
" Hei kemari, aku menemukan nya, anak nya pingsan. Bawa tandu turun. "Teriak seorang laki-laki yang ikut turun kebawah tebing. Laki-laki itu mendekati gadis yang tergeletak tak sadarkan diri.
Gadis itu adalah keyla, saat zee akan jatuh ia menarik tangan keyla sehingga mereka terjatuh bersama ke jurang. Zee memang sengaja menarik tangan keyla, mana mau dia jatuh sendiri, karena keyla ingin mencelakainya jadi gadis itu harus ikut menemani nya.
"Pipinya robek mengeluarkan banyak darah. "Teriaknya laki-laki itu lagi.
"Cepat bawa dia ke atas, kalau tidak dia bisa kehilangan banyak darah. "Ujar yang lain.
Reynard menepis suara keributan teman-temannya. "Baby. . . "Suara nya terdengar begitu putus asa. Matanya terus mencari keberadaan kekasihnya.
Leo menatap kearah reynard. Mata kedua nya saling memandang dengan tajam.
" Cari, sampai ketemu. "Bukan perintah reynard, tapi abi. Laki-laki itu mencengkram bahu leo dengan kuat. Leo menunduk dan segera menyisir seluruh tempat dikaki gunung itu.
Zee adalah adiknya, gadis yang tengah mereka cari dibawah tebing ini adalah putri satu-satunya keluarga besar aksara.
Apa yang akan daren lakukan jika mengetahui hal ini?
Apa dia akan meledak kan gunung ini?
Pandangan reynard jatuh pada seorang gadis yang tersangkut di cabang pohon yang cukup besar.
Reynard langsung berlari menuju batang pohon itu, melihat arah pandang reynard, abi, leo dan yang lain nya segera mengikuti laki-laki itu.
Beberapa orang yang melihat posisi zee saat ini, langsung mengambil matras dan segera memberikan kepada teman-teman yang ada dibawah.
Reynard memanjat pohon dengan cepat. Matanya terus tertuju pada sosok di ujung ranting itu tanpa berkedip. Seakan sekali saja dia berkedip gadis didepan nya akan hilang. Reynard takut, dia benar-benar takut saat ini.
"Rey, hati-hati, kayunya bisa patah karena beban kalian berdua. "Teriak abi dibawah, dia sudah meletak kan matras tepat dibawah zee, berjaga-jaga seandainya gadis itu terjatuh.
Kraak. . .
Bunyi suara patahan membuat semua orang menahan nafas. Mata reynard tidak lepas dari zee, pelan tapi pasti, dengan gemetar tangan reynard meraih tubuh rapuh kekasihnya, air mata reynard sudah tidak bisa ia tahan, tubuhnya bergetar karena tangis.
"Rey, kayunya akan patah, kalian berhati-hati. " Berulang kali abi meneriaki reynard agar berhati-hati. Apakah sahabatnya itu mendengar kekhawatiran nya? Tentu saja tidak!
Sebaliknya, reynard melirik sekilas kebawah dan memastikan posisinya. Seolah bersiap untuk jatuh kebawah.
Reynard mendekap tubuh zee dengan erat dan hendak melompat kebawah, bersamaan dengan itu ranting pohon patah dan jatuh menimpa tubuh reynard yang berusaha melindungi zee dibawah nya.
Reynard mengelus kepala zee memastikan gadis itu tidak terluka. Dengan nafas tersengal-sengal dia berbisik dengan pelan. "Syukurlah kamu nggak terluka. Terima hukuman mu setelah ini baby. "
Setelah mengatakan itu reynard menutup mata dan tak sadarkan diri, darah segar mengalir dipunggungnya.
Leo dan abi segera membawa zee naik keatas. Saka dan yang lain mengangkat reynard menggunakan tandu.
"Lihat punggung reynard terluka, banyak sekali darahnya, apa itu luka robekan akibat ranting kayu tadi? "Teriak seseorang dengan suara yang cukup keras.
__ADS_1
" Sudah, semuanya bubar, kembali ketenda, acara camping selesai sampai disini, semuanya cepat berkemas. "Ucap instruktur memberi perintah pada seluruh murid.
