
Doni berbisik ditelinga agam, nampak pria tua itu mengangguk tanda paham.
Agam berdiri dari duduknya. "Hallo tuan daniel. Senang bertemu dengan anda disini. Maaf tidak mengenali anda tadi, maklum sudah usia senja. " Agam tertawa kecil sembari mengulurkan tangannya.
Daniel melipat tangan di dada tanpa berniat menyambut uluran tangan agam.
Wajah agam berubah dingin. "Apa maksudnya ini tuan daniel, apa saya sudah menyinggung anda. "
Daniel mengambil kertas cek ditangan zee melihatnya sebentar. lalu membuang dan menginjaknya berkali-kali.
Agam terkejut luar biasa melihat apa yang dilakukan daniel.
"200 juta? Apa anda semiskin itu, bahkan biaya perawatannya saja tidak cukup. " Ujar daniel mengejek.
Agam yang masih terbengong seketika terkaget setelah ambar membisikan sesuatu ditelinganya.
"Ah, maaf kan saya tuan daniel, saya tidak tau kalau gadis ini milik anda. " Ucap agam terkekeh kecil. Ambar baru saja mengatakan, bahwa kemungkinan zee adalah salah satu simpanan daniel.
"Milik ku? " Daniel balik bertanya.
" Tuan daniel, duduk lah dulu. Biar enak bicaranya. " Ucap agam bersikap santai.
"Tidak perlu, aku ingin berdiri, sebaiknya anda jelas kan situasi ini. " Daniel masih bermuka dingin menatap agam.
"Saya merasa prihatin dengan anda tuan daniel, gadis ini, dia berpacaran dengan cucu saya, tapi siapa sangka kalau ternyata dia juga wanita anda! " Agam menjelaskan dengan wajah tersenyum.
Daniel terlihat tidak suka mendengar ucapan agam.
Melihat wajah daniel yang marah, agam melanjutkan ucapannya. "Jangan marah, anda bisa mencari gadis lain, saya memiliki banyak cucu perempuan, anak ini, pasti juga jadi simpanan banyak pria hidung belang, tidak rugi juga membuangnya. " Agam menunjuk zee dengan sinis.
sorot mata daniel berubah lebih tajam. Aura gelap memenuhi mata coklatnya.
Daniel melirik doni sekretaris agam, kemudian menarik kerah baju laki-laki itu.
Bugh...
Satu pukulan melayang di wajahnya, agam dan ambar langsung menciut wajah keduanya berubah pias.
Dua laki-laki bertubuh tegap datang menghampiri agam dan berdiri didepan laki-laki tua itu.
"Kenapa kau memukul orang ku? Kau sudah ditipu gadis jala** ini. " Agam masih bertahan dengan pendiriannya.
"Jika kau yang aku pukul, sudah pasti besok adalah hari pemakaman mu, bajing** tua. " Mata daniel telihat merah menahan marah. Daniel masih menahan diri untuk tidak memukuli pria tua itu, karena bagaimana pun juga, keluarga mereka tak kalah hebat dari keluarga aksara.
Bugh.. Bugh... Bugh..
Lagi. Daniel memukuli doni tanpa ampun hingga ia jatuh kelantai, dua laki-laki bertubuh besar itu memeganggi tangan daniel.
Doni berdiri dengan sempoyongan, dia mendekati zee yang berdiri dibelakang daniel. Tangan pria itu terulur ingin menarik tangan zee, namun sebelum tangan nya sampai sebuah tendangan yang sangat keras membuatnya terlempar menabrak tembok. Tubuhnya kembali merasa di angkat kemudian dilempar kemeja yang dipenuhi makanan.
Suara benturan yang cukup keras itu membuat semua orang dalam ruangan itu terpaku.
Doni menatap ngeri kearah pria yang baru saja memukuli nya. Agam dan ambar sudah mundur sampai kesudut dinding.
Ieo menoleh ke arah zee, melihat wajah terkejut nona mudanya, leo segera menghampiri nya. "Nona tidak apa-apa. "
"Leo, apa dia mati? "Zee menujuk ke arah doni yang sudah berlumuran darah, wajah zee tampak pucat saat aroma anyir menyapa hidungnya.
Namun sebelum leo menjawab ucapan nona mudanya, zee sudah terkulai tidak sadarkan diri.
Leo membawa zee kedalam gendongannya, daniel yang sudah berhasil melepaskan diri dengan bantuan gerald dari dua orang bodyguard agam segera mendekati leo.
Leo menyerah kan zee ketangan daniel dengan suara dingin dia berkata. "Tuan, biar saya yang mengurus sisanya. "
Daniel mengangguk dan segera membawa zee keluar.
Leo dan gerald berdiri dengan tegap, menatap tajam kearah lima orang itu. Leo menghampiri doni yang duduk dilantai dengan wajah takut.
