
"Kalian yakin nih nggak mau gue anter aja? " Tanya zee sekali lagi pada siska dan karen saat mereka sudah mendarat dibandara SHIA. Dia menawarkan untuk mengantar dua sahabatnya itu namun mereka menolak dengan alasan nggak mau ngerepotin.
"Yakin, udah sana masuk, leo sama abi udah 𝘫𝘢𝘮𝘶𝘳𝘢𝘯 tuh nungguin lo. " Ujar karen. Ia mendorong pelan tubuh zee agar segera masuk kedalam mobil.
"Oke deh, kalau gitu gue duluan ya, kalian hati-hati. "zee melambaikan tangan kemudian buru-buru masuk mobil karena cuaca sangat panas. Sementara reynard dan teman-teman nya yang lain sudah lebih dulu pergi karena ada urusan pekerjaan. Zee memang sudah diberitahu reynard kalau dia sedang merintis usaha, jadi zee tidak khawatir ataupun curiga kalau tiba-tiba reynard jadi sering sibuk.
"Langsung pulang atau mau mampir kemana dulu nona?" leo melirik nona mudanya sekilas dari kaca spion mobil.
"Langsung pulang aja. Kamu ada yang mau dibeli? " zee balik bertanya. Dengan mata terpejam, salah satu tangan zee menyisir rambut halus abi yang kepala laki-laki itu bersandar di bahu nya. Abi semakin ke enakan karena elusan dikepalanya, sampai laki-laki itu tertidur selama perjalanan ke mansion.
Sesampai di halaman mansion zee segera membangunkan abi dan langsung keluar begitu leo membuka kan pintu mobil.
Beruntung papa dan bunda risa tidak dirumah, jadi dia bisa langsung istirahat kalau tidak, sudah pasti dia akan dicecar berbagai pertanyaan dulu.
Zee berjalan dengan lesu menaiki tangga menuju kamarnya. Ia ingin segera membersihkan diri dan segera tidur. Rencana zee untuk istirahat di pesawat tadi jadi berantakan karena reynard terus saja menganggunya dengan berbagai macam tingkah manja laki-laki itu.
Setelah sampai dikamar zee langsung membersihkan diri dan naik ke ranjang. Mungkin karena terlalu lelah baru beberapa menit saja zee sudah terlelap dan melayang ke alam mimpi.
***
"Dek, adek bangun! Makan malam dulu, papa sama bunda udah nungguin di meja makan. "
Zee baru saja terbangun dari tidurnya dan sedang mengecek ponsel yang sejak turun dari pesawat belum dinyalakan. Suara teriakan abi dari luar membuat zee berdecak kesal. Namun zee tidak menghiraukan nya, dia terus saja mengamati ponsel yang baru dia hidupkan, ada beberapa pesan yang masuk dari reynard, siska dan karen.
"Dek, kamu udah bangun belum? Dek, ini udah malam loh.! "Seru abi lagi, kali ini bersamaan dengan gedoran dipintu.
Zee mendesaah pelan kemudian bangun dari tidurnya dan melangkah hendak membuka pintu.
Ceklek. . .
"Kenapa sih bang itu mulut dan tangan kompak banget bikin keributan. " zee mengomel sesekali ia mengucek matanya.
Abi mengetuk kening zee pelan. "Keributan apa? Itu udah pelan banget loh abang bagunin kamu, coba kalau kak daniel tadi, pasti kamu langsung pingsan denger suara 𝘮𝘦𝘳𝘥𝘶 nya. " Protes abi bersedekap dada.
Ah, mendengar nama kak daniel membuat zee semakin kesal saja, sejak tadi kakaknya itu tidak menghubunginya sama sekali, sekedar pesan singkat pun tak ada. Sepertinya daniel bener-bener menghindar darinya.
Kak daniel benar-benar sudah kelewatan, zee merasa sangat kesal dibuatnya.
"Kamu ikut sarapan nggak? Kok malah ngelamun sih. " Tanya abi menoel pipi zee yang mulai terlihat 𝘤𝘩𝘶𝘣𝘣𝘺.
"Iya , sana duluan, aku cuci muka dulu. " Sahut zee sambil menepis tangan abi yang masih betah mencubit pipinya.
Abi mengangguk dan melangkah pergi. Zee kembali ke kamar dan mencuci muka, setelahnya dia ikut kebawah menuju meja makan.
****
"Hai, sayang, gimana liburan nya seru?. " Sapa risa pada putri sambungnya itu.
