Azeeyra

Azeeyra
Kabar baik


__ADS_3

"sayang, makan dulu, kamu sudah melewatkan sarapan pagi. "reynard masuk ruang rawat abi membawa sekotak makanan yang dia bawah dari rumah, dua hari lalu zee dan bayinya sudah di izinkan pulang karena kesehatan wanita itu sudah sangat membaik.


Zee duduk dikursi samping brangkar abi, wanita itu menggenggam tangan dingin itu, matanya basah melihat keadaan laki-laki yang sudah berkorban nyawa untuk nya.


"sebentar lagi, aku masih ingin bicara dengan abang. kamu belum berangkat kekantor? "balas zee sambil balik bertanya.


reynard mengangguk, ia meletakan kotak bekal itu di atas nakas. " aku akan pergi, setelah selesai kamu bisa pulang bersama leo, dia menunggu diluar. "


Reynard mengecup kening zee, tangannya mengelus puncak kepala istrinya penuh kelembutan. Sebelum keluar reynard sempat melirik kearah abi, helaan nafas panjang keluar dari mulutnya. Entah berapa lama lagi sahabatnya itu tak sadarkan diri, sampai saat ini reynard belum berani untuk bicara dengan abi. Dia hanya akan melihat sekilas tanpa mengatakan apapun.


"bang, ponakan abang sangat tampan, dia... Ingin bertemu om nya, abang tidak mau menemuinya? " zee berkata dengan pelan.


Ia memandangi wajah tampan yang tampak pucat itu, sampai sekarang zee masih tidak menyangka, dalam hidupnya akan ada orang yang mau berkorban nyawa untuknya. Mengingat dulu tidak satupun orang yang menyukainya, membuat zee merasa sangat bahagia karena sekarang dia dikelilingi orang-orang yang menyayangi dan melindunginya.


Perlahan tangan zee mengusap lembut pipi abi, rasa dingin langsung merasuk ketelapak tangan zee. Ia menarik tangannya dengan gemetaran.


"bang... " zee memandang kakaknya itu dengan mata berembun.


Beberapa saat zee hanya diam menatap tubuh lemah tak berdaya itu . Lelaki yang hanya bersikap manja didepannya, kini terbaring, membuat hati zee berdenyut sakit. Satu bulan sudah cukup kan?


"adek, pulang dulu ya, besok datang lagi, pokonya abang harus segera bangun, kak daniel mau menikah, aku juga mau bikin pesta buat menyambut kelahiran baby xavier. Kalau abang nggak bangun, pesta itu tidak akan pernah terjadi. "ucap zee sebelah tangan nya mengelus pelan kepala abi takut menyakiti laki-laki itu.


Ketika zee berbalik badan hendak pergi, jari-jari tangan abi bergerak kecil, namun wanita itu tidak menyadarinya, karena ia sudah berjalan sampai pintu.


" nona muda. "leo membungkuk kan badannya saat zee berdiri didepannya.


" emm, ayo pulang sebelum xavi terbangun. "ujar zee ia berjalan meninggalkan ruangan abi di ikuti oleh leo.


Disana abi tidak sendiri, karena daren membayar dua orang perawat untuk menjaga didalam ruangan sedangkan diluar juga ada dua pengawal.


" nah ini mommy pulang, kemana aja kok lama? Berasa masih gadis, lupa punya anak? "tegur risa yang sejak tadi bergantian menimang xavi bersama sesil.


" jenguk abang, "zee dengan wajah lemas masuk kamar mandi cuci tangan dan ganti baju takut membawa kuman, virus dan segala penyakit kedalam kamar.


" kok lama? "risa masih ingin mengomeli mom baru itu.

__ADS_1


" marahin dia sampai puas, enak aja, keponakan udah lahir bukan bantuin jaga malah enak-enakan tidur. "jawab zee suara nya sedikit bergetar. Risa dan sesil tidak bertanya lagi, mereka pun sama sedihnya, namun tidak ada yang bisa dilakukan.


Sesil dan risa keluar kamar begitu reynard sudah pulang ngantor. Laki-laki itu membersihkan diri sejenak setelahnya duduk diatas ranjang bersama zee dan baby xavi.


Reynard memperhatikan ibu dan anak itu sama-sama tertidur pulas. Ia mengambil selimut dan menyelimuti keduanya. Tentu selimut xavi lebih halus dari milik mereka, malam hari xavi akan dipindahkan kedalam box, kalau diranjang takut kena kaki.


Reynard menatap wajah polos anaknya, sesekali ia mencubit gemas pipi tembam itu.


Zee terbangun melihat pipi xavi memerah ia memberikan tatapan tajam. "jangan cubit pipinya, nanti nggak mau makan. "


"mitos sayang, aku cuma gemas. "reynard mencubit pelan hidung istrinya.


Ia kembali mengelus pipi sang anak mulut nya itu dari tadi terus bergerak seolah sedang minum asi. " cepat gede, nanti daddy ajarin bawa motor. "ujar reynard.


" huh! Mommy aja sampai sekarang nggak dibolehin, masa xavi langsung di ajak, daddy pilih kasih. "zee pura-pura merajuk.


