Azeeyra

Azeeyra
Warning(21+)


__ADS_3

Pesta sederhana dan mengharu biru itu sudah berakhir dua jam yang lalu. Sekarang zee dan reynard berada dikamar pengantin mereka yang berada dimansion reynard. Karena laki-laki itu langsung memboyongnya kesini setelah pesta selesai.


Meski sedikit keberatan namun daren tidak bisa lagi mencegah bocah tengik itu membawa putrinya.


Kamar yang mereka tempati bukan kamar yang biasanya dipakai reynard, kamar ini lebih besar lagi. Ruangan itu tampak mewah dengan mengeluarkan aroma harum dari taburan kelopak bunga mawar yang berserakan diatas kasur.


"Wow, kayak di negri dongeng. " Ucap zee sambil membaui aroma dari mawar itu. "


"Kamu suka. " Tanya reynard sembari melepaskan jas nya dan melempar keatas sofa.


Zee mengangguk. "Suka, cantik. " Ucap zee tersenyum senang. Reynard ikut menyunggingkan senyum melihat wajah bahagia istrinya.


Zee berbaring diatas kasur. "Huft. . . capek banget! "


Reynard menatap zee dengan kening berkerut. "Kamu mau langsung tidur? "


Zee hanya berdehem menjawab pertanyaan reynard, matanya sudah terpejam.


"Mana bisa gitu baby, kalau kamu tidur aku malam pertama nya sama siapa dong? " Tanya reynard sedikit merengek.


Sontak saja mata zee yang tadi tertutup langsung terbuka kembali. '𝘔𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢? 𝘠𝘢 𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘳𝘪𝘵𝘶𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘵𝘶, 𝘵𝘢𝘱𝘪. . . 𝘨𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘨𝘶𝘨𝘶𝘱 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵. '


Zee langsung bangkit dari rebahannya dan duduk menghadap reynard. "Kalau besok aja gimana? Kita mungkin butuh persiapan apa dulu gitu. "


Reynard tertawa kecil. "Kita mau malam pertama sayang bukan mau perang, nggak ada yang perlu dipersiapkan, baju pun tidak perlu. "


Zee langsung memaling kan wajahnya, merasa malu mendengar ucapan reynard. Wajahnya saat ini sudah memerah seperti udang rebus.


"Baby." Panggil reynard saat zee hanya diam.


Zee menoleh dan menatap wajah tampan suaminya. "Aku mandi dulu. "Ucapnya.

__ADS_1


Zee mengangkat bajunya dan masuk kedalam kamar mandi. Ia melepaskan gaun pengantin yang sangat berat itu. Kemudian masuk kedalam bathtub yang sudah di isinya air hangat. Sebelumnya zee sudah memasukan sabun beraroma kopi yang disukai oleh reynard.


Gadis itu berendam dengan mata terpejam. Rasa penat dan lelah seketika menguap bersama uap air hangat. Debaran jantungnya sudah kembali reda.


Reynard yang sedang duduk ditepi ranjang menatap intens kearah zee saat gadis itu keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe. Dari cara gadis itu berjalan rey tahu kalau istrinya saat ini tengah gugup. Reynard bangkit dari duduk nya dan menghampiri zee.


"Tidak usah pakai baju. Nanti juga akan dilepaskan! "Ucap reynard dengan suara berat.


Zee meneguk salivanya saat suara berat itu menyapa telinganya. Ia merinding ketika tangan reynard memeluknya dari belakang, meski bukan pertama kalinya laki-laki itu memeluknya namun kali ini berbeda mereka bukan lagi sepasang kekasih tapi sudah menjadi suami istri. Dan posisinya sekarang zee tidak menggunakan dalaman apapun, sehingga menambah kegugupannya.


Reynard mengecup telinga zee hingga memerah. Laki-laki itu menggulum bibir menahan tawa. Kemudian melepaskan pelukan nya. "Aku mandi dulu, kamu tunggu aku diatas ranjang. "


Setelahnya reynard masuk kedalam kamar mandi. Beberapa menit reynard keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya, memperlihatkan tubuh kekarnya membuat zee semakin berdebar tak karuan.


Reynard mendekati zee, tanpa aba-aba laki-laki itu memeluk zee dan menduduk kan diatas pahanya. Selama beberapa detik mereka saling menatap entah setan dari mana datang berbisik sehingga reynard langsung meraup bibir zee dan melumaaat nya dengan lembut.


