
Hari sudah menjelang malam, Aera masih diam membisu tanpa bicara sedikit pun kepada Nevan, masih marah karena kejadian tadi pagi di pantai, sedangkan Nevan yang terus mencoba berbicara dan bertanya kepada Aera bahkan membuat lulucun agar Aera tersenyum namun tetap saja Aera tidak mengindahkannya.
"Sayang apa kamu tidak lapar?". tanya Nevan pada Aera, namun Aera tidak menjawabnya.
"Sayang apa kamu sudah tidur?". tanya lagi Nevan namun masih saja tidak di indahkan oleh Aera, Aera masih meringkukan tubuhnya tidur di ranjang.
"Sayang perut ku sakit, dari tadi siang aku belum makan". Nevan yang mencari alasan agar Aera beranjak dari tidurnya dan memperhatikannya, namun lagi-lagi Nevan pun gagal.
"His kenapa susah sekali merayu wanita yang sedang marah, sepertinya dulu mantan-mantanku tidak seperti ini, tapi Aera sangat susah sekali untuk di taklukan, bahkan mulut ku hampir berbusa berbicara terus tapi tidak di respon sama sekali, apa karena bawaan baby twins, apa aku juga harus ikut pura-pura marah dan cuek saja, aku kan gak salah". ucap Nevan di dalam batinnya yang masih duduk di depan televisi.
Namun Nevan yang ingin ikut cuek dan marah kepada Aera tidak bisa, melihat tubuh Aera yang mulus dengan pakain piyama berbahan satin berwarna biru membuat tubuhnya semakin sexsi, dan semakin mengekspos kaki mulusnya, membuat Nevan begitu merasakan gejolak hasrat yang sangat tinggi, benda di bawah sana sudah mengeras.
"Shit adik kecil, kenapa kamu bangun di waktu yang tidak tepat, sarangmu sedang marah dan tidak mau di ganggu, tapi kamu malah gagah perkasa di dalam sini". dalam batin Nevan sambil memegang celanannya.
Nevan tidak bisa menahan hasratnya lagi melihat tubuh Aera yang begitu menggoda, Nevan pun mendekat pada Aera.
"Sayang, aku minta maaf". Nevan yang sudah mencium pipi Aera.
"Ihhh minggir, jangan menciumku, kamu bau!". Aera yang menyingkirkan wajah Nevan dari pipinya.
"Sayang, aku mau tidur di peluk sama kamu". ucap Nevan lagi di samping Aera.
"Sana minta di peluk sama mantan kekasihmu itu, jangan minta kepadaku!". Aera yang menoleh pada Nevan.
"Istriku saja ada kenapa harus meminta pada orang yang tidak jelas". ucap Nevan kembali memeluk Aera dari samping
"Mingir, sana tidurlah di hotel mantan kekasihmu itu, yang katanya badannya bagus dan sexsi!". ucap Aera semakin kesal.
"Tidak mau, istriku saja lebih menggoda". Nevan yang sudah membalik tubuh Aera.
"Minggir Nevan, aku mau tidur!".
__ADS_1
Namun Nevan tidak mengindahkan ucapan Aera, Nevan sudah mengungkung tubuh Aera, dan melesatkan bibirnya, lalu menyapu bibir Aera secara perlahan, menciptakan bulatan merah di leher calon istrinya, Nevan semakin menggila tangannya sudah traveling ke aset kembar Aera, Nevan pun sudah membuka piyama satin yang di kenakan Aera dan sudah menarik kain tipis berenda di bawah sana, Nevan memberi isyarat kepada Aera untuk membuka kedua kakinya, Nevan pun sudah siap untuk melakukan penyatuan, dengan sangat hati-hati penyatuan pun berhasil, Nevan menggerak-gerak kan tubuhnya dengan ritme yang pelan karena mengingat ada 2 malaikat di dalam sana.
"Aghhh, mas Nevan?". Aera yang tadi marah menjadi luluh atas perlakuan Nevan.
"Hay baby twins, daddy datang untuk menjenguk kalian berdua?". Ucap Nevan yang masih menggerak-gerak kan tubuhnya.
