
Setelah 1 minggu pulang dari rumah sakit, hari ini keluarga Erlik akan merayakan kelahiran Anan dan Anin, Nevan sudah mengundang para rekan kerjanya, begitu pun dengan Aera yang sudah mengundang beberapa temannya, mama Serli dan ibu Rosita sudah tampak sibuk mondar-mandir menyiapkan yang belum ada di ruang acara, acara di laksanakan di rumah Nevan dan Aera sendiri, karena rumah mereka juga cukup besar, dengan Aera yang menggunakan dres berwarna merah, membuat nya semakin cantik, Aera masih menunggu baby-babynya tidur di dalam Box baby.
"Mommy". Panggil Abi yang mendekat pada mommy nya.
"Iya sayang". jawab Aera yang sudah menoleh pada anaknya laki-lakinya.
"Kenapa adik tidur terus mommy". Abi yang sedikit melihat pada Box baby yang tidak terlalu tinggi.
"Karena mereka masih kecil sayang, dulu Abi sama dek Ara juga seperti adik tidur terus". jawab Aera yang menjelaskan kepada anaknya.
"Tapi mommy masih sayang Abi sama dek Ara kan?". tanya Abi sambil menatap wajah cantik mommy nya.
Aera yang mendengar ucapan anaknya menjadi tersenyum. "Mommy dan daddy tetap sayang kalian sayang, kalian semua adalah anak mommy dan daddy". jawab Aera yang mengusap rambut Anak sulungnya.
Abi yang mendengar ucapan mommy nya pun tersenyum tipis, ia pun kembali berlari-lari untuk bermain bersama Ara dan anak-anak kecil lainnya, Aera yang melihat anaknya sudah berjalan pergi, Aera merasa terharu, anak nya begitu terlihat tampan dan pintar seperti daddynya. "Tumbuhlah dengan baik ya nak kalian ber dua, mommy harap kalian akan tumbuh lebih-lebih bahagia dari mommy dan daddy". ucap Aera pelan masih memandang kedua anak kembarnya yang semakin besar tertawa bersama.
Pagi pun sudah bertambah siang, Nevan dan papa Erlik pun sudah berdiri di depan pintu untuk menyambut para tamu, sedangkan Aera masih menunggu baby twins nya bersama ibu Rosita, Abi dan Ara juga masih sibuk bermain dengan di temani oleh mama Serli, mereka semua sudah berbagi tugas, untuk saling membantu, para tamu undangan pun sudah semakin berdatangan, dengan beberapa teman Nevan dan Kerabat Nevan juga sudah datang, Nevan terus melemparkan senyuman kepada para tamu yang memberi selamat kepada Nevan dan papa Erlik.
Sebagian para undangan pun sudah berlalu lalang untuk menikmati jamuan makanan dan minuman yang sudah tertata rapi di atas meja jamuan, dan ada juga yang sudah mendekat untuk melihat bayi kembar Nevan dan Aera yang kedua, Aera dan ibu Rosita pun juga memberi senyuman kepada para undangan yang memberi selamat, dan mengatakan kalau anak-anaknya begitu tampan dan cantik.
"Ibu Aera benar-benar wanita luar biasa, bahkan badannya masih tetap saja bagus walaupun sudah punya 4 anak". ucap salah satu wanita staf di kantor Nevan.
__ADS_1
Aera yang mendapat pujian dari para tamu hanya tersenyum tipis, dan hanya mengucapkan terimakasih, tempat acara semakin meriah, Anan dan Anin semakin rewel karena ruangan semakin rame di penuhi dengan para undangan, Aera dan ibu Rosita pun memutuskan untuk membawa mereka ber 2 untuk masuk ke dalam kamar, untuk kembali di tidurkan, Aera sudah memberi Asi kepada Anan dan Anin, mereka ber 2 pun kembali tertidur dengan pulas di atas ranjang, saat Aera akan beranjak turun dari ranjang tiba-tiba pintu kamar terbuka, sontak membuat Aera langsung menoleh pada pintu.
"Hay sayang, apa baby twins tidur?". Nevan yang sudah masuk ke dalam kamar.
