
Aera dan Nevan sudah berada di suatu mall besar di kota jakarta, Nevan yang terus menggandeng tangan Aera yang berjalan pelan menyusuri mall untuk mencari kebutuhan baby kembarnya.
"Sayang di sana sepertinya bajunya bagus-bagus". ucap Aera kepada Nevan.
"Dimana?". Nevan yang mengedarkan pandangannya.
"Di sana yang ada baju gambar gajah itu lo". Aera yang menunjuk suatu tempat di dalam mall.
"Iya, ayo coba kita kesana".
Navan dan Aera pun sudah masuk ke pusat belanja baju baby, Aera masih berkeliling memutari beberapa baju, dengan Nevan yang mengikutinya dari belakang.
"Sayang ini bisa buat cewek dan cowok kan, warna nya netral?". tanya Aera pada Nevan.
"Itu saja sayang yang ada gambar macan atau raja rimba".
"Gak mau, bagusan ini gambar beruang dan kelinci". ucap Aera.
"Itu saja sayang, lebih keren".
"Ya sudah beli semua saja".
"Kok beli semua, bahkan yang kamu beli di online sudah banyak sayang".
"Biarin". Aera pun sudah mengambil beberapa baju dan membawanya ke kasir untuk di bayar.
"Perempuan ya kalau dah belanja ma niatnya beli nya ini, pulang-pulang banyak yang di beli". grutu Nevan pada Aera.
Setelah membeli baju Nevan dan Aera juga membeli beberapa keperluan baby yang lain, perut Aera yang semakin membesar membuatnya merasa sudah sangat lelah, hingga kaki Aera sudah sedikit membengkak akibat terlalu lama untuk berjalan.
"Sayang kakiku mulai sakit". rengek Aera pada Nevan.
__ADS_1
"Iya sayang kakimu mulai membengkak, ayo kita cari tempat makan untuk istirahat". ucap Nevan dan di angguki oleh Aera.
Nevan dan Aera sudah turun dari eskalator, Nevan yang terus menggenggam tangan Aera untuk berjalan menuju restoran di mall, saat akan tiba di restoran Nevan tidak sengaja bertemu dengan Aksa temannya.
"Hay man, hay nona cantik, lama tidak berjumpa?". sapa Aksa yang melihat Nevan dan Aera.
"Hay uncle Aksa". sapa Aera kembali.
"Ehh lo juga di sini, belanja apa lo banyak banget?". tanya Nevan pada Aksa.
"Ini beli keperluan yang akan aku bawa ke singapur". jawab Aksa.
"Ngapain lo ke singapura, cari jodoh?". Nevan yang mengejek temannya sambil tersenyum tipis.
"Ayahku sedang berobat di sana, kangker paru-parunya semakin parah". jawab Aksa.
"Semoga cepat sembuh ya man, sudah lama kita tidak bertemu udah mau pergi aja lo ke singapur". Nevan yang menepuk pundak Aksa.
"Iya uncle, doain biar cepet keluar ya". Aera yang mengusap perut buncitnya.
"Emang kapan perkiraan lahirnya?". tanya Aksa.
"Tinggal menghitung hari saja". jawab Nevan.
"Baiklah, sehat selalu ya ponakan uncle, cepat keluar biar uncle bisa gendong kalian". Aksa yang mengusap perut besar Aera.
"Iya uncle Aksa, semoga ayah uncle juga cepat sembuh?". ucap Aera yang masih melihat pada Aksa.
"Iya twins, ya sudah aku pergi dulu ya man, dan bumil sehat terus?". Aksa yang melambaikan tangannya.
"Iya hati-hati, salam buat Ayahmu?". ucap Nevan yang juga melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Siap!". jawab Nevan yang sudah berlalu pergi.
Aera dan Nevan melanjutkan jalannya lagi untuk menuju ke lestoran, Aera sudah duduk di depan Nevan dan memilih beberapa menu makanan, dan makanan pun sudah datang lalu mereka berdua menikmati makanannya
Hari sudah semakin sore Nevan dan Aera memutuskan untuk segera pulang, karena melihat awan yang begitu sangat gelap, namun saat ingin keluar dari mall Aera melihat anak kecil sedang memegang Es krim yang kelihatan sangat lezat.
"Sayang, aku mau es Krim". ucap Aera.
"Iya nanti di jalan ya sayang, udah mau hujan tu?".
"Tidak mau, aku maunya sekarang?". Aera yang memalingkan wajahnya.
"Iya, ya sudah aku beli es krim dulu, kamu duduk di sini saja jangan ke mana-mana". Nevan yang sudah berjalan pergi.
Nevan pun kembali berjalan ke lantai 2, untuk membeli es krim, tidak lama karena tidak antri, Nevan sudah kembali turun dengan membawa es krim rasa coklat kesukaan Aera.
"Ini sayang, ayo makan di mobil saja, takut hujan". jelas Nevan.
Aera pun sudah mengambil Es krim dari tangan Nevan, dan sudah melamutnya sambil berjalan untuk pulang, di perjalanan Aera yang merasa suda kenyang dan sudah menghabiskan es krimnya, tiba-tiba merasa mengantuk dan Aera pun sudah tertidur pulas di dalam mobil.
"Ni anak orang giliran udah kenyang terus molor, kalau laper minta apa gak cepet-cepet di turutin rewelnya minta ampun". Ucap Nevan pekan sambil menoleh pada Aera.
Tidak lama Nevan dan Aera sudah sampai di depan Apartemen, Aera yang merasa mobil sudah berhenti, Aera pun sudah terbangun dari tidurnya, dan segera turun untuk menyusul Nevan.
"Kok udah bangun?". ucap Nevan.
"Iya lah, masa iya kamu mau gendong kita bertiga emang kuat?". Aera yang berjalan masuk sambil tersenyum tipis.
Nevan yang mendengar ucapan Aera juga terkekeh. "Bener juga ya, ternyata istriku sangat peka". Nevan yang mulai membuka bagasi mobilnya untuk mengeluarkan belanjaan tadi.
"Sayang hati-hati jalan naik ke atas". teriak Nevan lagi kepada Aera.
__ADS_1