Azeeyra

Azeeyra
HORMON KURANG AJAR


__ADS_3

Reynard naik ke atas ranjang, ia menepuk-nepuk space kosong disebelah nya. Zee mendekati reynard dan tidur dilengan kekar nya yang dijadikan bantal.


Reynard mengecup dahinya beberapa detik. Bibir zee yang kemerahan ia sapu dengan ibu jari, dan mengelusnya dengan lembut, seketika nafas reynard kembang kempis tak beraturan.


"Jangan bertanya, maksud ku, lakukan kalau kamu mau, karena aku juga tidak akan menolak. " Seolah tau apa yang akan dikatakan reynard, zee mengatakan nya terlebih dulu dengan wajah malu-malu.


Reynard terbahak dengan keras mendengar ucapan zee, memang gadis ini paling mengerti isi otak nya. Membuat reynard semakin gemes ingin mengigit, mengunyah dan melahapnya.


Reynard mencium dan mengendus leher zee seperti anak anjing, aroma parfume yang disukainya dan juga yang dia rindukan akhir-akhir ini. Reynard berbisik di telinga zee. "Aroma mu membuat aku gila bee. "


Bisikan reynard membuat zee tak berkutik. Bersusah payah ia menelan salivanya. Aroma yang membuatnya gila? Zee bukan gadis lugu yang akan berpura-pura bodoh dan polos, dia sangat paham apa maksud membuat gila yang dikatakan reynard.


Dalam hitungan detik, reynard sudah berpindah keatas tubuh zee. Nah ini dia, aksi yang membuat zee mengalami spot jantung dan berdisko-disko. Mata reynard fokus menatap bibir zee yang sedari tadi mengodanya, seolah memanggil reynard untuk mengabsen setiap inci semua sudut didalamnya.


Secara perlahan reynard menempelkan bibirnya dan memangut bibir zee penuh kelembutan, suara decapan yang eksotis membuat tubuh mereka terasa panas. Meski pun bukan pertama kalinya mereka berciuman, namun rasa yang hadir selalu sama, manis dan bikin candu.


Tangan reynard sudah tidak bisa dikendalikan, jari-jarinya menyusup dibelahan rok zee, ia mengelus lembut paha mulus zee sehingga ada desa**n tertahan di mulut gadis itu karena bibirnya masih dibungkam reynard.


Bibir reynard mulai berpindah ke leher jenjang zee, tubuh nya bergetar saat merasakan bibir basah reynard menyapu kulitnya. Desa**n merdu dari mulut zee tidak bisa ditahan nya, ketika tangan reynard meremas salah satu gundukan nya tubuh zee merasa dibawa melayang ke atas awan.


Merasa belum puas akan kerinduannya reynard kembali menjelajahi bibir zee yang sudah bengkak dan merah, semakin dalam dan semakin liar, nafas zee mulai memburu ketika merasakan sesuatu yang bergejolak seakan ingin meledak dibawah sana.


"Rey.. Rey... Stop, rey, aku mohon hentikan. " Zee menahan tubuh reynard, tidak, tidak-tidak, ia lebih dari tau dengan reaksi tubuhnya tadi, namun zee belum ingin merasakan hal itu, meski kepalanya agak pening karena desakan itu tidak tercapai, zee akan mencoba menahannya.


Reynard menghentikan kegiatannya, ditatapnya mata zee yang berkaca-kaca. Seketika wajahnya merasa bersalah dan menyesal. "Maafkan aku... Maaf , maaf sayang. "


Reynard merapikan baju dan rok zee yang berantakan karena ulahnya. Hormon kurang ajar !hampir saja ia melewati batas. Untung zee cepat menghentikan tepat waktu, kalau tidak pasti sudah terjadi hal yang di inginkan nya.


Reynard kembali berbaring disamping zee, ia mengecup pelan dahi gadis itu. "Maaf ya.? "


Zee mengangguk pelan kemudian membenamkan wajahnya didada reynaed, mencari posisi ternyaman menghilangkan perasaan lelah.


"Sayang! sekali lagi boleh nggak, aku janji cuma bibir doang. " Bisik reynard pelan di telinga zee.


Tuh kan, kemana rasa bersalah yang zee lihat tadi? Siapa juga yang percaya dengan janji nya itu. Padahal zee juga kesulitan menahan dirinya.


Zee mencubit perut reynard pelan. "Kenapa sih laki-laki pikiran nya itu terus. "


"Emangnya cewek nggak? "Tanya reynard dengan suara serak.


"Ya.. Ada juga sih, cuma.. "Zee dengan ragu menjawab, ia juga bingung harus berkata apa.


