
Tiga gadis itu langsung merapat kan kardigan nya saat melihat tiga curut dibelakang mereka
"Siapa yang mau malam pertama? " Tanya saka lagi. "Enak nggak? Spill dong buat referensi nanti pas gue kawin. " Ucap saka. Enteng sekali mulut berbisanya membahas hal vulgar itu ditempat umum. Memang udah putus urat malunya itu anak.
Siska mendengus kesal, kemudian menarik tangan zee dan karen menuju pantai.
"Eh, eh, kok ditinggal, tungguin dong. " Teriak saka kemudian berlari mengejar ketiga gadis itu.
Seno dan denis langsung sadar dari rasa terkejutnya saat mendengar pertanyaan gila yang baru saja melompat dari mulut beracun saka.
"Makin parah ***. " Ujar denis.
"Ho'oh, udah nggak ketolong lagi sih ini, rumah sakit jiwa juga udah angkat tangan pasti. "Sahut seno terkekeh. Kemudian ikut menyusul ke empat orang yang sudah menjauh itu.
Zee menatap kedua sahabatnya itu dengan serius. " Kalian yakin akan memakainya ditempat seperti ini? "Tanya zee sedikit tidak percaya diri dan juga khawatir.
Siska dan karen memandangi zee tak kalah serius. "Tentu, sangat, sangat yakin, dan disini tempat yang sangat cocok, kita kasih paham sama cewek-cewek bule itu kalau gadis indo juga memiliki tubuh yang seksi. "Jawab siska dengan senyum percaya diri. Namun diwajah zee masih saja ada rasa takut dan tidak percaya diri.
" Udah nggak usah khawatir, disini nggak ada yang ngenalin kita kok. "Ucap siska seraya merapatkan kembali kardigannya yang ditiup angin. " Percaya sama gue, udah lama banget gue pengen lakuin hal gila ini sumpah gue exited parah. "
Zee mengangguk. "Oke, tapi tetap hati-hati gue takut kita ketemu orang mesum yang nggak tau diri. "
***
"Oh my good. " Seru siska begitu sampai di tenda yang dibuat leo.
Sebuah tenda dengan atap selendang panjang berwarna warni, didalam tenda kecil itu ada meja panjang yang diatasnya tersedia minuman dan cemilan.
"Ini, luar biasa sekali. " Seru siska mengelilingi tenda, tampak matanya berkaca-kaca, impian sederhana siska memakai bikini di pantai bali dengan tenda dipinggiran pantai akhirnya terkabul, jadi wajar saja dia sampai terharu begitu.
Siska memutar musik dari speaker yang disediakan leo diatas meja dalam tenda.
"Ayo turun " Ajak siska pada karen dan zee. Lagaknya udah kayak di bar aja.
"Kalian duluan, gue mau minum dulu sebentar. " Teriak zee yang duduk di kursi pantai seraya mengambil segelas jus jambu biji. Sebenarnya itu cuma alasan zee saja, dia masih belum berani melakukan hal gila itu.
Leo mendekati nona mudanya dengan kepala menunduk. "Nona muda, mau mulai barbeque nya? "Tanya leo, semua alat dan bahan sudah dia persiapkan tinggal menunggu intruksi dari nona mudanya saja.
__ADS_1
" Boleh, terimakasih leo, kerja bagus hari ini. "Puji zee sungguh-sungguh. Leo memang selalu bisa ia andalkan. Pria itu hanya mengangguk pelan.
Selang beberapa menit tiga curut yang tadi mengikuti mereka datang. Saka dan denis melongok melihat siska dan karen sedang menari. Yang membuat mereka terkejut bukan goyangan mereka namun pakaian yang dua gadis itu pakai.
Meski kardigannya belum mereka buka tapi karena kondisinya ditepi pantai dengan angin yang berhembus tentu saja bikini yang disembunyikan kardigan itu tidak mampu lagi menutupi.
Karen berjalan menghampiri mereka, seno, saka dan denis tidak berkedip menatap karen yang mulai mendekat.
"Ayo ikut gabung, nggak asik lo masa cuma duduk disini ngeliatin kita. " Karen menarik tangan zee mengikutinya ketepi pantai untuk ikut bergoyang.
Zee bangkit dari duduknya. Seketika itu pula tiga curut kembali melongok saat angin berhembus, saat itu juga kardigan zee terbang dan memperlihatkan bikini dress yang zee pakai.
"Wow, pesta bikini, amazing.? " Teriak saka. Kemudian kembali melihat dimana tiga gadis cantik itu menari meliuk-liuk seperti ulat mengikuti alunan musik dj yang berbunyi keras.
Senyum jahat terbit dibibir saka. Di keluarkan nya ponsel dari saku celana boxernya kemudian merekam tiga gadis itu beberapa detik. Kemudian mengirimkan pada seseorang dengan caption.
