
Aera yang pagi-pagi sekali sudah siap dan rapi untuk mencari pekerjaan agar bisa menafkahi ibu dan anak-anaknya , Aera segera pamit kepada ibunya, untuk mencari pekerjaan, Aera sudah keluar dari kamarnya.
"Bu Aera pergi dulu ya". pamit Aera pada ibunya.
"Kamu udah mau berangkat aja?". tanya ibu Rosita.
"Iya bu, mumpung masih pagi, Abi dan Ara juga belum bangun titip mereka ya bu". ucap Aera.
"Iya pasti ibu jagain, kamu hati-hati di jalan ya".
"Iya ibu, ya sudah Aera pergi dulu ya?". Aera yang mulai mencium punggung tangan ibunya, dan di beri anggukan oleh ibu Rosita.
Setelah Aera pamit, Aera berjalan keluar menuju ke jalan raya untuk menunggu angkot datang, tidak lama angkot pun datang, Aera sudah masuk ke dalam angkot, untuk menuju ke pusat kota, setelah hampir 15 menit Aera sudah tiba, dan angkot pun sudah berhenti dengan sempurna, Aera segera turun melangkahkan kakinya pelan-pelan dengan membawa beberapa berkas surat lamaran untuk menuju ke perusahan-perusahaan besar, Aera melihat suatu perusahaan besar walaupun Aera tau perusahaan tidak menulis membuka lowongan, namun Aera mencoba untuk melamar terlebih dahulu, Aera pun sudah mendekat dan bertanya pada security di depan perusahaan.
"Pak apa di perusahaan ini membuka lowongan pekerjaan?". tanya Aera pada security.
"Maaf mbk di sini tidak ada lowongan". jawab Security.
"Baik pak terimakasih". ucap Aera kembali akan berjalan pergi.
Aksa yang baru saja keluar dari perusahaan besarnya, tempat Aera yang akan melamar pekerjaan, Aksa melihat Aera yang berbicara pada petugas security kantornya.
"Bukan kah itu Aera, apa aku salah liat, tidak itu benar-benar Aera". Aksa yang mulai berlari kecil untuk mengejar Aera.
"Nona cantik". panggil Aksa pada Aera.
Aera yang tidak asing mendengar suara di belakangnya pun menoleh. "Tuan Aksa?". Aera yang terkejut melihat Aksa.
"Nona cantik ngapain di sini, kenapa jalan kaki?". tanya Aksa yang menatap wanita cantik di depannya.
__ADS_1
"Saya sedang mencari pekerjaan tuan, untuk bisa menghidupi kelurga saya". jawab Aera.
"Kenapa kamu pergi dari rumahmu yang dulu, kau tau Nevan mencari mu dan anak-anakmu nona cantik".
"Aku memutuskan untuk tidak lagi bertemu dengan Nevan lagi tuan, saya berusaha untuk membesarkan Abi dan Ara sendiri". jawab Aera lagi.
"Lalu apa kamu sedang mencari pekerjaan?". tanya Aksa.
"Iya tuan, kalau begitu saya pamit dulu ya untuk mencari pekerjaan lagi". Aera yang pamit kepada Aksa untuk pergi.
"Kamu bisa bekerja di perusahaan ku kalau mau, dan menjadi sekretaris ku". ucap Aksa yang menunjuk pada kantor besar di depan Aksa dan Ara.
Aera yang terkejut mendengar ucapan Aksa karena perusahaan yang tadi akan di lamar Aera adalah perusahaan Aksa. "Apakah perusahaan ini adalah milik anda tuan?". tanya Aera yang kagum.
"Iya nona, kamu bisa bekerja di perusahaan saya kalau mau". Aksa yang kembali memberi tawaran pada Aera.
Namun saat Aera mendapat tawaran dari Aksa, Aera pun berfikir sejenak."Kalau aku bekerja di kantor Aksa, pasti Aksa akan memberitahu kepada Nevan kalau aku bekerja di sini, Nevan pasti akan mengunjungiku terus, dan akan mencari Abi dan Ara". ucap Aera di dalam batinnya.
