Azeeyra

Azeeyra
TERSANGKA PENYEBAB KECELAKAAN


__ADS_3

"Jangan menarik ku, lepaskan, dasar jalaang, anak pembawa sial. " Teriak diana dengan suara yang parau. Suara nya hampir hilang karena terus berteriak.


"Kenapa kau berisik sekali, mengatai adik ku jaalang? Lalu sebutan apa yang pantas untuk wanita yang naik keranjang pria ber istri sepertimu. "Ucap daniel, dengan tangan yang merangkul bahu sang adik ia berbalik menatap tajam ke arah diana yang diseret oleh leo.


" Kau terlalu lembut leo, sepertinya sarapan mu kurang. "Zee menatap diana dengan seringai jahat.


" Arrgh... Sakit... Sakit. "Diana berteriak kesakitan saat leo mengeratkan tarikan nya di rambut diana, wanita itu menangis menahan sakit, rasanya seperti kulit kepala diana akan terkelupas.


" Sarapan saya sangat cukup nona muda. "Sahut leo. Kembali menyeret diana dibelakang nona mudanya.


Zee berniat akan menghukum diana bersama dengan ririn dengan tangannya sendiri. Sepanjang jalan menuju gudang belakang, diana terus saja menyumpahi zee dan berteriak histeris.


Zee menghentikan langkahnya berbalik dan berdecak kesal melihat kearah diana.


Tak mau membuat nona mudanya terus kesal, leo terpaksa memukul tengkuk diana hingga pingsan.


"Ck, ck, kamu lamban leo. " Ucap zee dengan kesal. Kemudian berbalik dan melanjutkan langkahnya.


Leo menunduk kan kepalanya, ia menatap diana dengan mata tajam, sudah dua kali ia ditegur nona mudanya hari ini, dan semua itu gara-gara wanita ini, dengan perasaan jijik ia menyeret kedua tangan diana, hingga separuh badan wanita itu bergesekan dengan lantai.


"Kakak tidak menyangka kamu bisa bersikap kejam dek. " Daniel melihat zee dengan tatapan tidak percaya.


Zee mendelik kan mata nya. "Untuk menyelamat kan orang yang kita sayangi bahkan membunuh pun tidak akan ragu. "


Ucapan zee menyentil hati kecil daniel, ia kembali teringat masa lalu menyakitkan sang adik. Ternyata zee masih mengingat nya.


***


Daren dan risa masuk kedalam gudang, disana sudah ada daniel, zee juga abi dan leo.


"Ekhem, sudah selesai, cepat sekali? " Ucap daniel tersenyum mengejek kearah daren yang baru datang.


Daren menatap sengit pada daniel. "Anak durhaka, bisa-bisanya kau mengolok-olok orang tua mu sendiri. "


Zee dan abi hanya mengeleng kepala melihat kelakuan kedua orang itu.


"Leo bangunkan kedua wanita itu. " Titah zee seraya bangkit dari duduknya.


Leo membawa seember air dan menyiramkan ke wajah diana dan ririn.


"Mereka berdua bekerja sama? "Tanya daren dengan mata menyipit kearah zee.


" Hmm, "jawab zee dengan gumaman.


" Bagaimana kamu bisa tau dek? "Tanya daren lagi dengan tatapan penuh selidik.


" Nanti aku jelaskan pa. "Balas zee dengan sikap tenang.


Sementara itu.


Ririn dan diana terkesiap saat leo menyiramkan air pada wajah mereka.


Wajah kedua nya tampak syok sekaligus ketakutan saat melihat orang-orang yang ada didepannya.


"Mas, mas daren aku bisa jelaskan mas, lepas kan, keluarkan aku dari sini. Tolong aku mas. " Teriak diana dengan suara memelas, ia menatap daren dengan mata memohon.

__ADS_1


Lain dengan diana yang meminta dilepaskan, ririn malah menangis histeris.


"Tuan besar, aku dipaksa melakukan ini, nona diana mengancamku tuan, kalau aku tidak menuruti perintahnya, dia akan melaporkan aku kepolisi. Berikan keadilan untuk ku tuan. "Ucap ririn tiba-tiba.


Diana menatap ririn tak percaya, bisa-bisanya dia menyalahkan diana disaat terjepit seperti ini.


