Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Adakah kesempatan


__ADS_3

"Daddy-Daddy?". Abi yang memanggil Nevan sambil berlari kecil menuju ke taman belakang rumah ibu Rosita.


"Iya sayang, wah Abi gambar apa tu?". ucap Nevan yang melihat anaknya membawa selembar kertas.


"Ini gambar mommy dan daddy?". jawab Abi sedikit pelo.


Hampir seharian Abi dan Ara bermain bersama Nevan di taman belakang rumah, Nevan sengaja mengambil libur kerja selama 2 hari untuk mengunjungi anaknya dan bermain bersama mereka, sedangkan Aera yang masih sibuk bekerja, karena Aksa sebentar lagi akan kembali ke singapure, Nevan datang dari pagi hingga sore, dari memandikan mereka, menyuapi dan menemani tidur siang, tidak terasa hari semakin sore, dan Aera baru saja sampai rumah menggunakan taxsi, Aera sudah berjalan masuk ke dalam rumah, saat Aera masuk, Aera melihat Nevan dan anak-anaknya sedang menonton film kartun bersama, Aera yang mendengar senyum Abi dan Ara dengan kencang, Aera pun merasa sangat bahagia.


"Aku kira kamu sudah pulang?". ucap Aera yang mengambil minum di dalam kulkas sebelah Nevan.


"Hay mommy". Ara yang menyapa mommy nya.


"Hay sayangnya mommy, kalian ceria sekali". Aera yang mengusap rambut kedua anak nya.


"Kamu sudah pulang, mandilah dan istirahat akan ku siap kan air hangat untukmu". ucap Nevan pada Aera.


"Tidak perlu, aku akan mandi dengan air dingin saja". ucap Aera.


"Ini sudah terlalu gelap, nanti kamu masuk angin, sudah menurut lah". Nevan yang beranjak untuk menyiapkan air hangat untuk Aera.

__ADS_1


Setelah Aera membersihkan diri, Aera segera menyusul Nevan, Abi, Ara dan ibunya di ruang keluarga, sembari membawa kue kering yang tadi di beli nya waktu sepulang kerja, saat Aera akan mendekat Nevan sudah berpamitan kepada ibu Rosita, namun saat Nevan akan pulang, Abi dan Ara menangis bersamaan dengan kencang, mereka tidak mengizinkan Nevan untuk pulang.


"Sayang daddy besuk kesini lagi". ucap Nevan.


"Hiks.. Hiks.. gak mau, aku mau daddy tidur sama aku dan aya". ucap Abi pada daddynya.


"Iya, daddy gak boleh pulang, bobok sini aja, hiks.. hiks..?". Ara yang juga tidak kalah rewelnya.


Aera yang melihat anaknya menangis, Aera segera mendekat. "Abi, Ara kalian jangan nakal dong, daddy kan mau pulang dulu, besuk kesini lagi". ucap Aera.


"Gak boleh, daddy kan daddynya Abi dan aya, bobok sini aja". ucap Abi dengan ngotot.


"Sudah-sudah, biar nak Nevan tidur sini dulu gak papa dari pada mereka ber 2 terus menangis". ucap ibu Rosita.


"Sudahlah tidak masalah, biar nanti mereka yang tidur bersama daddynya, kamu tidur bersama ibu". ucap ibu Rosita.


"Baiklah". jawab Aera pasrah.


Nevan yang mendengar ucapan ibu Rosita sangat bahagia, pada dasarnya Nevan juga malas untuk pulang, ingin selalu dekat dengan Aera dan anak-anaknya, dengan adanya Abi dan Ara membuat Nevan dan Aera menjadi lebih dekat lagi.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, sudah waktunya Abi dan Ara untuk segera tidur setelah makan malam bersama, seperti biasa sebelum mereka ber 2 tidur Aera selalu membacakan dongeng untuk mereka, namun Abi dan Ara meminta, Mommy dan daddy nya bersamaan membacakan dongengnya, Abi dan Ara sudah tidur di tengah dengan Nevan tidur di sebelah Ara, sedangkan Aera tidur di sebelah Abi, Abi dan Ara sudah mulai tidur dengan pulas, Nevan dan Aera juga sudah selesai membacakan dongengnya, Aera yang melihat anaknya sudah tidur pulas, Aera segera beranjak untuk pindah tempat tidur.


"Biarkan aku saja yang keluar tidur di sofa, kamu tidur di sini saja dengan mereka". ucap Nevan yang melihat Aera mulai beranjak akan keluar dari kamar.


"Tidak, kamu tidur di sini saja dengan mereka, aku akan tidur bersama ibu". jawab Aera yang mulai turun dari ranjang.


"Aera?". panggil Nevan.


Aera yang mendengar ucapan Nevan pun sontak langsung menoleh. "Hem". jawab Aera singkat.


"Apa kau tidak akan memberi kesempatan ke dua kepada ku?". tanya Nevan yang mulai duduk di atas ranjang.


"Sudah malam, tidurlah". Aera yang sudah berjalan akan membuka pintu, namun di cegah oleh Nevan.


"Aera, aku benar-benar bertanya kepadamu, apa aku tidak ada tempat lagi di hidupmu dan hidup Abi, Ara?". Nevan yang sudah memegang tangan Aera.


"Semua butuh proses untuk menerima mu seperti sedia kala, kita lihat saja nanti apa kamu masih pantas menggenggam tanganku dan tangan mereka". ucap Aera lalu melepaskan tangannya dari tangan Nevan.


"Aku akan membuktikan, bahwa aku masih pantas untuk menjadi kepala keluarga kalian". ucap Nevan.

__ADS_1


"Buktikanlah". ucap Aera lalu pergi begitu saja keluar dari kamar.


Dan hari pun semakin malam, Nevan kembali beranjak ke atas ranjang untuk tidur, dengan memeluk tubuh gembul kedua anaknya, Nevan sudah mulai memejamkan matanya, tidak terasa Nevan sudah tertidur dengan pulas.


__ADS_2