"Kalau saya bekerja di perusahaan tuan, apa tuan akan memberi tahu Nevan, saya mohon tuan jangan memberitahu nya ". Aera yang memohon pada Aksa.
"Apa saya harus seperti itu nona, Nevan sedang mencari mu dan anak-anak kalian, Nevan juga Ayah dari Abi dan Ara". ucap Aksa.
"Saya mohon tuan, bantu saya, saya sangat membutuhkan pekerjaan". Aera yang memohon lagi pada Aksa.
Aksa yang melihat Aera terus memohon merasa tidak tega, apa lagi yang di depannya adalah Wanita yang selama ini dia cintai, Aksa masih bergelut dengan fikiran nya karena Nevan juga sahabat dekatnya dan Aera adalah mantan istri dari temannya sendiri, Aksa semakin bingung harus seperti apa, Namun Aksa semakin tidak tega melihat Aera yang terus berjalan untuk mencari pekerjaan.
"Baiklah nona, saya akan merahasiakan ini kepada Nevan". ucap Aksa.
"Benarkah tuan, anda tidak berbohong?". Aera yang begitu merasa bahagia.
__ADS_1
"Iya, dan pulang lah sekarang, mulai lah bekerja besuk saja". ucap Aksa.
"Aaa terimakasih tuan Aksa". Aera yang reflek memeluk tubuh Aksa.
Aksa yang tiba-tib di peluk oleh Aera sontak terkejut dan tidak percaya, Aksa tidak bisa berkata apa-apa selain menganggukkan kepalanya.
"Eh maaf tuan, saya tidak sengaja". ucap Aera yang sudah melepaskan tangannya.
"Tidak apa-apa, kalau begitu saya pergi dulu, dan kamu berhati-hatilah kalau pulang". Aksa yang menepuk pundak Aera pelan lalu berjalan pergi.
"Baik tuan". jawab Aera lalu berjalan pergi untuk pulang, di perjalan Aera sangat bahagia akhirnya bisa mendapat pekerjaan walaupun masuk di perusahaan teman mantan suaminya sendiri, tetapi Aera merasa sangat lega.
Aksa yang masih fokus melajukan mobilnya untuk menemui Nevan, karena Aksa sudah berjanji akan membantu Nevan untuk mencari Aera dan anak-anaknya, di dalam mobil Nevan masih saja bergelut dengan fikiran nya, tidak menyangka akan menemukan Aera di depan kantornya.
"Maaf kan aku man, aku harus melakukan ini dan berbohong kepadamu, tapi aku tidak tega melihat mantan istrimu merasa susah, tapi aku janji tidak akan menyentuh sedikit pun wanita mu, walaupun aku sangat mencintainya, aku akan segera membuang rasa ini jauh-jauh". ucap Aksa pelan di dalam mobil.
Tidak lama Aksa pun sudah tiba di depan rumah Nevan, dengan dua karyawan Nevan yang sudah membukakan pintu gerbang, Aksa pun segera masuk ke dalam halaman besar rumah Nevan, Aksa yang melihat Nevan sudah berdiri rapi di depan pintu, Aksa pun tersenyum tipis.
Pip... pip... pip...
Mobil sport berwarna kuning pun sudah berhenti sempurna di depan Nevan.
"Wah tumben-tumben sekali kau sudah siap, biasanya aku yang selalu menunggu mu, kau begitu tampak semangat sekali". ucap Aksa yang masih di dalam mobil.
"Kenapa kau begitu lama sekali brengsek, aku sudah menunggu mu selama setengah jam". Nevan yang memukul kepala Aksa.
"Maaf-maaf tadi jalanan nya macet, ini kan masih pagi, banyak orang berlalu-lalang untuk masuk kerja". Alesan Aksa.
"Ya sudah ayo berangkat". ucap Nevan lalu masuk ke dalam mobil Aksa.
__ADS_1
Dan mobil sport pun sudah kembali meninggalkan kediaman Nevan, di perjalanan Aksa hanya diam tidak berbicara apapun, begitu pun dengan Nevan yang masih menatap sepanjang pinggir jalan untuk mencari Aera.