
Nevan dan Aera baru saja keluar dari ruangan dokter ilham, untuk mempertanyakan kondisi dari ibu Rosita, Aera bahkan sangat kecewa operasi di batalkan dan di undur selama 2 hari lagi karena kondisi ibunya yang tidak memungkinkan dan belum sadarkan diri.
"Apa kamu mau pulang? kalau mau pulang nanti sekalian aku antar". ucap Nevan pada Aera.
"Tidak, perlengkapanku masih cukup di sini, pulang lah pasti kamu lelah". Aera yang menatap Nevan di depannya.
"Kalau begitu jaga dirimu baik-baik, dan istirahatlah".
"Iya, maaf selalu merepotkanmu". ucap Aera.
"Tidak masalah, aku suka di repot kan oleh wanita cantik sepertimu?". Nevan yang tersenyum pada Aera.
"Hiss sudah pulang lah sana, jangan gombal malam-malam gak mempan!" Aera yang mendorong tubuh Nevan untuk pergi.
"Iya-iya". Nevan pun sudah berjalan keluar untuk pulang, karena hari semakin malam.
Aera yang masih di depan ruangan menatap punggung Nevan berjalan pergi keluar dari rumah sakit. "Sebenarnya dia laki-laki yang bertanggung jawab dan baik, tapi saat aku mengingat kejadian malam itu hatiku sangat sakit dan kecewa padanya". ucap Aera pelan lalu masuk ke dalam ruangan ICU.
Namun saat Nevan keluar dari rumah sakit, ponsel Nevan pun berbunyi di dalam saku celananya, Nevan segera mengangkat ponselnya.
"Iya Hallo pa?". ucap Nevan.
"Berangkat lah besuk ke Filipina". ucap papa Nevan.
"Kenapa, ada urusan apa di Filipina pa?". tanya Nevan pada papanya.
"Papa sedang di Amerika bersama mama, besuk ada pertemuan penting bersama om Burhan di filipina untuk membicaran proyek baru kita di bali".
"Kapan mama berangkat ke Amerika, sepertinya tadi masih di rumah".
"Baru tadi siang terbang menuju ke Amerika".
"Ada kepentingan apa mama dan papa ke Amerika?". tanya Nevan lagi.
"Papa dan mama sudah lama sekali tidak berlibur, jadi biarkan mama dan papa menghabiskan waktu ber dua dulu mengenang masa-masa muda.
"lalu kenapa aku yang di suruh ke Filipina?".
__ADS_1
"Untuk mewakili perusahaan kita dan mewakili papa, itu pertemuan sangat penting, jangan di sia-siakan, dan pergilah besuk ke Filipina selama 2 minggu".
"Apa 2 minggu! tapi perusahaan kita bagaimana?".
"Biarkan Aera sekretaris kamu yang sementara meng handle perusahaan, tidak lama cuman 2 minggu".
"Tapi pa-". Sebelum Nevan selesai berbicara telfon pun sudah di matikan oleh papa Nevan.
Tut.. Tut.. Tut..
"Hiss papa sangat menyebalkan sekali, enak-enak berduan sama mama, malah anaknya yang di suruh pergi!". grutu Nevan sangat kesal pada papanya.
Nevan pun kembali memasukan ponselnya ke dalam sakunya dan memutuskan untuk segera pulang, karena besuk akan menempuh perjalanan yang cukup jauh.
🍂🍂
Seperti biasa Aera pagi-pagi dari rumah sakit menuju ke apartemen Nevan, di dalam Apartemen Aera sedang mengemasi beberapa pakaian dan kebutuhan Nevan yang lainnya untuk di masukan ke dalam koper cukup besar, Aera sangat merasa bingung dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Pak, bapak mau kemana membawa koper sebesar ini?". tanya Aera yang masih merapikan beberapa pakaian.
"Kenapa saya tidak tau, bahkan tidak ada laporan kalau bapak akan pergi ke Filipina?". ucap Aera.
