Azeeyra

Azeeyra
Kucing liar


__ADS_3

   Reynard menarik kursi dan duduk disamping zee. Mereka tidak mengacuhkan pertengkaran antara siska dan saka, yang seperti tom dan jerry tiap kali bertemu.


   Zee mengambil sepotong daging dan menyuapkan kemulut reynard. Laki-laki itu tersenyum dan menerima suapan zee, ia melahap daging itu dengan sangat nikmat.


   Saka dan siska masih saja adu mulut, sementara yang lain sudah memesan makanan mereka dan menikmatinya tanpa terganggu sedikitpun dengan keributan yang mereka buat.


   "Kamu nggak pesen juga? " Tanya zee pada reynard yang hanya memakan apa yang disuapi zee tadi.


   "Nggak, udah kenyang liatin kamu. "Ucap reynard dengan wajah serius. Namun bagi zee itu hanya sekedar gombalan reynard saja.


   "Kok kamu jadi sering ngegombal sih sekarang? Jago banget ngerayu cewek kayak udah pro gitu. "Ucap zee menatap reynard penuh selidik.


   Reynard menggaruk kepalanya, ngomong sama cewek itu emang serba salah, kalau nggak pernah ngegombal dianggap kaku dan nggak romantis, giliran digombalin malah nuduh udah biasa ngerayu cewek lain. Kadang reynard bingung dan ngga habis pikir dengan pikiran cewek kok serumit itu.


   "Cewek yang pernah aku gombalin cuma kamu doang baby. " Ucap reynard lembut sambil membersihkan mulut zee dengan tisu. Tuhkan zee lagi yang kena, tiap kali bikin reynard kesal, ujung-ujungnya malah dia yang dibikin salah tingkah oleh cowok kaku ini, eh, sekarang udah nggak kaku lagi sih, ya walaupun cuma sama zee doang.


   "Kalian berdua ini nggak ada habisnya ya, kalau berantem masalah rumah tangga tu bukan disini, dikamar aja cukup, bikin malu negara aja tingkah kalian. " Tegur denis yang mulai terusik karena saka sempat menyenggolnya saat ia menyuap sepotong daging yang akhirnya malah jatuh kelantai bukan kemulutnya.


    "Makan aja sih makanan lo, ngga usah rempong deh. Masalah rumah tangga apaan, ogah gue berumah tangga sama makhluk kayak dia. "Siska menyahuti omongan denis dengan wajah kesal.


    Saka yang memang pada dasarnya nggak tau diri, langsung menyunggingkan senyum melihat wajah kesal siska. " Ya udah sayang, kita lanjut berantemnya dikamar aja ntar, sekarang kita makan dulu. "


    Kali ini siska benar-benar dibuat kesal oleh saka. Ia melihat sekeliling, banyak pengunjung yang memperhatikan keributan mereka. Siska menekuk wajahnya, kemudian melanjutkan makan dengan diam.


    Dua jam sudah mereka menghabiskan waktu di mall. Sebelum pulang mereka mampir dulu di starbucks, memesan minuman favorite mereka. Zee yang lagi suka kopi belakangan ini memesan caramel macchiato dan satu botol frappuccino untuk leo.


    Tangan reynard mengepal, rahangnya mengeras, ia sangat tidak suka zee menaruh perhatian pada leo, reynard mengelus dadanya merasakan hawa panas menyeruak begitu saja. Kalau tidak mengingat leo menjaga zee dengan baik, sudah pasti rey akan memukulnya sampai puas.


   Setelah pesanan mereka sudah siap, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena memang sudah lelah.


   Siska dan karen menarik nafas lega saat sampai dalam mobil. Rasanya lelah dan juga bahagia. Keduanya langsung memejamkan mata setelah bersandar di kursi mobil. Zee memberikan botol minuman yang dibeli tadi pada leo.


   "Terimakasih nona muda. " Ucap leo mengambil botol minuman itu dari tangan zee. Kemudian dia menyalakan mobil dan melaju secara perlahan.


   Tepat pukul tujuh malam, mobil yang dikendarai leo berhenti dihalaman mansion zee. Siska dan karen masih menginap dirumah zee. Mereka turun dari mobil dengan menenteng tas belanjaan.

__ADS_1


   "Aduh, capeknya. "Ucap karen saat sudah berada dikamar. Ia langsung berbaring di atas ranjng.


   " Bersih-bersih dulu, keringat kalian bisa nempel di sprei. "Seru zee dalam kamar mandi.


   "Iya, " Jawab siska dan karen kompak.


   Setelah membersihkan diri, ketiga gadis itu langsung berbaring dikasur, mereka tidak ikut makan malam karena masih kenyang saat makan di mall tadi.


   Sebentar saja ketiga gadis cantik itu sudah tertidur. Dengkuran halus mereka memenuhi ruangan itu.


****


  Jam delapan pagi zee dan dua sahabatnya sudah selesai mandi dan beberes.


  Zee menyeret kopernya keluar. Leo sudah menunggu nya didepan kamar. "Bawain koper siska dan karen juga ya. " Sahut zee ketika leo mengambil alih koper ditangannya.


  "Dek, besok aja berangkat nya kenapa sih, kakak kan juga mau ikut. Masa kamu tega ninggalin kakak sendiri, terus kamu enak-enak liburan sama teman kamu. " Ucap daniel merajuk. Ia menahan lengan zee agar tidak pergi. Bukan tanpa alasan daniel hanya tidak mau kalah dari abi dan reynard dalam mendapatkan perhatian zee.


