
Ceklek....
Pagi-pagi sekali zee sudah bersiap akan berangkat kesekolah. Tapi begitu pintu terbuka, diluar kamar tampak leo sudah berpakaian rapi serba hitam.
"Kamu ngapain? " Tanya zee heran melihat leo berdiri tegap membelakangi kamar zee.
"Saya menunggu nona. "Ucap leo singkat.
" Oh... Tapi kenapa menunggu depan kamar? Besok tunggu gue di mobil aja. "Sahut zee. Leo mengangguk dengan kepala menunduk, dia tidak berani menatap majikannya itu, bukan karena takut, dia hanya tidak mau di anggap kurang ajar, lagi pula daniel juga sudah mengingatkan nya agar tidak menatap wajah adiknya itu.
Zee berjalan ke arah tangga, leo dengan patuh mengikutinya dari belakang. Zee berniat akan sarapan, namun begitu sampai di meja makan, ruangan itu kosong tanpa penghuni. Zee mengedarkan pandangan kearah dapur, dia melihat seseorang berjalan mengendap-endap seperti pencuri.
"Mbak.... "Seru zee heran melihat ririn maid baru dirumahnya seperti tengah bersembunyi.
Wajah ririn berubah pias mendapati nona mudanya berada didapur, entah sejak kapan gadis itu disana.
Ririn menggeleng cepat. " Saya ngak ngapa-ngapain kok non. "Ujar ririn gugup.
Zee mengerutkan kening heran, padahal dia belum menanyakan apa pun, dan juga kenapa dia terlihat gugup gitu seolah baru saja ketahuan melakukan sesuatu.
" papa sama bunda kemana? Kenapa rumah kosong? "
"I-itu non, tuan dan nyonya pergi kekantor pagi-pagi sekali, tuan muda abi juga sudah berangkat sekolah. Tuan muda daniel sepertinya memang tidak pulang semalam non. " Kata ririn menjelaskan.
"Oh ya sudah, gue mau sekolah dulu. " Ucap zee, setelahnya dia berjalan keluar dari rumah. Dan dengan setia leo mengikuti zee dari belakang.
"Leo... Kamu suruh orang menyelidiki maid yang tadi, gue curiga dia melakukan sesuatu. "Perintah zee setelah mereka ada dalam mobil.
"Baik nona. "Leo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Beberapa menit dalam perjalanan, mobil mewah zee sudah sampai diparkiran sekolah. Dengan sigap leo turun dari mobil dan membuka kan pintu majikan nya.
Zee menarik nafas berat, dia masih belum terbiasa dengan perlakuan leo seperti ini, namun bagaimana lagi, ini permintaan kakak kesayangannya.
Zee keluar dari mobil seraya membawa tas pink dipundaknya. Leo yang akan mengikuti langkah zee masuk kedalam sekolah langsung terhenti.
"Sampai disini saja leo, jemput gue saat pulang sekolah nanti. Gak ada bantahan, dikelas ramai ada abang juga, jadi tidak akan terjadi apa-apa. " Zee menekan kan setiap ucapannya agar bodyguard tampannya itu mengerti.
"Baik nona. " Ucap leo patuh kemudian berbalik kedalam mobil.
Zee berjalan dengan wajah datarnya, ini hari pertama dia sekolah sejak kecelakaan itu. Hampir dua bulan dia tidak masuk karena masih dalam pemulihan.
Siswa siswi yamg ada dilorong menatap zee dengan penuh kegaguman, murid laki-laki itu tidak berani mengoda zee, selain karena takut dengan kekasih gadis itu, mereka juga takut dengan identitas zee yang berkuasa itu, jangan sampai mereka menyinggung putri keuarga aksara kalau tidak ingin keluarga mereka hancur.
Zee masuk kedalam kelas dan duduk dibangkunya. Teman-teman kelas zee mengerubungi gadis itu, menanyakan keadaan setelah kecelakaan dan basa basi lainnya yang menurut zee gak penting itu.
"Hai zee... Lo udah sembuh. " Keyla berbasa basi menatap zee tersenyum manis.
Zee menatap keyla dengan datar ditempat duduknya.
Sementara keyla yang merasa diabaikan mulai kesal.
