Azeeyra

Azeeyra
Wedding day


__ADS_3

Sesil sedang sibuk memasak didapur bersama para maid. Zee baru saja datang dan langsung menuju dapur begitu mencium aroma manis dari cake favorite nya.


"Mommy bikin kue apa? " Tanya zee setelah berada tepat dibelakang sesil.


Sesil menoleh sebentar lalu melanjutkan aktifitasnya. "Sini sayang, coba cicipi enak tidak? "


Sesil mengeluarkan brownis pangang yang baru matang dari cetaknya. Kemudian memotong jadi beberapa bagian.


Zee menghirup asap yang mengepul. "Aromanya aja udah enak mom, udah pasti cake nya juga enak. Yang kemarin mommy buat juga enak banget. "


" Buka mulut kamu. "Titah sesil.


Zee dengan patuh membuka mulut dan merasakan sepotong kue coklat masuk kedalam mulutnya.


Lembut, lumer dan manis.


Sangat enak, rasanya pas.


Dengan mulut penuh zee memberikan dua jempol pada cake buatan sesil. Wanita itu tersenyum melihat pipi kembung zee yang membuat gadis itu tampak menggemaskan.


"Sekarang kamu panggil rey. Teman mommy udah nungguin kalian dari tadi. " Usir sesil mendorong punggung zee agar segera pergi.


"Oke mom, cake nya nanti sisain buat aku ya. " Ucap zee santai.


Sudah tidak ada lagi kecanggungan diantara kedua perempuan itu sejak malam zee dan reynard bertukar cincin saat itu pula dinding pembatas antara sesil dan zee roboh. Kini keduanya lebih seperti ibu dan anak dibanding mertua dan menantu.


Zee berjalan menuju lift ke kamar reynard dia datang setelah mendapat telepon dari sesil. Hari ini dia akan fitting baju pernikahan yang akan di adakan besok. Karena memang semuanya terjadi diwaktu singkat. Namun meski terkesan terburu-buru bukan berarti persiapan pesta nya asal-asalan.


Mereka memakai jasa WO yang memang sangat profesional, sehingga hanya dalam waktu seminggu kerjaan mereka hampir rampung. Hanya ada 500 tamu undangan, karena zee tidak ingin terlalu meriah dan ramai. Itu saja rasanya sudah sangat banyak namun sebagai seorang pengusaha mana mungkin daren dan daniel beserta erik tidak mengundang rekan kerja mereka.


Tok. . . tok. . . tok. . .


Zee mengetuk pintu kamar reynard beberapa kali. "Rey, udah siap belum? Teman mommy udah nungguin kita dari tadi. "


Reynard membuka pintu. "Masuk dulu. " Reynard langsung menarik tangan zee dan mengunci pintu. Kemudian berjalan kearah ranjang dan menduduki zee disana.


Tubuh zee membeku dengan mata melotot. Wajah nya memerah menatap reynard hanya menggunakan handuk sebatas pinggang sehingga memperlihatkan otot-otot perutnya yang kekar. Tidak kah laki-laki ini merasa malu dilihat oleh zee dalam keadaan setengah telanjang begini.


Zee membuang muka kearah lain. "Kamu benar-benar ya rey. Sengaja banget bikin aku malu. "


Reynard yang sedang memakai baju terkekeh kecil. Dia memang sengaja sudah lama rasanya reynard tidak mengoda kekasih yang yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.

__ADS_1


Grep. . . .


Reynard memeluk zee dan mencium puncak kepala gadis itu. "Aku memang sengaja untuk mengoda kamu baby. "


Zee memukul lengan reynard karena gemas dengan kelakuan nya. "Ya udah ayo pergi. Sebentar lagi mommy ngamuk nih, karena kamu kelamaan. "


Reynard menggeleng. "Cium dulu, disini. " Reynard menunjuk bibirnya.


Hafal dengan sifat keras kepala reynard. Tanpa membuang waktu lagi zee langsung mengecup bibir reynard. Benar, hanya sebuah kecupan tidak lebih.