"Iya sayang, mereka baru saja tidur, di luar tadi sangat rewel, mungkin karena rame". jawab Aera yang sudah melesat jus mangga di atas meja.
"Nanti Aksa juga akan ke sini sayang, untuk melihat mereka ber 2". ucap Nevan yang duduk di ujung ranjang.
Aera yang mendengar ucapan suaminya langsung menoleh. "Bukannya Aksa masih di Singapure sayang?". tanya Aera pada suaminya.
"Dia sudah pulang sayang kemarin, karena papanya sudah cukup membaik, dan papanya pun juga sudah pulang ke indonesia". jawab Nevan.
"Owh begitu rupanya, syukurlah kalau orang tua Aksa sudah membaik dan pulang ke indonesia". ucap Aera.
"Iya sayang, nanti aku akan keluar lagi, bergantian dengan ibu untuk menjaga Anan dan Anin". ucap Aera.
"Iya sayang". Nevan yang sudah berjalan untuk keluar dari kamar, dan Aera kembali beranjak ke atas ranjang.
Waktu sudah menunjukan pukul 1 siang, karena acara keluarga Erlik hanya sampai pukul 2 siang, acara demi acara sudah terlewati, dengan Nevan yang masih sibuk berbincang-bincang dengan Deo dan rekan kerja yang lainnya, mereka masih sibuk membicarakan tentang bisnis, saat Nevan masih berbincang-bincang tiba-tiba Abi dan Ara mendekat pada daddynya.
"Dady.. Dady..". panggil Ara yang sudah berlari.
__ADS_1
"Daddy.. Daddy.. panggil Abi yang juga berlari di belakang Ara.
Nevan yang melihat anaknya sudah mendekat, Nevan pun menoleh pada anaknya. "Iya anak daddy yang cantik dan tampan, ada apa?". Nevan yang mengusap.rambut kedua anak kembar bersarnya.
"Daddy ayo main sama kita di sana". Ara yang sudah menarik tangan daddynya.
"Main sama oma Serli atau uti Rosita aja ya sayang". ucap Nevan kepada ke dua anaknya.
"Engga mau, kita bosen daddy main sama oma, mau nya main sama daddy". rengek Ara yang masih menarik tangan daddynya.
"Udah temenin aja man, kita gak apa-apa kok di tinggal, dari pada nanti mereka nangis malah merusak acaramu sendiri". ucap Deo teman Nevan.
Nevan yang mendengar ucapan Deo pun sudah beranjak berdiri, dan sudah berlari-lari kecil untuk bermain bersama dengan Abi dan Ara, mereka ber 3 terus bercanda bersama, dengan Nevan yang sudah meng gendong Abi dan Ara di punggungnya sebagai mainan sapi-sapian, Abi dan Ara begitu tampak sangat bahagia.
Dan Hari pun sudah semakin sore, para tamu undangan pun juga sudah pulang dan acara pun sudah sepi, Nevan memutuskan untuk sesi penutupan acara keluarganya akan melakukan foto bersama 1 keluarga, Aera sudah menggendong Abi di gendongannya, Nevan juga sudah menggendong Ara di tangan kokohnya, sedangkan mama Serli sudah membopong cucuknya Anan, dan ibu Rosita juga sudah membopong cucu kembar keduannya yaitu Anin, sedangkan papa Erlik berdiri di tengah mereka untuk memeluk mereka semua.
Mereka semua pun sudah siap berfoto, dan sudah berkali-kali berganti pose, dengan foto grafer handal sesekali memperlihatkan foto kepada mereka, keluarga Erlik begitu sangat bahagia, mereka masih bercanda dan tertawa bersama, bahkan keluarga mereka begitu sangat lengkap dan kompak.
ANAN DAN ANIN
__ADS_1
Saya Nevan beserta keluarga besar mengucapkan, banyak-banyak terimakasih kepada kalian semua, sudah mengikuti perjalanan kisah hidup kami berdua, kami berjanji akan hidup lebih bahagia untuk ke depannya, salam pisah dari kami, terimakasih 😊❤