
Reynard menoleh ke arah gadis yang berdiri disampingnya. ia berdiri tegap dengan tangan dimasukan kedalam saku celananya.
'Sumpah.. . Meski dia saat ini sangat menyeramkan, tapi malah membuat aku semakin jatuh cinta, gila... Kok bisa ada orang setampan lo rey. 'batin keyla.
"Sudah cukup main-main nya. "Reynard melirik keyla.
" Gue enggak ngerti lo ngomong apa rey. "Balas keyla mencoba santai.
" Asal lo tau aja, gue tipe orang yang nggak pandang bulu ketika memghadapi musuh. "
"Eh... eh! Apa...?? " Keyla terkejut.
"Dari awal udah gue bilang buat berhenti menyebarkan rumor nggak jelas ini, tapi lo semakin berani, jangan lo pikir gue nggak tau otak licik lo. Lo sengaja bikin zee agar dibenci orang-orang dan lo menjadi cewek polos yang tidak tau apa-apa, berwajah sedih seolah paling menderita, cewek playing victim kayak lo, lebih pantas buat dibenci. "Pertama kali reynard bicara panjang lebar dengan orang lain selain zee. Reynard menatap keyla dengan wajah kesal matanya menggelap.
"Kamu ngomong apa sih rey! Aku benar-benar nggak ngerti. Dan kenapa kamu nyalahin aku soal pertunangan kita, jelas-jelas itu kakek kamu yang mengaturnya. Disini aku yang dipaksa. " Ucap keyla dengan wajah sedih.
Reynard terkekeh dengan suara menyeramkan. Dia menatap keyla dengan muak.
"Cewek yang suka ke bar, tidur dengan beberapa cowok yang berbeda. Bersikap polos dan menjadi malaikat baik hati disekolah. "
Perkataan reynard yang ini sukses membuat keyla terkejut dengan mata melotot. Bagaimana laki-laki ini mengetahui rahasianya.
Keyla melihat keseliling, memastikan tidak ada orang yang mendengar. Sedang reynard tersenyum miring menatap wajah takut gadis itu.
"Mau gue sebarin fakta ini? " Reynard tersenyum mengejek.
Keyla membeku sesaat sebelum menjawab. "Aku nggak pernah ngelakuin semua itu, kamu jangan percaya gosip murahan itu rey. "
"Gosip murahan? Lo kayaknya terlalu meremehkan geng dragon ya.! "Balas reynard, reynard memang sengaja menyuruh anak buahnya menyelidiki kehidupan keyla, dan mereka berhasil menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan.
Reynard mendekati keyla, refleks gadis itu berjalan mundur beberapa langkah. Dengan cepat reynard mencekal tangan keyla, reynard menjambak kuat rambut belakang keyla sehingga kepalanya mendongak menatap ke arah reynard yang memang lebih tinggi darinya.
"Ke... Kenapa kamu lakuin ini ke aku rey, sakiiit.... Hiks... Hikss... " Ujar keyla terisak.
"Katakan... Lo mau mati ditangan gue, atau berhenti mencampuri kehidupan gue. " Reynard semakin mengeratkan jambakan rambut keyla ditangannya.
"Argh... Sakit.. Sakit, ampun rey, gue janji nggak bakal ganggu lo lagi, gue bersumpah rey. " Ucap keyla dengan tubuh bergetar hebat, dia tidak sanggup menatap mata lelaki itu, bahkan gadis itu sudah pipis dicelana saking takutnya.
Reynard mendorong keyla kebelakang dengan kuat, sehingga keyla terjatuh dengan kedua kaki naik ke atas, reynard dengan cepat mengalihkan wajahnya dengan jijik.
"Bersihkan tempat ini sebelum lo pergi. "Kata reynard dengan suara datar dan dingin.
" A-apa . "Keyla menoleh dan terkejut melihat dimana tempat dia berdiri tadi ada air tergenang, ternyata dia tidak sadar kalau sudah pipis dicelana.
Reynard beranjak dan meninggalkan keyla yang terduduk dilantai dengam isak tangisnya.
****
Reynard keluar dari rooftop. ketika membuka pintu, ia melihat abi bersidekap dada menunggu nya.
"Gimana? Udah selesai? " Tanya abi dengan nada datar.
"Udah, gue nggak bakal biarin dia terus memojok kan cewek gue. " Jawab reynard tak kalah datarnya.
Teet...teet..
Bel istirahat berbunyi, mengalihkan atensi reynard, wajah nya berubah kaku, matanya melotot karena terkejut, keempat sahabat disampingnya menatap laki-laki itu dengan bingung.
