
Nevan dan Aera masih di dalam ruangan Aksa, Nevan yang masih memeluk tubuh mungil Aera, dengan Aera yang tidak menolaknya sama sekali, karena Aera juga begitu merindukan sosok Nevan setelah bercerai 4 bulan yang lalu, Aera sudah menitihkan air matanya tidak menyangka akan di pertemukan oleh mantan suaminya lagi, Nevan yang mengetahui Aera sudah menitihkan air matanya, Nevan pun melepaskan pelukannya dari Aera.
"Kenapa kau menangis?". Nevan yang sudah mengusap air mata Aera yang sudah membasahi pipinya.
"Tidak". jawab Aera singkat, lalu menyeka air matanya.
"Bagaimana dengan ke adaan Abi dan Ara, apa mereka sehat?". tanya Nevan di depan Aera.
"Mereka begitu tumbuh besar dengan baik". jawab Aera.
"Bukankah mereka sudah genap 1 tahun, apa mereka sudah lancar untuk berjalan?".
"Bahkan mereka ber 2 sudah bisa berlari, untuk mengejar tukang some dan es krim". ucap Area yang tersenyum tipis.
"Aku sangat merindukan mereka ber 2, apa aku bisa menemuinya?".
Aera yang mendengar ucapan Nevan pun berfikir sejenak, dan melamun terus menatap pada wajah tampan di depannya. "Apa aku harus terus bersikap kejam kepada Nevan, Nevan adalah ayah mereka ber 2, bahkan Abi dan Ara selalu mempertanyakan keberadaan daddynya". ucap Aera di dalam batinnya.
"Ku mohon Area, aku ingin bertemu dengan mereka ber 2". Nevan yang memohon kepada Aera.
"Baiklah, kau bisa menemui mereka ber 2". jawab Aera yang tersadar dari lamunanya.
"Benarkah, baiklah nanti aku akan mengantarmu pulang, dan menunggumu hingga selesai bekerja". Nevan yang begitu sangat bahagia.
Setelah mengalami perdebatan antara Aksa, Nevan dan Aera, akhirnya Aera pun melanjutkan pekerjaan nya lagi di ruangannya, dengan Nevan dan Aksa yang masih mengobrol di ruangan lain, Nevan sudah tidak ada kemarahan apa pun kepada Aksa temannya.
"Sekali lagi maafkan aku man". ucap Aksa yang duduk di depan Nevan.
__ADS_1
"Tidak brader, justru berkat kau aku bisa bertemu dengan Aera lagi, terimakasih sudah menjaganya dengan baik". ucap Nevan lalu melesat kopi di depannya.
"Semoga kau bisa baik, dan bisa rujuk kembali dengan Aera man". ucap Aksa.
"Lalu bagaimana dengan kau, bukannya kau juga mencintai Aera?". tanya Nevan.
"Hahaha dia adalah milikmu, hanya kaulah yang pantas bersama dengannya, aku sebentar lagi juga akan pergi ke Singapure untuk melanjutkan pengobatan Ayahku". jelas Aksa.
"Apa kau tidak apa-apa?". tanya Nevan lagi.
"Tidak, tapi aku minta kau selalu menjaganya dengan baik, jangan membuatnya menangis lagi, dan jangan terkecoh pada wanita lain lagi, perbaikilah kesalahanmu, namun bila kau menyakitinya lagi, aku akan mengambil dia darimu".
Nevan yang mendengar ucapan temannya pun tersenyum tipis. "Baiklah, aku akan menjaganya, sampai rambut ini memutih, bahkan aku akan memperjuangkan pernikahanku lagi".
Hari pun semakin sore, Aera sudah selesai mengerjakan pekerjaannya, dan waktu nya untuk segera pulang, setelah berbincang-bincang cukup lama, Nevan sudah berpamitan kepada Aksa, Aera pun juga sudah pamit kepada bosnya, Nevan dan Aera sudah keluar dari kantor, dengan Nevan yang sudah membukakan pintu mobil untuk Aera, Aera segera masuk ke dalam mobil, dan Nevan sudah siap melaju kan mobilnya menuju ke kediaman Aera, tidak lama hanya 15 menit Nevan sudah masuk di gang yang tidak terlalu besar, namun muat bila mobil akan masuk.