Reynard tersenyum. "Aku suka rasa bibirmu! Manis dan bikin candu. "


****


Waktu berlalu dengan begitu cepat, sesuai keinginan reynard, hari ini dia dan kekasihnya akan melangsungkan upacara pernikahan. Keluarga aksara menerimanya dengan tangan terbuka pun dengan keluarga rey sendiri.


Maka disinilah mereka saat ini. Disalah satu gereja terbesar dijakarta. Tempat itu sudah dihias semewah mungkin.


Suasana haru menyelimuti ruang pengantin zee saat ini. Kedatangan kakek haris saat menemui zee cucu yang dia abaikan.


Kakek haris menangis sesegukan kala melihat cucunya memakai pakaian pengantin berwarna putih itu.


Haris seolah sedang melihat putrinya Riana dalam diri zee. Tangisnya semakin tak terbendung ketika mengingat betapa kejam dan jahatnya dia selama ini. Cucu perempuan yang seharusnya dia manjakan malah di abaikan dengan alasan tak masuk akal, apa yang dilakukan otaknya selama ini. Bisa-bisanya dia membuat tuduhan gila pada cucunya.


Zee mengangkat wajahnya melihat kearah daren . "Apa aku harus ikut menangis agar tidak terlihat terlalu kejam pa? " Tanya zee dengan wajah polosnya.


Daren, daniel dan haris terhenyak mendengar penuturan zee. Haris semakin tenggelam dalam rasa bersalahnya. Daniel menggelengkan kepalanya menatap sendu kearah sang adik. Daniel paham bagaimana diposisi zee jadi dia tidak bisa memaksa adiknya untuk berbelas kasih pada kakek haris.


Zee terkekeh sendiri mengingat apa yang baru saja dikatakannya. Dia kembali diam dan membiarkan haris menangis.


Kabar tentang putri keluarga aksara yang akan menikah dengan putra dari keluarga jordhan sudah tersebar di telinga para pengusaha namun meski demikian mereka tidak bisa menyaksikan acara sakral tersebut karena undangan yang hadir hanya orang-orang terpilih dari dua keluarga besar itu.


Waktu yang ditunggu tiba juga.


Tepat pukul sembilan pagi, dengan tempat pemberkatan yang dihiasi bunga-bunga sudah dipenuhi oara tamu undangan. Zee berjalan masuk dengan mengandeng lengan daren.


Dua orang itu berjalan pelan menuju tempat pemberkatan disana reynard sudah menunggu dengan perasaan berdebar. Laki-laki itu semakin tampan dengan tuxedo putih yang membalut tubuh kekarnya.


Bunyi lonceng yang berdentang pertanda dimulainya presesi sakral itu.


Dengan tangan gemetar daren memberikan tangan zee pada laki-laki yang beberapa menit lagi akan menjadi menantunya. Keringat dingin mengalir di dahi dan pelipisnya.

__ADS_1


Sungguh, seumur hidupnya ini adalah hari dimana daren merasa gugup dan gemetar seperti ini. Tidak pernah terbayangkan olehnya akan ada hari dimana dia akan mendampingi putri kecil yang dulu dibencinya pada acara pemberkatan ini.


Tak jauh berbeda dengan zee gadis itu saat ini juga merasa gugup, tanpa sadar air mata nya mengalir begitu saja. Hari yang membahagiakan sekaligus hari yang menakutkan.


Zee teringat dengan perbincangan nya dengan daren semalam.


"Papa dan bunda ikhlas melepas mu menjadi seorang istri, kau akan pergi berlayar mengarungi bahtera rumah tangga bersama pria yang kamu cintai. " Ditatapnya wajah zee dengan perasaan haru.


Daren membelai pipi mulus zee. "Putriku, setelah ini papa tidak bisa lagi masuk kekamar mu untuk mencuri sebuah kecupan didahimu. Mulai besok kamu akan terbangun sebagai seorang istri, papa minta maaf karena tidak pernah mengajarkan kan mu bagaimana cara menghormati dan menghargai orang lain walau begitu papa berharap kamu bisa menghormati dan menghargai suami mu. Ingat lah satu hal nak, jika suami mu tidak mengingin kan mu lagi maka pulang lah, selamanya kamu tetap akan menjadi putri kecil papa, kesayangan papa. "


Zee menghambur kedalam pelukan daren, ia menangis terisak, zee tidak menyukai suasana seperti ini, zee benci melihat air mata daren yang menangisinya.