  "Kakak kan bisa nyusul besok, lagian ngapain sih ikut liburan sama aku, pergi sama teman atau pacar kakak dong, heran deh. "Keluh zee. Entah kenapa daniel selalu saja ingin ikut gabung bersama teman-teman nya.


  Jam dua belas siang, zee dan teman-teman nya tiba di bandara ngurah rai. Mata zee berkaca-kaca, seumur hidupnya, ini pertama kalinya dia naik pesawat, dan pertama kalinya dia keluar kota. Selama ini dia terlalu fokus dengan rasa bersalah atas kematian mamanya sehingga mengabaikan dirinya sendiri. Ia menyesal karena tidak menikmati hidupnya sebagai putri seorang pengusaha kaya.


 "Kenapa? Capek? "Reynard merangkul bahu zee lembut. Sekarang mereka sudah dalam mobil menuju hotel milik daniel. Meski pun laki-laki itu merasa jengkel dan kesal ditinggal sang adik namun dia tetap menyediakan kamar hotel untuk zee dan teman-temannya.


  Sesampainya dihotel, zee dan teman-teman nya langsung beristirahat setelah menikmati makan siang yang disediakan pihak hotel untuk mereka, karena daniel sudah memberitahu mereka agar melayani adik dan teman-temannya secara khusus.


     Tok. . . tok. . . tok. . .


  Suara ketukan pintu dari luar mengejutkan zee yang baru saja selesai mandi, dengan masih memakai bathrobe zee membuka pintu.


  Satu alis zee menukik keatas. "Ngapain? "


  Laki-laki yang ada didepan zee memperhatikan penampilannya dari atas sampai bawah.


 "Ck, sana balik kamar. " Zee akan menutup pintu, tapi lelaki yang tak lain adalah kekasihnya itu malah menahan pintu dengan tangannya dan masuk kedalam kamar.

__ADS_1


 "Hei, kamu ngapain tidur disini? balik kekamar kamu sana, aku mau istirahat. "Seru zee melihat reynard langsung berbaring di ranjangnya. "Ini dihotel kak daniel loh rey, kalau ada staf yang lihat bagaimana?mereka bisa ngadu sama kak daniel nanti. "Zee berujar sambil menarik tangan reynard agar laki-laki itu bangun dari ranjangnya.


  Reynard langsung duduk dan menarik pinggang zee ksdalam pelukannya. "Aku nggak bisa tidur sama orang lain selain sama kamu bee. " Ujar reynard yang semakin membenam kan kepalanya di perut rata zee. Reynard memang tidak suka berbagi ranjng dengan siapa pun kecuali zee.


  Daniel hanya menyiapkan enam kamar untuk mereka, zee dan abi memiliki kamar sendiri, sementara siska dan karen satu kamar, sisa dua kamar dihuni empat remaja yang tak lain reynard, saka dan denis juga seno. Leo yang juga ikut dengan mereka juga memiliki kamar sendiri.


  "Ya udah kamu buka kamar sendiri aja. "Usul zee. Dia hanya tidak mau ada gosip buruk tersebar saat mereka liburan. Karena bagaimana pun juga mereka masih anak sekolah.


  Saat mereka sedang asik berdebat dengan mesra, ponsel zee yang ada di nakas samping ranjang berbunyi. Ada panggilan masuk dari daniel.


  "Ya, hallo kak! " Seru zee. Dengan satu tangan ditelinga memegang ponselnya, sementara tangan yang satu lagi ada dalam genggaman reynard yang sibuk diciumi oleh laki-laki itu.


  "Kamu sudah dihotel dek? Kalau ada yang ketuk pintu tengah malam nggak usah dibuka, takutnya ada kucing liar nyasar kesana. "Ujar daniel. " Kamu dengerin kakak ngomong nggak sih. "Tanya daniel sedikit berteriak karena zee tidak menanggapi omongannya.


  Zee hanya menghela nafas. Tengah malam apanya, kucing liar nya aja udah ada dalam kamar, bahkan udah nempel kayak lintah.


   Dalam keadaan telepon masih tersambung, entah sejak kapan tangan reynard sudah berada dibalik baju zee mengelus lembut punggung gadis itu. Seketika tubuh zee menegang atas sentuhan nakal tangan reynard.


   " Dek, hallo dek, kamu masih disana kan? Kenapa diam aja? Apa jangan-jangan kucing liar nya udah ada disana? "Tanya daniel dengan nada panik.


   Ponsel ditangan zee langsung terjatuh ke lantai hingga mati, akibat jari-jari reynard menggelitik pinggang nya sehingga muncul suara desaaahan dari mulut zee.


    Plak. . .


  Zee menampar kepala reynard dengan geram sehingga tangan laki-laki itu langsung terlepas dari pinggang zee, ia takut daniel mendengar suara lucknat tadi, rasa kesal zee semakin menjadi begitu melihat ponselnya mati.


    Plak. . .


  Sekali lagi zee memukul kepala reynard, laki-laki itu membiarkan zee memukul kepalanya agar amarahnya reda.


  "Kamu gila ya, gimana kalau kak daniel denger suara aku tadi, dia pasti langsung nyusul kesini. Mana ponsel aku mati lagi, mending kamu keluar sekarang, aku nggak suka ya aku lagi nelpon kamu greepe-grepein kayak gini. "Omel zee panjang lebar, sementara orang yang di omeli hanya senyum-senyum tak tau malu.


  "Maaf baby, aku cuma kangen kamu. "Reynard tersenyum tanpa rasa bersalah sedikit pun.


  ***

__ADS_1


__ADS_2