
Aera yang terbangun dari tidurnya sudah membuka matanya, mencium aroma masakan yang sangat harum dan sedap, Aera mengedarkan pandangannya, melihat pada isi ruangan yang mengingatkan nya pada kejadian malam itu Nevan yang mengambil kehormatannya, lalu Aera pun berdiri berjalan keluar dari kamar, namun saat ingin keluar Aera melihat pada baju piyama di tubuhnya, Aera pun keluar dari kamar, melihat laki-laki tampan hanya mengenakan kaos polos dan celana boxser sedang memasak sesuatu di dapur, lalu Aera pun mendekat pada Nevan.
Plakk! Aera yang memukul kepala Nevan dengan sendok dari belakang.
"Aauu_ sakit sayang". ucap Nevan yang sudah mengelus kepalanya lalu menghadap ke belakang.
"Kenapa kamu memperkosaku lagi?". ucap Aera.
"Siapa yang memperkosamu?". Ucap Nevan yang tidak kalah bingung.
"Lalu kenapa aku sudah memakai piyama ini, kalau kamu tidak membuka bajuku?".
"Owh itu, iya memang aku membuka bajumu tadi malam, karena tidak mungkin kamu tidur menggunakan dres, pasti tidak nyaman bukan?". Nevan yang masih sibuk dengan masakannya.
"Terus kamu memperkosaku?".
"Tidak sayang, aku tidak menyentuh mu tadi malam, hanya menggantikan baju untukmu". ucap Nevan yang mencubit pipi Aera.
"Awas bohong!". Aera yang masih berdiri di sebelah Nevan.
"Tidak, sudah duduklah ayo makan". Nevan yang menyuruh Aera untuk duduk.
"Kamu masak apa?". tanya Aera.
Nevan yang sudah mengambilkan piring dan mengisinya dengan nasi goreng masakannya untuk Aera.
"Silahkan di makan mommy twinsku". ucap Nevan yang sudah memberikan nasi goreng kepada Aera.
"Aaa terimakasih sayang?". ucap Aera.
"Apa coba ulangi lagi". ucap Nevan yang mendekatkan kuping nya.
__ADS_1
"Terimakasih sayang?". Aera yang mengulangi lagi ucapannya.
"Coba sekali lagi, aku tidak dengar".
"Gak mau, sudah tidak ada siaran ulang!". Aera yang sudah menyendok makanannya.
Nevan yang mendengar ucapan Aera hanya tersenyum tipis, mereka ber dua pun melanjutkan makan, setelah makan Nevan segera mandi dan bersiap-siap untuk berangkat bekerja.
"Apa kamu akan bekerja sayang, aku ikut ya, aku kan masih sekretarismu?". ucap Aera yang sudah mendekat pada Nevan untuk memasang kan dasinya.
"Tidak, sesuai perjanjian kontrak, bila ibu mu sudah sembuh kamu akan keluar dari kantor ku". ucap Nevan.
"Tapi itu kan karena kemarin_". Sebelum Aera menyelesaikan bicara nya sudah di potong oleh Nevan.
"Suttt sudah kamu di rumah saja, tapi kamu tidak apa-apa kan aku tinggal sendiri?". ucap Nevan menatap wanita cantik di depannya.
"Iya tidak apa-apa, lalu kapan kamu akan menemui ibu lagi?".
"Sepertinya besuk sayang". jawab Nevan.
"Makasih, tapi Apa kamu masih mual dan pusing sayang?". tanya Nevan.
"Tidak untuk sekarang, semoga sampai nanti tidak".
"Sayangnya daddy jangan nakal ya, jangan ngerjain mommy terus?". ucap Nevan yang mengelus perut rata Aera.
"Iya daddy, daddy cari uang yang banyak ya". ucap Aera sambil tersenyum.
"Ya sudah aku berangkat dulu ya sayang". Nevan yang pamit dan mencium kening Aera.
"Iya sayang hati-hati di jalan ya". ucap Aera yang melambaikan tangan kepada Nevan.
