Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Persidangan


__ADS_3

Hari persidangan Nevan dan Aera pun sudah tiba, beberapa keluarga Nevan sudah datang, bahkan orang tua Nevan dan juga Aksa pun ikut hadir di dalam persidangan, sedangkan ibu Rosita yang di luar ruangan untuk menjaga cucu-cucunya yaitu Abi dan Ara, Nevan sudah duduk di sebelah Aera, dengan sedikit melirik pada Aera.


"Aera?". panggil Nevan dengan suara lirih.


"Kita di persidangan, sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan". ucap Aera pelan di sebelah Nevan.


Nevan yang kembali mendengar ucapan Aera sontak menunduk diam, sudah tidak bisa berbicara apapun, hingga persidangan pun sudah di mulai, dengan beberapa pertanyaan yang di lontar kan oleh hakim kepada Nevan dan Aera, setelah hampir 1 jam, persidangan pun sudah selesai, dan hakim pun sudah mengetok palu bahwa Nevan dan Aera sudah resmi untuk berpisah, dan hak Asuh anak pun akhirnya jatuh kepada Aera, mengingat Abi dan Ara masih di bawah umur 1 tahun, masih membutuhkan sosok ibu di sampingnya.


Acara persidangan perceraian Nevan dan Aera pun sudah selesai, semua orang sudah bubar utuk keluar, dan Aera pun sudah beranjak dari duduk nya, untuk segera keluar, Nevan yang melihat Aera sudah berdiri untuk keluar merasa hatinya sangat hancur sudah tidak bisa apa-apa lagi.


"Terimakasih Aera sudah menjadi bagian dari hidupku, dan tujuan hidupku, aku bahagia bisa berbagi suka dan duka bersamamu, aku akan tetap menyayangi mu dan menyayangi anak-anak kita, dan sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi milikku Aera, bahkan Abi dan Ara akan tetap menjadi baby twinsku untuk selamanya, dan hanya aku yang akan tetap menjadi daddy mereka, aku berjanji akan kembali menggenggam tangan kalian". ucap Nevan di dalam batinnya yang melihat Aera sudah berjalan pergi meninggalkan ruang persidangan.


Di luar ruang persidangan, Aera yang baru saja keluar dari ruangan, yang di susul oleh Nevan juga baru saja keluar melihat mama Serli yang duduk terus menitihkan air matanya menciumi cucu-cucunya yaitu Abi dan Ara, lalu beranjak berdiri mendekat pada Aera yang baru saja keluar.


"Aera, mereka tetap cucu mama kan, mama masih berhak untuk menemui mereka kan?". mama serli yang terus menitihkan air matanya.


"Iya ma, Abi dan Ara akan tetap menjadi cucu mama sampai kapan pun". jawab Aera.


"Mbk serli, Abi dan Ara akan tetap menjadi cucu kita berdua, walaupun Aera dan Nevan sudah tidak bersama lagi, kita akan tetap bersama membesarkan mereka berdua". ucap ibu Rosita yang mendekat pada mantan besannya dan sudah mengusap pundaknya.


"Oma celi jangan cedih". ucap Abi pelo yang sudah memeluk kaki mama Serli.


"Iya cucu-cucu oma sayang, kalian jangan nakal ya sama mommy dan uti Rosita, kalian anak pintar". ucap mama Serli lalu mengusap rambut cucu-cucunya.

__ADS_1


Nevan yang melihat mama nya terus menangis, Nevan pun mendekat pada mama serli dan anak-anaknya. "Bener kata oma, sayang nya daddy jangan nakal ya ikut mommy dan uti, daddy akan terus jagain kalian". ucap Nevan lalu mencium dua anaknya.


Lalu Abi dan Ara pun mengangguk bersamaan, mengerti akan perkataan daddynya.


"Baiklah kalau begitu kami pulang dulu ya ma, pa soalnya sudah sore juga". ucap Aera yang pamit akan pergi.


"Iya Aera, kamu hati-hati ya, kami akan terus menjenguk Abi dan Ara". ucap papa Erlik dan di beri anggukan pelan oleh Aera.


Ibu Rosita, Aera, Abi dan Ara pun sudah berjalan pergi keluar dari gedung, Aera yang sudah berjalan lalu menoleh kebelakang menatap pada Nevan yang masih berdiri di depan ruangan, lalu Aera pun menitihkan air matanya.


"Aku bangga pernah menjadi milikmu van, aku bahagia pernah berdiri di sampingmu, ku harap kau selalu menjaga kesehatan, aku berjanji akan selalu menjaga anak-anak kita, semoga hidup mu lebih bahagia untuk kedepannya". batin Aera yang terus menoleh melihat pada Nevan dan terus menitihkan air matanya.


Nevan yang melihat Aera dan anak-anaknya sudah berjalan semakin jauh, dan melihat Aera yang menitihkan air matanya, Nevan benar-benar merasa sangat bersalah, dan merasa sangat menyesal karena sudah menyakiti hati Aera, Nevan merasa sesak di dadanya menerima kenyataan atas perceraiannya.


"Andai saja aku tidak membantu Clarisa, ini tidak akan pernah terjadi, maaf beribu maaf Aera aku sudah melukai perasaanmu, tapi suatu saat aku akan menebus kesalahan ku ini". ucap Nevan lirih, lalu berjalan pergi menyusul kedua orang tuannya untuk pulang.


Di perjalanan Aera yang terus menitihkan air matanya di dalam taxsi yang sudah duduk di samping ibunya, Aera terus menatap pada wajah anak-anaknya yang tertidur pulas di pangkuannya dan pangkuan ibu Rosita.


Ibu Rosita yang melihat anaknya terus menangis merasa tidak tega."Sudahlah nak jangan menangis, bukankah ini adalah pilihanmu untuk berpisah, tuhan sudah mengabulkan keinginan mu, kamu yang meminta kepadanya, jadi kamu sendiri harus kuat dan tabah, kalau Abi dan Ara melihat mu terus menangis, mereka juga akan sedih". ucap ibu Rosita yang mengusap pundak anaknya.


"Iya bu, terimakasih ibu selalu di samping Aera dalam ke adaan apapun". ucap Aera yang terus menatap pada ibunya.


"Iya sayang, kita besarkan Abi dan Ara bersama-sama, agar mereka tumbuh menjadi anak-anak yang baik dan pintar". ucap ibu Rosita lalu di beri anggukan pelan oleh Aera.

__ADS_1


Sedangkan Nevan yang di dalam mobil terus menatap pada jalan, duduk di belakang kedua orang tuannya, masih saja memikirkan Aera dan anak-anaknya.


Mama Serli yang melihat anaknya dari kaca mobil terus melamun menatap pada jalananan. "Bagaimana kamu sudah puas atas perceraianmu dengan Aera, itu karena ulahmu Nevan yang membantu ular berbisa itu, mama tidak habis fikir, otakmu sudah tercuci oleh wanita jalang itu!". ucap mama Serli yang terus marah kepada anaknya.


"Ma sudah, kasian Nevan terus mama marahi dari kemarin, mungkin ini sudah jalan dan takdirnya Nevan dan Aera berpisah, kalau mereka tetap jodoh mereka ber dua pasti akan kembali lagi". ucap papa Erlik yang menenangkan istrinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


❤Tenang-tenang, yuk mohon like, komment, vote dan dukungannya, biar autor abal-abal ini lebih semangat lagi up nya.


__ADS_2