Azeeyra

Azeeyra
DIKAMAR HOTEL


__ADS_3

Selesai makan malam, mereka kembali duduk diruang tamu, sementara zee dan reynard berada ditaman belakang rumah nya.


"Kamu terlihat berbeda sekali malam ini bee. "Kata reynard yang terus memperhatikan penampilan zee yang terlihat cantik dan anggun.


" Kamu jangan sering-sering dandan kayak gini ya, aku gak mau orang-orang liat kecantikan kamu. "Keluh reynard .


Zee menepuk jidatnya pelan. Dia mulai terbiasa dengan sifat posesif kekasihnya itu. "Aku jarang kok dandan kayak gini, kecuali ada acara aja. "


"Hm, lain kali jangan terlalu cantik. "


Zee mengerutkan keningnya, jangan terlalu cantik gimana, padahal zee cuma pakai bedak dan lipstik aja, kan emang udah dasarnya wajah gadis itu cantik, jadi mau di apain aja tetap kelihatan cantik.


Reynard menautkan tangan nya di jemari zee, mereka duduk santai di kursi panjang di depan air mancur, ikan koi penghuni kolam kecil itu berenang kian kemari menyaksikan sepasang kekasih yang masih malu-malu itu.


Reynard terus saja memandangi wajah kekasihnya, ia merasa gemes ingin menggigit pipi zee yang terlihat agak chubby.


"Kamu kenapa sih liatin aku terus. " Renggek zee menutup mata reynard dengan tangannya.


Jujur saja saat ini jantung zee seperti marathon, ini karena suasana malam yang dingin ditambah sekarang mereka duduk berdua saling berpegangan tangan, apalagi laki-laki ini terus menatap intens kearahnya.


Jari reynard menyentuh bibir pink zee yang tampak merona. Sangat mengoda.


"Boleh kah? " Tanya reynard lembut menatap dalam mata zee. Zee bergidik mendengar suara reynard saking lembutnya.


"Apa sih, sejak kapan kamu sesopan ini, mau cium pake tanya dulu, biasanya juga langsung nyosor kan. "


Reynard terkekeh, ia menekan tengkuk zee agar lebih dekat padanya, kemudian ia pun menempelkan bibirnya pada bibir zee. Berciuman sampai puas sebelum ada yang menggangu mereka.


Ciuman panas itu terlepas kala zee mendorong dada reynard.


"Kenapa.? " Tanya reynard yang masih masih ingin menikmati bibir manis gadis itu.


"Um, aku takut kak daniel dan abang memergoki kita, ini lagi dirumah aku loh, aku gak mau nanti kamu gak bisa nahan diri. "


"Huftt... " Reynard menghela nafas berat, entah kenapa kalau bersama zee bawaan nya pengen *****-***** terus sama gadisnya itu.


Zee berdiri dari duduk nya, ia mengulurkan tangan. "Ayo kembali, aku gak enak sama orang tua kita."


Reynard menerima uluran tangan zee dan menggenggamnya. "Ayo, lain kali aku gak akan lepasin kamu bee... " Bisik reynard tepat ditelinga zee.


Zee menyentuh telinga nya yang terasa geli. Zee hanya tidak menyangka kalau reynard semesum ini, meski pun dia juga menikmati semua sentuhan reynard, tapi tetap saja, zee tidak mau sampai melewati batas.


Karena malam telah larut, reynard dan kedua orang tuanya berpamitan pulang, sesil dan risa sudah tampak akrab, bahkan mereka sudah saling tukar nomer ponsel dan janjian pergi kesalon bersama.


"Mbak sering-sering main kesini ya, biar kita bisa lebih banyak ngobrolnya. " Seru risa dia baru tau tadi ternyata sesil lebih tua setahun darinya, jadilah ia memanggil sesil dengan sebutan mbak.


"Lain kali kamu dong yang main kerumah kami, pokoknya nanti kalian juga harus kerumah kami, kita makan malam bersama lagi, ya! " Sesil mengandeng lengan suaminya setelah cipika cipiki dengan zee dan risa.


"Iya mbak, nanti kami cari waktu yang pas buat mampir kesana ya. "


Zee melambaikan tangan ketika sesil naik ke mobil. "Hati-hati mommy. "Teriak zee.


Reynard menyalakan mobil royce phantom hitam miliknya, ia membunyikan klakson mobil kemudian melaju dengan kecepatan sedang.


***


Daniel berjalan dengan tergesa-gesa, baru saja manager salah satu hotel miliknya memberitahu bahwa ada masalah dengan salah satu tamu hotelnya.


