
Nevan baru saja sampai di rumah, Nevan memutuskan untuk tidak memberi tahu papa Erlik bahkan istrinya Aera, kalau mereka datang di pernikahan mantan kekasih Aera, karena menurut Nevan tidak ada yang perlu di bicarakan, bahkan Verel pun juga sudah bahagia dengan pernikahannya, Nevan masih melangkah kakinya untuk masuk ke dalam kamar, Nevan pun sudah membuka pintu kamar, Nevan melihat Aera sedang membaca buku bersama anak-anaknya.
"Daddy pulang". Teriak Nevan yang mulai masuk ke dalam kamar.
"Tu daddy udah pulang". ucap Aera pada anak-anaknya.
"Loh kenapa muka kalian di tekuk seperti itu, apa mommy memarahi kalian sayang?". Nevan yang sudah mendekat pada ke dua anaknya.
"Engga daddy, dek Ara sama Abi ingin main ke rumah uti lagi, dan main di kebun lagi". ucap Abi yang masih duduk di pangkuan mommynya.
"Iya besuk main ke rumah uti lagi sayang, kita pergi ke kebun bersama-sama". ucap Nevan.
"Benarkah daddy". Abi yang sangat bahagia mendapat jawaban dari daddynya.
"Iya sayangnya daddy, sini ikut daddy kasian mommy capek itu". Nevan yang sudah mengulurkan tangannya, Abi dan Ara pun sudah beranjak dari sofa untuk ikut daddynya.
"Mommy jangan makan banyak-banyak, itu perutnya udah besar". Abi yang menunjuk pada perut mommy nya.
Nevan dan Aera pun tertawa bersamaan mendengar ucapan anaknya. "Sayang di perut mommy itu ada dedek bayinya, seperti kalian". Nevan yang sedikit menjelaskan pada anaknya.
Abi yang mendengar ucapan daddynya langsung mendongakkan kepalanya ke atas melihat pada daddynya. "Tapi kenapa tidak keluar-keluar daddy?". tanya Abi.
"Belum waktunya sayang, besuk juga keluar, kalian suka tidak kalau punya dedek?". tanya Nevan pada anaknya.
"Tidak". jawab Abi singkat.
__ADS_1
"Ara juga gak suka". ucap Ara juga sambil melengoskan wajahnya.
Nevan dan Nevan yang mendengar perkataan anak-anaknya sangat terkejut. "Kenapa Abi dan Ara tidak suka punya dedek?". tanya Aera pada kedua anaknya.
"Nanti mommy sama daddy gak sayang sama Abi dan dek Ara lagi". Abi yang sudah berjalan untuk naik ke atas ranjang.
"Iya, nanti Ara gak boleh beli jajan lagi". Ara yang juga naik ke atas ranjang.
Nevan pun sudah berjalan untuk mendekat kepada anak-anaknya yang tiduran di atas ranjang."Daddy sama mommy akan tetap sayang kalian, mommy dan daddy sayang kalian semua". Nevan yang sudah mengecup pipi kedua anaknya.
"Benar daddy gak bohong?". ucap Abi.
"Iya ganteng". Jawab Nevan.
"Sayang, besuk kalau aku sudah melahirkan aku ingin pergi liburan bersama ke gunung yang sangat indah". ucap Aera duduk di samping Nevan.
"Apa kau ingin ke gunung sayang". tanya Nevan yang sudah menoleh pada istrinya.
Aera pun mengangguk pelan, masih menatap pada pemandangan pegunungan yang sangat jauh.
"Baiklah setelah twins yang ke 2 lahir kita akan berlibur ke sana, bahkan bersama mama, papa dan ibu". ucap Nevan yang menyakinkan keinginan istrinya.
"Benarkah sayang, janji ya". Aera yang menoleh, begitu berantusias.
"Iya istriku, aku janji akan mengajak kalian semua". jawab Nevan, dan Aera pun sudah mengangguk pelan.
__ADS_1
Saat Nevan dan Aera masih berbincang-bincang, mereka mendengar Abi dan Ara sudah terbangun dari tidurnya, Aera segera beranjak untuk masuk, begitu pun dengan Nevan juga beranjak juga masuk mengikuti langkah istrinya, Aera yang merasa perutnya semakin membesar, sudah sangat susah untuk banyak bergerak, Aera memutuskan untuk menyuruh Nevan untuk memandikan Abi dan Ara.
Setelah mereka ber dua mandi, Aera segera menyuapi kedua anaknya untuk makan, Aera mengajak bermain bersama di belakang rumah, dengan Nevan yang masih sibuk memberi makan ikan-ikannya di kolam ikan belakang rumah.
"Sayang tadi kamu dan papa pergi ke pernikahan siapa?". tanya Aera sangat tiba-tiba yang masih sibuk menyuapi ke dua anaknya.
Nevan yang mendapat pertanyaan dari Aera sontak terkejut, Nevan kira Aera tidak akan mempertanyakan soal tadi pagi dirinya yang pergi menghadiri pernikahan bersama papanya, Nevan sedikit bingung harus menjawab apa, karena Nevan malas untuk membahasnya, namun Nevan juga tidak bisa berbohong kepada istrinya.
"Aku pergi ke pernikahan Verel mantan kamu itu sayang". jawab Nevan tanpa menoleh.
Aera yang mendengar ucapan suaminya seketika terkejut. "Apa aku tidak salah dengar sayang?". tanya Aera lagi.
"Bukan aku yang mendapat undangan, tapi papa, karena teman papa adalah orang tua Verel". jelas Nevan.
Aera pun kembali paham dengan ucapan suaminya. "Owh ternyata papa Verel adalah teman papa?". ucap Aera.
"Iya sayang". jawab Nevan.
Tapi kenapa papa mengajakmu sayang, bukan mengajak mama, mama tadi juga kesini kok katanya dia tidak pergi kemana-mana". ucap Aera.
"Mungkin papa ingin datang bersama ku saja sayang, tidak bersama mama". Nevan yang terus sibuk memberikan makan kepada ikan-ikannya.
"Mungkin saja sayang". Aera yang mengangguk pelan.
Hari semakin gelap, mereka ber 4 pun segera masuk ke dalam rumah, karena Nevan juga belum membersihkan diri, Aera begitu sangat lelah hari ini, perut besarnya membuat Aera begitu merasa gampang capek, Aera sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang bersama anak-anaknya, sambil menunggu suaminya selesai mandi.
__ADS_1