"Semua berjalan hati-hati perhatikan langkah kaki kalian, keselamatan adalah yang utama. "Ucap guru pembimbing sembari memberi peringatan.
Acara camping yang dibuka dengan canda tawa malah berakhir dengan pertumpahan darah. Camping yang diharap kan menghilang kan penat itu justru membuat mereka menjadi trauma.
****
Saat ini abi dan leo tengah berada dirumah sakit. Keduanya sangat khawatir dengan keadaan zee. Dokter mengatakan zee hanya pingsan karena syok. Untunglah gadis itu tidak terluka, hanya ada goresan kecil dilengannya akibat ranting kayu.
Terdengar suara pintu dibuka dengan paksa. "Putriku. . . " Teriak daren. Ia berlari mendekati ranjang zee. Risa terisak melihat tubuh lemah zee terbaring dikasur.
Daniel yang juga datang bersama daren berdiri diambang pintu matanya tertuju kearah ranjang zee. Disana adiknya terbaring lemah, untuk kesekian kali ia melihat kondisi seperti ini.
Daniel menggenggam tangan nya dengan erat. Rahangnya mengeras.
"Leo. . . " Panggil daniel dengan wajah dingin. Leo yang dipanggil langsung menoleh dan mendapati wajah daniel yang tak bersahabat menatap kearahnya.
"Lo ikut gue. "
Nada perintah yang penuh penekanan itu di ikuti leo dengan sikap patuh. Leo mengikuti langkah daniel dari belakang. Pria yang mempercayakan nyawa adiknya ditangan leo, namun berulang kali gadis itu celaka saat dalam pengawasan nya.
Pasrah!
Leo pasrah jika daniel menghabisi nyawanya saat ini, memang dia yang salah, seharusnya dia tidak meninggakan zee saat itu, meski sekedar mengambil air minum sekalipun.
Leo meringis dan memegangi perutnya, dia akan menerima apapun bentuk kemarahan daniel, karena dia pantas mendapatkan nya.
Satu bogeman mentah mendarat diwajah tampan leo. Darah mengalir disudut bibir nya. Leo linglung dan berusaha mempertahan kan posisi tegak nya.
"Begini cara Lo menjaga adik gue. "
Emosi yang terpancar disorot mata daniel, seperti siap melenyapkan leo saat itu juga.
Perasaan bersalah yang terus mencekik membuat leo meneteskan air mata. Ini ketiga kalinya leo menangis seumur hidupnya. Pertama, saat dia lahir. Kedua, saat orang tua nya meninggal.
Daniel kembali menghantam wajah leo bertubi-tubi sampai babak belur. Pukulan terakhir diperut leo membuat laki-laki itu jatuh tersungkur. Tenaga yang menghilang bahkan sekedar untuk bergerak saja dia tak sanggup.
"Maafkan saya tuan muda. "Ucap leo ditengah-tengah kesadaran nya yang mulai hilang. " Saya memang pantas mati. "
Daniel menggeleng. "Gue sangat ingin menghabisi lo saat ini, tapi adik gue lebih berhak atas itu karena lo pengawalnya. "
Dengan nafas memburu daniel meninggalkan leo yang terkapar dilantai koridor.
Disudut ruang yang tak jauh dari sana. Seorang gadis datang berlari menghampiri leo.
"Hiks. . . hiks. . bangun, om bangun. " Gadis itu menangis sesegukan melihat wajah leo yang babak belur.
__ADS_1
Leo mendengar suara orang menangis namun matanya tidak mampu terbuka, dan suaranya tercekat.
****
"Saya sudah menjahit luka dipunggung putra anda nyonya. Semuanya baik-baik saja sekarang. Sekitar dua jam lagi pasien akan sadar. "Ucap dokter kepada kedua orang tua reynard yang sedari tadi terus menanyakan keadaan putranya.
"Baiklah, terimakasih banyak dokter. " Ucap erik menganggukan kepalanya.
"Kalau begitu saya permisi dulu. " Ucap dokter kemudian keluar dan menutup pintu.
