Azeeyra

Azeeyra
PRIA MISTERIUS


__ADS_3

"Ai-aira."mata sean membulat melihat kekasihnya berdiri dipintu kamar hotelnya. Ditambah lagi pemilik hotel daniel bersandar di dinding dengan tangan berlipat di dada.


" Sudah selesai rapatnya. "Aira maju mendekati sean yang tampak pucat. Ia mencoba tersenyum menguatkan hatinya. "Gimana hasil rapatnya puas??? "


"Ai...ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku akan jelasin ya sayang. " Aira menepis tangan sean yang ingin menyentuh tangannya.


"Memang apa yang aku pikirkan, sean kamu lupa, aku ini wanita polos, aku tidak mengerti urusan ranjang, aku ini wanita bodoh, tidak paham apa yang dilakukan dua orang berlawanan jenis dalam satu kamar. " Sindir Aira tersenyum sinis, matanya mulai memanas. "Jadi aku tidak bisa ikut dalam rapat kalian, tidak perlu dijelaskan karena aku tidak akan mengerti. "


Sean tidak bisa berkata-kata, ia menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.


Aira mengalihkan pandangan ke arah wanita yang berdiri disamping sean.


"Gue sureprise banget, bisa ketemu Lo disini, nggak nyangka ternyata lo klien rapat sean, gimana ?dapat proyeknya? " Tanya aira dengan nada mengejek.


Perempuan itu menyeringai. "Setiap kali kami rapat, proyeknya selalu berhasil dan memuaskan. "Ucap perempuan itu tersenyum menatap sean.


" lo tau nggak, sean semakin tampan saat dia mencapai klimaksnya. Dan gue sangat suka ekspresinya saat itu. "Lanjutnya dengan suara mengoda. Sementara sean wajahnya memerah saat dipuji perempuan disampingnya itu.


Aira tergelak mendengar kalimat yang baru ia dengar. " Untung Lo nggak jadi tunangan sama adek gue, nggak kebayang sebesar apa rasa malu yang harus kami tanggung. " Seorang gadis yang dipilih langsung oleh kakeknya menjadi cucu menantu untuk reynard cucu kesayangannya, bahkan sampai memutus hubungan dengan putranya sendiri. Hanya untuk gadis murahan seperti keyla ini. Apakah setimpal?.


Aira melihatnya dengan tatapan jijik dan penuh kebencian.


"Jangan salahkan gue dong kak, lo sendiri yang tidak bisa kasih yang pacar lo mau, jadi wajarkan kalo sean mencari cewek lain. "


Aira dan sean saling adu pandang.


"Apa alasannya sean? "


Sean menghela nafas, apa yang mau dikata karena sudah terlanjur ketahuan ya sudah jujur saja sekalian. "Aku pria dewasa ai, aku butuh yang namanya pelepasan, dan kamu tidak bisa melakukan itu. Tiap kali aku sentuh kamu selalu nolak dengan alasan ingin pacaran sehat. " Sean menatap aira dengan penuh kekecewaan.


"Bulshit, pasangan dewasa mana yang pacaran sehat, nggak ada aira. Bahkan sekedar ciuman saja kamu nggak mau. Kamu terlalu kolot, aku bahkan sempat mikir kalau sebenarnya kamu nggak doyan batang. Apa aku benar ai? "


Aira terperagah mendengar ucapan sean. Kamu terlalu kolot? Kamu nggak doyan batang? . Apa sean sudah gila. Hei ayolah, Aira perempuan normal oke.


"Sejujurnya gue pengen nampar mulut lo yang kayak banci itu. Tapi berhubung gue nggak mau mengotori tangan gue yang suci ini jadi lo denger ini baik-baik. " Aira mengubah panggilannya terhadap sean, laki-laki itu terlihat sedikit kaget. "Tiap kai lo sentuh gue, entah kenapa gue ngerasa nggak nyaman, gue nggak ada gairah sama sekali, sorry to say sean, lo nggak menarik dimata gue. Kenapa gue selau nolak tiap kali lo pengen ciuman sama gue itu karena gue jijik, lo nggak sadar ya lo itu bau sean. Gue nggak suka aroma lo.


