
Reynard menoleh kebelakang dan mendapati zee menatap nya dengan tatapan sedih. Ia segera bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri gadis itu.
Laki-laki itu duduk disamping zee setelah abi keluar dari sana. Matanya memandangi zee yang sekarang sedang menunduk. Gadis itu memain kan jari-jari nya seperti seseorang yang sedang cemas.
"Kamu tau kan aku sangat, sangat mencintai kamu? Aku tidak sanggup dan tidak mau kehilangan kamu. "Reynard bicara menatap zee yang semakin menunduk. "Tapi kamu menganggap nyawa kamu tidak lebih penting dari pada luka yang aku dapat kan. Apa aku hanya bertepuk sebelah tangan baby? Apa kamu tidak pernah mencintai aku? "
Zee mulai menangis sesegukan. Ia mendongak dan menatap mata reynard yang berkaca. Zee mengambil tangan reynard dan menggenggamnya.
Gadis itu mencium telapak tangan reynard dan mengusapkan ke pipinya dengan air mata berlinang. "Kamu tau, terlepas dari keluarga ku, kamu adalah satu-satunya orang yang aku cintai di dunia ini. "
"Aku minta maaf karena tidak bisa menunjuk kan sebesar apa perasaan yang aku miliki. "Gadis itu menunduk sejenak sebelum kembali mengangkat kepalanya. " Aku tidak mengerti bagaimana harus menunjukan perasaan itu dan kamu tau. . . "Dia diam sejenak dan tersenyum. " Aku tidak tumbuh dengan cinta rey! Aku hidup dan tumbuh dengan kebencian orang-orang. "
Reynard mendongak dan memejamkan matanya, ia mengutuk dan memaki dirinya dalam hati. Dia terlalu terhanyut dengan perasaan nya sendiri sampai lupa fakta menyakitkan dalam hidup kekasihnya.
Gadis ini. . . ah, bagaimana rey harus memgatakan nya.
"Hiks. . . hiks. . . aku sayang kamu rey, aku cinta. Aku hanya tidak mau melihat kamu terluka. "Isak zee semakin keras.
Entah kenapa zee merasa sangat sensitif, ia merasa sedih karena selama ini reynard tidak pernah bicara dengan suara keras padanya.
"Baby." Lirih reynard dengan suara gemetar.
Laki-laki itu merasa bersalah. Padahal dia berulang kali menekan kan dalam hatinya untuk tidak membuat gadis ini menangis. Tapi lihat lah! Dia sendiri yang menjadi sumber rasa sakit itu sekarang.
Zee perlahan mendongak menatap manik gelap reynard. Laki-laki itu tertegun melihat mata terluka milik zee. Hatinya hancur serasa tercabik melihat pemandangan itu.
Reynard menarik zee dan membawanya kedalam pelukan. "Iam sorry! Baby, aku salah, maaf, maaf kan aku. "Bahu reynard bergetar. " Aku hanya takut kehilangan kamu. "Bisik reynard dengan suara berat.
Gadis itu membalas pelykan reynard tak kalah erat. " Its oke. Aku tau, tapi aku sedih kamu bentak, hati aku sakit rey. "
Reynard melepas pelukan mereka. "Pukul aku, kamu boleh pukul aku sampai rasa sakit itu hilang. "Ia menarik tangan zee kewajahnya.
Zee tersenyum, bukan memukul tapi zee malah mengelus lembut wajh tampan itu. " Nanti ganteng nya hilang kalau aku pukul. "Ujar zee yang sudah kembali mode manja.
Reynard tersenyum kecil. Ia mengecup dahi zee berkali-kali.
Meninggalkan reynard dan zee. Keadaan diluar ruang rawat saat ini cukup ramai. Ada tiga curut, siska dan karen serta abi.
__ADS_1
"Kalian ngapain disini? " Tanya saka pelan.
Siska mendongak menatap saka dengan kesal kemudian kembali diam. Saka yang biasanya selalu mendapt respon brutal dari siska cukup terkejut. Apa yang terjadi dengan gadis bar-bar ini pikirnya.
"Aduh, mereka ngapain sih didalam kok lama amat ya. " Ucap denis gelisah. Ia mencoba mengintip kedalam namun takut karena ada dua penjaga didepan pintu dan ditambah satu lagi yaitu leo.
"Masuk aja kalau kalian mau berkunjung, toh mereka juga nggak bakal keluar kan. " Ujar karen.
"Kita takut ganggu, siapa tau mereka lagi nana ninu. " Ucap denis kikuk dengan wajah memerah.
Abi mengerinyit dan menginjak kaki denis yang memang duduk disebelahnya.
"Aww, sakit bangsaat. " Teriak denis, ia meringis dan menggosok pelan kakinya.
"Makanya kalau ngomong itu pakai mulut, jangan pakai pantat. " Seru saka mengejek. Ia teryawa cekikikan melihat wajah kesal denis.
Siska berdiri dari duduknya menatap tajam kearah denis dan saka. "Kalian nggak bisa liat situasi ya, didalam sana sahabat kalian lagi sakit. Tapi bisa-bisanya lo tertawa tanpa bebam begitu. " Ucap siska ia menunjuk saka dengan mata merah.
Siska dan karen. Kedua orang itu merasa paling bersalah atas apa yang menimpa zee. Mereka berdua persisi ada didepan gadis itu tapi dengan bodohnya merek hanya terdiam melihat kejadian didepan mereka.
