
Setelah menyelesaikan makan siangnya zee dan teman-teman nya meninggalkan mansion reynard. Tujuan mereka sekarang adalah rumah milik diana.
"Nona muda, apapun nanti yang nona lihat disana, saya harap nona bisa bersikap tenang. "Ucap leo seraya fokus menyetir.
" Emm. "Zee hanya berdehem. Sebenarnya dia mulai khawatir saat leo berbicara seperti itu, seolah sesuatu telah terjadi pada pengasuhnya. Zee menghela nafas kemudian mengalihkan pandangan keluar jendela.
Sementara dua orang gadis disebelahnya hanya diam. Dalam hati mereka bertanya-tanya, kenapa hidup sahabatnya itu begitu sulit, selalu saja ada masalah.
Kalau sampai sesuatu yang buruk terjadi pada pengasuhnya, zee tidak akan tinggal diam, dia pasti akan membalas lebih parah lagi.
Leo melirik sekilas nona mudanya dari kaca spion kemudian kembali fokus menyetir membelah jalanan ibu kota. "Kita sudah sampai nona. " Ucap leo. Ia menghentikan mobilnya tepat didepan pagar rumah diana.
Tampak rumah dua lantai bercat putih, meski masih ada hubungan keluarga dengan diana, namun zee tidak pernah datang kerumah ini, dan ini adalah kunjungan pertamanya datang kesini.
Leo turun dari mobil menghampiri satpam, terlihat leo berbincang sebentar dengan laki-laki paruh baya itu, tak lama pria itu membuka kan pintu pagar.
Leo yang sudah kembali masuk mobil, melajukan mobil pelan dan masuk kehalaman rumah diana.
"Aku akan turun, kalian berdua tunggu disini. "Ucap zee. Kemudian ia keluar setelah leo membuka kan pintu mobil.
Gadis cantik itu memindai seluruh penjuru rumah yang tidak terlalu besar itu. Didepan pintu rumah ada dua penjaga, dan zee yakin itu adalah bawahannya leo, karena salah satu dari mereka tadi langsung meghampiri leo begitu pengawalnya itu turun dari mobil.
"Dek, biar kita aja ya yang masuk? "Ucap abi yang baru sampai bersama reynard dan tiga sahabat mereka.
" Aku datang kesini untuk menjemput bi jum bang, bukan mau menunggunya. "Ucap zee kemudian melangkah menuju pintu rumah.
Leo mengetuk pintu beberapa kali.
Tok. . . tok. . . tok. .
Suara kenop pintu diputar terdengar dari dalam, saat pintu dibuka tampaklah seorang maid berdiri dengan wajah pucat menatap kearah leo.
" Tu-tuan. "Ucapnya dengan suara terbata-bata.
__ADS_1
" Buka pintunya nona muda ku mau masuk. "Titah leo saat maid itu masih berdiri didepan pintu.
"Maaf, silahkan masuk nona muda. " Ucap maid mempersilahkan.
Zee dan leo masuk rumah di ikuti lima remaja laki-laki dibelakang mereka.
Zee menyusuri ruangan rumah itu mengikuti leo. Baru beberapa langkah, suara seorang pria tua menghentikan mereka.
"Kau tidak boleh masuk kesana!, kalian ini bisa saya laporkan ke polisi karena masuk rumah orang tanpa izin. "Teriak pria tua itu.
Kening zee berkerut, tampak wajah zee yang tidak bersahabat lagi, melihat wajah kakek tua ini membuat kesabaran nya habis. "Lapor saja, paling juga anda yang ditangkap, karena sudah menculik pengasuh ku dan menyekap nya. "
Smith ayah diana tampak memucat mendengar ucapan zee. "Jangan asal menuduh kalian, untuk apa aku menyekap seorang pengasuh, tidak ada gunanya. "Ucapnya lagi.
" Sebaiknya kalian keluar dari rumah ku, kalian benar-benar lancang. "Tambah smith yang masih bersikeras tidak mengizinkan zee dan teman-temannya masuk kebelakang gudang rumahnya.
Sebenarnya smith belum tau keadaan diana sekarang, pikirnya diana yang tidak pulang semalaman karena misi nya tidur dengan daren sudah berhasil. Pak tua itu tidak tau saja kalau sekarang putrinya sudah menjadi tawanan zee.
"Awas saja kalau kalian melangkah lagi. " Smith berdiri tepat didepan pintu gudang dengan tangan menghalangi pintu. Ia yakin anak-anak remaja itu tidak akan berani menyakiti pria tua sepertinya.
Smith menatap nyalang kearah leo, tidak mungkin pengawal ini berani bersikap kurang ajar padanya. Dia tidak tau saja leo bukan orang yang akan berbelas kasih.
Duk. . .
Satu tendangan di tulang kering smith membuat pria tua itu memekik histeris.
