
Hari ini tepat 3 hari Nevan, Aera dan anak-anaknya liburan di bali, dan pagi ini mereka memutuskan untuk kembali pulang lagi ke jakarta, karena banyak hal yang harus di persiapkan untuk ulang tahun Abi dan Ara yang ke 2 tahun, mereka ber 4 pun sudah siap-siap untuk kembali pulang, dengan Nevan yang masih menarik beberapa koper untuk di masukan ke dalam taxsi online yang akan mengantarkan mereka ke bandara, mereka semua sudah masuk ke dalam taxsi untuk menuju ke bandara.
Setelah perjalanan 1 jam dari vila, mereka ber 4 pun sudah tiba di bandara, dan segera masuk ke dalam pesawat, Abi dan Ara masih terlihat anteng di pangkuan Nevan dan Aera, tidak lama setelah menunggu 15 menit burung Besi pun sudah lepas landas meninggalkan bali menuju kota jakarta, di perjalanan Abi dan Ara tidak tidur sama sekali, begitupun dengan Nevan dan Aera, mereka menikmati perjalanan yang cukup panjang dengan sedikit tertawa dan bercanda bersama di dalam pesawat, perjalanan pun sudah memakan waktu selama 4 jam, tidak terasa burung Besi pun sudah landing dan sudah tiba di kota jakarta, setelah pesawat berhenti dengan sempurna para penumpang pun sudah di izinkan untuk turun dari pesawat.
Saat Nevan dan Aera masih menunggu barang-barang nya turun dari antrian pesawat, Aera tidak sengaja melihat Verel yang juga sedang menunggu antrian untuk mengambil barangnya, Aera pun tidak sengaja melihat Verel yang berdiri tidak jauh darinya, begitu pun dengan Verel yang masih menatap pada Nevan, Aera dan anak-anaknya, Verel hanya memberikan senyuman tipis pada Aera, begitupun dengan Aera juga membalas senyuman tipis kepada Verel, Nevan yang sebenarnya mengetahui keberadaan Verel yang dari tadi di dalam pesawat yang sama, Nevan bersikap biasa-biasa saja, karena Verel lebih dulu menyapa Nevan sebelum Aera.
Setelah barang-barang Nevan dan Aera sudah datang, mereka ber 4 pun segera pergi, untuk keluar dari bandara, Aera kembali tersenyum pada Verel untuk mengisyaratkan pergi terlebih dahulu, begitu pun dengan Nevan yang juga sudah tersenyum pada Verel, mereka ber 4 pun sudah berjalan meninggalkan bandara, sedangkan Verel yang masih menunggu barangnya masih terdiam mematung menatap pada keluarga Nevan yang sudah berlalu pergi.
"Aku yakin kau sangat bahagia Aera, dan aku yakin dengan diriku sendiri aku juga bisa menemukan wanita lain yang baik seperti dirimu, semoga hidupmu selalu di penuhi dengan kebahagian dan keharmonisan sampai kalian menutup usia". ucap Verel di dalam batinnya yang masih menatap Nevan dan Aera berjalan pergi bersama anak-anaknya.
Pak Bejo supir pribadi Nevan pun sudah stand bay di depan bandara untuk menjemput majikannya, pak bejo yang melihat majikannya sudah tiba, pak bejo pun segera membuka bagasi mobil, dan koper-koper besar pun sudah di masuk kan semua ke dalam bagasi.
"Bagaimana pak bejo apa mama dan papa sehat?". tanya Nevan pada supir pribadinya.
"Alhamdulilah sehat semua tuan Nevan". jawab pak Bejo.
"Baiklah, mari pulang". ucap Nevan.
Mereka ber 4 pun sudah masuk ke dalam mobil untuk segera pulang, di perjalanan Aera sedikit ke fikiran dengan ke hadiran Verel di bandara, Aera sedikit melamun."Untung aja Verel tidak mendekatiku lagi tadi, bisa berabe kalau Nevan tau ada Verel di pesawat tadi, bisa marah lagi suamiku". ucap Aera di dalam batinnya sedikit menoleh pada suaminya.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya setengah jam mereka pun sudah tiba di rumahnya, mobil pun sudah masuk ke halaman rumah, dan sudah berhenti dengan sempurna, Nevan yang melihat mobil Aksa terparkir di depan rumahnya, Nevan pun segera turun dari mobil dan juga sudah di susul oleh Aera yang juga turun menggendong Ara yang sedang tidur dan di bantu oleh bik ina yang menggendong Abi masuk ke dalam rumah, Aera pun hanya memberi senyuman tipis kepada Aksa dan segera membawa anaknya untuk masuk, Nevan yang melihat ke hadiran Aksa pun sudah mendekat.
"Ada apa man, tumben ke sini?". tanya Nevan yang sudah berjalan mendekat pada Aksa yang masih duduk di depan rumahnya.
"Wahh bapak tua habis pulang liburan ni". ucap Aksa sedikit tersenyum.
"Iya lah, emang lo kerja terus, ada kepentingan apa kamu ke sini?". tanya Nevan yang sudah duduk di samping Aksa.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin bertemu denganmu saja". ucap Aksa.
"Sekali-kali itu menemui gadis atau wanita, jangan hanya menemui ku dan Deo saja". ucap Nevan.
"Ya beda lah, kalau gadis itu jelas masih perawan, tapi kalau wanita itu banyak, bisa wanita tua, wanita muda atau nenek-nenek". jawab Nevan sedikit tersenyum.
"Dasar brengsek". Aksa yang memukul kepala Nevan dengan koran.
Nevan yang melihat Ekspresi temannya hanya tertawa."Eh tadi aku tidak sengaja bertemu dengan Verel di bandara waktu kita turun dari pesawat". ucap Nevan.
"Verel mantan kekasih istrimu?". Aksa yang menoleh pada temannya.
__ADS_1
"Iya". jawab Nevan.
"Lalu bagaimana ekspresi dia melihat mu dan Aera?". tanya Aksa yang mulai melesat kopi di depannya.
"Dia biasa-biasa saja, hanya tersenyum kepadaku, bahkan dia juga bersama wanita di pesawat itu". jawab Nevan.
"Owh mungkin pacar barunya, atau malah adiknya, tidak mungkin juga sih Verel tidak punya pacar secara dia pengusaha muda yang sukses, dan juga tampan". ucap Aksa.
"Ya betul sekali, pasti juga banyak wanita yang ingin bersanding dengannya". ucap Nevan yang menatap pada temannya.
"Ya sudah aku pulang dulu udah sore ni". Aksa yang sudah beranjak berdiri untuk pulang.
"Buru-buru amat lo, eh ya besuk datang ya di ulang tahun Abi dan Ara, di jamin meriah acaranya". ucap Nevan yang juga sudah berdiri.
"Apa mereka sudah 2 tahun, wah cepat sekali, sepertinya baru kemarin aku kasih kado mereka emas batangan". jelas Aksa.
"Besuk kasih emas batangan lagi ya, yang lebih besar ukurannya". ucap Nevan sedikit tersenyum.
"Halah yang seneng bapaknya malah, udah gue pulang dulu". Aksa yang sudah menepuk pundak Nevan, dan sudah berjalan untuk masuk ke dalam mobil, mobil Aksa pun sudah berlalu pergi meninggalkan kediaman Nevan, Nevan yang melihat temannya sudah pergi, Nevan pun segera masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri.
__ADS_1