__ADS_1
Nevan pun sudah keluar dari Apartemennya untuk berangkat bekerja, Nevan sudah masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya lumayan kencang, Nevan sangat begitu bahagia dengan kehadiran Aera dan calon malaikat-malaikat kecilnya, namun di sisi lain Nevan juga merasa sedih mengingat ibu Aera yang sangat marah dan tidak menyetujui hubungan mereka.
"Apa dengan cara ini tuhan menyatukan kita agar tetap menjadi satu, bahkan aku tidak menyangka akan seperti ini Aera, dan tidak menyangka akan terus hidup bersamamu dan anak-anak kita nanti". ucap Nevan pelan masih fokus melajukan mobilnya.
Tidak lama Nevan pun sudah sampai di besmen parkiran kantor, mobil sport warna merah sudah terparkir dengan sempurna, Nevan pun segera turun dari mobilnya, dengan beberapa orang memberi hormat kepadanya, Nevan pun sudah masuk ke dalam ruangannya, namun saat masuk tiba-tiba sudah ada aksa di dalam ruangan.
"Hay man, maaf aku sudah masuk lebih dulu di ruanganmu". Aksa yang sudah berdiri dan mendekat pada Nevan.
"Tugasmu membantu perusahaan ku sudah selesai kamu bisa mengerjakan perusahaan mu sendiri lagi". Ucap Nevan yang berjalan menuju meja kebesarannya.
"Iya aku tau, tapi soal kemarin aku sungguh minta maaf sudah mengajarmu, entah kenapa aku merasa sangat marah saat itu". Aksa yang meminta maaf kepada Nevan.
"Iya santai saja, itu tandanya kau sangat perduli kepadaku, dan terimakasih juga sudah menjaga Aera dengan baik". ucap Nevan menatap pada temannya.
"Iya, tapi kapan rencanamu akan menikahi nona cantik itu?". tanya Aksa pada Nevan.
"Aku akan menikahi Aera setelah baby twins kita lahir, karena tidak boleh menikahi wanita yang sedang hamil, itu pamali". Jawab Nevan.
"Baiklah, tapi bagaimana ceritanya kamu bisa meniduri nona cantik, apa kau mabuk?".
"Entahlah, bahkan saat itu aku merasa hilang kendali saat mengetahui Aera pergi bersama pria lain, padahal itu hanya salah faham".
"Tapi kau sadar bukan?".
"Iya aku sangat sadar, waktu itu baru saja tiba di pernikahan selis, dan entah kenapa aku sangat marah besar dan memaksa Aera untuk masuk ke apartemanku".
"Itu tandanya kau benar-benar mencintainya dan takut kehilangannya bodoh". ucap Aksa.
"Mungkin, dari sejak pertama bertemu, aku sudah merasakan ada yang berbeda darinya".
Aksa yang mendengar perkataan Nevan hanya tersenyum tipis. "Kenapa hati ku terasa sangat sakit mendengar ucapan Nevan yang akan menikahi Aera, bahkan saat mengetahui Aera hamil anak Nevan, aku begitu sangat marah sampai tidak terkendali, ya tuhan ada apa denganku, apa aku cemburu kepada Nevan temanku sendiri atau hanya sekedar perduli kepada Aera kemarin. ucap Aksa di dalam batinnya.
__ADS_1
Setelah berbincang-bincang dengan Nevan dari yang penting hingga yang tidak penting Aksa pun pamit kepada Nevan untuk pergi, karena ada hal penting yang tidak bisa di tinggalkan, Aksa pun sudah berjalan keluar meninggalkan ruangan Nevan.
Nevan sendiri yang tidak terlalu sibuk memutuskan untuk segera pulang, dengan adanya Aera di apartemennya membuat Nevan ingin buru-buru pulang untuk bertemu dengan Aera, sebelum sampai apartemen Nevan memutuskan untuk membeli beberapa buah, mengingat Aera yang kemarin menikmati buah anggur dengan sangat lahap, Nevan pun tidak lupa untuk membeli buah anggur juga, setelah membeli buah Nevan kembali melajukan mobilnya untuk segera pulang menuju apartemen.