"Cuma apa? Gengsi ? sok nolak tapi mau? Dan nggak mau ngakuin juga karena malu? "Sindiran reynard tepat menghujam titik sensitif di hati zee. Kenapa sih kalau ngomongin mesum gini kalimatnya jadi panjang dan lancar? Ada aja kosa kata baru yang keluar dari mulut si datar ini.


"Malas ih, nggak asik ngomong sama kamu, aku pulang aja deh. " Zee bangkit dari tidurnya, dan bersiap pergi. Entah kenapa zee merasa dipermalukan karena ucapan reynard tadi. Apa katanya tadi sok nolak tapi mau?


Heh... Maap, maap aja, tapi itu emang benar sih! Tapi nggak mungkin juga kan zee mengakui nya. Apa kata dunia perwanitaan nanti.


Reynard tertawa kecil ia menahan pergelangan tangan zee. "Kok ngambek sih, aku bercanda sayang. "


Mana ada bercanda begitu, yang di omongin bener semua, berasa jatuh aja harga diri zee sebagai perempuan. Seolah semua rahasianya sebagai perempuan sudah di kulik habis.


"Sini tidur lagi, aku janji ngak aneh-aneh. "Reynard menarik pelan tangan zee agar kembali tidur. Zee akhirnya menurut ia menatap reynard dengan wajah cemberut.


"Jangan nempel lagi dong, jauhan sana. " Zee mendorong kening reynard dengan jari telunjuknya, saat laki-laki itu memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Kenapa sih? "


"Kamu itu bahaya. "Ucap zee yang menolak kembali saat reynard akan menyentuhnya.


Reynard tertawa keras. "Bahaya apa sih sayang, aku kan nggak makan orang. "


Zee mendengus kesal dan kembali membelakangi reynard. "Awas aja kalau kamu mendekat, aku beneran pulang loh. "


Reynard akhirnya pasrah, melihat leher putih zee ia kembali menggeram. Juniornya sejak tadi sudah mengeras.


Reynard berdiri dan masuk kedalam kamar mandi menuntaskan hasrat tertahannya, terpaksa harus main solo lagi. Sepertinya reynard harus stok sabun lebih banyak mulai sekarang.


***


Setelah beberapa menit zee sudah tertidur nyenyak, reynard bangkit dari tidurnya. Ia menatap sejenak wajah kekasihnya kemudian merapikan selimut, lalu mengecup pelan kening zee.


Dengan santai reynard berjalan memasuki ruang kerja daddy nya, dan ternyata daddy erik sudah ada disana. Pria paruh baya itu menatapnya dengan wajah sedikit terkejut. Beberapa berkas terlihat berserakan di meja dan di lantai.


"Kau sudah kembali boy? "Erik meletak kan berkas ditangan nya ke atas meja, ia menghampiri putranya.


Reynard hanya mengangguk, ia tentu paham apa yang dimaksud daddy nya.


"Apa semua baik-baik saja? " Reynard melewati erik dan mendekati berkas-berkas yang menumpuk.


Sejak kasus yang dibuat ayahnya seminggu yang lalu, erik memang membawa kerjaannya kerumah, karena banyak wartawan yang mengintai disekitar mansionnya. Jadi karena khawatir dengan sang istri, ia memilih bekerja dari rumah.


"Ada sedikit kendala, biaya produksi dipabrik mengalami peningkatan. Dan juga orang yang biasanya memasok kayu pada pabrik kita menghentikan kerja sama secara sepihak dengan alasan yang tidak masuk akal. "


Erik, selain perusahaan milik keluarganya, ia pribadi memiliki sebuah pabrik kertas yang cukup besar di indonesia, bahkan sudah mulai merambah keluar negri. Dan saat ini ia mengalami masalah dipabrik karena dampak dari kasus agam ayahnya itu.


***


Sementara di dalam kamar, zee mengerutkan keningnya saat tidak mendapati reynard disebelahnya. Ia mengucek matanya beberapa kali, kemudian bangkit dari tidurnya.


"Rey... Rey..."Zee memanggil reynard, tapi tidak ada yang menyahut.


Zee membuka pintu kamar, ia berjalan dengan cepat memasuki lift.


Disisi lain reynard masih diruang kerja erik, mereka baru saja mendapat laporan dari asisten erik, salah satu pekerja di pabrik ada yang berkhianat, sehingga pesaing mereka dapat menyabotase produk yang akan dikirim ke luar negri. Kerja sama mereka dengan pihak luar negri pun mungkin dibatalkan, siapa juga yang akan menerima barang yang sudh rusak.


"Daddy tenang saja, aku akan mencari dalang dibalik semua ini. " Ujar reynard dengan wajah dingin.


