
Nevan yang baru saja masuk ke dalam kamar, sudah melepas jas kerjanya, Nevan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, Aera yang baru saja menaroh belanjaannya di ruang lain, lalu Aera pun masuk ke dalam kamar untuk menghampiri Nevan, namun saat Aera masuk ke dalam kamar ternyata Nevan sedang mandi, Aera masih menunggu suaminya di atas ranjang tempat tidur, tidak lama 15 menit Nevan sudah keluar dari kamar mandi, Aera yang melihat suaminya sudah keluar, Aera segera beranjak untuk menyiapkan baju ganti untuk Nevan.
"Ini sayang bajunya". ucap Aera yang memberikan pakaian kepada Nevan.
"Taro situ saja, aku bisa mengambilnya sendiri". ucap Nevan tanpa menoleh pada Aera.
"Abi dan Ara ternyata di rumah mama Serli sayang, tadi mama mengirim pesan kepadaku". ucap Aera lebih mendekat pada Nevan.
"Aku sudah tau, mereka yang mengantarku". Nevan yang mulai memakai bajunya.
"Begitu ya, tapi kenapa kamu tidak memberitahu ku sayang kalau kamu mengantar mereka ber 2 ke rumah mama". Aera yang sudah memeluk Nevan dari belakang.
"Untuk apa aku memberitahu mu, kamu sedang bahagia di mall". Nevan yang sudah melepaskan tangan Aera.
"Maksut kamu apa sayang?". Aera yang terus menatap pada Nevan.
"Tidak apa-apa, cepat mandilah ini sudah semakin larut". ucap Nevan lalu beranjak ke atas ranjang, dan sudah membuka benda lipatnya.
Aera yang mendengar ucapan Nevan tidak berkata apa-apa lagi, Aera segera masuk ke dalam kamar mandi. "Ada apa dengannya, kenapa suamiku begitu cuek sekali di hari ulang tahunnya". grutu Aera pelan mulai masuk ke dalam kamar mandi.
Nevan yang masih di atas ranjang, menatap punggung Aera yang mulai masuk ke dalam kamar mandi. "Hiss apa dia tidak peka kalau aku sedang marah kepadanya, kalau aku membuat kesalahan sedikit saja dia yang paling pertama kali peka". ucap Nevan yang semakin kesal pada Aera.
Seperti biasa kebiasaan Aera kalau mandi begitu sangat lama, Nevan yang sudah merasa malas kepada istrinya, sudah meringkukkan tubuhnya di atas ranjang, dan sudah menutup wajah dengan selimut tebalnya, setelah setengah jam Aera sudah keluar dari kamar mandi, saat keluar Aera melihat Nevan sudah membaringkan tubuhnya, Aera segera memakai pakaian, dan segera mendekat pada Nevan.
"Sayang apa kamu sudah tidur?". tanya Aera pada suaminya.
"Aku capek". jawab Nevan singkat.
"Aku ingin berbicara sesuatu sama kamu sayang". ucap Aera lagi.
Namun Nevan tidak mengindahkan ucapan Aera, Nevan terus meringkukkan tubuhnya dengan menutup selimut tebal.
"Sayang". Aera yang mencoba menarik selimut yang di kenakan Nevan.
"Kamu ini ngapain sih, bicara tinggal bicara gitu aja repot!". ucap Nevan dengan nada tinggi pada Aera.
Aera yang mendengar ucapan Nevan sontak langsung terdiam, tidak biasanya Nevan membentak Aera, Aera sudah berkaca-kaca menatap wajah Nevan.
"Kamu kenapa sih, apa aku mempunyai kesalahan, kenapa dari tadi kau begitu cuek, dan tidak perduli kepadaku". ucap Aera.
__ADS_1
"Untuk apa aku perduli! bila kamu diam-diam masih menemui mantan kekasihmu di mall!". ucap Nevan masih menutupi wajahnya.
"Hah maksutmu kamu marah tadi aku bertemu dengan Verel?". tanya Aera.
"Bagaimana aku tidak marah melihat istriku bertemu dengan mantannya tanpa sepengetahuanku, bahkan kamu tidak peka kalau aku marah kepadamu!". Nevan yang langsung membuka selimutnya.