"Kenapa lo? " Tanya saka.
"Kesambet jin di atap kali. " Celetuk denis terkekeh.
Reynard tidak mengubris perkataan dua orang itu, dia berlari dengan cepat menuju kelas meninggalkan ke empat sahabatnya dengan wajah kebinggungan.
__ADS_1
***
"Kantin yuk, laper nih. " Ajak siska sambil mengelus perut ratanya.
"Ya udah yuk, gue juga laper tadi nggak sempat sarapan. " Timpal zee.
"Hari ini kalian perginya berdua aja ya. " Kata karen lesu.
"Loh kenapa? Alen sakit? "Tanya zee. Zee memeriksa dahi karen dengan telapak tangannya.
" Nggak sakit kok, cuma ngantuk aja semalam begadang nonton drachin favorite gue. "Ucap karen. ia menguap sembari melipat kedua tangan diatas meja dan meletakkan kepalanya disana.
" Loh kok drachin sih? Bukannya lo pecinta drakor ya.? "Tanya siska heran.
"Nanti gue jelasin, bawain gue roti sama jus jeruk ya." pinta karen kemudian memejamkan matanya.
Siska berdecak kesal menatap karen, zee geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua sahabatnya,
zee menarik tangan siska yang masih diam melihat karen sebal.
"Udah, katanya laper. Lo yang pesen kalau nanti kantin nya rame." celetuk zee pura-pura kesal.
"Iya-iya, lagian lo ngomong kayak pernah pesan sendiri aja. "Balas siska mencebik kan bibirnya.
Mereka berdua berjalan beriringan, siska terus berceloteh menceritakan apa saja yang di ingatnya. Zee dengan sabar terus mendengarnya.
Sesampai dikantin siska langsung memesan makanan mereka. Kemudian membawanya kemeja pojok belakang dimana zee sudah duduk disana.
" yuhuu...Pesanan datang."Siska meletakan makanan zee didepannya.
" Makasih besty ku. "Ucap zee dengan imut.
Bukannya senang siska malah bergidik ngeri. " Sumpah ya zee, gue nggak sanggup menerima sifat manja lo, cukup sama reynard aja, sama kita-kita jangan. Please nggak kuat gue. "
Zee tertawa ngakak mendengar ucapan siska. Namun tawa itu langsung lenyap ketika seseorang yang datang menghampiri meja mereka.
Zee melihat siska yang juga menatap kearahnya. "Duduk aja kali, ini meja juga bukan milik kita pribadi. "Celetuk siska.
Laki-laki itu tersenyum kecut, namun tetap duduk disebelah zee. Zee menggeser duduknya, sedikit tidak nyaman saat berdekatan dengan ikbal.
"Lo apa kabar azeeyra? " Tanya ikbal mencairkan suasana yang terasa canggung.
"Baik."
"Gue boleh minta no ponsel lo nggak? " pinta ikbal dengan percaya diri.
Saat akan menjawab omongan ikbal, suara berisik di pintu masuk kantin mengalihkan perhatian zee. Disana terlihat reynard dan ke empat temannya berjalan kearah meja zee.
Wajah reynard tampak tak bersahabat melihat keberadaan ikbal dimeja kekasihnya. Siska meneguk ludahnya kasar. "Aduh gue kok mendadak dingin gini ya. "Celetuknya.
Reynard sudah berdiri disamping zee, ia menatap tajam ke arah ikbal. Sementara ikbal menoleh ke arah zee. "Gue masih boleh duduk disini kan?"
"Ya udah sih kalau mau duduk, kursinya bukan punya gue. "jawab zee santai.
"apa nya yang ya udah, minggir lo. " reynard merasa geram melihat ikbal yang sok akrab pada gadisnya.
"Urusan nya sama lo apa? Cewek lo biasa aja kenapa lo yang sewot. " Kata ikbal menantang.
"Lo cari mati ya " Reynard mendesis. auranya menjadi tambah dingin dan menakutkan.
"Gue ketua osis kalau lo lupa, dan disekolah ini ada aturan yang musti lo patuhi. " Ucap ikbal menyeringai.
"aturan???gue nggak pernah patuh pada aturan apapun. Gue juga nggak peduli apa jabatan lo disekolah ini, kalau gue nggak senang... "
__ADS_1
"Rey... " Zee memotong ucapan reynard yang tampak akan meledak.
"Yes baby... "Reynard menatap zee dengan senyum manis, wajahnya berubah lembut, semua orang disana terkejut dengan perubahan kilat reynard, kecuali para sahabatnya yang sudah mengetahui kebucinan reynard pada zee.