Erik menatap reynard dan menggeleng. "Tidak boy, kau hanya perlu fokus pada sekolah, jika ingin membantu daddy maka belajar lah dengan giat. "


"Daddy meremehkan aku? " Reynard menaik kan satu alisnya.


"Daddy tau kau jenius sejak kecil, tapi boy.. . Ini tanggung jawab daddy, kau membuat daddy terlihat buruk, jadi biar kan daddy yang selesaikan. "


Reynard mengangguk pasrah. "Ya sudah, katakan kalau daddy butuh bantuan. "


Beberapa saat reynard keluar ruangan, ia berjalan ke arah ruang tamu, suara orang yang ia kenali terdengar disana.


"Dia mengatakan aku simpanan kak daniel. " Sesil baru saja memaksa zee untuk menceritakan kejadian itu.


Ucapan zee membuat sesil terbelalak. "Benarkah? "

__ADS_1


Zee mengangguk cepat. "Ya..dia bahkan mengatakan aku simpanan pria hidung belang juga. "


Sesil membekap mulutnya dengan tangan, astaga... Apa ayah mertua nya itu sudah tidak waras.


Sesil baru saja akan memberikan pelukan semangat pada zee, namun tiba-tiba reynard datang dan mengangkat tubuh zee dan mendudukan gadis itu di atas pahanya.


Zee yang kaget tidak bisa menahan diri, ia memukul lengan reynard sedikit kuat. "Kau ingin membuat ku terkena serangan jantung ya? "


Reynard tidak memedulikan ocehan zee, ia malah semakin mengeratkan pelukannya di perut rata gadisnya.


Sesil tersenyum senang melihat interaksi dua remaja itu. Mommy Sesil memalingkan wajah saat reynard mengecup tengkuk zee. Tiba-tiba ia jadi merindukan suaminya.


Sekali lagi zee memukul lengan reynard. "Hei, pria mesum. Kau pikir dunia ini milik mu. "


"Kalian berdua lanjutkan saja, asal tidak melewati batas, ingat kalian masih sekolah. Mommy ke ruang kerja daddy dulu "


"Maaf ya mom. " Wajah zee memerah karena malu.


Sesil tersenyum lalu mengangguk. Kemudian dia beranjak pergi.


"Dari mana? "Tanya zee saat mereka hanya tinggal berdua.


Sembari mengecup leher zee reynard menjawab. " Ruang kerja daddy. "


Zee memutar posisi duduk nya yang tadi membelakangi reynard, menjadi duduk menyamping masih di atas paha laki-laki itu.


Zee mengalungkan tangannya dileher reynard, kepalanya disandarkan didada bidang kekasihnya. Ia merasa lengan dan dada reynard adalah tempat ternyaman yang pernah ia singgahi.


Sudut bibir reynard berkedut menahan senyum, ia merasa gemes dengan tingkah manja zee, ingin sekali ia mengurung gadis ini untuknya dirinya sendiri.


Reynard ikut menyandarkan kepalanya di sofa dengan kepala zee masih bersandar nyaman didadanya.


"Aku pulang dulu ya! " Ucap zee setelah lama diam.


Reynard langsung membuka matanya yang tadi terpejam. Ia menatap zee yang masih bersandar didadanya.


Tidak mendapat jawaban dari reynard, zee mengangkat kepalanya dan mendongak melihat wajah reynard.


Zee menghela nafas berat. " Aku bersyukur karena papa udah kasih kesempatan buat ketemu kamu. "


Pelukan di pinggang zee melonggar, zee pindah duduk di atas sofa, reynard masih diam tidak melihat ke arahnya. "Aku antar . "


Zee menahan pergerakan reynard saat laki-laki itu akan berdiri. "Leo masih menunggu di luar. "


Sudut mata zee melihat kepalan tangan reynard, rahangnya mengeras, zee tidak berani untuk bicara lagi.


Reynard berdiri tanpa menoleh ia tarik tangan zee dan membawanya keluar. "Aku antar sampai mobil. "


Dihalaman mansion reynard, leo sudah menunggu nona mudanya didalam mobil. Reynard membuka kan pintu mobil tanpa suara.


Zee melirik reynard yang memalingkan wajah. "aku pergi. nanti aku telfon ya. "


Reynard mengangguk sebagai jawabannya, matanya berkaca-kaca melihat mobil yang dinaiki zee mulai berjalan keluar halaman.


Sebelum mobil benar-benar keluar gerbang, zee menoleh kebelakang, ia melihat reynard berbalik seraya mengusap air mata. Hati zee seketika terenyuh. matanya berkedip beberapa kali agar air matanya tidak keluar.

__ADS_1


***


__ADS_2