Laki-laki itu menggeleng. "Tidak, tolong maafkan aku, maaf tolong. " Dua bodyguard agam ingin mendekati leo, namun dihalangi oleh gerald.
__ADS_1
"Beraninya kau menyentuh nona muda ku. "Suara dingin leo membuat doni merasa ngeri.
Suara pukulan yang cukup keras terdengar, leo membanting tubuh doni dengan ganas, suara tulang yang retak membuat dua orang disudut ruangan luruh lemas dilantai, cipratan darah langsung memenuhi ruangan itu.
Agam dan ambar terduduk sambil berpegangan tangan, lutut mereka gemetar bahkan tanpa sadar celana mereka sudah basah.
Pertarungan sengit dengan dua bodyguard agam tidak membuat geral dan leo mundur.
***
Daniel menatap sendu gadis yang tengah terbaring dibrankar rumah sakit. Dengan jarum infus terpasang ditangan mungilnya.
Mata daniel tidak berkedip menatap wajah pucat adiknya, dokter mengatakan zee memiliki trauma saat melihat darah, bahkan dengan mencium aromanya saja bisa memicu trauma itu.
Ceklek. . .
Pintu dibuka dari luar, daren dan risa masuk dengan wajah khawatir.
"Ap yang terjadi pada adikmu? "Tanya daren yang sudah berdiri disamping ranjang zee.
" Pria tua keluarga jordhan. "Jawab daniel datar.
" Agam??? Apa yang dia lakukan. "
"Memberi uang 200 juta, agar menjauhi cucunya, menghina adik ku sebagai wanita simpanan pria hidung belang, dan mengatainya seorang gadis jala**."daniel mengepalkan tangannya dengan kuat.
Rahang daren mengeras mendengar ucapan daniel. "Lalu apa yang membuatnya pingsan? "
Helaan nafas berat tidak bisa daniel tahan. "Trauma darah, insiden kecelakaan itu, membuatnya trauma tiap kali melihat darah, bahkan hanya mencium aromanya saja bisa memicu traumanya. "
Risa melirik ke arah zee yang terbaring lemah, air matanya menitik, menatap nanar wajah pucat gadis itu.
Suara pintu diketuk mengalihkan fokus mereka, leo masuk dengan pakaian yang sudah diganti, karena bajunya yang tadi dipenuhi oleh darah.
"Bagaimana? " Tanya daniel pada leo.
"Sekretaris itu.? "
"Saya memukulinya sedikit keras, saya minta maaf karena tidak sengaja mematahkan tangannya. " Leo menunduk, beberapa kali ia melirik kearah nona mudanya, tangannya terkepal saat melihat wajah pucat zee.
"Tidak masalah, itu pukulan yang ringan untuknya. " Jawab daniel datar.
Risa tercekat mendengar obrolan dua orang pemuda itu. Ringan katanya? Tulang patah dia anggap ringan? risa tidak berani membayangkan, pukulan sedikit keras yang dimasud leo itu, apa tubuh laki-laki itu sudah hancur!. Risa bergidik ngeri, perutnya tiba-tiba terasa mual.
Daniel dan daren meninggalkan zee bersama risa, leo menunggu diluar ruangan. Meski zee tidak terluka namun leo terus menyalahkan dirinya.
***
Tengah malam zee terbangun dari pingsannya. Zee melihat sekelilingnya, ada abi dan bunda risa. Zee menyentuh tangan abi yang tertidur dikursi samping ranjangnya.
"Bang... " Panggil zee dengan suara lemah.
Abi menggeliat saat merasakan panas ditangannya. Ia mengangkat kepala dan melihat kearah ranjang, zee menatapnya dengan wajah pucat.
"Dek, kamu sudah bangun. " Petanyaan retoris abi membuat zee memutar matanya malas.
Abi menyentuh kening zee yang terasa panas, ternyata gadis itu demam. Abi mengompres dahinya dengan air hangat.
"Aku haus. " Ucap zee dengan sura serak.
Abi mengambil minuman diatas meja samping ranjang dan memberikan pada zee. Setelah meminum habis air nya zee kembali tidur. Abi menjaga agar adiknya bisa tidur dengan nyaman, dan sesekali mengganti air kompresan nya.
.
.
"Jangan diam saja tuan agam, jelaskan kenapa anda menghina putri saya sebegitu rendahnya. "Suara marah daren menggelegar memecah kesunyian ruang tamu rumah agam.
Tadi begitu leo datang dirumah sakit daren dan daniel mendatangi rumah agam dengan penuh amarah yang siap meledak.
__ADS_1
"A-anak, kenapa gadis itu bisa jadi anak mu daren? "Tanya agam shock, bahkan seluruh keluarga agam yang hadir terkejut sampai cengo.
