Azeeyra

Azeeyra
keyla dan zee


__ADS_3

Melihat zee menangis sesegukan, reynard melempar sepatunya tepat mendarat diwajah saka. Hingga laki-laki itu meringis.


"Anjiiir, sakit woy, siapa yang berani lempar gue, mau mati ya. "


Seketika semua yang tadi bernyanyi langsung terdiam. Anak cewek yang menangis membekap mulut mereka agar tak mengeluarkan suara. Hanya suara tangisan zee yang terdengar, semakin lama semakin pilu, mereka semua menatap heran kearah zee.


Bingung!


Yah, mereka bingung, apa yang membuat zee menangis sampai seperti itu, jika hanya karena perpisahan mereka saja rasanya itu agak terlalu berlebihan, mengingat kenangan zee disekolah lebih banyak dibully dari pada senangnya.


Reynard langsung mengangkat tubuh zee dan membawanya masuk kedalam tenda. Rey tahu dan paham, zee bukan menangisi perpisahan dengan teman-teman nya, gadis itu menangis mengingat bagaimana dia bertahan agar tetap disekolah, dimana dia hidup dalam tekanan keluarga yang tidak peduli dengan akademiknya.


Zee menangis karena dia harus berjuang sendiri sebelum bertemu reynard dan kedua teman nya.


"Hiks. . . aku berhasil, aku berhasil melewatinya. Hiks. . hiks. . . " Zee menangis sesegukan dalam pelukan reynard. "Aku berhasil rey. "


Reynard mengangguk, ia mengelus rambut panjang zee. Reynard rasanya ingin marah, namun pada siapa? Siapa yang harus dia salahkan?. Dadanya terasa sesak mendengar isakan kekasihnya. Reynard tak tau bagaimana harus membujuk, dia hanya bisa membiarkan zee meluapkan semua perasaan nya.


Cukup lama zee menangis, hingga ia tertidur karena lelah. Reynard membaringkan posisi tidur zee agar lebih nyaman.


Dalam hatinya reynard berjanji akan membuat zee lebih bahagia dari hari ini, sebisa mungkin reynard tidak akan membiarkan zee menangis lagi.


Reynard mengecup kening zee kemudian merapikan selimut gadis itu, lalu keluar dari tenda.


Siska dan karen yang melihat reynard sudah keluar, segera masuk kedalam tenda karena mereka juga sudah mulai mengantuk.


****


Pagi tiba, suara nyanyian burung saling bersahutan. Tiga gadis yang masih bergelung dibalik selimut menggeliat dan meregangkan tubuhnya.


"Selamat pagi dunia ku yang indah. " Siska yang terbangun lebih dulu. "Besty, ayo bangun, jangan kalian pikir bakal ada maid yang datang mengantar sarapan kalian. "


Siska menarik selimut seketika dua gadis cantik itu terbangun karena merasakan hawa dingin. "Bangun woy, siap-siap ngebabu. "


Karen mengucek matanya. "Masih ngantuk besty, lima menit lagi ya. "


Karen bersiap akan tidur lagi, hingga suara guru pembimbing terdengar dari luar tenda.


Siska segera menarik karen dan zee keluar tenda, tidak lupa sebelum itu mereka memakai jaket karena hawanya sangat dingin.


"Sudah bangun putri tidur! " Guru pembimbing berdiri bersedekap dada didepan tenda.


"Maaf bu. "Zee, siska dan karen menunduk malu karena yang lain sudah berkumpul untuk senam pagi, hanya tinggal mereka yang masih tidur seperti kebo.

__ADS_1


" Masuk barisan, kita bersiap untuk senam, tidak boleh berhenti sebelum berkeringat. "Perintah guru pembimbing.


Tanpa mencuci wajah terlebih dahulu mereka melaksanakan senam pagi yang dipimpin langsung oleh instruktur camping.


Hampir satu jam senam barulah mereka berkeringat. Semua murid mandi secara bergantian dikolam buatan yang berdinding bebatuan asli dan airnya langsung terhubung dengan aliran sungai.


Air yang dingin membuat mereka jadi lebih segar dan bersemangat.


Selesai mandi mereka mulai menyiapkan sarapan dan makan bersama.


Instruktur camping mengajak mereka berjalan-jalan menyusuri hutan gunung sambil mengenal alam. Mereka didampingi guru pembimbing dari masing-masing kelas.


Mereka berhenti untuk istirahat sejenak, tiga gadis cantik itu tidak menyia-nyiakan kesempatan saat melihat pemandangan indah dari atas gunung.


"Foto yuk, mumpung view nya bagus nih. " Ajak siska sambil menarik tangan zee dan karen agar menjauh dari kelompok mereka.


Zee, siska dan karen tersenyum melihat hasil jepretan nya yang terlihat bagus. Hingga kehadiran seseorang dibelakang mengejutkan mereka.


Keyla datang dan menghampiri zee yang sedang asik berfoto ria bersama siska dan karen.


"kok bisa ya, Lo tersenyum setelah menghancurkan keluarga orang lain? " Senyum mengejek milik keyla terlihat dibibirnya.


Keluarga yang keyla maksud adalah keluarga jordhan kakek nya reynard, karena hal itu juga berimbas pada usaha papanya. Keyla orang yang tidak sabar, dia merasa sangat benci pada zee.


Zee terdiam, ia melihat mata keyla yang penuh kebencian tertuju padanya.


Siska mendekat dan berdiri tepat didepan zee menghalangi pandangan keyla. "Lo gila? Udah nggak waras? " Siska menatap keyla tak kalah tajam.


