
Makan siang pun sudah tiba, beberapa karyawan kantor sudah meninggalkan ruangannya masing-masing, Nevan yang sudah berjalan bersama Aera menuju tempat privasi biasanya untuk makan siang direktur, Aera pertama kali masuk ke tempat makan yang hanya di peruntu kan oleh direktur perusahaan.
Tibanya di dalam restoran, Aera melihat restoran yang tidak terlalu besar namun sangat rapi dan bersih, dengan beberapa hidangan yang terlihat sangat mahal, saat Aera sudah duduk di depan Nevan, pramusaji sudah mendekat dengan membawa beberapa makanan.
"Silahkan nona Nevan dan tuan Nevan". ucap pramusaji yang menaroh makanan di meja lalu pergi meninggalkan mereka ber dua.
Aera yang mendengar perkataan pramusaji sontak terkejut dan bingung. "Apa maksutnya pramusaji itu memanggilku nona Nevan". ucap Aera di dalam batinnya.
"Mari makan, keburu dingin ntar makanannya". ucap Nevan yang sudah membukakan makanan untuk Aera.
Aera sudah menduga makanan di sini pasti berupa stik atau makanan luar. "Apa di lestoran ini tidak ada menu mie ayam, atau nasi kucing gitu, aku tidak terbiasa makan seperti ini?". ucap Aera melihat menu daging di depannya.
Nevan yang mendengar ucapan Aera pun tersenyum.
"Bagaimana kamu tidak suka, dulu kamu makan apa waktu di Australia?". tanya Nevan pada Aera.
"Dulu aku bahkan hampir jarang makan di Australia waktu stok mie rebus ku habis yang ku bawa dari sini". jawab Aera.
Nevan yang mendengar perkataan Aera semakin terkekeh. "Baiklah biar aku belikan mie ayam di luar, kamu tunggu saja di sini". Nevan yang sudah berdiri namun di cegah oleh Aera.
__ADS_1
"Ahh tidak pak, tidak apa-apa biar ku makan saja daging gosong ini". Aera yang melihat daging berwarna hitam karena Kecap.
Nevan yang kembali duduk sambil meng geleng-geleng kan kepalanya dan tersenyum tipis. "Kamu tidak apa-apa makan itu".
"Iya, nanti kalau aku keracunan, pasti bapak dulu yang mati karena sudah lebih dulu makan daging gosong ini". ucap Aera yang mulai memotong daging di depannya.
"Kenapa aku baru pertama kali menemukan wanita sepertimu, banyak wanita yang sudah ku kencani, namun kamu sangat terlihat berbeda dari mereka, bahkan dari pertama aku melihatmu, aku sudah tertarik denganmu, walaupun kamu sedikit menyebalkan dulu". di dalam batin Nevan yang masih menatap wanita cantik di depannya.
"Kenapa ini susah sekali daging di potong, apa kamu tidak mau aku makan daging gosong!". grutu Aera yang masih sibuk memotong makanannya.
"Sini aku bantu memotong dagingnya". tangan Nevan yang sudah mengambil pisau dan garpu di tangan Aera.
"Besuk lagi makan mie ayam, atau ketoprak aja pak, makan daging gosong itu gak kenyang". ucap Aera di samping Nevan yang masih di dalam lift.
"Apa kamu masih lapar? aku akan memesankan makanan lagi untukmu".
"Tidak pak, aku hanya memberitahu lain kali beli makanan yang membuat perut kenyang". ucap Area.
Nevan pun tersenyum melihat Aera di sampingnya. "Iya besuk beli makanan yang membuat perut kenyang". ucap Nevan yang sudah keluar dari lift dan di ikuti Aera di belakangnya.
__ADS_1
Setelah mengerjakan pekerjaannya dari pagi dan ikut Nevan untuk meeting, hari sudah semakin sore Aera segera pulang bersama Nevan, sebelum menuju ke rumah sakit, mereka berdua memutuskan untuk ke Apartemen Nevan terlebih dahulu, Nevan yang harus membersihkan badan dan mengganti pakaiannya, tidak lama mereka pun melanjutkan perjalanannya untuk menuju ke rumah sakit, 30 menit mobil pun sudah sampai di depan rumah sakit, Aera dan Nevan sudah turun dari mobil berjalan menuju ruangan ICU.
Sesampainya di depan ruangan ICU, Nevan dan Aera bertemu dengan suster yang merawat ibu Aera.
"Sus bagaimana ibu saya?". tanya Aera pada suster.
"Ibu Rosita belum juga sadarkan diri nona, dan kemungkin operasi malam ini juga di batalkan". ucap suster sinta.
"Loh kenapa di batalkan, bukannya kita sudah membayar semua nya, katanya lebih cepat lebih baik". ucap Nevan.
"Iya tuan benar, namun tekanan darah Bu Rosita saat ini sedang tidak stabil, itu akan membuat berisiko buruk untuk keadaannya bila di paksakan untuk di oprasi".
"Baiklah suster kami mengerti". ucap Nevan lagi.
"Lebih jelasnya nanti bisa di tanyakan kepada Dokter ilham tuan dan nona, saya permisi dulu". suster sinta yang sudah berlalu pergi.
Nevan dan Aera pun memberi anggukan.
"Kenapa selalu ada saja masalah". Aera yang pasrah sudah duduk di kursi depan ruangan ICU.
__ADS_1
"Yang sabar, berdoa saja, nanti kalau tekanan darahnya sudah stabil, pasti bisa langsung di oprasi". ucap Nevan yang mengusap punggung Aera untuk memberi semangat.