun obrolan seru itu tidak berlangsung lama karena kepulangan erik yang langsung memonopoli sang istri.
Merasa tidak enak hati dengan daddy erik, dan juga ingatan tentang insiden kecil didapur beberapa waktu lalu membuat zee sedikit malu berhadapan dengan erik, jadilah saat ini zee menemani reynard diruang kerjanya.
__ADS_1
Zee menghela nafas beberapa kali, saat ini dia merasa begitu bosan, reynard sudah memberikan ponselnya agar dimainkan oleh gadis itu, namun hanya sebentar, zee bukan tipe orang yang suka berlama-lama memainkan benda pintat itu.
"Rey, aku pulang ya, lagian kamu juga sibuk. Aku nggak mau ganggu kamu kerja. " Zee mulai merengek. Dia bener-bener tidak betah lagi, lain cerita kalau diruangan ini ada ranjanh, mungkin dia bisa langsung tidur disana. kan, emang dasarnya aja zee itu kebo. Pikirannya tidur melulu.
Reynard merasa gemas melihat tingkah zee, padahal maksud reynard menahan zee disini karena dia merasa bersemangat dengan keberadaan gadis itu.
"Aku serius rey, aku telpon leo aja ya. "
Reynard menggelengkan kepalanya. Dia menghela nafas pelan. "Kesini." Reynard menepuk pahanya meminta zee duduk disana.
Zee berdiri, dan mendekati reynard. Laki-laki itu menarik tubuh zee hingga terduduk dipahanya. Posisinya saat ini reynard duduk dikursi depan meja kerjanya sementara zee duduk dipaha reynard dengan kedua kaki diantara kaki reynard membelakangi meja.
"Lima menit, aku akan segera menyelesaikan nya. "Reynard mencium bibir zee sekilas kemudian menyandarkan kepala gadis itu dipundaknya. Meski sedikit repot karena dia harus menggunakan laptop, tapi itu tidak masalah asal gadis nya bisa tenang.
" Aku nggak yakin dengan lima menit mu rey. "Ujar zee pelan. Karena terakhir kali laki-laki itu mengatakan nya, dia pasti akan mengambil lebih banyak waktu lagi.
"Sebentar ya sayang. " Reynard mengusap punggung zee dengam lembut, seperti menidurkan seorang bayi.
Seperti yang zee katakan. Bukan lima menit, reynard menghabiskan waktu hampir dua jam mengerjakan laporan dimeja kerjanya. Sementara zee sudah tidak ada lagi pergerakan yang menandakan gadis itu tengah tertidur.
Reynard menutup laptopnya, ia meraih selimut yang berada tidak jauh darinya lalu melilitkan kepinggang zee, reynard mengangkat tubuh zee ala koala, dan membawanya kekamar.
Dalam perjalanan kekamar reynard berselisih dengan erik. Pria paruh baya itu mendengus melihat putranya mengendong zee.
"bajiingan tengik, pria malang mana yang memiliki putra seperti mu. " Dengan sadar erik menyindir dirinya sendiri. Ia benar-benar kesal setiap kali bertemu dengan putra kandung nya itu, karena setiap pertemuan mereka tidak pernah berakhir dengan baik.
Reynard mengulum bibir menahan tawa melihat wajah kesal daddy nya . Ayah dan anak itu memang sama-sama jahil.
Dengan hati-hati reynard membaringkan tubuh zee keatas ranjang. Laki-laki itu menutup pintu dan masuk kedalam kamar mandi.
Reynard naik keatas ranjang setelah membersihkan diri. Ia berbaring disamping zee membawa kepala gadis itu dan meletak kan dilengan kekarnya.
Reynard mengecup kening zee, lalu turun ke bibir, hanya menempel saja, karena dia tidak ingin menganggu tidur nyenyak zee.
Perlahan mata reynard terpejam dan mulai tidur, mencari zee ke alam mimpi, siapa tau aja mereka bertemu disana.
****
Zee mengerjapkan matanya, hidungnya mencium aroma maskulin dari tubuh reynard. Ketika zee membuka mata ia menyadari saat ini sedang berada dalam pelukan reynard.
Secara perlahan zee melepaskan tangan rey yang melingkar dipingangnya.
__ADS_1
Zee melihat sekeliling, ternyata sekarang dia ada dikamar reynard. Baru saja zee berniat turun dari ranjang hendak ke kamar mandi, namun terhenti ketika ponselnya berbunyi.
"Halo kak. "
"Dimana? Sama siapa disana? Kenapa belum pulang. " Daniel mencecar zee dengan banyak pertanyaan.
Zee berdecak kesal, sudah hampir dua minggu daniel menghindarinya, dan sekarang pria ini muncul seperti seorang kakak posesif.
"Dek, kamu dimana? " Daniel kembali bertanya saat tidak mendapat jawaban dari zee.
"Dikamar." Jawab zee sengaja sekali membuat daniel kesal.
"Dikamar siapa? Jangan macam-macam kamu, kakak lagi dikamar kamu sekarang. "Daniel bertanya dengan nada mengancam.
" Masih ingat punya adik? Kemana saja dua minggu ini menghilang, enak ya kalau punya pacar, adiknya langsung dibuang. "Sarkas zee pada reynard.
Zee memutuskan panggilan dengan sengaja. Sebagai bentuk hukuman pada kakaknya itu. hanya beberapa detik, daniel kembali menelpon. Namun kali ini bukan panggilan suara tapi panggilan video.
Zee mengabaikan panggilan dari daniel, bahkan gadis itu mematikan ponselnya.
Dengan gerakan perlahan zee kembali ingin turun dari ranjang, namun tiba-tiba suara serak reynard menghentikan tindakannya.
"Mau kemana baby? "
Zee menoleh dan mendapati reynard tersenyum kearahnya dengan rambut kusut yang membuat laki-laki itu semakin tampan.
"Aku kebelet. " Dengan cepat zee turun dari ranjang dan melangkah masuk kedalam kamar mandi.
Reynard terkekeh melihat tingkah zee yang tampak menggemaskan dimatanya.
Begitu keluar dari kamar mandi zee melihat reynard masih berbaring diatas ranjang.
"Aku pulang ya. " Ujar zee saat reynard melihat kearahnya.
Reynard menggeleng. "No baby, aku masih ingin bermanja sama kamu. Sini!. " Reynard menepuk ranjang disebelahnya, meminta zee ikut berbaring disana.
Zee mengangguk pelan, dengan patuh dia kembali naik keatas ranjang. Reynard menarik tangan zee dan membawa tubuh mungil gadis itu kedalam pelukannya.
Reynard membenamkan kepalanya di leher zee mencari posisi yang nyaman. Dia sangat merindukan pelukan hangat kekasihnya.
"Kangen bee. " Ucap reynard dengan suara serak.
__ADS_1
****