Daniel baru saja akan pergi menuju lift, namun langkahnya terhenti ketika mata tajamnya menangkap sosok yang dia kenal sedang berdiri di meja resepsionis.

__ADS_1


"Ada apa mega? " Tanya daniel yang mendengar sedikit keributan dari dua orang wanita didepan nya itu.


" tuan, nona ini menanyakan nomor kamar salah satu tamu hotel. Saya tidak bisa memberitahu nona ini, karena ada beberapa tamu incognito tuan. "Jelas mega resepsionis hotel.


" Daniel, aku mohon, aku janji tidak akan membuat keributan. "Wanita itu memohon dengan wajah memelas, pipinya sudah basah karena air mata.


Daniel menghela nafas pelan. " "Siapa? "Daniel memberikan kode dengan tangan kepada mega , agar memberikan buku tamu hotel padanya.


Aira menghapus air matanya dengan telapak tangan. " Sean. "


"Tuan... " Mega ingin mengingatkan tuannya soal status tamu yang dicari aira.


"Tidak apa, akan aku atasi. " Daniel melihat buku tamu dan menemukan nama sean, kemudian ia mengembalikan buku itu kepada mega.


Daniel melirik aira yang juga melihatnya. "Ikut aku. " Daniel menarik tangan gadis itu, aira mengikutinya tanpa bertanya.


Daniel mengajak aira naik lift kelantai 6, sampai dilantai 6 ia berjalan menuju sebuah kamar, ia mengeluarkan kartu kunci kemudian menempelkan kartu tersebut disensor pintu.


Ceklek...


Daniel membawa aira masuk dan menghidupkan lampu. Aira mengedarkan pandangan keseliling kamar hotel yang luas dan mewah. Sepertinya ini memang kamar khusus milik daniel.


"Daniel, kenapa kamu bawa aku kesini? Dimana kamar sean.? " Tanya aira


"Tunggu disini, aku akan kembali 10 menit lagi. " Ucap daniel bersiap keluar kamar.


"Aku ngak mau, aku mau cari sean, kalau kamu ngak mau bantu aku... " Aira tidak melanjutkan ucapannya karena daniel sudah menatapnya dengan tajam.


"Tunggu disini. " Titah daniel yang tidak ingin dibantah.


Daniel membuka pintu lalu keluar kamar, aira menghembuskan nafas kasar, dia memang tidak pernah menang kalau berdebat dengan daniel, ia berjalan menuju ranjang berukuran besar itu dan membaringkan tubuhnya.


***


Dentuman suara musik yang tidak terlalu keras memenuhi ruangan itu.


"Bos... " Sapa salah satu angota dragon, reynard menjawab dengan mengangguk kan kepala.


Abi, denis, saka dan seno sudah ada didalam markas. Reynard menghempaskan tubuhnya disalah satu kursi sofa panjang.


"Bos, gue dapat kabar dari salah satu anak buah kita, katanya anak sanca mau nyerang markas dragon malam ini. "Kata saka sembari memakan nasi bungkus yang baru dibeli salah satu anggota nya tadi.


Reynard menoleh kearah abi yang duduk didepannya. " Sudah dipastikan? "


Abi mengangguk dengan cepat. "Sekitar dua puluh orang, mereka membawa senjata tajam. "


Reynard menyeringai miring.


"Siap kan anggota, dan atur posisi, jangan sampai tamu kita kecewa, jadi buat lah sambutan yang meriah mereka harus pulang dengan rasa puas." Titah reynard yang sudah mengubah posisinya jadi duduk, aura sekitar berubah jadi dingin.


Abi dan denis segera keluar mempersiapkan anggota mereka untuk menyambut tamu spesial mereka malam ini.


Saka dan denis saling adu pandang. "Bos apa lo baru aja ketemu begal. " Saka menunjuk pipi reynard yang tampak lebam.


"Tidak, hanya uji kekuatan. " Jawab reynard dengan wajah datar.


"Uji kekuatan sampai membuat wajah lo babak belur begitu, gue yakin orang itu pasti hebat banget.


Reynard mendengus kesal mendengar pujian dari saka, ia kembali mengingat pertarungannya dengan leo.

__ADS_1


***


Terkadang janji hanyalah sebuah kalimat penenang, namun berakhir kebohongan. Begitu juga dengan daniel, janji sepuluh menit itu sudah berlalu, bahkan sudah setengah jam daniel pergi meninggalkan aira dikamar mewah itu, saking lamanya tanpa sadar aira sudah tertidur diranjang king size milik daniel.


"Eugh.. " Aira menggeliat saat merasakan elusan lembut dikepalanya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali. Matanya membulat mendapati wajah daniel berada didepannya.


"Ka-kamu ngapain? " Aira menutupi dadanya dengan kedua tangan.