Malam ini reynard ingin memiliki zee seutuhnya, ia ingin mengambil hak nya, sesuatu yang sudah lama ia tahan dan ingin lakukan. Mencium, membelenggu gadis itu dibawah kungkungan nya.


Reaksi yang diberikan zee membuat gairah reynard semakin meningkat. Reynard menyudahi perang bibir itu dan mengangkat zee lalu membaringkan nya pelan diatas kasur.


Jantung zee berdetak tak beraturan dengan nafas saling memburu. Hasrat reynard tak bisa ditahan lagi. Reynard melepaskan baju mandi zee sehingga gadis itu benar-benar polos. Pemandangan indah didepan matanya, membuat reynard sampai lupa caranya berkedip.


"Sangat indah. " Puji reynard dengan suara serak. Zee memalingkan wajahnya karena merasa malu ini pertama kalinya dia terlihat polos dihadapan orang lain.


Reynard menatap zee dengan intens. "Baby, apa aku boleh meminta hak ku? "


Zee menelan ludahnya mendengar pertanyaan reynard, apa dia bisa menolak? Jujur saja zee merasa ngeri dan takut apalagi saat melihat milik reynard yang tampak besar.


"Memang nya aku boleh menolak? " Akhirnya hanya kalimat itu yang keluar dari mulutnya.


Reynard membungkuk kan tubuhnya dan kembali mencium zee. "Tentu saja tidak. "

__ADS_1


Bayang-bayang mengerikan saat malam pertama langsung buyar ketika kedua pengantin baru itu melewati malam panas mereka, reynard benar-benar memperlakukan zee dengan lembut dan penuh kehati-hatian. Tidak ada ketakutan dan gugup lagi, hanya ada suara-suara merdu diantara keduanya hingga pagi menjelang entah berapa kali mereka melakukannya hingga zee terkapar lemas tak bertenaga.


Reynard mengecup kepala zee dan mengucapkan terimakasih berulang kali.


****


Hanya dua jam tidur reynard langsung bangun matahari mulai keluar dari persembunyian nya.


Setelah mengecup pipi zee reynard turun dari ranjang dan membersihkan diri. Ia keluar kamar dan berjalan menuju ruang kerja daddynya.


Erik yang sudah menunggu reynard tersenyum menggejek kearah putranya. Entah dia merasa iri atau bertepuk tangan memuji reynard. Laki-laki itu benar-benar orang yang bertanggung jawab.


Entah bagaimana keadaan menantu kecilnya itu.


Reynard menarik kursi dan langsung duduk. "Bagaimana laporan nya dad? "Tanya reynard berusaha mengabaikan tatapan mengejek daddy nya.


"Semua sesuai dugaan mu boy, daddy tidak menyangka kakek mu sampai melakukan hal licik itu hanya karena tidak menyetujui hubungan mu dengan putri daren. "


Reynard mengangguk. "Emm, sudah terlihat jelas. "


Agam berusaha mengakuisisi pabrik kertas milik erik. Kejadian sabotase yang terjadi beberapa bulan lalu juga adalah perbuatan agam, penghianat yang berada didalam pabrik juga adalah mata-mata milik nya. Agam sangat marah dan tidak terima karena daren hanya memutus kerja sama dengan perusahaan nya saja. Tapi malah mendukung usaha erik. Agam murka dan mulai merencanakan hal licik itu bersama anak sulungnya yaitu suami ambar.


Matahari sudah mulai merangkak turun, zee terbangun dari tidurnya. Ia merasa tubuhnya remuk seperti baru saja dihajar masa. Bagian inti nya juga terasa sakit dan bengkak.


Sakit. Sangat sakit!


Perlahan zee menggerak kan kakinya turun dari ranjang air matanya menganak saat merasakan inti tubuhnya yang kembali sakit. "Dia benar-benar menggempur ku semalaman, awas saja aku potong jatah mu selama satu bulan. "


Berhasil turun dari ranjang zee langsung masuk kedalam kamar mandi, ia berdiri didepan cermin dengan mulut ternganga. Bagaimana tidak, disana ia melihat tubuh polosnya dipenuhi bercak merah. Bagian atas dadanya bahkan tanpa cela. Reynard laki-laki itu, apa dia manusia? Bakat dari mana dia bisa melukis pemandangan mengerikan ini.


Setengah jam berada dalam kamar mandi zee keluar dengan wajah yang lebih segar.

__ADS_1


****


__ADS_2