"Zee gue minta maaf sama lo, tapi gue tetap harus bilang, dua bulan lagi gue dan rey bakal tunangan, gue harap saat itu lo juga bisa menjaga jarak dengan rey, gue ngak mau lo di anggap buruk oleh teman-teman yang lain. " Ucap keyla dengan wajah sendu.
Bisik-bisik mulai terdengar dari anak-anak kelas IPA a.
"Wah.. Dua bulan lagi keyla mau tunangan dengan reynard. "
"Ssstt... Terus azeeyra gimana, apa mungkin dia tetap pacaran sama reynard. "
Keyla tersenyum jahat. 'Terus lah membicarakannya. 'Batin keyla bersorak.
__ADS_1
"Sudah pasti dia terus mengoda reynard, siapa yang berani melawannya dia penguasa disekolah ini. "
"Aku kasihan dengan keyla, dia terlalu baik hati. Bukan kah seharusnya azeeyra sadar diri. "
Wajah keyla semakin berbinar. 'Lagi ayo katakan lebih banyak. '
"Wajah nya saja yang cantik, tapi hati seseorang siapa yang tahu. Bibit pelakor harus dipupuk sejak dini. "
Keyla menyeringai puas. 'Terus kan, kalimat itu seperti nyanyian yang sangat merdu ditelinga ku. '
"Menurut kalian apa alasan sebenarnya identitas dia disembunyikan, apa mungkin zee itu... " Ucapan salah satu siswi itu terhenti ketika zee mengebrak meja.
Brak....
Semua murid terdiam dan kembali duduk ditempat mereka masing-masing.
Zee menyeringai dan menatap keyla dengan tatapan remeh.
"Tunangan lo siapa? "
Keyla terkejut mendengar suara dingin zee, sejenak ada rasa takut dihatinya, tapi hanya sebentar, dibanding rasa takut, otak licik keyla lebih pintar.
Keyla menatap zee dengan sedih matanya berkaca-kaca. "Maafin gue zee, gue gak maksud buat rebut rey dari lo... Gu-gue... Hiks..." Keyla menangis dalam diam bahunya bergetar.
"Udah key... Ini bukan salah lo. "Ujar anggi.
" Enggak nggi ini salah gue, mereka pacaran dan gue malah mau tunangan sama rey. "Balas keyla sedih.
"Udah key, emang lo jodohnya reynard, jadi gak usah merasa bersalah terus, lo terlalu baik, udah membiarkan orang seperti mereka menindas lo. " Anggi menarik tangan keyla dan menggenggamnya dengan lembut.
"Terimakasih ya nggi, dan teman-teman, kalian selalu baik sama gue. "Ujar keyla tersenyum manis.
"Lo denger sendiri kan, orang baik kayak lo, pantas diperlakuin dengan baik. " Ucap anggi menepuk bahu keyla.
"Terimakasih, tapi.... " Senyum diwajah keyla luntur, dia menatap ke arah azeeyra dengan ekspresi sedih dan terluka.
"Bee... "
Semua orang menoleh kearah suara lembut reynard yang mendekat ke arah zee. Keyla menatap tak suka pada mereka berdua.
Zee membalas senyum reynard dan menatap laki-laki itu dengan manja.
"Lagi apa.? " Tanya reynard lembut.
"Lagi bahas soal kamu yang bakal tunangan dua bulan lagi. Ya gak key? " Zee tersenyum manis kearah keyla.
Keyla terkesiap mendengar ucapan zee, reynard melayangkan tatapan tajam kearah nya, membuat keyla membeku seketika, anggi dan teman-temannya yang lain segera mundur, meski mereka selalu mendukung keyla, tapi juga tidak akan berani juga melawan reynard.
"Rey, ini kesepakatan kakek dan papa gue, dua bulan lagi kita Ugh. . . "Keyla berhenti bicara saat reynard mencengkram bahunya dengan kuat.
" Isshh... Sakit rey... "Keyla meringgis merasakan sakit dibahunya.
Reynard mengeraskan rahangnya, dia menatap dingin kearah keyla.
" Lo udah melampaui batas kesabaran gue. "Dengan kasar reynard menghempas bahu keyla hingga gadis itu terhuyung kebelakang, beruntung anggi sigap menahan nya kalau tidak sudah pasti keyla jatuh jungkir balik dengan tidak elegan.
Anggi membawa keyla keluar kelas bersama temannya yang lain. Zee hanya menatap datar kearah mereka.