Sean melotot tak terima dengan ucapan aira, rahangnya mengeras. "Tunggu... Tunggu... Apa lo bilang? Nggak nyaman? Nggak menarik? Nggak ada gairah? Dan jijik? Hahahaha... "Sean menarik pinggang keyla merangkulnya erat.


" Katakan sayang, apa kamu tidak bergairah melihat aku, apa kamu jijik berciuman dengan ku? "Sean mengerlingkan mata menggoda keyla.


" Kamu sangat menggairahkan, jijik apanya bahkan batang mu ada dalam mulutku. "Keyla mengelus dada sean dengan gerakan sensual.


Aira merasa mual mendengar ucapan keyla. " Kalian berdua pasangan yang sangat serasi. Gue sangat bersyukur bisa mengetahui ini lebih awal. Gue gila waktu itu mau jadi pacar lo, dan asal lo tau aja, bahkan gue nggak tau alasan gue nerima lo jadi pacar gue waktu itu karena apa! So hubungan kita berakhir sean. "


Aira berbalik menghampiri daniel yang sedari tadi diam memperhatikan ketiga orang itu.


"Ayo aku antar pulang. " Ujar daren.


Sebelum pergi aira berbalik menatap pasangan lucknat itu. "Btw sean... Gue bukan belok, gue sangat normal dan suka batang, tentu batang yang bersih dan tak asal colok. " Aira menatap jijik kearah sean.


Sean dan keyla mendelikan mata menatap aira, namun tidak berani berbuat lebih karena keberadaan daniel bersama perempuan itu.

__ADS_1


Begitu aira dan daniel menjauh dari kamar sean, seketika kaki aira terasa lemas, ia terduduk dilantai dengan wajah pucat. Bagaimana pun juga mereka sudah pacaran selama setahun. Tidak mungkin perasaan itu langsung hilang.


"Kamu masih kuat, aku gendong kalau nggak bisa jalan. "Daniel terlihat khawatir karena wajah aira tampak pucat.


Aira menggangguk lemas, lututnya tidak bertenaga, akhirnya ia bisa mengatakan isi hati yang selama ini ia simpan, karena tidak ingin menyakiti sean dengan penolakannya selama ini.


Daniel mengendong aira sampai kedalam mobilnya. Kemudian memasangkan seatbelt pada gadis itu. Lagi-lagi jantung aira berdebar saat daniel berdekatan dengannya.


Daniel melajukan mobil mewahnya membelah jalanan dengan kecepatan sedang.


***


Bruk..


Bugh... Bugh...


Suara bising dan pukulan terdengar diluar markas, saka yang sedang menikmati nasi bungkusnya terperanjat.


"Markas diserang. "Teriak salah satu anggota dragon diluar markas.


Reynard berdiri dari duduknya, ia meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.


Reynard melihat saka dan denis dengan seringai iblis khas miliknya.


" Mari sambut tamu kita dengan sopan. "Reynard berjalan keluar markas dengan santai di ikuti saka dan denis.


"Aiden pangeran sanca disini, wah... Seperti nya kalian sudah menunggu kami ya. Aku benar-benar merasa tersanjung. " Kata aiden terbahak.


Seno dan anggota dragon mendengus kesal melihat kesombongan aiden. "Lama tidak bertemu, kau semakin gila saja. "Seno memancing emosi aiden, mereka sangat tau kesabaran laki-laki itu setipis tisu, begitu dipancing akan langsung meledak-ledak.


Suara langkah kaki dari dalam markas mengalihkan perhatian semua orang. Reynard berjalan dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku, terlihat santai dan sangat tenang.


"Apa begini cara kalian menyambut tamu, abi... Siap kan hidangannya. Jangan lupa teh dan camilannya. " Ucapa reynard dengan seringai tajam nya.


Aiden bergidik ngeri melihat seringai reynard, ia tersenyum mencoba menekan rasa takutnya. "Terimakasih, kami akan dengan senang hati menikmati hidangan dari tuan rumah. "


"Kalian dengar, tamu menerima hidangan kita, kalau begitu, langsung hidangkan menu utamanya. "


Anak-anak dragon sudah bersiap di posisi mereka masing-masing. Reynard dibarisan depan dikuti ke empat inti dragon dibelakangnya.