"Aargh, sakit, sakit, aduh. . . Aduh, sakit, kurang ajar kalian. "Jerit smith tak karuan.
Leo menendang kaki smith yang satu lagi sehingga sekarang pria itu sudah berlutut dilantai. " Bekerja sama lah tuan, nyawa anda yang sudah bau tanah itu masih berguna untuk memuaskan nona muda saya. "Bisik leo menyeringai seperti seorang psikopat.
Tubuh smith langsung bergetar hebat bersamaan dengan cairan berbau pesing mengalir disela-sela kakinya.
" Minggir. "Suara dingin leo, membuat tubuh smith terjerambah kesamping, dia tidak memiliki tenaga lagi untuk berontak, keberanian nya tadi sudah menghilang entah kemana.
__ADS_1
Sementara ibu diana yang sedang sakit, mendengar suara keributan di belakang rumahnya langsung datang bersama seorang pelayan yang mendorong kursi rodanya.
"Ada keributan apa ini? " Tanya ibu diana dengan suara lemah.
Zee menoleh kearah suara wanita itu, dilihatnya wajah keriput dan pucat itu. Seingat zee ibu diana ini adalah sepupu jauh kakek haris yang artinya dia adalah nenek zee.
"Nenek apa kabar? " Tanya zee seraya mendekati ibu diana. Ia menyentuh tangan kurus itu dengan lembut.
"Hah!!! " Ditatap nya lekat-lekat wajah zee kemudian tangannya terangkat mengusap lembut pipi mulus zee. "Wajahmu sangat mirip seseorang yang aku kenal, tapi siapa ya, aku lupa! "
Zee tersenyum manis kemudian berkata pelan. "Aku azeeyra nek, putri mendiang keponakan nenek riana. " Jelas zee cepat.
"Benarkah, pantas rasanya nenek seperti kenal dengan wajah ini tapi karena sudah tua ingatan nenek sudah tidak baik. " Ucap wanita yang bernama lestari itu.
Lestari adalah wanita yang baik, semasa riana masih hidup, dia sudah seperti ibu untuknya, karena ibu riana meninggal saat usia riana 13 tahun, jadi sebagai saudara perempuan satu-satunya haris, lestari sangat dekat dengan riana. Berbeda dengan smith, suami lestari itu selalu iri dengan kesuksesan haris semasa muda, ia selalu menghasut lestari agar meminta haris memimpin perusahaan milik haris, diana putri mereka satu-satunya pun tidak luput dari niat jahatnya.
Diana yang selalu dihasut smith akhirnya membenci riana dan selalu ingin merebut apa pun yang dimiliki oleh riana, termasuk daren suaminya. Rencana pembunuhan riana pun adalah ide smith, pria itu ingin diana menikah dengan daren dan menguasai hartanya, jadi dia melakukan segala cara sampai menjebak daren tidur dengan putrinya.
"Nenek pergilah istirahat, nanti kita ngobrol lagi, aku ada sedikit urusan dengan kakek smith. " Ucap zee. Dia tidak ingin menunda lagi, ia sangat khawatir dengan keadaan bi jum sekarang.
"Ya sudah, nanti temui nenek ya. " Ucap lestari kemudian meminta pelayan membawanya pergi. Sebelum pergi lestari melihat satu-persatu remaja yang ada disana, dia merasa aneh namun juga tidak mau bertanya.
Setelah lestari pergi leo membuka pintu gudang. Seketika aroma tidak sedap langsung tercium dari dalam.
Leo mengeluarkan masker yang slalu dibawanya kemudian memasangkan ke mulut nona mudanya, aksi leo itu tidak luput dari mata reynard, namun laki-laki itu hanya mampu mengepalkan tangan, karena ia tau ini bukan waktu yang tepat untuknya protes.
Ruangan itu sangt gelap dan lembab. Saka dan denis merasa sangat mual sehingga mereka memutuskan untuk menunggu diluar.
Jantung zee berdebar-debar, aroma apa ini? Dimana bibi jum?. Leo mencari kontak lampu, setelah menemukannya langsung ia hidupkan.
Zee menutup mulut tak percaya saat melihat apa yang ada didepan matanya, matanya berkaca-kaca. Dada zee naik turun menyaksikan bagimana kondisi bi jum saat ini. Leher nya di ikat dengan rantai seperti hewan, kedua tangan dan kakinya juga di ikat, wajah wanita itu membiru seperti bekas pukulan, dan aroma tidak sedap itu berasal dari nya karena dia buang air besar dan air kecil tanpa dibersihkan.
Tidak sanggup menyaksikan keadaan pengasuhnya, tubuh zee terasa lemas Dan matanya mulai gelap, zee pingsan tak sadarkan diri, reynard yang sedari tadi dibelakang zee langsung membawa gadis itu keluar.
__ADS_1
****