Azeeyra

Azeeyra
PENGAWAL TAMPAN


__ADS_3

"ekhem... " deheman abi membuat wanita itu terlonjak kaget. "anda siapa? Mau apa disini? " suara bariton abi membuat wanita itu tertegun di tempatnya.


"a-anu tuan muda, saya ririn pelayan baru disini. " wanita itu memperkenalkan dirinya dengan senyum manis.


"pelayan baru? " tanya abi seraya memperhatikan penampilan wanita itu dari atas sampai bawah. Seragam maid yang digunakan wanita itu sangat ketat dan pendek ditubuh nya yang berisi, dia lebih terlihat seperti pelayan di bar dibanding seorang maid sebuah rumah.


Wanita itu tersipu, wajahnya memerah saat menyadari abi memperhatikan penampilannya.


"mulai hari ini saya yang akan menyiapkan makanan dirumah ini tuan muda. " ucap ririn sambil menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga.


abi mengangguk pelan. "ya sudah, itu ada makanan di meja dapur, tolong bawakan ke kamar zee, kami akan makan disana."


Abi meninggalkan ririn yang terus menatap abi dengan penuh minat.


'tidak di gaji pun aku pasti betah kerja disini. 'gumam ririn dalam hati. kemudian dia berjalan kedapur mengambil makanan yang diperintahkan abi.


*****


Setelah berganti baju abi masuk kedalam kamar zee tanpa mengetuk pintu.


Ceklek....


Abi melangkah ke balkon kamar, disana sudah ada reynard dan zee. Nasi bungkus yang tadi dibeli juga sudah tersaji. Abi mendengus kesal melihat reynard bersandar manja di pundak sang adik.


"ck..pemandangan yang menyakitkan mata. "ujar abi seraya duduk dengan malas.


" bilang aja iri, mending lo tembak karen secepatnya, biar gak ganggu kita terus. " celetuk reynard santai, mata abi melotot mendengar ucapan reynard, dia menoleh ke arah zee yang sudah menatapnya dengan kening berkerut.


Abi meneguk ludahnya kasar, dia membuang muka, mengabaikan zee. "hem... Ayo makan. " ucap abi menghilangkan kecanggungannya.


"gue baru tau manusia datar kayak lo ternyata bisa malu juga. " celetuk reynard santai. Abi dan zee menatap reynard tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


Reynard menoleh kearah zee dan abi bergantian. "kenapa kalian melihat gue kayak gitu. " tanya reynard yang tak paham.


"oh... aku pikir tadi kamu sedang melucu, kamu sangat lucu... Lucu sekali. " ujar zee tersenyum paksa, lalu kembali menatap abi.


"bisa kita makan dulu? " tanya abi yang merasakan tatapan menusuk adiknya.


"okey... " zee mengangguk, dan mulai memakan makan siangnya.


Mereka bertiga makan dengan diam, reynard sesekali menyuapi zee, abi semakin kesal ketika menyadari bahwa dia seperti obat nyamuk disana.


Setelah selesai makan, mereka duduk ditaman belakang rumah zee. Udara sejuk membuat perasaan mereka lebih tenang.


"tidak ada yang ingin abang katakan? " tanya zee setelah sekian lama diam.


"hem... Kepala mu masih sakit. " tanya abi.


"kadang masih sakit tapi masih bisa aku atasi. " jawab zee santai. "lalu....??? " tanya zee lagi.


"hmm....apa adek suka makan siang kita tadi. " tanya abi asal.


Zee mengangguk mengiyakan. "sangat suka, lain kali kita makan disana lagi. " ucap zee tersenyum. "terus.... " zee terus menekan abi, dia dapat melihat wajah abi tampak frustasi.

__ADS_1


"aaa... Itu... Adek mau jalan-jalan. "


"tidak." jawab zee santai.


abi menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.


"mau abang belikan ice cream. " tanya abi tersenyum.


"jangan coba-coba melarikan diri bang. " ujar zee yang sadar abi terus menghindar.


wajah abi berubah pias, senyum manis nya tadi langsung hilang, sekarang wajah nya kembali terlihat datar.


"pfftt.... Hahahha... "reynard tertawa puas melihat wajah frustasi abi. Susah payah reynard menahan tawa sampai perutnya terasa kembung, namun akhirnya pecah juga.


Abi menatap tajam reynard yang terus menertawakannya, zee ikut tersenyum melihat reynard, jarang sekali dia melihat kekasihnya itu bisa tertawa lepas seperti ini.


"abang suka karen? " zee kembali mengintrogasi abi.


"tidak." jawab abi cepat.


"benarkah? "


"hem... "


"baguslah, berarti tidak masalah kalau aku menjodohkan karen dengan denis. " ujar zee sembari memutar kursi rodanya, dengan cepat reynard berdiri dan mendorong kursi roda zee.


Abi yang tersadar mendengar ucapan zee langsung berdiri dan mengejar adiknya. "dek... Jangan sembarang jodohin orang. " zee tidak memedulikan panggilan abi reynard terus mendorong kursi rodanya, senyum jahil terbit di bibir tipis zee.


...****************...


[" bagus lah kalau begitu, kamu harus terus melaporkan padaku keadaan rumah itu. "]


[" siap nona, percaya saja sama saya. ]


["baik lah, aku akan transfer bayaran kamu setengah nya, sisanya kalau rencana kita berhasil. "].


Suara seseorang menelpon dalam kamar mandi terdengar bisik-bisik bercampur suara air keran. Setelah selesai, wanita itu mematikan keran, lalu membuka pintu, dia menjulurkan kepalanya keluar dan melihat kiri kanan memastikan tidak ada yang melihatnya. Saat merasa aman dia kemudian berjalan keluar dengan senyum penuh arti.


