
Nevan yang masih di rumah sakit untuk bergiliran menunggu mamanya yang masih sakit, tapi dari kemarin mama Serli sedang keritis, dan belum sadarkan diri, Nevan terus duduk di samping mamanya sambil mengusap tangan tua yang semakin keriput, Nevan terus menatap pada wajah sendu dan pucat yang terbaring lemah di ranjang pasien.
"Ternyata mamaku ini sudah semakin tua, bahkan rambutnya sebagian sudah memutih, tapi tetap terlihat cantik, mama harus sehat terus ya". ucap Nevan lirih sambil mengusap tangan mamanya.
Saat Nevan mulai mengantuk dan akan tertidur, tiba-tiba pintu ruangan pun terbuka, sontak membuat Nevan membuka mata nya lagi.
Ceklak
Nevan yang mendengar pintu terbuka langsung menoleh pada pintu. "Aera?". panggil Nevan yang melihat Aera datang dengan membawa parsel buah di tangannya.
"Apa kau tidak bekerja lagi hari ini?". tanya Aera dengan menaroh parsel buah di meja.
"Kenapa kamu bisa ke sini, ini masih pagi?". tanya Nevan.
"Papamu yang menyuruhku untuk datang". jawab Aera lalu duduk di sebelah mama Serli.
"Begitu rupanya, seharusnya kamu tidak perlu datang se pagi ini". Nevan yang terus menatap wanita cantik di depannya.
"Sudah pulanglah, dan bersiaplah untuk berangkat bekerja, biar aku yang menjaga mama". ucap Aera.
"Tidak, di kantor sudah ada sekretaris ku, aku akan tetap di sini untuk menjaga mama". jawab Nevan.
"Kau sudah libur selama 2 hari van, dan perusahaan pasti membutuhkan mu, pergilah, aku bisa menjaga mama". jelas Aera.
Nevan yang mendengar ucapan Aera pun merasa ada benarnya, karena Nevan sudah libur selama 2 hari, semua rapat ia tunda dan di undur, karena kemarin bermain dengan Abi dan Ara, Nevan mulai beranjak dari duduknya menuju ke sofa untuk mengambil sesuatu, namun saat Nevan akan berjalan, tiba-tiba papa Erlik datang, Aera dan Nevan bersamaan menoleh pada papa Erlik yang baru saja datang.
"Ternyata Aera sudah datang". ucap papa Erlik.
__ADS_1
"Iya pa". jawab Aera sambil tersenyum tipis.
"Kenapa papa lama sekali?". tanya Nevan.
"Iya karena tadi papa mampir ke kantor dulu, kamu tidak usah ke kantor, dan cepat bicarakan pernikahanmu". ucap papa Erlik yang berjalan menepuk pundak Nevan.
Aera yang mendengar ucapan mantan mertuanya barusan merasa sangat terkejut, dan bertanya-tanya di dalam fikiran nya. "Apa Nevan akan menikah lagi dengan wanita lain, kenapa papa Erlik tiba-tiba ingin membicarakan pernikahan Nevan". ucap Aera di dalam batinnya.
Nevan sudah berjalan mendekat pada Aera dan memegang sesuatu di tangannya, Nevan melihat Aera sedang melamun, Nevan pun menyentuh pundak Aera.
"Aera?". panggil Nevan.
"Eh iya". Aera yang merasa kaget oleh sentuhan Nevan.
Nevan pun sudah menjongkokkan tubuhnya di bawah lantai, dengan satu kaki menopang badannya, Nevan sudah membuka kotak berwarna merah terdapat cincin emas yang sangat cantik dan elegan, Nevan berjongkok pas di depan Aera.
Aera yang melihat Nevan di lantai, dengan sebuah cincin cantik dan memintanya untuk menjadi istrinya lagi, Aera benar-benar sangat terharu, Aera sudah berkaca-kaca sudah meloloskan butir air bening di pipinya, Aera tidak percaya Nevan membuktikan cintanya lagi dengan mengajaknya menikah.
