
Reynard langsung mendengus begitu mendengar zee memuji abi. Tapi dia hanya bisa diam dan menahan rasa kesal didalam hati.
Mereka kembali kekamar ketika mata zee mulai mengantuk.
Keduanya pun sekarang sudah berada didalam kamar zee. Dimana reynard masih bersikeras untuk tidur bersama gadis itu. Dan berharap saat bangun pagi bisa melihat wajah kekasihnya.
"Besok cemberut lagi awas aja kamu. " Ancam zee yang sudah selesai membersihkan diri dan berganti piyama tidur.
"Nggak akan kalau kamu masih disini saat aku bangun. "Ucap reynard menarik tangan zee agar ikut berbaring di atas ranjang.
" Aku nggak janji ya. "Ucap zee. Ia merasa ragu bisa terbangun di sisi reynard besok. Firasat nya mengatakan hal buruk mungkin saja akan terjadi nanti.
Reynard yang manja pun meletak kan tangan zee dikepalanya minta di elus. Zee yang sudah malas berdebat akhirnya mengelus rambut halus reynard dengan lembut agar bayi besar itu segera tidur.
Beberapa menit keduanya sudah tertidur dalam keadaan reynard memeluk zee seperti guling, tubuh zee yang lebih kecil dari rey langsung tenggelam dalam tubuh besar reynard.
***
Daniel yang baru mendarat di bandara langsung melajukan mobil ke hotel tempat adiknya menginap. Berdua dengan abi daniel menyusul ke kamar penginapan zee.
Biarpun pintu dikunci dari dalam, namun sebagai pemilik hotel tentu saja daniel bisa meminta kartu cadangan untuk masuk.
Begitu daniel dan abi masuk kedalam kamar. Ternyata sosok yang dicari tengah tenggelam dalam pelukan seorang laki-laki.
"Brengsek."
Abi sedikit kaget mendenger umpatan daniel yang tepat berada di sebelahnya. Namun beberapa detik kemudian abi pun tersadar dia bahkan ingin menonjok sahabatnya itu saat ini juga.
Daniel pun mendekat dan melepaskan tangan reynard yang memeluk zee cukup erat. Daniel mengeraskan rahangnya, ingin nya sih langsung menarik paksa saja, tapi dia urungkan karena sudah punya rencana buat menjahili remaja itu.
"Pelan-pelan." Bisik abi saat daniel sudah mulai mengangkat tubuh zee. Sebenarnya tidak pelan pun tidak masalah, karena mereka tau bagaimana kondisi zee saat gadis itu tidur yang tidak akan terganggu dengan suara berisik apapun kecuali ada goncangan keras pada tubuhnya.
Sebelum keluar abi meletak kan boneka annabelle disamping reynard dan memposisikan nya dalam pelukan laki-laki itu.
Daniel dan abi saling tatap kemudian sama-sama tersenyum puas. Rasanya sudah tidak sabar menunggu esok pagi.
Abi menarik koper milik zee dan membawanya keluar. Dengan semangat daniel mengendong zee menuju kamar privat miliknya. Abi mengelus rambut zee saat gadis itu menggeliat, bukannya terbangun gadis itu malah semakin menempel di dada daniel.
" mau tidur disini atau balik kekamar kamu. "Tanya daniel ketika sudah membaringkan zee ditengah-tengah ranjang.
"Disinilah, enak aja kakak mau memonopoli adek sendiri. "Abi melirik ke arah ranjang, zee sudah kembali tidur dengan nyaman. Entah bagaimana reaksinya saat bangun besok.
"Ya udah sana cuci muka dulu. " Titah daniel yang kemudian duduk ditepi ranjang seraya mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
Abi keluar dari kamar mandi dengan wajah segar, ia naik keatas ranjang dan berbaring disebelah kiri zee.
"Kakak nggak tidur sama pacarnya? Sayang banget liburan sama pacar tapi tidur terpisah. " Sindir abi dengan senyum mengejek pada daniel.
"Itu mah bisa nanti, masih banyak waktu lah, kami juga seminggu lagi disini. " Ungkap daniel. Kemudian meletak kan ponselnya ke atas nakas.
Suasana hening beberapa detik.
Daniel yang baru menyadari ada yang salah dari ucapanya tadi langsung menoleh ke arah abi. Adik laki-lakinya itu sedang tersenyum yang tampak menyebalkan dimatanya.
Daniel berdehem sebagai pengalihan. "Tidur, besok kakak ajak kalian jaan-jalan. " Ucap daniel dengan salah tingkah.
Baru akan memejamkan mata terdengar suara tawa abi terbahak. Daniel mendelik kan matanya melihat abi.
"Siap-siap aja lo kak, kalau sampai rey tau kakak pacaran sama sepupunya sudah pasti dia bakal balas dendam. " Ucap abi mengingatkan daniel sambil tertawa puas.
Daniel terdiam sejenak.
"Ah, siaaalan, sejak kapan mereka sepupuan. "Umpat daniel jengkel. Ia menggosok wajahnya dengan telapak tangan nya.
Tawa abi semakin meledak melihat wajah kesal daniel. "Ini hubungan kalian agak istimewah ya kak, gue yakin perang antara kalian berdua bakal seru banget. "Tambah abi lagi yang membuat daniel semakin kesal.
Daniel berdecih mendengar ucapan abi. Dan melemparkan bantal tepat diwajah nya yang langsung ditangkap oleh remaja itu. Sebenarnya daniel sedikit tidak terima jika harus memiliki adik ipar seperti reynard. Entah kenapa setiap melihat reynard dia selalu merasa kesal.
