Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Terimakasih ibu


__ADS_3

Setelah setengah jam di perjalanan Nevan pun sudah sampai di depan rumah, Nevan segera turun dari mobil, dan segera masuk ke dalam rumah, namun saat Nevan masuk ke dalam kamar, Nevan melihat istrinya sudah tertidur di atas ranjang dengan memeluk guling, Nevan pun sudah menaro tasnya di meja, lalu mendekat pada istrinya, Nevan pun sudah mencium kening istrinya, Aera yang mendapat sentuhan di keningnya langsung membuka matanya.


"Sayang". Aera yang sudah membuka mata masih bernada serak bangun tidur.


"Apa twins nakal?". ucap Nevan mendekat pada wajah istrinya.


"Tidak, aku hanya merindukan mu sayang". Aera yang mulai beranjak untuk duduk.


"Tapi kenapa wajahmu pucat, aku akan mengambilkan makan dan membuatkan mu susu". Nevan yang mulai berjalan, namun di cegah oleh Aera.


"Nanti saja sayang, gantilah bajumu dulu, lalu duduk lah sini di sebelahku". ucap Aera.


"Baiklah aku akan ganti baju dulu". Nevan yang sudah berjalan, untuk mengambil pakaian gantinya, hanya 5 menit Nevan pun sudah selesai, dan kembali mendekat pada istrinya, Nevan sudah duduk di sebelah Aera.


"Apa kamu kesepian di rumah sendiri sayang, besuk aku akan minta mama serli untuk menemanimu". Nevan yang sudah mengusap rambut istrinya.


"Tidak usah sayang, tapi aku ingin ke rumah ibu, aku rindu masakan ibu". Aera yang menatap suaminya.


"Baiklah nanti sore kita berangkat ke rumah ibu, setelah Abi dan Ara pulang, dan menginap di sana". ucap Nevan sambil tersenyum.


"Aaaaa yang benar sayang". Aera yang tertawa gembira.


"Iya sayang". Nevan yang kembali mengusap rambut istrinya.


Setelah berbincang-bincang Nevan dan Aera sudah tidur bersama di atas ranjang, mereka saling berpelukan, Aera merasa sangat nyaman di pelukan suaminya, hingga tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 3 sore, sudah terdengar jeritan suara Abi dan Ara yang baru saja pulang bersama mama Serli dan papa Erlik, Nevan dan Aera yang mendengar anaknya sudah pulang, mereka ber 2 sudah mengejapkan matanya, Aera sudah beranjak bangun lebih dulu, dengan Nevan yang masih tiduran di atas ranjang.


"Mommy.. Daddy.. kami berdua sudah pulang". teriak Abi yang sudah masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Hay gantengnya mommy udah pulang". Aera yang mengusap kepala anak laki-laki nya.


Abi dan Ara pun sudah beranjak naik ke atas ranjang untuk mengganggu daddynya yang masih tidur, sedangkan Aera keluar untuk menemui mertua nya, Aera berjalan pelan menuju ruang tamu.


"Mama gak istirahat dulu?". tanya Aera yang melihat kedua mertuanya duduk di sofa.


"Tidak sayang, soalnya nanti malam mama mau arisan, mama langsung saja ya, titip salam buat suamimu". ucap mama Serli yang sudah berdiri akan berjalan keluar.


"Hati-hati ya ma, pa, dan terimakasih sudah jagain Abi dan Ara". Aera yang berjalan di belakang mertuanya.


"Iya sayang". jawab mama Serli sambil tersenyum.


"Kamu jaga kesehatan dengan baik ya, dan jangan lupa makan yang banyak". ucap papa Erlik yang juga berjalan keluar.


"Iya pa" Aera yang sudah mengangguk pelan.


"Hay mommy". Ara yang melihat mommy nya di ambang pintu kamar mandi, dan Aera pun langsung tersenyum tipis.