"Tentu saja dia bisa karena dia lahir dari benihku. " Jawab daren dengan rahang mengeras.
"Ha? Sejak kapan? Apa dia anak haram mu? "Tanya agam dengan wajah polos.
Ruangan itu berubah menjadi hening.
Wajah semua orang tampak tegang dan begitu mencekik. Amarah dan kebingungan amat terasa diruangan itu. Daren dan daniel memberikan tatapan yang menghujam agam.
Agam gemetaran, tubuhnya sudah basah dibanjiri keringat, ia bahkan lupa cara bernafas yang benar.
"Harus ku apakan kau tua bangka. " Daren mengertakan giginya hingga terdengar bunyi gemelatuk yang membuat orang merasa ngilu.
"Aku benar-benar minta maaf daren, tapi aku bersumpah tidak melukai putri mu seujung kuku pun. " Agam mencoba tetap tenang.
"Tuan daren, ini salah kami karena tidak mengenali putri anda, dan juga, erik adik ku itu, tidak memberitahu kami identitas pacar reynard. " Bara ayah aira membantu menjelaskan.
Daren terkekeh dengan suara mengerikan. "Keluarga kaya tapi bodoh. Aku bahkan sudah tau siapa keluarga keponakan mu sebelum putriku mengenalkannya. "
Semua orang terdiam dengan kepala tertunduk. Merutuki kebodohan mereka, harusnya mereka menyelidiki dulu siapa gadis itu.
"Kau punya dua pilihan tua bangka, minta maaf secara terbuka, atau aku penjara kan kau hari ini juga. "
Agam meneguk ludahnya, keduanya pilihan sulit, jika dia minta maaf secara terbuka, itu artinya semua orang akan mengetahui kebodohannya, dampaknya nama jordhan dia sendiri yang menghancurkan. Namun jika dipenjara? Tidak, tidak-tidak, agam memiliki banyak uang, bisa menyewa pengacara hebat, lagi pula putrinya tidak terluka. Begitulah pikiran bodoh agam.
Daren dan daniel berdiri dari duduknya. "Aku tunggu kabar baik mu sampai besok. "
.
.
Ke esokan harinya, media dihebohkan dengan berita seorang pengusaha agam jordhan menghina putri kandung daren aksara dan membayarnya 200 juta untuk menjauhi cucunya.
Sebuah video menunjuk kan bagaimana agam menghina zee sampai melemparkan sebuah cek kewajah gadis itu.
Banyak akun yang menyebar luaskan berita itu, sehingga dalam beberapa jam saja seluruh platform digital indonesia dipenuhi dengan berita dua pengusaha ternama itu.
Akibatnya, banyak warga net mengecam perilaku buruk agam, dan menyayangkan sikapnya yang tidak sopan, bahkan banyak pengusaha yang membatalkan kerja sama mereka diperusahaan jordhan.
Beberapa pengusaha yang tadinya ingin menjalin hubungan keluarga dengan menjodohkan anak mereka pun jadi urung, bagaimana tidak, seorang gadis selevel putri keluarga aksara saja ditolak bahkan sampai dihina serendah itu, bagaimana nasib putri mereka. Begitu lah fikir para bapak-bapak pengusaha itu.
Sampai malam hari pembahasan tentang berita ini masih terasa hangat. Bahkan banyak umpatan dan makian dari warga.
'Jika sekelas aksara saja tidak layak dengan cucunya, maka di indonesia ini sudah tidak ada lagi wanita yang bisa di nikahi cucunya. '
'200 juta untuk menjauhi cucunya, aku rasa harga pakaian dalam putri keluarga aksara lebih mahal dari nilai yang ditawarkan. '
'Putri keluarga kaya, tidak perlu jadi simpanan pria hidung belang. '
'Hidup terlalu sombong ini lah akibatnya, pak tua, masih ada langit di atas langit. '
'Bertemu lawan sepadan, pak tua mati kutu. '
Masih banyak lagi komentar-komentar pedas dari warga net.
"Bagaimana? "Agam bertanya pada bara putra pertamanya.
Bara menghela nafas berat. " Banyak pengusaha menarik saham mereka, klien yang mau kerja sama juga membatalkan nya, dan... "Bara tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
" Dan apa, katakan. "Teriak agam tidak sabar.
" Tuan daren dan putranya daniel menarik semua investasinya, ia memutus semua kerja sama dengan perusahaan dan bisnis jordhan. "Ucap bara dengan suara gemetar.
Daren adalah kolega penting di perusahaannya. Begitu juga dengan daniel. Sekarang perusahaan jordhan kehilangan dua orang itu.
Agam menghela nafas kasar. "habis sudah . "
***
__ADS_1