Abi mengangguk. "Kakak juga. " Jawab abi. Kemudian menutup mata.
***
Pagi hari.
Zee menggeliat dari tubuhnya, kening zee berkerut saat merasakan tubuhnya terasa terjepit. Perutnya juga terasa sedikit berat.
Begitu membuka mata zee melihat sekeliling ruangan yang tamoak lebih besar dari kamar inapnya. Ranjang yang lebih empuk dengan selimut menutupi tubuhnya. Zee menoleh kekanan dan mendapati wajah daniel yang sedang tidur, lalu menoleh kekiri ada abi yang sama pulas nya dengan daniel.
Setelah menarik nafas panjang dan sedikit usaha agar terlepas dari kurungan dua lelaki tampan itu, akhirnya zee bernafas lega. Zee langsung turun dari ranjang dan meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.
Mampus gue.
Zee yang teringat dengan reynard. Bergegas turun dari ranjang. Zee mengambil kartu akses dimeja samping daniel dan buru-buru keluar kamar. "Semoga bayi besar itu belum bangun. " Doa zee dalam hati.
Dikamar lain namun tempat yang sama.
Reynard memeluk erat boneka annabelle dengan kedua tangannya. Matanya terasa berat, namun tangannya merasa ada yang lain dengan tubuh zee. Meski enggan namun otak reynard memaksanya untuk bangun karena signal berbahaya sudah dikirimkan melalui otak jeniusnya.
__ADS_1
Secara perlahan reynard membuka mata, dia sudah menyiapkan mentalnya kalau-kalau yang ada dalam pelukannya saat mungkin saja orang lain.
Hal pertama yang dia lihat adalah rambut pirang yang menggelitik hidungnya. Kening reynard berkerut, rambut zee coklat kehitaman, sementara rambut yang ada didepan nya berwarna pirang, jantung reynard seketika berdetak kencang. Ia langsung terduduk dan menoleh ke atas ranjang
Seketika reynard lerlonjak kaget begitu mengetahui siapa yang menjdi teman tidurnya. Mata yang bulat dan besar, rambutpirang dikepang dua dengam poni sebatas alis. Bibirnya hitam kemerahan seperti darah.
"Oh, shiiit. " Umpat reynard seraya melempar si anna ke lantai. Beruntungnya sicantik itu sedang patuh dan tetap diam, andai dia kembali melompat ke atas ranjang sudah pasti rey bakal pingsan dibuatnya.
Reynard terus saja mengumpat dadanya naik turun menahan marah, wajahnya sangat merah saat ini.
"Siaal, siaaal, brengseeek. " Umpat reynard keras.
Ceklek. . .
Saat pintu terbuka zee berjalan kearah ranjang dan mendapati wajah reynard dioenuhi aura membunuh.
Mata zee melotot saat melihat seonggok boneka cantik asal amerika itu tergeletak manja dilantai kamar, dengan senyum menawan yang tak pudar di bibir seksinya.
Zee kembali mengalihkan pandangan ke sosok yang duduk ditepi ranjang. Tenang, tenang, zee meneguk ludahnya saat berjalan mendekat kearah reynard.
"Rey. . . " Panggil zee pelan. Namun yang tidak zee duga adalah reaksi reynard, laki-laki itu terkejut bukan main, saking kagetnya zee nyaris mendapat satu pukulan diwajahnya.
Niat hati memanggilnya dengan pelan agar dia tidak kaget justru malah sebaliknya, suara pelan itu malah terdengar horor ditelinga reynard.
"Sorry, kamu kaget ya. " Ucap zee yang berhasil mengelak dari pukulan reynard. Laki-laki itu menatap zee sekilas, setelah nya membuang muka ke arah lain dengan wajah pucat.
Reynard tidak menjawab, dengan tergesa-gesa ia turun dari ranjang. Kemudian keluar dari kamar tanpa melirik kearah zee.
Zee membiarkan saja reynard pergi, ia yakin reynard butuh waktu meredakan amarahnya.
Wajah zee mulai terlihat suram, mengingat tadi dia tidur bersama dengan daniel dan abi. Sudah dipastikan ini kerjaan dua orang itu.
"Kalian berdua sudah sangat keterlaluan. "Ucap zee dengan suara yang meninggi. Abi yang baru keluar dari kamar mandi tercengang melihat zee yang berkacak pinggang didepan daniel yang sedang duduk ditepi ranjang.
Zee menoleh kebelakang dan mendapati abi berjalan kearahnya. " Abang kan sahabatnya pasti tau kalau rey takut dengan boneka itu, tapi malah sengaja membawanya kesini. "
Abi mengegeleng. "Bukan abang, tapi kak daniel yang bawa. " Elak abi mencoba menyelamatkan diri.
"Kok nyalahin kakak, kan kamu yang kasih tau kalau bocah itu takut annabelle. " Protes daniel yang tidak mau disalahkan sendiri.
Zee langsung menyeringai mendengar ucapan kedua saudaranya itu. "Masih saja mau mengelak, kalian nggak ingat waktu aku minta buat makan buah durian? Suka nggak? Enak? Nggak kan? Kalian nggak suka, dan bisa dibilang trauma. Begitu juga dengan rey, kenapa kalian menyepelekan rasa takut seseorang disaat kalian juga memiliki kondisi yang sama. "Zee terlihat sangat jengkel.
Dua orang didepannya hanya diam menunduk dengan rasa bersalah.
__ADS_1
***