.


.


.


Suara dentingan sendok dan garpu beradu dengan piring memecah kesunyian di meja makan. tidak ada yang berbicara mereka menikmati makan malam dengan khidmat.


"pa... Bagaimana dengan orang yang menabrak waktu itu, sudah tau siapa orangnya? " tanya zee membersihkan mulutnya dengan tisu setelah selesai makan.


"belum sayang, papa belum menemukan petunjuk apapun, kebetulan sekali waktu itu cctv jalan sedang rusak. "


"kakak juga sudah menanyakan orang-orang dilokasi kejadian, tapi tidak ada yang melihat mobil yang menabrak kamu, kejadiannya sangat cepat. " ujar daniel


"kak, aku yakin orang itu sengaja menabrak ku. Saat aku akan menyebrang, aku tidak melihat ada mobil satu pun, tapi saat aku ada ditengah jalan, secepat kilat mobil itu langsung menghantam tubuhku, tidak tau dari mana mobil itu datang nya. " ucap zee mengingat insiden itu.

__ADS_1


Daniel mengepalkan tangannya. Hatinya sakit saat memikirkan kecelakaan yang menimpa adiknya.


"kamu tenang saja, kakak akan mencarinya sampai ketemu. Kamu fokus pada kesembuhan mu, sisanya biar kakak yang mengurus." ucap daniel sembari mengeluarkan ponsel disaku celananya.


Dari informasi yang didapat dari pengawal bayangan zee, tentang ciri-ciri mobil yang menabrak adiknya, daniel mencurigai seseorang, makanya itu saat ini daniel sedang menyelidiki orang tersebut.


"masuklah." ucap daniel. Ini adalah pemandangan yang paling disukai zee, saat melihat kakak tampannya itu dalam mode serius. Ketampanan pria itu akan bertambah berkali-kali lipat.


Tidak lama seorang laki-laki seusia daniel masuk dengan seragam serba hitam. Tubuh tinggi tegap, manik matanya abu gelap, rahangnya tegas, aura nya seperti seorang mafia kejam.


"tuan muda. " ucapnya sopan dengan mata menunduk.


"dek, Ini leo, yang akan jadi pengawal pribadi kamu mulai sekarang. " ucap daniel menatap zee datar.


Zee mengerutkan dahinya kemudian berkata. "kakak menambah pengawalku lagi."


" tidak, pengawal bayangan sudah kakak pecat, sekarang hanya leo saja pengawal kamu. " jelas daniel.


"kenapa di pecat kak. "


"aku tidak butuh orang yang tidak becus. " cetus daniel singkat, padat dan datar.


zee menghela nafas lega mendengarnya, setidaknya sekarang hanya ada satu pengawal saja.


"leo... Kau tau apa yang menjadi tugas mu kan? "daniel bersedekap dada menatap leo dengan datar.


" menjaga nona muda dan melindunginya dengan nyawa saya tuan. " jawab leo mantap tanpa keraguan dalam ucapannya.


"dengan nyawa....?? " zee menatap daniel tak percaya, kenapa orang lain harus melakukan itu padanya.


Daniel ikut menoleh saat merasakan tatapan sang adik, daniel tersenyum tipis sembari mengelus surai panjang zee.


"kakak gak mau kecolongan lagi, leo sangat bisa di andalkan, kakak tidak mau mendengar penolakan apapun. " kata daniel sambil berdiri memeluk zee singkat.


Zee melihat punggung daniel yang mulai menghilang, zee menatap ke arah daren meminta pertolongan agar daniel tidak begitu serius soal leo.


pria paruh baya disebelahnya itu berkata sambil tersenyum. "ini demi kebaikan kamu juga, daniel terus merasa bersalah atas kecelakaan yang menimpa mu waktu itu, jadi biarkan dia melakukan ini, agar dia merasa lebih baik.


Zee menghela nafas pelan, kalau sudah begini, tidak ada lagi yang bisa dia lakukan.


" nona muda. "zee dikejutkan oleh suara berat laki-laki dibelakangnya.


Zee menoleh kebelakang dan terkejut mendapati leo masih berdiri disana. " loh kamu masih disini. ? " zee memang sengaja memanggil leo dengan kamu, jika memanggil kakak sudah pasti leo tidak akan setuju, bagaimanapun juga leo seumuran dengan daniel.


"saya menunggu perintah dari nona. "kata leo dengan wajah tertunduk.


Zee melonggok mendengar ucapan leo, bagaimana lagi, ini pertama kalinya dia memiliki pengawal pribadi.


Melihat wajah bingung putrinya, daren terkekeh kecil. " dia tidak akan pergi sebelum kamu suruh sayang, sebagai seorang pengawal, dia harus selalu ada disamping majikannya, dan melakukan apa yang di perintahkan.


Meski tidak suka dengan ucapan papanya, namun zee mengerti kalau ini memang tugas seorang pengawal.


"baiklah, pergilah beristirahat. " ujar zee pasrah. Dia merasa tidak enak memerintah orang kuat seperti leo, zee mencoba untuk membiasakan diri.

__ADS_1


Setelah makan malam selesai, semua orang sudah kembali ke kamar masing-masing. Zee merebahkan dirinya di atas ranjang sembari memain kan ponselnya.


Malam semakin larut, zee sudah menguap beberapa kali, rasa kantuk yang mulai menyerang membuat zee memejamkan mata dan menyelam ke alam mimpi.


__ADS_2