Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Restu mama dan papa


__ADS_3

Nevan dan Aera hari ini memutuskan untuk kembali ke jakarta, Nevan harus kembali karena perusahaan sedang ada masalah, bahkan Aksa juga sedang sibuk mengerjakan perusahaannya sendiri, Nevan merasa tidak tenang bila berlama-lama meninggalkan perusahaan yang sudah dia besarkan.


"Sayang apa kamu tidak apa-apa kita kembali sekarang?". tanya Nevan.


"Iya sayang, yang penting urus saja dulu perusahaan mu". jawab Aera.


"Besuk kita bisa kesini lagi sayang, kalau baby twins sudah lahir, kita bisa berlibur bersama".


"Iya sayang".


Setelah membereskan pakaian dan beberapa barang Nevan dan Aera sudah cek out dari hotel untuk menuju ke bandara, hampir 30 menit Aera dan Nevan sudah masuk ke dalam pesawat, dan Armada besi pun sudah lepas landas meninggalkan bali menuju jakarta, di perjalan Aera tidak tidur sama sekali, dia pun menikmati perjalanan menatap pada awan-awan berwarna putih di balik kaca pesawat.


"Sayang apa kamu merasa mual?". tanya Nevan masih menggenggam tangan Aera.


"Tidak sayang, aku baik-baik saja, aku sedang melihat awan yang sangat cantik itu". jawab Aera.


"Kenapa setiap kamu melihat sesuatu kamu selalu bilang cantik sayang".


"Iya karena memang cantik, lihatlah awan itu apa lagi pemandangan di bawah sana sangat luar biasa bukan". Aera yang menunjuk ke arah daratan.


"Iya sayang sangat indah". ucap Nevan.


Setelah hampir perjalanan 5 jam Nevan dan Aera sudah tiba di kota jakarta, sopir Nevan sudah standby di depan bandara untuk menjemput majikannya, mereka berdua segera masuk ke dalam mobil, untuk menuju ke kediaman orang tua Nevan, karena tadi malam papa Nevan sudah menghubungi Nevan baru tiba di jakarta dari Amerika, Mobil masih melaju dengan kencang hingga sudah berhenti di depan rumah yang begitu besar dan megah berwarna biru identik bercampur dengan warna gold, Sopir sudah membukakan pintu mobil Nevan dan Aera, mereka pun sudah turun dari mobil.


"Sayang ini rumah siapa?". tanya Aera yang menatap pada rumah besar di depannya.


"Ini rumah papa dan mama sayang, calon mertuamu". jawab Nevan.


"Apa, kenapa tidak bilang kalau mau langsung ke sini?".


"Aku ingin segera memberi tahu mama dan papa kalau kamu hamil, sudah ayo masuk". Nevan yang menarik tangan Aera untuk masuk ke dalam rumah.


Saat Nevan dan Aera tiba di dalam rumah sudah di sambut oleh kedua orang tua Nevan.


"Sayangnya mama, mama sangat rindu denganmu anak nakal, wah ada Aera juga". ucap mama yang sudah memeluk anaknya dan memeluk Aera.


"Ada keperluan apa van, tumben kamu kesini pagi-pagi dan membawa sekretarismu Aera?". tanya papa pada Nevan.


"Ini pa Nevan mau bicara sesuatu yang penting". ucap Nevan.


"Ya sudah mari duduk dulu, Ayo Aera silahkan duduk". om Erlik yang mempersilahkan Nevan dan Aera untuk duduk.


"Pa kita mau memberitahu mama dan papa kalau aku dan Aera akan segera menikah". ucap Nevan yang menatap kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Benar kamu akan menikah dengan Aera?". mama Serli yang sangat berantusias mendengar ucapan anaknya.


"Iya ma, tapi kita akan menikah setelah baby twins kita lahir". Nevan yang memberi hasil cetak USG kepada mamanya.


Mama Nevan yang melihat hasil cetak USG pun berkaca-kaca mengharu biru, dan menutup mulutnya tidak percaya.


"Apa Aera sudah hamil duluan Nevan?". tanya mama lagi yang sangat terkejut.


"Iya ma, tapi ini bukan salah Aera, tapi salah Nevan waktu pernikahan Selis, Nevan hilang kendali dan memaksa meniduri Aera, karena Nevan cemburu Aera dekat dengan peria lain". jelas Nevan pada kedua orang tuanya.