"Aku sudah membuktikan cintaku Aera, jujur dari kita bercerai hingga sekarang aku tidak sedikit pun melupakanmu, dan tetap mencintaimu dan anak-anak kita, di rumah sakit ini lah, dan mama, papa yang menjadi saksi bahwa aku melamarmu kembali". ucap Nevan lagi.
"Apa kau sungguh dengan ucapanmu itu?". tanya Aera yang masih tidak percaya.
"Iya Aera, apa kau mau menikah denganku lagi?". ucap Nevan.
Aera yang mendengar ucapan Nevan berfikir sejenak, masih menatap pada mata Nevan yang tidak kalah sudah mengaharu biru. "Abi dan Ara begitu bahagia di dekatmu, apa aku tega akan membuang kebahagian itu lagi, bahkan dari bercerai hingga sampai sekarang aku juga masih mencintai mu van". ucap Aera di dalam batinnya.
"Aera?". Ucap Nevan lagi.
__ADS_1
"Maaf van". Aera yang menjeda ucapannya sebentar. "aku tidak bisa menolakmu lagi". jawab Aera.
Nevan yang mendengar ucapan Aera sontak sangat terkejut dan bahagia, papa Erlik yang juga mendengar ucapan Aera begitu sangat bahagia.
"Apa benar kamu menerima ku lagi?". Nevan yang bangkit berdiri di hadapan Aera yang masih duduk.
"Iya". jawab Aera kembali menitihkan air mata nya.
"Terimakasih Aera?". Nevan yang sudah memeluk tubuh munggil Aera.
"Tapi kau berjanji ya, dalam situasi apapun, dan ke adaan apapun, kau harus tetap bercerita kepadaku, dan bila mengambil keputusan apapun kau harus meminta izin kepadaku terlebih dahulu". ucap Aera.
"Baik ibu negaraku". Nevan yang hormat kepada Aera sambil tersenyum bahagia.
Papa Erlik yang melihat Nevan dan Aera akan bersatu kembali, papa Erlik mendekat pada istrinya, dan mengelus tangan istrinya. "Lihatlah ma, mama pasti dengar bukan, Nevan dan Aera akan menikah kembali, mama cepat sadar dan sembuh ya biar bisa melihat Nevan dan Aera menikah lagi". ucap papa Erlik lalu mengecup kening istrinya.
Setelah Nevan memasang kan cincing di jari manis Aera, Nevan mendekat pada mama dan papannya. "Iya ma, mama cepet sembuh ya, biar melihat kita bersatu kembali dan bahagia seperti dulu, mama kan kemarin yang bilang sendiri ingin melihat kita bersatu kembali". ucap Nevan lalu mengecup kening mamanya.
"Ingat, suatu hubungan bisa bertahan itu karena kejujuran dan komunikasi, kalian berdua harus tetap jujur dan saling berkomunikasi dengan baik, agar tidak terjadi ke salah pahaman lagi". ucap Papa Erlik pada Nevan dan Aera.
"Iya pa". jawab Nevan dan Aera bersamaan.
Hari sudah semakin sore, mama Serli belum juga siuman, Aera segera berpamitan kepada Nevan dan papa Erlik untuk pulang, takut Abi dan Ara akan rewel, Nevan memutuskan untuk menghantar Aera pulang namun Aera tidak mau, Nevan terus memaksa tidak tega melihat Aera pulang sendirian, Nevan dan Aera sudah keluar meninggal kan ruangan, Nevan yang mengambil mobil di parkiran, Aera yang sudah menunggu di depan rumah sakit, tidak lama mobil pun sudah berhenti di depan Aera, Aera bersiap segera masuk dengan Nevan yang sudah membukakan pintu.
"Selamat masuk ibu Negaraku". ucap Nevan yang membukakan pintu mobil.
"Kau sangat berlebihan Nevan, kita belum sah menikah". Aera yang masuk ke dalam mobil dengan tersipu malu.
__ADS_1
Nevan yang mendengar ucapan Aera hanya memberi senyuman tipis, Nevan pun langsung berputar untuk masuk ke dalam mobil, mobil pun siap melaju keluar dari rumah sakit.