"Aku kira kamu masih tidur sayang". ucap Aera yang melihat Nevan sudah sedikit basah karena mengurus anaknya.


"Tidak sayang". jawab Nevan masih sibuk memandikan putra dan putrinya.


Hampir satu jam Abi, Ara dan Nevan pun sudah siap, dan Aera pun juga sudah selesai mandi dan sudah selesai make up, Aera menggunakan dress yang simpel, setelah semua siap, mereka ber 4 pun sudah keluar dari kamar untuk berangkat ke rumah ibu Rosita yang akan di antar oleh pak Bejo, di dalam mobil seperti biasa belum lama di perjalanan Abi dan Ara sudah tidur di pangkuan Nevan dan Aera, hari semakin gelap, dan mereka ber 4 pun sudah tiba dan sudah masuk ke halaman rumah besar ibu Rosita yang dulu di tempati Aera juga.


Ibu Rosita yang melihat Anak, menantu dan cucu-cucunya datang, begitu merasa sangat bahagia, ibu Rosita pun sudah berjalan keluar mendekat pada Mereka.


"Tumben malam-malam kalian baru datang?". tanya ibu Rosita yang mengambil alih Ara dari gendongan Aera.

__ADS_1


"Iya buk, tadi nunggu Abi dan Ara pulang bermain sama oma dan opanya". jawab Aera yang mulai berjalan masuk.


Mereka semua pun sudah masuk ke dalam rumah, dengan pak Bejo yang sudah kembali pergi membawa mobil Nevan, Abi dan Ara sudah tidur di dalam kamar, Aera pun sudah keluar dari kamar untuk menemui ibu dan Nevan di ruang tamu, sambil membawa hasil cetak USG kandungan di tangannya, Aera sudah duduk di sebelah Nevan.


"Kami berdua ada hadiah buat ibu". ucap Aera duduk di depan ibunya.


"Halah hadiah apa lagi, jangan kasih ibu kalung dan cincin lagi, yang kemarin kalian belikan saja belum ibu pake". ucap ibu Rosita.


"Bukan kalung dan cincin buk". ucap Aera lagi.


"Lalu apa?". ibu Rosita yang pemasaran.


Aera pun sudah memberikan hasil cetak USG kepada ibunya, dan ibu Rosita pun sudah menerimanya, ibu Rosita sudah paham dengan hasil cetak USG tersebut menjelaskan tantang apa. "Apa kamu hamil lagi nak?". ibu Rosita yang menatap wajah putrinya.


"Iya buk, ibu akan mempunyai cucu lagi". jawab Aera.


"Apa di gambar ini memperlihatkan kalau mereka kembar lagi?". tanya ibu Rosita lagi.


Nevan dan Aera pun sudah mengangguk bersamaan, ibu Rosita pun sudah berkaca-kaca, wanita tua itu begitu sangat bahagia, ibu Rosita terus memandangi hasil cetak USG anaknya. "Selamat ya buat kalian, ibu ikut bahagia, semoga cucu-cucu ibu sehat terus sampai persalinan nanti". ucap ibu Rosita yang tiba-tiba sudah menitihkan air matanya.


Aera yang melihat orang tuanya menangis, Aera pun mendekat. "Ibu jangan nangis dong, ini kan berita bahagia". Aera yang sudah memeluk ibunya.


"Ibu terharu sayang, ibu tidak menyangka gadis yang dulu masih kecil yang ibu besarkan sediri sekarang akan menjadi ibu lagi". ibu Rosita yang terus menitihkan air matanya.


"Terimakasih ya bu, atas perjuangan ibu Aera bisa menjadi seperti ini, dan sampai di titik ini". ucap Aera yang juga sudah menitihkan air matanya.


Suasana rumah ibu Rosita pun menjadi mengharu biru, Nevan pun ikut beranjak berdiri untuk memeluk mereka ber 2, Nevan pun ikut merasa bahagia, bisa mempunyai mertua seperti ibu Rosita.

__ADS_1


__ADS_2