"Tidak ada hidangan pembuka? " Tanya aiden mengulur waktu, ia masih menunggu seseorang yang akan membantunya. Jadi sebisa mungkin sebelum orang itu datang jangan sampai pertarungan ini terjadi.


"Tidak, kau sepertinya sangat lapar jadi langsung kemenu utamanya. " Jawab reynard datar.


"Hei harusnya hidangan pem... " Ucapan aiden terpotong begitu reynard menggangkat tangan, saat itu lah anak dragon langsung menyerang anak sanca.


Pertempuran dua geng ternama di kota itu dimulai. Aiden yang akan melayangkan protes mendapat sebuah bogeman mentah dari reynard.


Bugh... Bugh.. Set...


Brak...

__ADS_1


Aiden terpukul mundur ketika mendapat tendangan diperutnya, reynard mendekatinya dengan wajah datar.


Aiden bediri dengan tubuh sempoyongan. Ia melayangkan pukulan kearah wajah reynard, dengan sigap reynard menangkis setiap pukulan yang aiden berikan.


Aiden terkekeh, sudut bibirnya mengeluarkan darah. "Apa hanya itu kemampuan mu, menghindar dan menangkis. ? " Aiden mencoba memprovokasi reynard.


Bugh... Brak...


"Argh.... " Aiden terpental ditengah-tengah kerumunan antara anak dragon dan anak sanca.


Reynard mencengkram baju aiden dan menghempaskan kan nya kesalah satu anak sanca hingga keduanya terjatuh ketanah.


Set...


Reynard menunduk ketika sebuah pisau kecil melayang kearahnya. Reynard melirik seseorang yang entah datang dari mana, tubuh nya tinggi tegap, pakaian serba hitam menggunakan penutup wajah hingga hanya matanya saja yang terlihat.


Abi mengambil alih pertarungan dengan orang misterius itu.


Sementara anggota dragon yang lain masih melanjutkan kan pertempuran mereka.


Tak sampai dua menit, semua anggota sanca sudah tergeletak ditanah dengan luka-luka ditubuhnya karena sayatan senjata tajam, dan ada beberapa anak dragon juga yang terluka, tidak ada korban jiwa dalam pertarungan itu.


Saat ini hanya tinggal abi dan seorang pria misterius itu yang bertarung.


Bugh... Bugh...


Brak.. Set...


Pertarungan sengit itu tampak imbang, reynard terus memperhatikan gerak gerik lawan. ia merasa akrab dengan gerakan pria misterius itu. Mata reynard menyipit saat melihat lawan abi mengeluarkan sesuatu dari lengan bajunya.


Set...


Pisau reynard lebih dulu tertancap dilengan kanan pria itu, darah mengalir saat pisau itu dicabutnya dengan kasar.


Plang...


Pria itu melempar pisau sembarang, ia menatap reynard dengan tajam, melihat matanya yang agak menyipit reynard tau laki-laki itu tengah tersenyum dibalik topengnya.


Tanpa permisi pria itu meninggalkan tempat dengan cepat, gerakannya sangat cepat tidak terbaca. Semua anak dragon yang terluka dibawa masuk kemarkas. Sementara anak sanca yang masih sadar membantu teman-temanya berdiri.


Dalam markas reynard dan ke empat inti dragon duduk diruangan khusus untuk mereka berlima.


"Rey, gimana tanggapan lo soal orang misterius tadi. " Tanya abi sembari meneguk sebotol minuman.


Reynard terdiam sesaat sebelum menjawab. "Familiar, tapi apa mungkin? "


"Gue juga berfikir begitu. Mungkin kebetulan aja gerakannya sama. "


Saka, denis dan seno yang baru masuk melihat dua orang yang berwajah datar itu semakin datar, mereka bertiga terkekeh membayangkan bagaimana kedua orang itu berinteraksi.


"Eh... Kalian mau nginap apa balik kerumah nih. " Tanya saka yang sudah merebahkan diri berbantal paha abi.

__ADS_1


"Gue nginap capek banget. " Ujar denis yang tiduran dilantai.


"Ya udah mending kita semua nginap aja, lagi pula juga udah lama kan kita nggak nginap disini. " Ajak seno yang di angguki reynard dan abi.


__ADS_2