Sesil mendekati ranjang reynard dia menatap nanar kearah putranya itu. Sesil tidak bisa menjelaskan perasaan nya saat ini, marah, sedih, juga kesal.
Sesil merasa hatinya terluka melihat rey terbaring tak berdaya seperti ini. Sejak kecil reynard tidak pernah mengalami yang namanya sakit apalagi sampai dirawat seperti ini. Itu pula lah yang membuat hati sesil serasa disayat.
"Tolong kalian jelaskan apa yang terjadi? Kenapa rey bisa terluka seperti ini? " Tanya erik sembari menatap tajam kearah teman-teman reynard yang baru saja datang.
Seno menceritakan kejadian digunung dimana keyla yang dengan sengaja mendorong zee ke jurang dan bagaimana aksi heroik reynard dalam menyelamatkan zee. Daddy erik terkejut mendengar penjelasan seno, dia tidak menyangka gadis yang akan dijodohkan agam pada reynard ternyata bisa sejahat itu.
Bruak. . .
Pintu kamar pasien reynard dibuka dengan sangat kencang. Terlihat seorang gadis masuk dengan wajah pucat dan langkah tertatih, di sampingnya seorang laki-laki memegangi selang infus. Gadis itu tak lain adalah zee, ia baru saja sadar, dan mengetahui kondisi reynard yang terluka karena menyelamatkannya.
Zee mendekati ranjang reynard, gadis itu menunduk dengan mata berkabut, ia melihat punggung reynard yang diperban, posisinya saat ini rey tidur menelungkup karena luka nya tepat berada di punggung.
"Maaf kan aku. Harusnya kamu nggak perlu melakukan ini. Biarkan saja aku mati. " Zee terisak. Lagi-lagi dia membuat orang terdekatnya celaka. "Sepertinya gelar 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘴𝘪𝘢𝘭 itu memang cocok untuk ku. "
Laki-laki paruh baya yang memegangi impus zee meneteskan air mata, ia tidak menyangka putrinya masih mengingat kalimat kasar yang dulu selalu dia katakan jika sedang marah pada nya.
"Rey, bangun. Aku minta maaf. "Ujar zee menyentuh wajah pucat reynard.
Sesil dan erik juga berdiri disamping tempat tidur reynard, ia menatap wajah putranya dengan khawatir.
"Aku minta maaf mommy, gara-gara aku reynard sampai terluka seperti ini. "Ujar zee, ia menghadap ke arah sesil yang diam mematung sedari tadi.
Sesil mengangguk dengan berderai air mata, bagaimana bisa dia menyalahkan zee, sedangkan dia tau betul sebesar apa perasaan putranya pada gadis ini.
" Ini bukan salah kamu, dia menyelamatkan kamu, karena kamu orang penting di hidupnya. "
Sesil menegak kan tubuhnya, dan menatap daren dengan pandangan dingin. "Tuan daren, saya harap anda tidak bersikap lunak dalam menangani kasus ini! "
Daren yang namanya disebut menoleh kearah sesil. "Tenang saja, saya akan mengurus ini dengan baik. " Ucap daren mengertak kan giginya.
𝗕𝘁𝘄 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗼𝘁𝗵𝗼𝗿 𝘂𝗽 𝘆𝗮, 𝗺𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿 𝗱𝗼𝗻𝗴, 𝗯𝗮𝗻𝘁𝘂 𝗿𝗮𝗺𝗲𝗶𝗻 𝘆𝗮, 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗻𝘆𝗮 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗸𝗮𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗿𝘂 𝗸𝗼𝗸!
𝗝𝘂𝗱𝘂𝗹𝗻𝘆𝗮: 𝗺𝗲𝘁𝗮 𝗳𝗼𝗿 𝘀𝗶𝗮𝗵. 𝗖𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗺𝗶𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗴𝗮𝗱𝗶𝘀 𝗮𝘀𝗮𝗹 𝗶𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗸𝗲 𝗷𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗸𝘂𝗻𝗼. 𝗔𝗸𝘂𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘀𝗽𝗶𝗹𝗹 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝘆𝗮, 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗰𝘂𝘀𝘀 𝗸𝗲 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹𝗻𝘆𝗮 𝘆𝗮. 🥰
*****
__ADS_1