***
__ADS_1
" Bee... "Reynard sudah duduk disamping zee dengan kepala diatas meja. Matanya menatap zee dengan lembut.
Zee menoleh dan melihat kearah reynard. " Kenapa? "Zee mengelus pipi reynard dengan pelan.
Reynard memejamkan mata sebentar menikmati perlakuan hangat dari sang pujaan.
" Nanti malam mommy sama daddy mau kerumah kamu, boleh..?" Tanya reynard sambil menatap lekat wajah zee.
Zee mendorong wajah reynard, dia mana sanggup melihat mata reynard yang penuh binar itu. Zee baru ingat dengan janjinya pada daddy dan mommy reynard waktu makan malam dirumah mereka.
Zee segera menjawab sambil tersenyum."Oke, nanti aku bilang sama papa dan bunda. "Ucap zee mantap."Berhenti melihatku seperti itu. "Lanjut zee gugup dan salah tingkah.
Reynard menatap zee dengan intens, sebelah tangannya menutup mulutnya sehingga hanya mata reynard yang terlihat, membuat zee semakin berdebar kala ditatap seperti itu.
Reynard berdiri dari duduknya, mengelus lembut kepala gadis itu, zee menatap reynard yang bersiap untuk pergi.
"Mau kemana? " Zee bertanya dengan rasa ingin tahu.
"Aku keluar sebentar, 20 menit... Tidak 10 menit. " Ucap reynard kemudian berlalu pergi meninggalkan zee dengan penuh tanya.
*****
Reynard berjalan dengan santai sembari mengeluarkan ponselnya, dan meletakan ketelinganya.
["Bawa dia ke rooftop. "]
Setelah mengatakan itu reynard mematikan sambungan telepon sepihak. Kemudian berjalan dengan langkah besar dengan wajah datar andalannya.
Di seberang telepon seorang laki-laki mengumpat kesal.
" Untung gue takut sama tuh bocah, kalau gak... "Omelan saka terpotong ketika denis memukul kepalanya.
" Kalau gak kenapa? Mau lo apain si bos, mending lo jalanin misi biar cepat kelar terus bisa bobok cantik dikelas. "Ucap denis meninggalkan saka yang cengok ditempatnya mendengar ucapan denis.
"Bobok cantik... Dikelas...! " Gumam saka seperti orang bodoh. "kenapa orang kayak lo bisa masuk kslas unggul. " Kemudian berlari mengejar denis yang sudah pergi jauh.
***
Saat ini saka dan denis sedang bersama seorang siswi cantik, mereka membawa gadis itu ke atap sekolah. Meski merasa bingung namun gadis itu tidak menolak karena dia memang mengenal kedua laki-laki remaja itu.
"Kalian mau bawa gue kemana sih? " Tanya nya.
"Ikut aja, ada seseorang yang mau ketemu sama lo. " Jawab saka.
"Siapa? Terus kenapa ketemu nya disini.? " Tanya gadis itu lagi saat, mereka sudah sampai di atap gedung sekolah.
Saka dan denis memilih diam, dia mendorong gadis itu masuk.
"Lo lihat orang yang disana, itu orang yang mau ketemu sama lo. " Saka menunjuk ke arah pagar pembatas, disana terlihat seorang laki-laki yang membelakangi mereka.
Denis menutup pintu dan beranjak pergi, membuat gadis itu tersadar dan mulai merasa takut.
"Hei... Buka pintunya, kenapa kalian menutup pintu. " Gadis itu mengedor pintu dengan keras.
Nafasnya mulai ngos-ngosan, tangannya juga sudah terasa sakit, gadis itu kembali menoleh kebelakang, pria yang ada didepan sana masih diam menatap lurus kedepan. Dengan ragu dia berjalan ke arah laki-laki yang memakai seragam sma yang sama dengannya.
"Ekhem... " Gadis itu berdehem ketika sudah berada tepat dibelakang pria yang masih asik dengan dunianya sendiri.
Dilihat dari belakang gadis itu merasa kenal dengan sosok yang ada didepannya. Karena penasaran dengan sedikit keberanian dia mulai mendekat dan berdiri disamping laki-laki itu.
__ADS_1
Dia membelalakan matanya dengan wajah yang pucat pasi. "Re-rey... " Ucapnya terbata-bata, wajah reynard seperti malaikat yang siap mencabut nyawa, begitulah menurut pandangan gadis itu.