" Heh, wanita ular, aku tidak memaksamu, kau sendiri yang mau. "Diana mencoba membela diri, walaupun sebenarnya itu tidak berpengaruh apapun, untuk meringankan hukuman yang akan dia dapatkan.


" Aku mau juga karna kau mengancam ku, kau wanita licik dan jahat. "Teriak ririn pada diana.


Tanpa sengaja mata ririn berserobok dengan tatapan tajam leo, wajahnya tampak dingin, seringai seorang psikopat menghiasi bibirnya.


" Tolong, tuan besar, nyonya tolong, laporkan saja saya kepolisi tuan. Saya mohon, keluarkan saya dari sini, saya mau dipenjara saja nona muda tolong saya. "Teriak ririn ketakutan, saat leo masih menatap tajam kearahnya.


Sebenarnya yang membuat ririn ketakutan bukan hanya seringai leo, tapi ia ingat dengan jelas bagaimana leo mematahkan tangan dewi dan menyeret paksa wanita itu, ririn melihat dan mendengar dengan jelas bagaimana teriakan kesakitan dan bunyi tulang tangan dewi yang patah di tengah malam itu. Karena dia memang di minta diana mengawasi dewi.


"Kau sangat berisik, aku tidak su.. " Kalimat zee terhenti ketika ririn memotong kalimatnya.


"Tidak nona, aku akan diam, mohon jangan katakan apapun. " Ririn dengan cepat menyela ucapan zee. Lagi-lagi ia teringat alasan leo menghilangkan suara dewi, karena zee mengatakan tidak suka suara wanita itu.


"Beraninya kau memotong ucapan ku, kau ingin aku mencabut lidahmu? " Hardik zee dengan suara datar nan dingin.


Oh tidak, tamat riwayat mu ririn, bukannya selamat kau malah sengaja membuat dirimu celaka, sepertinya ririn lupa, nona mudanya paling benci saat seseorang menyela ketika dia berbicara. Habislah kau ririn.


Tubuh ririn bergetar hebat, ia benar-benar ketakutan sekarang.


"Dasar psikopat gila, harusnya aku menabrakmu lebih keras waktu itu, kenapa kau selalu beruntung anak siaalan. "Diana yang tadi sudah diam kembali berteriak, kali ini dengan wajah penuh kebencian.


Semua orang yang ada diruangan itu terkejut mendengar pengakuan diana, daniel yang teringat kecelakaan yang hampir merenggut nyawa adiknya itu, berjalan cepat menghampiri diana.


Bukan nya takut justru diana tertawa dengan keras seperti orang gila.


" Kau sudah gila? Kenapa kau melakukan hal seperti ini pada keluarga ku? "Kali ini daren ikut bersuara setelah tadi diam mengamati.


" Ini semua terjadi karena kau terus menolak ku mas. "Teriak diana dengan tubuh bergetar. Matanya mulai tidak fokus, ia meremas tangannya dengan kuat.


"Apa yang membuat mu terobsesi padaku, bahkan aku tidak pernah bersikap baik padamu? "Tanya daren heran. Dia memang selama ini tidak pernah bersikap lunak pada diana. Jadi rasanya tidak ada hal yang bisa membuat diana jatuh cinta sampai terobsesi seperti ini.


" Hahah... Terobsesi padamu? "Tawa diana semakin keras air matanya mengalir deras. " Sekali saja, aku hanya ingin sekali saja bisa mengalahkan kak riana, aku ingin lebih unggul darinya. "Pekik diana histeris, ia mengacak-ngacak rambutnya.


Daren dan semua yang ada dalam ruangan itu semakin terkejut dengan ucapan diana.


" Aku senang wanita itu sudah tiada sekarang, dan aku punya kesempatan untuk mendekati mu, tapi kenapa? Kenapa kau tidak pernah melihat kearah ku, aku jauh lebih baik darinya. "Diana semakin histeris. Dia terus tertawa dan mengacak-ngacak rambutnya.


Daren dan daniel saling tatap, kemudian melirik kearah zee. Paham dengan lirikan kedua laki-laki itu. Zee menghela nafas pelan.


" Dia memiliki gangguan kecemasan juga serangan panik. "Zee berkata dengan suara dingin.