" Aku lapar, tadi tidak sempat sarapan. "Kata zee dengan nada manja.
" Lo bisa minggir nggak? Gue mau duduk sama cewek gue."Reynard melihat ikbal yang tampak kesal dan tidak mau pergi.
" Mending lo pindah, sebelum terjadi keributan, nggak guna juga lo duduk disini. "Suara berat abi menyadarkan posisi ikbal saat ini, dengan terpaksa dia bangkit dari duduknya dan pindah ke meja lain.
"Wah gila, suara abi bikin gue salting" Bisik salah satu siswi.
"Damage nya nggak main-main cuy."
"Udah kalian nggak usah banyak bacot, abi itu suami gue. " Celetuk sisiwi yang lain.
Zee terkikik geli melihat wajah abi yang kesal mendengar bisik-bisik penghuni kantin.
"Bee... "Reynard menarik ujung baju zee, gadis itu tidak mengacuhkannya, zee malah sibuk makan soto yang dipesan siska tadi.
" Aku salah, maafin aku...! "Ucap reynard merajuk, zee merasa gemas melihat wajah memelas reynard. Sementara ke empat remaja didepan mereka merasa shock, dan perut mereka bergejolak seperti ada sesuatu yang ingin keluar.
"Sayang... Jangan marah ya? " Kata reynard manja, dia memeluk pinggang ramping zee dari samping dan bersandar dibahunya. Sebenarnya zee nggak marah cuma dia kesal aja karena rey tadi janji keluar cuma 10 menit malah kebablasan sampai jam istirahat.
Saka dan denis berdiri dari duduk nya, dengan nafas memburu, hidungnya kembang kempis menahan kesal.
"Aish... . Gue udah nggak tahan, gue duluan. " Ucap saka beranjak pergi di ikuti denis dibelakangnya.
"gue juga duluan zee. " siska melambaikan tangan pada zee. Ia nggak sanggup melihat kebucinan reynard, takut baper.
"Kalian mau kemana woi. " Teriak seno melihat dua sahabatnya pergi.
"cari orang buat ditonjok, kalian berdua kalau masih pengen hidup waras mending pergi dari sana."celetuk saka kesal.
" Jangan sampai kalian masuk kantin sebagai siswa keluarnya jadi pasien sakit jiwa. "Cerocos denis. Mereka berdua berlari keluar dengan cepat saat abi melayangkan tatapan tajam ke arah mereka.
" Pfftt... Hahahah... "Zee tertawa terbahak sampai memegangi perutnya. Ada-ada saja kelakuan dua curut itu.
Reynard tersenyum tipis melihat gadis nya tertawa. Abi dan seno berdiri dari duduknya. Mungkin takut apa yang dikatakan denis mungkin saja terjadi.
" Kita duluan. "Seno menepuk bahu reynard, kemudian keluar bersama dengan abi.
Zee melanjutkan makannya dengan reynard yang masih merajuk di sebelahnya.
Zee selesai makan bersamaan dengan bel masuk berbunyi. Jam terakhir pelajaran kimia, sebagai anak jurusan Ipa tentu para murid serius dalam belajar. Ditambah gurunya yang cantik dan masih muda membuat mereka semakin semangat.
****
Zee dan dua sahabatnya berjalan menuju parkiran, reynard dan ke empat sahabatnya mengikuti zee dibelakang.
"Bee aku antar ya? " Reynard memakaikan helm dikepala zee. Zee melirik ke arah mobilnya, dia yakin leo ada didalam mobil itu.
Siska dan karen sudah pulang karena jemputannya sudah datang. Akhirnya zee pulang diantar kan reynard.
Dalam perjalanan reynard mengendarai motornya dengan pelan. Sebuah mobil bentley hitam mengikuti mereka dengan jarak dekat. Reynard melirik kaca spion nya, dia menyadari mobil itu sudah mengikutinya dari tadi, reynard menghentikan motornya di pinggir jalan.
"Kenapa? " Tanya zee ketika reynard menepikan motornya.
"Turun dulu bee.. " Pinta reynard sambil membuka helmnya. Mobil hitam di belakang mereka juga berhenti tepat di sebelah mereka.
Zee turun dan melihat mobilnya yang dikendarai leo juga berhenti. Reynard menghampiri mobil itu.
Tok... Tok... Tok..
__ADS_1
Reynard mengetuk kaca mobil, leo membuka dan keluar dari sana. Leo dan reynard saling menatap dengan tajam, zee terus melihat kedua orang itu, dia ingin tahu apa yang akan mereka lakukan.
"Siapa lo, kenapa lo ngikutin kita? " Tanya reynard dingin dan datar.