Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Pilihan yang sulit


__ADS_3

Aera yang masih menangis di dalam ruangan ICU, lalu menyeka air matanya untuk keluar dari ruangan menemui Nevan.


"Pulang lah, terimakasih atas bantuanmu". ucap Aera dengan mata yang masih sembab, lalu membalikan tubuhnya untuk kembali masuk ke ruangan.


"Aku akan pulang setelah kamu menjawab pertanyaan ku". ucap Nevan yang menarik tangan Aera.


"Pertanyaan apa lagi, tidak ada yang perlu di pertanyakan bukan!".


"Kenapa kamu mengundurkan diri dari perusahaan ku, padahal kamu sangat membutuhkan biaya untuk operasi ibumu".


"Aku bisa mencari uang tanpa harus menginjak kantormu lagi!". ucap Aera yang menatap sengit kepada Nevan lalu melepaskan tangannya dari genggaman Nevan.


"Maaf kan aku, masuklah lagi ke kantorku dan tetap menjadi sekretarisku ". Nevan yang memohon kepada Aera.


"Apa! setelah kamu merenggut harga diriku secara tidak terhormat kau masih menginginkan ku untuk menjadi sekretarismu, sungguh menjijikan sekali ucapanmu!". Aera yang memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Aku akan memberimu 2 pilihan, aku akan membantu membiayai operasi ibumu asal kau masih mau bekerja denganku, tapi kalau tidak mau ya terserah dirimu, kangker leukimia adalah kangker darah, bukan kangker biasa, kau tau bukan kangker sangat menakutkan bila terlambat untuk di tangani". ucap Nevan pada wanita cantik di depannya.


Aera yang mendengar perkataan Nevan pun berfikir sejenak. "Benar juga perkataan pria brengsek ini, kalau ibu tidak segera di oprasi pasti akan membahayakan nyawanya, namun bila aku masuk ke dalam kantor itu, aku akan selalu bertemu dengan pria brengsek yang sudah mengambil kehormatanku, ya tuhan aku harus bagaimana, tapi nyawa ibu yang paling penting bagiku". ucap Aera di dalam batinnya merasa bimbang.


"Bagaimana Aera?". tanya Nevan lagi yang melihat Aera melamun.


"Bagaimana kalau kita buat kesepakatan kalau ibu ku sudah sembuh, biarkan aku pergi dari kantormu". Ucap Aera yang menerima tawaran Nevan.


"Baiklah, kita bisa buat kesepakatan itu di atas kontrak". ucap Nevan.

__ADS_1


"Baiklah, segera lakukan apa yang tadi kamu ucapkan". Aera yang kembali pergi masuk ke ruangan ICU.


"Kamu tidak akan pernah lepas dari ku Aera, kamu akan selalu di genggamanku sampai maut memisahkan kita berdua". ucapa Nevan di dalam batinnya menatap Aera yang berlalu masuk ke dalam ruang ICU dan Nevan pun berjalan pergi keluar dari rumah sakit.


Pagi-pagi sekali Aera dari rumah sakit sudah sampai di apartemen Nevan, karena perintah dari Nevan untuk menuju ke apartemen untuk berangkat kerja bersama, Aera bekerja seperti biasanya, meng handel jadwal kerja bosnya, Nevan dan Aera sudah ada di dalam mobil yang di antar oleh sopir Nevan menuju ke kantor, di dalam mobil Nevan yang sibuk dengan ponselnya, sedangkan Aera sibuk dengan pekerjaanya di aipet.


"Bagaimana ibu mu apakah belum sadar juga, oprasinya akan di lakukan malam ini bukan?". tanya Nevan memecah keheningan.


"Belum, iya". jawab Aera singkat.


"Nanti biar ku kirim bodigat ke rumah sakit untuk menjaga ruangan ibumu selama kamu bekerja, dan nanti pulang lah bersamaku kita kerumah sakit bersama". ucap Nevan.


"Kenapa kita harus pulang bersama, aku akan pulang sendiri saja!".


"Jangan membantah ku!". ucap Nevan ketus.


Aksa yang mendengar pintu terbuka pun langsung menoleh pada pintu.


"Hay man, Hay cantik katanya kamu mengundurkan diri dari perusahaan ini, kenapa apa kamu di sini di perlakukan tidak baik oleh si berengsek itu?". Aska yang mendekat di depan Aera dan menunjuk pada Nevan.


"Tidak tuan, maaf saya sedang sibuk". Aera yang kembali berjalan menuju mejanya.


"Kalau kamu di sakiti sama cowok brengsek itu bilang lah padaku cantik, aku akan menggantung nya secara hidup-hidup!". Ucap aksa lagi yang sudah duduk di depan Aera.


Aera yang mendengar perkataan apsurt aksa hanya terdiam tidak perduli, sudah fokus pada komputernya.

__ADS_1


"Kenapa kamu seperti jalangkung, datang gak di jemput, pulang gak di antar, masuk begitu saja di ruangan orang, tidak sopan sekali!". ucap Nevan.


"Diam lah brengsek, aku sedang berbicara dengan calon istriku". ucap Aksa tanpa menoleh pada Nevan.


Nevan yang mendengar perkataan Aksa pun sontak terkejut berjalan mendekati Aksa dengan membawa vas bunga di mejanya.


"Lo keluar gak, gue lempar vas bunga mau lo!". Nevan yang sudah mengakat vas bunga kecil terbuat dari kaca.


"Santai bro, belum juga selesai bicara sama calon istriku, udah di usir aja". Aksa yang menatap pada Nevan.


"Sudah keluar lah brengsek, kau mengganggu pekerjaan sekretaris ku!". Nevan yang mendorong Aksa untuk keluar dari ruangannya.


"Apa kau cemburu? apa kau takut dia akan ku ambil?". ucap aksa sambil tersenyum di balik pintu.


"Hentikan brengsek, sudah pulanglah". Nevan pun menutup pintu ruangannya dari dalam.


Aera yang di dalam ruangan menutup telinga dengan tangannya. "Lama-lama bisa gila aku di sini melihat kucing dan tikus berkelahi, rasanya kuping ku sangat sakit mendengar mereka ber dua". grutu Aera di dalam batinnya.


Nevan yang melihat Aera terlihat bete dan menutup kupinya, hanya tersenyum tipis, Nevan pun kembali mengerjakan pekerjaannya dan duduk di kursi kebesarannya sedikit masih melirik pada Aera.


"Apa kau sudah makan Aera?". tanya Nevan.


"Sudah pak". jawab Aera singkat.


"Nanti siang temani aku untuk makan siang ya, jangan menolak!".

__ADS_1


"Iya pak". jawab Aera dengan pasrah tanpa menoleh pada Nevan.


"Ni orang kenapa sih, minta gue terus yang nemenin, padahal Aksa hampir tiap hari ke sini, kenapa gak sama Aksa saja makan siangnya, sungguh menjengkelkan!".


__ADS_2