" Kamu menyelidikinya? Kakak juga sempat menyelidiki hal ini, tapi karena kakak merasa itu tidak penting jadi kakak abaikan saja, lalu bagaimana? "Daniel menatap intens kearah zee.


" Bagaimana apalagi? Kakak lihat sendiri dia seperti orang depresi. "


Daniel menggeleng pelan. "Tidak bukan begitu, maksud kakak, apalagi yang kamu tau? "


"Aku menyuruh leo menyelidiki ririn, waktu itu aku sempat curiga karena gerak-gerik nya yang tak biasa. "

__ADS_1


Flashback on.


Leo berjalan mendekati nona mudanya, ia menyerahkan sebuah amplop coklat bertali merah.


"Semua informasi wanita itu ada disini nona. "


Zee mengambil amplop itu dan membukanya. "Ririn arianza, usia 30 tahun, bekerja di bar sebagai LC karaoke. " Zee terdiam sejenak, pantas saja, cara berpakaian nya sangat terbuka. Dan dia juga sangat genit.


Zee lanjut membaca. Ririn pernah terlibat one night stand alias ONS dengan seorang pria paruh baya bernama smith arundel yang tak lain adalah ayah dari diana.


Karena cinta satu malam itu, smith jadi sering terlibat dengan ririn, dan mereka berdua sering ketemuan dihotel, tanpa sengaja diana memergoki keduanya sedang bercuumbu didalam mobil milik smith.


Sebenarnya ini bukan pertama kali diana menangkap basah sang ayah, sudah sering bahkan sampai muak. Namun bagaimana lagi, smith memiliki hasrat seksuaal yang tinggi sementara ibu diana wanita itu sakit-sakitan sehingga tidak mampu melayani suaminya lagi.


Diana mengancam ririn dengan video vulgar yang didapatkannya. Diana meminta wanita itu ikut bekerja sama dengannya kalau tidak dia akan menyebarkan video ririn yang sedang berbuat mesum dengan beberapa pria beristri.


Zee menghela nafas berat. "Leo pasang cctv disetiap sudut rumah, aku yakin mereka berdua merencanakan sesuatu. "


"Baik nona muda. "


"Lakukan diam-diam, jangan sampai ada yang tau. "


"Baik nona. Hmm, itu nona muda sebenarnya... "Leo berkata dengan ragu-ragu.


"Katakan!!Sejak kapan kamu jadi gagap begini? " Zee melihat leo yang terlihat bingung.


"Saat menyelidiki ririn, anak buah saya juga menyelidiki nona diana, nona muda. "


"Lalu...! "


Leo menyerahkan secarik kertas putih pada zee.


"Gangguan kecemasan? Dia mengalami hal ini sejak mama riana meninggal, juga serangan panik, kenapa bisa begitu? Apa dia sesayang itu sama mama! "Tanya zee pada leo, informasi ini membuat zee kurang puas.


"Hanya informasi itu yang kami dapatkan nona. "Leo menunduk saat melihat wajah kecewa nona mudanya.


" Ah, ya sudah, lalu bagaimana penyelidikan mu tentang bi jum? "


"Bi jum tidak pernah pulang kampung nona, dan cucunya juga tidak pernah mengalami kecelakaan. "


"Begitu, lalu.. "


"Dari cctv jalan yang saya temukan, saat bi jum keluar dari rumah ini sebuah mobil sedan hitam menghadangnya dan membawa bi jum pergi, saya minta maaf tidak bisa menemukannya nona, karena plat mobil itu tidak tertangkap kamera pengawas. "


Flashback off.


"Pa sebenarnya kenapa dia seperti ini? " Tanya zee pada daren.


"Papa tidak tau, seperti yang papa bilang, papa tidak pernah memperhatikannya. " Daren melihat diana yang terlihat pucat.


"Mungkin karena diana dan mama kamu dulu sangat dekat, mereka seperti saudara kembar, kemana-kemana selalu berdua. Jadi meninggalkan nya riana memberikan pukulan berat padanya. " Sambung daren lagi seraya menarik nafas berat.


"Tapi kenap.... "Kalimat zee terpotong ketika tiba-tiba diana tertawa dengan keras.


" Hahahaha.... Hahahahah... Hahaha. "diana tertawa terbahak. Sementara air matanya terus mengalir.

__ADS_1


__ADS_2