"Iya ini pekerjaan sangat mendadak, ayo kalau sudah kita berangkat ke kantor, kita lanjut pembicaraan nya nanti". Nevan yang sudah keluar bersama Aera dengan mendorong kopernya.
Di dalam mobil Nevan masih bergelut dengan fikiran nya sedikit melirik pada Aera, begitu berat meninggalkan Aera dengan kondisi ibunya yang masih sakit.
"Aera?" panggil Nevan wanita cantik dan seksi di sebelahnya.
"Iya pak". Aera pun menoleh pada Nevan.
"Apa kamu bisa meh handle perusahaan sebentar hanya 2 minggu, dan kamu akan di bantu oleh Aksa temanku, tadi malam aku sudah memberi tahunya". ucap Nevan menatap pada wajah Aera.
"Baiklah pak, saya akan berusaha semaksimal mungkin". ucap Aera.
"Apa kamu tidak apa-apa aku tinggal, bahkan ibu mu masih sakit".
"Tidak apa-apa pak, sebentar lagi ibu saya juga akan di oprasi, jangan khawatirkan saya". Aera yang menyakinkan Nevan untuk pergi.
__ADS_1
"Baiklah". jawab Nevan.
Tidak lama Nevan dan Aera sampai di kantor, dan sudah masuk ke dalam ruangannya, dan di susul oleh Aksa yang baru saja datang masuk ke dalam ruangan Nevan.
"Hay man, hay cantik". sapa Aksa sambil mengerlingkan mata kanannya untuk Aera dan sudah duduk di sofa.
"Aku mau meminta bantuan mu untuk mengurus perusahaanku untuk membantu Aera, seperti yang aku bicarakan tadi malam". ucap Nevan yang sudah duduk di sebelah Aksa.
"Baiklah, sangat menyenangkan sekali bisa bekerja sama dengan wanita cantik dan seksi seperti Aera. ucap Aksa yang kembali mengeluarkan ucapan bercandaannya.
"Jangan bercanda brengsek! aku sungguh mengharapkan mu untuk bisa mengurus perusahhanku". ucap Nevan yang kembali memukul kepala Aksa dengan buku di mejanya.
"Iya-iya baiklah, sana segera lah pergi pesawat nya sudah mau berangkat tu". ucap Aksa.
"Kenapa kamu jadi mengusirku". Nevan yang sudah berdiri dan mendekat pada Aera.
"Aku percayakan sementara perusahaan ini kepadamu Aera, dan jaga dirimu baik-baik, bila ada apa-apa segera lah hubungi aku". Ucap Nevan yang mengusap kepala Aera.
"Baik pak". jawab Aera.
Nevan pun lalu pamit kepada Aera dan Aksa untuk segera pergi keluar dari kantor.
"Jaga dia dengan baik-baik, awas saja kau menyentuh berlianku!". ucap Nevan lirih di telinga Aksa yang berdiri di sampingnya.
Aksa yang mendengar perkataan Nevan pun tersenyum tipis. "Tenang lah, aku mungkin hanya menidurinya saja, tidak akan membunuhnya". ucap Aska tidak kalah mengejek Nevan.
Nevan yang mendengar perkataan Aksa pun sontak langsung menendang kakinya.
Bruakk!".
"Aku berangkat dulu ya, sampai jumpa". Nevan yang melambaikan tangannya lalu berjalan pergi.
"Hey kenapa kau menendang kaki ku, sakit brengsek!". ucap Aksa yang sudah meringis kesakitan.
"Jagalah berlian ku!". Teriak Nevan pada Aksa yang sudah berlari kecil keluar dari pintu.
Aera yang melihat Nevan sudah pergi keluar dari ruangannya merasa sangat sedih. "Kenapa aku merasa tidak rela melihat laki-laki brengsek itu pergi jauh dariku". ucap Aera di dalam batinnya yang sudah berkaca-kaca.
__ADS_1