"Apa kamu tau itu perilaku yang salah nak". ucap mama Serli yang merasa kecewa namun juga bahagia tidak percaya akan mempunyai cucu kembar.


"Maafkan Nevan ma, pa, Nevan tau Nevan melakukan hal yang salah, namun Nevan berjanji akan selalu menjaga Aera dan Anak-anak kita". ucap Nevan yang menatap mama dan papanya.


"Baiklah Van papa tau posisi mu ini adalah suatu kecelakaan, yang penting kamu sudah mau bertanggung jawab atas perilakumu". ucapa papa Nevan.


"Apa calon cucu mama ini kembar?". tanya mama Serli.


"Iya tante". jawab Aera yang masih menundukkan kepalanya tak kalah mengharu biru.


"Aaa mama akan mempunyai cucu kembar pa?". mama Serli yang mendekat pada Aera begitu sangat bahagia".


"Apa mama dan papa merestui kami berdua untuk menikah dan membesarkan anak kami bersama?". tanya Nevan.


"Iya van menikah lah, dan pertanggung jawabkan kesalahanmu itu". ucap papa yang juga memberi lampu hijau kepada Nevan dan Aera.


Aera dan Nevan yang mendengar ucapan papa Erlik dan mama Serli pun sangat begitu bahagia, Aera sudah menitihkan air matanya tidak menyangka orang tua Nevan akan menerimanya untuk menjadi menantunya.


"Terimakasih om dan tante". ucap Aera yang masih menitihkan air matanya.


"Jangan panggil om dan tante sayang, panggil lah mama dan papa, kamu juga akan menjadi anak kami". ucap Mama Serli yang memegang pundak Aera.


"Iya ma". Aera pun memeluk wanita tua namun masih terlihat cantik dan sangat elegan itu.


Suasana di rumah orang tua Nevan pun sangat bahagia, dengan mama Serli yang terus memandang hasil cetak USG cucunya dan mengusap-usap perut Aera yang sudah mulai menonjol.


"Tapi ibu Aera tidak menyetujui hubungan kita ma, pa". ucap Nevan yang memelas kepada orang tuanya.


"Mungkin ibu Aera masih sangat kecewa nak, maklum saja dia seorang ibu, apa lagi Aera adalah anak semata wayangnya, mama tau apa yang di rasakan ibu Aera". jelas mama Serli.


"Apa ibu Aera akan menerima ku dan anak-anakku ma kelak?". tanya Nevan.


"Sedikit demi sedikit ibu Aera pasti bisa menerima kalian dan situasi ini". jawab Mama Serli.

__ADS_1


"Iya ma". jawab Nevan dan Aera pun mengangguk pelan.


Hari semakin siang Aera dan Nevan memutuskan untuk segera kembali ke Apartemen, karena mama Serli juga ada acara arisan bulanan bersama teman sosialitanya, Nevan dan Aera pun berpamitan kepada mama dan papanya.


"Ma, pa Nevan dan Aera pulang dulu ya".


"Iya, kamu jaga Aera dan cucu-cucu mama ya, awas kamu menyakiti Aera!". ucap mama.


"Iya ma tenang saja". Nevan yang mulai menggandeng Aera pergi dari kediaman orang tua Nevan.


"Hati-hati di jalan ya sayang". mama Serli yang melambaikan tangan kepada Aera dan Nevan.


"Iya mamaku yang cantik". jawab Nevan yang mulai masuk ke dalam mobil.


Mobil pun sudah meninggalkan kediaman Orang tua Nevan, dan segera pergi menuju Apartemen.


"Aku sangat senang sayang, akhirnya papa dan mama bisa menerima aku dan anakku". ucap Aera di sebelah Nevan.


"Iya sayang, aku juga sangat senang dan bahagia". Nevan pun mengecup kening calon istrinya.


"Apa kamu akan langsung bekerja nanti sayang?". tanya Aera.


"Iya sayang habis sampai Apartemen aku akan langsung menuju ke kantor untuk menyelesaikan semua masalah yang ada di kantor". jawab Nevan.


"Baiklah sayang".


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


❤Yok bisa yok, mohon like, comment dan dukungannya ya kakak-kakak😊


__ADS_2