" mom kan wanita, sudah punya anak dan suami, nggak boleh gaya-gayaan pakai motor lagi. "reynard membetulkan selimut xavi yang tidak berantakan, ia sudah melakukan beberapa kali.


Malam itu zee tidak bisa tidur, kedua payud*** nya membengkak, airnya terus merembes keluar, zee meringis karena rasanya sangat sakit. Reynard sampai ngeri melihat ukurannya yang berubah dua kali lipat lebih besar.


Risa datang membawakan handuk dan air hangat, reynard bantu mengompres sampai zee merasa sedikit lebih baik. Sudah ada tiga botol dot susu yang terisi, bengkak nya juga sudah mulai berkurang.


"lalu? "


"nanti kamu protes, dan jajan diluar. "kepercayaan dirinya mulai berkurang, apalagi sekarang makannya bertambah.


"tergantung siapa suaminya. "


"maksudnya? "


"kalau aku nggak peduli bagaimana bentuk tubuh kamu, kamu istri aku, aku bekerja punya uang, kamu bisa pergi kesalon rawat diri, ada tempat gym kalau mau badan bagus. Jangan pedulikan apa kata orang, tidak perlu mencari tau dampak tubuh sehabis melahirkan, kamu istri terbaik ku, dan ibu hebat untuk anak kita. "


Perkataan reynard membuat zee merasa lega. Dia memang sedikit insecure karena berat badanya mulai naik.


Reynard juga berusaha agar emosi istrinya tetap terkontrol, dia sudah bertanya pada dokter, menjaga perasaan ibu setelah melahirkan itu sangat penting, dia harus dalam kondisi hati gembira baru bisa merawat anaknya dengan baik hal itu juga untuk menghindari babyblues.

__ADS_1


Zee kembali berbaring, reynard memintanya kembali tidur. Ia turun dari ranjang mengambil laptop dan memeriksa beberapa pekerjaan.


Baby xavi merengek, ia menggeliat tak nyaman. Reynard periksa ternyata popoknya basah. Dengan cekatan iya membersihkan dan mengganti nya sendiri, reynard memang belajar ilmu parenting sebelum istrinya melahirkan. Buat jaga-jaga saat malam hari jika zee sedang tidur maka ia tidak perlu membangunkan sebab ia sendiri sudah bisa.


Sekarang anak itu kembali tidur dengan nyaman. Botol susu tersimpan disamping ranjang, jika menangis karena haus reynard tinggal panas kan sebentar.


Tok. . . Tok. . . Tok. . .


Suara ketukan pintu mengagetkan reynard, baby xavi sampai terlonjak, tangan besar reynard menepuk-nepuk pelan kakinya sehingga anak itu kembali tidur. pelan-pelan reynard turun dari ranjang ia berjalan menuju pintu.


Ceklek...


Daniel berdiri dengan sebuah ponsel ditelinganya. Ia menatap reynad kepala nya sedikit mengintip kedalam kamar namun rey segera menghalangi.


"istri ku. " reynard mulai protektif.


"tau, tapi dia adek ku. Ini ada kabar dari rumah sakit. " ucap daniel ia berhenti sejenak, reynard menahan nafas, mempersiapkan diri mendengar kalimat selanjutnya. "abi sudah sadar. Ada karen disana, papa sama bunda baru berangkat, kamu mau ikut? "


Diam-diam reynard bernafas lega, sudut bibirnya terangkat mengukir senyum tipis disana. Daniel mengangkat satu alis menunggu jawaban adik iparnya , kemudian ia mengangguk.


"aku tunggu dimobil. " daniel meninggalkan reynard yang kembali masuk kamar. Ia mengambil jaket mengecup kening anak istrinya. Sengaja tidak memberitahu wanita itu, kalau tidak ia pasti akan memaksa ikut pergi, sementara ada xavi yang harus dijaga.


Leo berjaga dirumah sebab risa dan daren juga pergi kerumah sakit. Daniel mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


"pelan saja, adikmu baru menikah, jangan sampai jadi janda. " tegur reynard karena daniel mulai ngebut.


Perlahan mobil mulai melambat daniel berdecih. "adik ku cantik, dua brondong juga dia dapat. " daniel mencibir kearahnya.


"kalau begitu, kak aira juga bisa dapat dua brondong. Tambah lagi kecepatannya. " reynard malah menantang. Kali ini daniel salah langkah, dia lupa akan menikah, laju mobil semakin melambat. Daniel sangat berhati-hati, jangan sampai ia batal nikah dan aira menikahi brondong.


Reynard mengerinyit, ia menatap sengit kearah daniel.


"apalagi, aku sudah pelankan, " ujar daniel sebelum reynard protes.


Reynard melirik arloji ditangannya, sekarang pukul 23:45 lalu melihat kedepan. "pukul 3 dini hari kita baru sampai parkiran rumah sakit. " perkataan reynard bukan mengada-ngada, lari motor bebek lebih cepat dari pada mobil mereka sekarang.

__ADS_1


"banyak protes lo. " kesabaran daniel yang setipis tisu langsung robek, ia langsung menggas mobil dengan kecepatan tinggi. reynard memejamkan mata dalam hati ia mengumpat," kau beruntung karena statusmu kakak istriku "


***


__ADS_2