' Tiga bidadari terdampar ditepi pantai '
Send. Kemudian saka menyimpan kembali ponselnya.
Rambut panjang zee yang diterpa angin menambah kesan seksi gadis itu, untung saja selain mereka tidak ada lagi orang lain disana, karena memang zee meminta leo memboking pantai itu seharian penuh untuk mereka. Demi kenyamanan dan keamanan tentunya.
***
Rahang reynard mengeras melihat layar ponselnya, kemudian ia meraih jaketnya. "Sorry, gue harus pergi. "Ucap reynard secepat kilat dia melompat dari ranjang bak spiderman tengah mengejar musuh.
Daniel dan abi hanya melongok melihat kepergian reynard. " Mau kemana kau bocah tengik? Ini kita gimana? "Teriak daniel. " Wah, parah lo bajingaan, gue batalin minta maaf nya, nggak sudi gue iparan sama lo bocah siaalan. "Teriak daniel lagi dengan segala umpatannya.
Abi hanya geleng-geleng kepala melihat daniel yang mencak-mencak dengan kesal. Daniel itu kelakuannya masih kayak bocah eits, itu hanya berlaku dihadapan orang yang dia anggap nyaman beda lagi kalau berhadapan dengan klien atau musuh dia akan berubah menjadi malaikat pencabut nyawa.
Kemudian daniel meninggalkan kamar itu bersama daniel.
Wajah reynard memerah menahan amarah melihat zee sedang asik bergoyang meliuk-liuk bersama siska dan karen.
Reynard berdiri dibelakang zee bersedekap dada, namun gadis itu tidak menyadari kehadiran kekasih tampannya itu.
"Baby." Panggil reynard. Baik siska atau pun karen mereka berdua sungguh menikmati tarian mereka sampai memejamkan mata sehingga tidak menyadari kehadiran orang lain disekitar mereka.
__ADS_1
Mereka benar -benar sangat menikmati alunan musik dj itu, meski reynard meneriaki mereka beberapa kali, namun zee seolah tidak memdengar karena kerasnya suara musik ditambah suara ombak dan angin saling bersahutan.
Tiga gadis itu tertawa terbahak, puas sekaligus lega, itulah perasaan yang mereka rasakan saat ini. Namun hanya sebentar saja karena detik berikutnya tubuh zee langsung membeku dengan mata lebar.
Begitu berbalik badan seorang laki-laki menatapnya dengan sangat tajam, tiupan angin dengan lancangnya menyingkap kardigan zee sehingga memperlihat kan tubuh seksi dan montok nya, mata reynard semakin membulat melihat pemandangan yang hanya ingin reynard sendiri melihatnya, tapi sekarang gadis itu terbuka ditempat umum.
Yang benar saja. Mana mungkin rey akan diam .
Zee menengok kebelakang meihat kedua temannya, siska dan karen kompak mengangguk kan kepala.
Dengan sekuat jiwa raga zee mengumpulkan keberaniannya.
Zee tersenyum manis yang sangat mengoda.
"Hai, mau gabung? " Ajak zee dengan suara yang mengoda, zee mengedipkan sebelah matanya. Kali ini reynard yang membeku, ini pertama kalinya dia melihat zee bersikap genit, dan syukurnya itu adalah dia.
"Bee. . . Kamu? "Reynard tidak melanjutkan ucapannya karena bingung mau berkata apa.
Zee tidak menjawab, ia justru menarik tangan reynard dan mengajaknya ikut berjoged. Tubuh rey semakin menegang saat zee bergoyang didepannya dengan jarak yang sangat dekat.
Siska dan karen yang melihat suasana kembali tenang melanjutkan kembali aksi mereka. Namun tiba-tiba siska menjauh dan berlari menghampiri leo yang sedang menyiapkan saos untuk barbeque.
"Ayo ikut. " Ajak siska dengan senyuman mengoda.
Alis leo terangkat mendengar ajakan siska.
"Udah nggak usah bingung, nanti kamu juga tau. " Ujar siska yang kemudian langsung menarik tangan leo tanpa persetujuan pria itu.
Siska kembli bergabung dengan zee dan karen. Ia bergoyang dengan sangat erotis, leo berdiri kaku seperti mayat hidup, hanya matanya yang bergerak, yang lain nya sudah membeku.
"Kamu nggak bisa joged? " Tanya zee. Sambil terus menari. Mata reynard fokus menatap tubuh zee yang tampak luar biasa seksi dimata reynard, kemudian dia berdecak kesal.
Reynard membuka jaketnya hendak memakaikan pada kekasihnya, karena dia tidak rela tubuh zee dilihat laki-laki lain kecuali dirinya.
"Jangan." Tolak zee saat rey akan memasangkan jaket ke tubuhnya. "Please hari ini aja, aku janji ini yang pertama dan terakhir. Ya? " Ucap zee sedikit memohon.
***
__ADS_1