Keyla tidak memedulikan siska, dengan sekuat tenaga ia menggeser tubuh siska hingga gadis itu terjatuh ketanah.


"Lo itu pembawa sial, beraninya merusak rencana hidup yang sudah gue susun sejak dulu. " Dia semakin mendekati zee. " Lebih baik lo mati, dari pada hidup cuma nyusahin aja. "


Kalimat itu sudah sering zee dengar dulu, namun situasinya sekarang berbeda, keyla? Hak apa yang dia punya?


"Jadi, kehidupan gue, adalah bencana buat lo, segitu besar pengaruh nya buat hidup lo, sampai lo melakukan ini. "Zee masih bicara dengan suara tenang. "Jadi rencana hidup lo udah nggak ada? "


Benar, kehadiran zee yang tiba-tiba pindah ke kelasnya waktu itu, sudah mengubah semua kehidupan keyla. Semua perhatian yang biasa tertuju padanya malah direbut oleh zee, bahkan posisi juara dua dikelas yang selalu jadi kebanggan nya, juga direbut oleh gadis ini. Keyla benar-benar membenci zee sampai ketulang nya.


"Lo pikir keluarga rey bakal setuju dengan hubungan kalian setelah tau identitas lo? "Keyla berbisik ditelinga zee. Dia menggeleng. "Lo salah, justru mereka semakin benci karna bokap lo udah menghancurkan perusahaan mereka. "


Keyla semakin mendekat kearah zee, zee mundur beberapa langkah hingga ia berada di ujung tebing.


" Hei apa yang lo lakuin, zee bisa jatuh. "Teriakan karen mengambil perhatian semua orang.

__ADS_1


Baik zee atau pun keyla tidak memedulikan teriakan karen. Reynard dan yang lain mulai mendekat saat mendengar suara keras karen.


Keyla tersenyum mengerikan, bahkan tebing curam ini terlalu dangkal untuk mengurungkan niat buruk keyla.


Detik kemudian zee didorong dengan cepat dan akan terjatuh kebawah tebing. Namun sebuah tangan mulus menarik tangan keyla dengan cepat.


Sesaat, semua orang terpaku . Dari kejauhan mereka melihat bagaimana tubuh seorang gadis terjatuh dari tebing yang tinggi itu.


Leo yang baru saja datang langsung melempar minuman ditangannya dan berlari cepat menuju tepi tebing.


"Nona muda. " Leo berteriak keras. Tanpa suara lagi leo langsung melompat kebawah.


Tubuh siska dan karen menegang hebat, matanya kosong menatap kearah dasar tebing.


"Sayang, tunggu aku disana, aku akan menjemput mu. "Reynard menangis tanpa suara. Kaki nya bergerak cepat.


Dengan tergesa-gesa ia menuruni tepi gunung itu tidak peduli dengan keselamatan nya sendiri. Ranting-ranting yang mengores pipinya pun tidak ia hirau kan. Saat ini fokusnya hanya zee, kekasihnya.


"Gila, itu mengerikan, gue yakin tulangnya pasti patah. " Jerit seorang laki-laki.


"Gimana ya nasib keyla setelah ini, kenapa anak itu nekat sekali. "Bisik yang lain.


"Sudah, jangan bicarakan lagi, bagaimanapun juga dia itu teman kita. "Seorang murid perempuan menengahi perdebatan itu.


Air mata terus mengalir dipelupuk mata reynard. "Aku akan menghukum mu jika kau sampai kenapa-kenapa. "


Leo dan reynard turun kebawah tebing. Abi dan yang lain ikut menyusul turun kebawah. Tempat itu tidak terlalu tinggi, tapi karena berada digunung jadi terlihat sedikit curam.


Instruktur camping sudah menghubungi polisi dan pihak sekolah.


"Reynard hati-hati, jangan sampai kamu juga jatuh. "


"Turun pelan-pelan perhatikan langkah mu. "


Kedua telinga reynard seolah tuli. Bahkan teriakan dari teman-teman nya tidak terdengar sama sekali.


"Ini salah gue, harus nya gue bisa mencegah kejadian itu, harusnya gue nggak diam aja tadi. Zee tolong tetap baik-baik aja, gue mohon. Bodoh, gue emang teman nggak berguna. "Siska dan karen berteriak frustasi bercucuran air mata


Nafas reynard tertahan ketika melihat didasar tebing, disana tubuh mungil seorang gadis terkapar penuh darah. Reynard mempercepat langkahnya turun dan matanya berkabut menahan tangis.


𝗕𝘁𝘄 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗼𝘁𝗵𝗼𝗿 𝘂𝗽 𝘆𝗮, 𝗺𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿 𝗱𝗼𝗻𝗴, 𝗯𝗮𝗻𝘁𝘂 𝗿𝗮𝗺𝗲𝗶𝗻 𝘆𝗮, 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗻𝘆𝗮 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗸𝗮𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗿𝘂 𝗸𝗼𝗸!


𝗝𝘂𝗱𝘂𝗹𝗻𝘆𝗮: 𝗺𝗲𝘁𝗮 𝗳𝗼𝗿 𝘀𝗶𝗮𝗵. 𝗖𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗺𝗶𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗴𝗮𝗱𝗶𝘀 𝗮𝘀𝗮𝗹 𝗶𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗸𝗲 𝗷𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗸𝘂𝗻𝗼. 𝗔𝗸𝘂𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘀𝗽𝗶𝗹𝗹 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝘆𝗮, 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗰𝘂𝘀𝘀 𝗸𝗲 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹𝗻𝘆𝗮 𝘆𝗮. 🥰

__ADS_1


*****


__ADS_2