Zee duduk dikursi sebelah risa. "Hai bun. Emm, ya lumayan sih, ada serunya ada sebel nya juga! " Jawab zee seraya melirik abi dengan wajah jutek.
"Kalian ketemu nggak sama daniel disana? Katanya ada kerjaan mendadak. "Tanya daren.
__ADS_1
" Ketemu kok. "Jawab zee singkat. Raut wajahnya berubah menjadi kesal.
Abi terkekeh melihat wajah zee, daren dan risa menghela nafas, mereka sudah bisa menebak pasti sudah terjadi sesuatu disana, yang membuat putri cantiknya itu jengkel.
Susanana meja makan menjadi hening.
Risa mengambilkan makanan untuk daren. Kemudian untuk dirinya sendiri.
"Ya udah makan dulu, nanti kita lanjut kan cerita nya. "Ujar risa memecah keheningan.
Mereka berempat makan dengan nikmat tanpa suara.
" Kapan kalian ujian? "Tanya daren. Pria paruh baya itu menyeka mulutnya dengan tisu.
" Emm, minggu depan kayak nya pa, belum ada kepastian juga sih dari sekolah. "Jawab abi yang juga sudah selesai menghabiskan makanan nya.
Selesai makan, zee dan risa masuk kekamar zee, wanita itu mendengarkan cerita putrinya sambil sesekali tertawa.
Abi dan daren berada diruang kerja milik daren, pria itu mulai mengenalkan beberapa bentuk pekerjaan pada abi.
****
Pagi ini zee sudah bersiap dengan seragam sekolah. Zee memoles kan skincare rutin diwajahnya. Setelah nya zee mematut diri dicermin besar kamar melihat bagaimana penampilannya.
Tok. . . tok. . . tok. . .
Suara ketukan pintu dari luar menghentikan kegiatan zee. Ia segera menyambar tas dan ponselnya. Zee membuka pintu tampak bi jum berdiri disana dengan senyum selamat pagi.
"Pagi bibi. " Zee mencium sebelah pipi bi jum. Lalu menutup pintu dan berjalan beriringan dengan bi jum.
"Sarapan dan bekal nya sudah saya siapkan nona, dimeja makan juga ada tuan muda reynard yang menunggu nona. "
Bi jum memberitahu zee kedatangan kekasihnya. "Oh ya!. " Seru zee yang segera berlari pelan menuruni tangga.
Langkah kaki zee melambat saat sudah berada di ruang makan. Ia dapat melihat dua laki-laki kulkas duduk nyaman meski tidak saling bicara.
"Morning bee. " Sapa reynard saat zee mendekat kearah nya. Ia menarik kursi disebelahnya untuk zee.
Zee tersenyum manis menatap reynard. " Pagi, terimakasih rey. "
Reynard mengelus puncak kepala zee dengan sayang. "Sarapan dulu. " Reynard menyodorkan sepiring nasi goreng seafood kearah zee.
Mereka bertiga sarapan pagi bersama. Setelah selesai sarapan zee berangkat sekolah dengan motor bersama reynard, sementara abi dengan motornya sendiri, dan leo mengikuti nona mudanya dari belakang menggunakan mobil.
****
"Ingat minggu depan kalian sudah ujian akhir. Jangan main-main lagi, belajarlah dengan serius, karena setelah ini kalian akan melanjutkan ke universitas pikirkan dikampus mana dan jurusan apa yang akan kalian ambil. "Ucap wali kelas mengakhiri pelajaran.
"Baik bu. "Jawab semua murid serempak.
"Oke ini pelajaran terakhir kita, ibu harap kalian semua bisa sukses dimasa depan dan memberikan contoh terbaik untuk adik-adik kelas. Baiklah, kalau begitu, kalian boleh pulang, selamat siang semuanya. "
__ADS_1
"Selamat siang bu. "Jawab semua dengan serempak, mereka menyalami wali kelasnya dan juga berterimakasih karena sudah bersabar selama satu tahun mengajar mereka.
Semua murid langsung lesu begitu guru keluar, ada yang belum siap menghadapi ujian minggu depan, ada yang sedih karena harus berpisah dengan teman kelasnya. Ada juga yang bersemangat karena sebentar lagi akan lulus.
Saka menatap kesal kearah reynard. "Bos, cuma lo doang diseluruh sekolah di dunia ini yang bersemangat saat ujian. Ujian akhir loh ini. "Ujar saka gusar.