Aera yang mendengar ucapan Nevan hanya tersenyum tipis.
Nevan yang memanas pada puncaknya, semakin menggila menambah ritme gerakannya, namun Nevan kembali teringat ada calon anaknya, Nevan pun sudah memanas, hingga Nevan pun sudah merasa lemas dan lelah, Nevan pun menjatuhkan tubuhnya di sebelah Aera lalu mencium pipi wanita cantik di sebelahnya.
"Bagaimana sayang, apa kamu masih marah?". tanya Nevan yang menatap pada wajah Aera.
"Masih". Aera yang pura-pura cuek dan menahan senyumnya.
"Aghh, mas Nevan?". Nevan yang meragakan ekspresi calon istrinya.
"Ihhhh, aku sangat malu sayang jangan seperti itu". Aera yang memukul Nevan pelan dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Yaudah aku marah lagi ni". ucap Aera.
"Engga-engga sayang, aku merasa kesepian kalau kamu marah". Nevan yang sudah memeluk tubuh Aera.
"Sayang, apa mama dan papa mu masih di Amerika?". tanya Aera.
"Sepertinya besuk sudah kembali ke jakarta lagi sayang, apa kamu ingin bertemu mama dan papa?".
"Apa kamu tidak akan memberi tahu mama dan papa mu, atas kehamilanku?".
"Tenanglah, sehabis pulang dari sini, kita akan menemui mama dan papa, untuk meminta restu". ucap Nevan lagi.
"Bagaimana kalau mama dan papa tidak setuju dengan hubungan kita, seperti ibuku".
__ADS_1
"Jangan berfikir negatif dulu sayang, kita berdoa saja semoga mama dan papa merestui kita".
"Iya, semoga saja sayang". ucap Aera yang masih memeluk Nevan.
"Ya sudah ayo kita tidur, sudah malam".
"Tapi aku leper sayang". rengek Aera yang menatap wajah tampan di depannya.
"Sayangnya daddy laper ya?". Nevan yang mengusap perut aera yang mulai sedilit menonjol.
"Iya daddy". jawab Aera.
"Ya sudah aku pesankan makanan dulu sayang". Nevan yang sudah mengenakan celana boxser dan sudah beranjak dari ranjang.
Setelah Nevan memesan makanan di hotel, tidak lama makanan pun sudah datang, Nevan segera memanggil Aera yang masih tidur di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Sayang ayo makan, makanannya sudah datang?".
"Iya sayang". jawab Aera.
Nevan dan Aera menikmati makanannya bersama, sambil bercada tawa membahas berbagai hal, hari semakin malam waktu sudah menunjukan pukul 12 malam, Nevan dan Aera memutuskan untuk segera naik ke atas ranjang untuk kembali tidur, dengan tangan Nevan yang di jadikan bantal untuk Aera, tidak tersa Aera sudah memejamkan matanya, dan sudah tertidur dengan pulas di dekapan Nevan.
"Terimakasih tuhan, kau telah kirimkan wanita cantik dan begitu luar biasa seperti Aera, dan terimakasih juga tuhan sudah menitipkan calon malaikat-malaikat kecil di hidupku dan hidup Aera, Aku akan selalu menyayangi dan menjaga mereka sampai akhir hayatku, sehat-sehat terus ya buat kalian bertiga, daddy sangat menyayangi kalian". ucap Nevan di dalam batinnya yang menatap pada wanita cantik di pelukannya.
Namun saat Aera sedang tidur, Aera merasakkan sentuhan tangan lebar Nevan di perutnya.
"Sayang, kenapa belum tidur, twins gak nakal kok kan udah di tengok sama daddynya". ucap Aera menatap pada wajah Nevan.
"Iya sayang, ini aku juga mau tidur, ya sudah ayo tidur lagi, good night sayang". Nevan yang mencium kening Aera.
Nevan dan Aera pun sudah memejamkan matanya, dan tidak terasa mereka berdua sudah tertidur dengan pulas.
__ADS_1