"Ya ampun sayang, kenapa kamu harus marah, aku tidak sengaja bertemu dengannya, saat aku sedang menunggumu di parkiran mall, lagi pula dia hanya menyapa tidak lebih". jelas Aera.
"Hanya menyapa?". tanya Nevan sinis.
"Iya, bahkan aku hampir lupa wajahnya karena sudah lama dia tinggal di Australia". jawab Aera.
"Apa perduliku, tetap saja aku marah, karena dia lebih muda dariku". grutu Nevan.
"Iya memang dia lebih muda darimu dia masih berumur 27 tahun, beda denganmu yang sudah berumur 32 tahun tapi masih labil kaya anak remaja". Aera yang mendekat pada wajah suaminya.
"Jangan sok tau, umurku masih 31 tahun". ucap Nevan yang terus menatap pada Aera.
"Tapi hari ini, tanggal ini dan tahun ini, kamu berusia 32 tahun bapak Nevan yang terhormat". Aera yang sudah mengecup pipi Nevan lalu berjalan keluar untuk mengambil sesuatu.
"Apa, apa hari ini tanggal_". Nevan yang berfikir sejenak lalu melihat pada ponselnya.
"Happy birthday sayang". Aera yang memberi ucapan kepada Nevan.
"Kamu ingat tanggal ulang tahunku sayang, bahkan aku lupa kalau aku ulang tahun hari ini". Nevan yang terharu, lalu mengecup kening istrinya.
"Ingat dong". jawab Aera sambil memberikan senyuman manis pada Nevan.
Setelah berdoa dan meniup lilin, Aera memberi hadiahnya kepada Nevan, Nevan yang mendapat hadiah jam tangan bermerek terkenal begitu tampak bahagia, yang tadi Nevan merasa kesal kepada istrinya, sekarang menjadi berubah Nevan begitu sangat merasa bahagia, dan penjelasan Aera juga membuat Nevan tidak jadi marah.
"Bagaimana apa kamu masih marah bapak tua, karena cemburu kepada Verel?". tanya Aera yang duduk di samping Nevan.
"Jangan memanggilku tua sayang, aku masih muda". Nevan yang sedikit kesal.
Aera yang melihat ekspresi wajah Nevan menjadi tertawa. "Kamu ingat sayang, waktu pertama kita kenal kamu berumur 30 tahun, dan aku masih berumur 23 tahun". ucap Aera.
"Umur boleh tua, tapi semangat ku berjiwa muda, dan aku juga masih kuat untuk melayanimu nanti malam sayang". Ucap Nevan sambil tersenyum tipis di depan Aera.
"Hiss sudah ku duga, dasar mesum". Aera yang memukul pelan badan Nevan.
__ADS_1
Aera dan Nevan pun sudah merebahkan tubuhnya bersama di atas ranjang, dengan Nevan yang terus menatap wajah cantik di sebelahnya.
"Terimakasih sayang untuk hari ini". Nevan yang kembali mengecup kening Aera.
"Kembali kasih sayang, di tambah nya usiamu ini, semoga kau tetap menjadi Nevan yang pertama aku kenal hingga kapan pun, dan tetaplah menjadi sosok ayah yang baik untuk Abi dan Ara". Aera yang mengelus pipi Nevan dan memberikan senyuman.
"Iya sayang, tp kenapa di saat Daddy nya ulang tahun Abi dan Ara malah di rumah mama?". tanya Nevan heran.
"Aku yang menyuruh mama untuk memberitahumu agar mengantar mereka ber 2 ke sana, supaya kita bisa berduan sayang di hari ulang tahunmu". jelas Aera.
"Benarkah? wah lembur lagi kita malam ini". Nevan yang tersenyum bahagia.
"His aku akan menelfon mama untuk segera mengantar Abi dan Ara pulang". Aera yang mulai beranjak bangun.
"Jangan sayang, itu kado istimewaku nanti malam". Nevan yang menarik tangan Aera dengan memasang muka memelas.
Aera yang melihat ekspresi Nevan kembali terkekeh,Aera merasa sangat gemas, Aera terus mencubiti badan Nevan dan menggodanya, Nevan dan Aera pun begitu merasakan kebahagian mereka terus tertawa bersama di dalam kamar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
❤Bahagia sendiri melihat mereka bahagia😊yang belum like dan Vote, aku tunggu ya kakak, terimakasih😊
__ADS_1