Teman-teman yang lain pun ikut mengangguk setuju dengan ucapan saka. "Sebenarnya tidak aneh sih, diakan seorang jenius sejak kecil, tidak belajar pun dia juga bisa menjawab soal ujian. "
"Beda sama kita yang otak nya harus diasah dulu baru jalan. "Yang lain pun ikut menyahuti.
Abi yang duduk di depan reynard mendengus kesal, dia tentu saja tau alasan sahabatnya itu bersemangat. Sesuai janji reynard saat zee kecelakaan waktu itu, setelah lulus dia akan bertunangan dengan adiknya.
"Nggak nyangka ya sebentar lagi kita kuliah yang itu artinya kita udah dewasa. Berarti udah boleh nonton film 18+++ dong. " Ujar saka yang disambut sorakan heboh dari seluruh teman kelasnya.
"Yaelah, bukannya mikirin masa depan, makin dewasa bukan nya makin bagus itu pikiran, malah yang ada otak Lo makin jorok. " Timpal siska yang nggak habis pikir dengan jalan pikiran saka.
"Ngapain mikirin masa depan, toh masa depan gue juga sudah ada didepan nih. " Ujar saka menunjuk kearah siska.
"Iih. . . amit-amit deh, ogah gue jadi masa depan gue, mimpi aja sono. " Sahut siska bergidik ngeri.
Semua orang didalam kelas ikut tertawa melihat saka yang tertawa terbahak mendengar ucapan siska.
"Otak lo sak, sak, nggak habis pikir gue, nggak pernah bener. Celetuk denis pura-pura kesal. " Jangan lupa calling kalau ada film baru. "Sambungnya dengan kekehan mesum.
" Otak kalian itu sama joroknya, nggak usah sok polos malu-malu taik kucing. "Seno ikut menimpali. "Dikamar gue kalau kalian nonton, gue yang sediakan sabun. "Tambah seno.
Krik. . . krik. . . krik. . .
semua orang menatap ketiga curut itu dengan tatapan maut. Andai ada telur busuk sudah pasti mereka melemparnya kemulut mereka yang tidak ada filternya itu.
Sementara zee, siska dan karen sudah terkekeh mendengar kekompakan ketiga laki-laki itu.
Reynard yang dudk disamping zee asik menyeka air mata gadis itu yang keluar akibat terlalu banyak tertawa.
"Udah, nanti perut kamu bisa kram baby. Ini udah siang mau makan nggak? " Tanya reynard sembari mengusap pelan perut kekasihnya.
Zee menarik nafas sebelum bicara. "Nasi padang? "
Reynard mengangguk pelan menuruti keinginan kekasih hatinya. Sebisa mungkin apapun yang zee mau akan reynard kabulkan.
Zee dan reynard bangkit dari duduknya. "Kita mau makan siang di RM. Padang kalian mau ikut nggak? "
Nasi padang sudah menjadi salah satu makanan favorite zee sekarang. Terkadang dia begitu merindukan makanan itu, zee pun merasa aneh, bisa-bisanya dia rindu sama makanan padang.
"Pasti ikut lah, kita nggak bakal biarin kalian kencan dengan damai hari ini. " Sorak saka dan denis.
Mereka semua memutuskan pergi makan siang bersama di rumah makan padang yang sudah jadi langganan mereka.
𝗕𝘁𝘄 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗼𝘁𝗵𝗼𝗿 𝘂𝗽 𝘆𝗮, 𝗺𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿 𝗱𝗼𝗻𝗴, 𝗯𝗮𝗻𝘁𝘂 𝗿𝗮𝗺𝗲𝗶𝗻 𝘆𝗮, 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗻𝘆𝗮 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗸𝗮𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗿𝘂 𝗸𝗼𝗸!
𝗝𝘂𝗱𝘂𝗹𝗻𝘆𝗮: 𝗺𝗲𝘁𝗮 𝗳𝗼𝗿 𝘀𝗶𝗮𝗵. 𝗖𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗺𝗶𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗴𝗮𝗱𝗶𝘀 𝗮𝘀𝗮𝗹 𝗶𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗸𝗲 𝗷𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗸𝘂𝗻𝗼. 𝗔𝗸𝘂 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘀𝗽𝗶𝗹𝗹 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝘆𝗮, 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗰𝘂𝘀𝘀 𝗸𝗲 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹𝗻𝘆𝗮 𝘆𝗮. 🥰
__ADS_1
*****