"Apa kediaman barumu sekitar sini?". tanya Nevan terus melajukan mobilnya secara pelan.
Tidak lama mobil pun sudah sampai di depan rumah Aera yang baru, Aera segera turun dari mobil, dan sudah di susul oleh Nevan, Nevan sudah berlari-lari kecil melihat Abi dan Ara yang sedang bermain di halaman rumah.
"Abi, Ara?". panggil Nevan.
Balita yang berumur satu tahun lebih 2 bulan itu pun sontak menoleh, seakan tau namanya di panggil, walaupun Abi dan Ara masih sangat kecil, namun mereka ber dua tidak lupa dengan wajah daddynya, seakan mereka ber 2 juga merindukan sosok Ayah.
"Daddy". ucap Abi yang sudah berlari mendekat pada Nevan.
"Daddy aya". Ara yang masih pelo juga sudah berlari mendekat pada Nevan.
__ADS_1
Nevan yang sudah merindukan anak-anaknya, Nevan pun langsung memeluk mereka berdua, dan sudah memberi kecupan di pipi gembul mereka berdua, Aera yang kembali terharu melihat Nevan dan anak-anaknya begitu sangat bahagia bertemu, dan sudah melepas masa rindu.
"Apa kemarin aku begitu egois, sampai memisahkan kalian, maafkan aku Nevan, yang sudah memisahkan mu dengan Abi dan Ara". ucap Aera di dalam batinnya yang sudah berkaca-kaca.
Ibu Rosita yang baru saja keluar dari rumah mendengar suara yang sangat rame di luar, ibu Rosita sangat terkejut melihat ke hadirkan Nevan bersama Aera, ibu Rosita pun mendekat pada mereka semua.
"Nak Nevan?". panggil ibu Rosita.
"Ibu Rosita, bagaimana buk kabarnya?". Nevan yang sudah bersalaman dengan mantan mertua nya.
"Baik nak Nevan, bagaimana dengan kamar nak Nevan sendiri". Ibu Rosita yang mengelus pundak Nevan.
"Baik juga buk, seperti biasa sibuk dengan pekerjaan". jawab Nevan.
Ibu Rosita yang masih bertanya-tanya dengan dirinya sendiri, bagaimana bisa anaknya pulang bekerja di antar oleh mantan suaminya, namun justru ibu Rosita merasa sangat bahagia, Abi dan Ara pun masih sibuk bermain dengan daddynya, sedangkan Aera masih menyibukkan diri di belakang untuk membersihkan dirinya, hingga hari pun semakin larut malam, Nevan segera pamit untuk pulang, Nevan sudah berpamitan kepada ibu Rosita, dan anak-anaknya.
"Sayang daddy pulang dulu ya, besuk daddy kesini lagi". ucap Nevan pada ke 2 anaknya.
"Yahh". Abi dan Ara yang mengeluh bersamaan.
"Iya sayang, biar daddy pulang dulu ya, besuk main lagi sama Abi dan Ara". ucap Aera yang mulai mendekat pada Nevan dan anak-anaknya.
"Kan daddy bisa bobok di sini sama mommy". ucap Abi.
Nevan dan Aera yang mendengar ucapan Abi pun sangat terkejut. "Daddy tidak boleh_". ucap Aera yang belum selesai bicara sudah di potong oleh Nevan.
"Iya besuk daddy bobok di sini ya sama mommy dan kalian". jawab Nevan sambil melirik Aera.
__ADS_1
Aera yang mendengar ucapan Nevan hanya terdiam membisu, Nevan yang sudah berpamitan segera masuk ke dalam mobil dan segera untuk pulang, Nevan sudah siap melaju kan mobilnya, dengan melambaikan tangan kepada Abi dan Ara di dalam mobil.
"Terimakasih tuhan sudah mempertemukan aku lagi dengan anak-anak ku, aku berjanji akan selalu membahagiakan mereka semua". ucap Nevan di dalam batinnya yang sudah keluar dari halaman rumah Aera.