Zee mengangkat wajahnya matanya beradu pandang dengan daniel, risa dan abi. Ada keharuan tertahan dimata ketiga orang itu. Daniel bahkan sudah menangis.


Yah, dia sangat senang dan lega karena adik perempuan nya akan memulai kebahagian nya. Akan tetapi dia merasa sedih karena harus berpisah dari zee, dia tidak lagi bisa bersikap seenaknya apalagi keluar masuk kamar zee seperti biasa dia dan abi lakukan selama ini. Mengingat hal itu ada sedikit kekesalan dihatinya terhadap reynard yang kini menjadi adik iparnya.


Prosesi pemberkatan telah selesai. Reynard menitikan air mata. Dia merasa sangat bahagia, seumur hidupnya ini adalah pencapaian terbesar yang dia raih, dapat menikahi gadis yang dicintai. Dalam hatinya dia berjanji akan menjaga zee sekuat tenaga dengan nyawanya sendiri.


Tiba saat nya memberi selamat pasangan pengantin baru. Yang pertama adalah keuarga pengantin.


Tangis daren dan risa semakin pecah ketika zee tersenyum manis kearah mereka. "Selamat ya nak, kamu sekarang sudah dewasa, sudah jadi istri. Semoga keluarga kalian selalu diberkati sampai maut memisahkan. "


Zee ikut menangis. "Makasih ya bunda, aku titip papa sama kakak. Tolong jaga dua lelaki hebat itu. Tugas ini aku percayakan pada bunda. "


Risa mengangguk dan melepas pelukan nya . "Bunda akan menjaga mereka dengan baik, jangan khawatir sayang, kamu fokuslah mengurus suami mu setelah ini. "


Lalu tibalah giliran daren ia memeluk putrinya sangat erat. "Selamat berbahagia nak, maafkan karena selama ini papa tidak membahagiakan mu. "


Zee menggeleng. "Tidak, aku sangat bahagia menjadi putri papa. Jangan menangis lagi ini hari bahagia ku pa. "


Daren mengusap air matanya. "Kamu harus sering-sering hubungi papa, sesekalidatang dan menginap lah dirumah. "


Zee mengangguk dan tersenyum. Setelah itu giliran keluarga reynard yang memberikan selamat, sesil fan erik serta aira dan keluarganya yang lain, kecuali agam kakek reynard memang tidak di undang dalam acara pesta tersebut.


Siska dan karen menangis tersedu-sedu. "Lo curang masa nikah duluan, kenapa nggak bareng-bareng aja sama kita. "


"Kelamaan, emang nya leo udah lo taklukin? " Ucap zee melirik siska. "Dan lo! Emang udah ditembak sama abang? " Tanya zee pada karen.


Kedua gadis memberengut kesal. Siska menatap tajam zee. "Sebentar lagi lo liat aja. "


Giliran tiga curut yang memberi selamat, tidak lupa dengan aksi tingkah konyol mereka. Sehingga perasaan sedih zee berubah jadi lebih baik karena tertawa.

__ADS_1


𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗽𝗮𝗿𝗮 𝗿𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗱𝗶𝗮𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗽𝗲𝘀𝘁𝗮 𝘇𝗲𝗲 𝗱𝗮𝗻 𝗿𝗲𝘆𝗻𝗮𝗿𝗱 𝘀𝗶𝗹𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗻𝗶𝗸𝗺𝗮𝘁𝗶 𝗵𝗶𝗱𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗻𝘆𝗮 𝘆𝗮, 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗺𝗽𝗹𝗼𝗽𝗻𝘆𝗮. 𝗮𝘂𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗰𝘂𝗺𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗮𝗿𝗮 𝘁𝗮𝗺𝘂 𝘀𝘂𝗸𝗮 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗸𝗮𝗹𝗮𝘂 𝗽𝗲𝗿𝘂𝘁 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗸𝗲𝗻𝘆𝗮𝗻𝗴! ✌


****


__ADS_2