Saka, denis dan yang lain terdiam mendengar suara dingin siska, tidak biasanya gadis itu bicara dengan wajah serius seperti sekarang. Secara bersamaan mereka semua menunduk, dan memikirkan kebenaran kalimat siska. Terutama abi dan leo. Mereka yang ditugaskan menjaga dan melindungi gadis itu telah gagal. Jangan lupakan reynard laki-laki yang paling merasa bertanggung jawab atas kecelakaan itu.
Bruk. . .
"Masuk."
"Tidak, lepaskan, keluarkan aku dari sini. Aku tidak gila, lepas, lepaskan aku. "Teriak keyla histeris.
Keyla saat ini berada dirumah sakit jiwa. Daniel mengirim gadis itu kesana setelah mencoba mengoda dua pengawal yang menjaga pintu ruang rawat rumah sakit. Gadis itu berjanji akan memuaskan kedua pengawal jika dia di bebaskan dari sana. Miris! Dan menjijikan. Daniel tanpa belas kasih memerintahkan pengawalnya membawa keyla dan memasuk kan gadis itu kerumah sakit jiwa
"Tuan muda. "
Dua laki-laki berpakain hitam memberikan jalan pada dua laki-laki yang tampak sama-sama gagah meski berbeda usia.
"Tuan, tuan daren, lepaskan key tuan, key tidak salah. Gadis itu yang selalu membuat key marah. " Ucap keyla dengan suara merengek, seolah dia tengah berbicara seperti seorang gadis pengoda.
Suaranya yang mendayu-dayu membuat daniel semakin jijik. Tidak mendapat respon dari daren pandangan keyla beralih kearah daniel.
__ADS_1
Daniel memgerutkan keningnya mendapati keyla tersenyum manis padanya. "Kak daniel, tolong bawa key keluar dari sini. Aku janji kalau kak daniel bawa aku pergi apapun yang kakak mau akan key turuti. " Ucap keyla. Dengan tidak tau malu ia membuka dua kancing baju bagian atasnya.
Daniel melempar tatapan jijik, menghina dan merendahkan. Ia cukup heran bagaimana gadis seumuran adiknya bisa tumbuh se-liar ini.
"Suntik kan obatnya. " Ucap daniel dengan suara memerintah.
Dua pengawal dibelakang daniel langsung maju dan mendekat kearah keyla, salah satu memegangi keyla dan satunya lagi memegang sebuah jarum suntik.
"Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku. Aku mohon jangan, aku nggak salah, gadis pembawa sial itu, dia yang salah lepaskan aku. "Keyla terus berteriak. Namun dua laki-laki itu sama sekali tidak peduli, sebuah jarum suntik menancap dilengannya. Tabung kecil berisi cairan merah didalamnya telah msuk dan menyatu dengan darah keyla.
Selang beberapa menit obat itu langsung bekerja. Keyla mulai bicara sendiri, kadang tertawa dan kdang menangis. Ia beberapa kali menyebut nama reynard dan dimas. Lalu banyak nama pria lagi yang dia teriakan.
Daniel dan daren meninggalkan ruangan itu dengan hati puas. Obat yang mereka suntik kan adalah obat halusinasi.
Kejam?
Tidak, mereka tidak kejam, justru kika dia membiarkan gadis itu terus tumbuh dengan penuh kebencian dan rasa iri terhadap putrinya mungkin dia akan melakukan hal yang lebih buruk lagi kedepan nya.
Hari kedua telah berlalu.
Zee dan reynard sudah keluar dari rumah sakit. Mereka tengaj mempersiap kan diri menyambut hari kelulusan sekaligus acara promnight yang akan diadakan digedung sekolah.
Ceklek. . .
Sepasang mata coklat menoleh saat mendengar pintu kamarnya dibuka. Dua orang wanita cantik masuk dengan senyum sumringah.
Zee langsung berdiri dan menyambut dua orang itu dengan senyum lebar.
"Bunda, mommy. "
Risa duduk ditepi ranjang mengusap rambut panjang zee dengan sayang. "Bunda sama mommy sesil mau ajak adek pergi kebutik, adek belum beli gaun buat acara nanti malam kan? "
Sesil menganguk dan ikut mengelus kepala calan menantunya itu.
Benar. Calon menantu, karena setelah pulang dari rumah sakit reynard membawa kedua orang tuanya kerumah daren untuk melamar zee. Malam itu juga mereka langsunh bertunangan. Sementara pesta akan diadakan setelah acara kelulusan.
Zee yang tidak suka pesta dan keramaian hanya ingin pesta sederhana saja. Meski terjadi perdebatan diantara kedua keluarga yang ingin mengadakan pesta besar-besaran, namun dengan terpaksa harus mengalah karena kedua orang yang memiliki pesta sudah memutuskan pesta itu akan diadakan secara sederhana dan tertutup.
__ADS_1
𝗛𝗮𝗶 𝘁𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝘀𝗲𝘁𝗶𝗮 𝗮𝘇𝗲𝗲𝘆𝗿𝗮. 𝗔𝘂𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗵𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗶𝗻𝗴𝗶𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗵𝘂, 𝗯𝗮𝗯 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝘂𝗮𝘀𝗮𝗻𝗮 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝘆𝗮. 𝗞𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗮𝘇𝗲𝗲𝘆𝗿𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗺𝗮𝗻-𝘁𝗲𝗺𝗮𝗻 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸𝗶 𝘂𝘀𝗶𝗮 𝗱𝗲𝘄𝗮𝘀𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗸𝘂𝗹𝗶𝗮𝗵. 𝗛𝗮𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗮𝘂𝘁𝗵𝗼𝗿 𝘀𝗲𝗺𝗼𝗴𝗮 𝗸𝗮𝗹𝗶𝗮𝗻 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹 𝗶𝗻𝗶 𝗮𝗻𝗱.