Daniel terkekeh melihat tingkah aira yang terlihat lucu dimatanya. "Apa yang mau ditutupi, dada rata seperti itu tidak menarik untuk dilihat. " Kata daniel, ia berdiri menjauh dari aira dan duduk dikursi.


Aira mendengus kesal, ia bangun dari ranjang dan menghampiri daniel, menatap pria itu dengan sengit. "Rata..??? Kamu bahkan belum melihatnya, jangan-jangan tongkat kamu yang kecil. "


Daniel mengerutkan kening mendengar aira mengejeknya. Tongkatnya kecil? Yang benar saja?


Daniel merangkul pinggang aira yang berdiri disampingnya, ia memberikan senyum manis pada gadis itu.


Aira melotot menatap daniel. "Hei... Dimana tangan mu! " Pekik aira memberontak, mencoba melepaskan tangan daniel dipinggangnya, bukannya terlepas, aira malah terduduk dipaha daniel.


"Kamu bisa cek sendiri, apakah tongkat ku benar-benar kecil. " Bisik daniel pelan ditelinga aira. Seketika gadis itu bergidik geli karena nafas hangat daniel.


Aira mendorong dada daniel, namun pria itu semakin mempererat pelukannya diperut aira. "Dasar mesum, wajah datar lo menipu. " Ujar aira kesal.


"Mau lihat yang lebih mesum gak. " Tanya daniel berbisik.


"Daniel please... Lepasin aku, kamu kenapa gini sih! " Daniel emang suka mengganggu dan menjahili aira, tapi pria itu tidak pernah melakukan skinship. Aira agak risih dengan perlakuan daniel, dia sendiri bahkan jarang bersentuhan dengan sean kekasihnya, paling mentok juga pegangan tangan, sesekali pelukan saat akan berpisah.


"Sstt... Duduk diam. " Ujar daniel sembari mengubah posisi duduk aira yang tadi menyamping jadi membelakanginya.


Aira merasa ada sesuatu yang keras dibawah bokongnya, sebagai perempuan dewasa tentu dia tau benda keras itu. "Da-daniel i-itu. "


"Jangan bergerak ai... Atau kamu akan menyesal nanti. " Kata daniel dengan suara serak.


Sial. Daniel terjebak permainan nya sendiri, tadinya dia hanya ingin mengerjai aira saja, justru malah dia yang kena, sekarang mau bagaimana? Daniel udah turn on karena ulahnya sendiri.


Daniel menghembuskan nafas berat. Ia membuka laptop yang ada dimeja dengan aira yang masih duduk dipahanya.


"Daniel aku berdiri aja ya, posisi ini agak...! "Aira tidak nyaman dengan duduknya, ia merasa gerah ditambah sesuatu yang menusuk dibawah sana membuat jantungnya berdebar.


" Kamu bisa diam aja gak, kenapa membangkang terus. "Aira meneguk ludahnya mendengar suara berat daniel.


Daniel memutar sebuah video yang menampilkan seorang pria dan wanita berjalan dengan mesra di lobi hotel. Video selanjutnya kedua orang itu berjalan dilorong hotel dan masuk kedalam satu kamar.


" I-itu sean, dia sama siapa? "Wajah sean kekasih aira memang terlihat jelas di sana namun wajah yang perempuan tidak karena dia memakai masker.


" Da-daniel, aku mau menemui mereka please. "Mohon aira, air mata perempuan itu sudah membanjiri pipinya.


Daniel mengeraskan rahangnya. " Kamu yakin, aku saran kan tidak usah, sebagai wanita dewasa kamu bisa menebak hal apa yang terjadi dikamar itu, tidak perlu melihatnya kesana kan. "


"Tidak... Aku ingin tau alasan dia melakukan ini padaku, daniel aku mohon. " Aira sudah terisak dipangkuan daniel.


"Ya sudah ayo aku antar. " Daniel merasa tidak tega melihat aira menangis.


Daniel membawa aira ke kamar sean, meski dia sudah melanggar privasi tamu dihotelnya, mau gimana lagi, melihat aira terus memohon tentu saja daniel tidak tega.


Daniel dan aira berhenti di depan pintu sebuah kamar. Aira bersiap akan mengetuk pintu.


"Ai... "


"Aku hanya ingin tau alasannya, kamu tenang saja, aku tidak akan membuat keributan. " Ucap aira mantap.

__ADS_1


Aira mengangkat tangannya, namun sebelum ia mengetuk, pintu sudah terbuka dari dalam. Aira membeku ditempatnya melihat wanita yang bersama sean.


"Kamu" Aira menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dia lihat.


__ADS_2