Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Nevan merasa panik


__ADS_3

Nevan baru saja tiba di rumah setelah seharian bekerja hingga larut, dan menghadiri meeting bersama rekan kerjanya, Nevan baru saja masuk ke dalam kamar, dan segera membersihkan diri, dengan Aera yang masih duduk di atas ranjang, masih sibuk menggeser-geser ponselnya, tidak lama Nevan pun sudah keluar dari kamar mandi.


"Kamu pasti capek ya sayang?". tanya Aera.


"Iya sayang, tapi aku tiba-tiba merasa tidak capek, kalau sudah sampai rumah melihat anak-anak dan istriku yang sedang hamil". ucap Nevan.


"Benarkah sayang?". Aera yang tidak percaya.


"Iya kalian menjadi semangat ku untuk lebih giat bekerja". jawab Nevan yang sudah memakai pakaian nya.


Aera yang mendengar ucapan suaminya pun memberikan senyuman manis, begitu pun dengan Nevan, setelah memakai baju, Nevan pun segera beranjak untuk naik ke atas ranjang mendekat pada istrinya, namun saat Nevan baru akan beranjak tiba-tiba ponsel Nevan berdering di atas meja kerjanya, Nevan dan Aera yang mendengar ponsel berdering pun menoleh bersamaan, Nevan segera kembali turun dari ranjang untuk mengambil ponselnya, saat Nevan mendekat tertera di layar ponsel dengan nama Papa, Nevan pun segera mengangkat telfon ya.


"Hallo pa, ada apa?". Nevan yang sudah mengakat telfon.


"Hallo van, apa besuk kamu sibuk?". tanya tuan Erlik di dalam telfon.


"Tidak, hanya bekerja seperti biasa, memang kenapa pa, jangan bilang papa nyuruh aku ke luar kota atau keluar negri lagi, istriku sedang hamil pa". ucap Nevan.


"Siapa yang menyuruhmu pergi keluar kota atau ke luar negri, seuzon aja kamu". ucap tuan Erlik.


"Lalu apa?". tanya Nevan.


"Besuk ikut papa menghadiri pernikahan anak sahabat papa dulu, papa malas datang sendiri". ucap tuan Erlik lagi.


"Kenapa tidak mengajak mama saja pa, kenapa malah mengajak ku?". Nevan yang merasa heran.


"Mama mu besuk berlibur dengan teman-temannya, pokoknya besuk kamu harus ikut, besuk papa jemput, jangan menolak". ucap tuan Erlik yang sudah mematikan telfon nya begitu saja.


"Hiss papa kebiasaan kalau belum selesai berbicara sudah di matikan". grutu Nevan yang sudah menaro ponselnya lagi di atas meja.

__ADS_1


Aera yang mendengar suaminya masih berbincang-bincang dengan mertuanya Aera hanya diam saja, paling mereka membahas soal pekerjaan fikirnya, Aera pun sudah turun dari ranjang untuk menuju ke toilet kamarnya, Aera sudah berjalan pelan menuju toilet.


Nevan yang baru saja selesai berbicara dengan papanya kembali berjalan mendekat pada Aera. "Mau kemana sayang?". tanya Nevan pada istrinya.


"Mau cuci muka dan gosok gigi sayang". jawab Aera yang sudah menoleh pada suaminya.


"Ya sudah hati-hati masuk kamar mandi". ucap Nevan yang mulai beranjak ke atas ranjang.


Aera pun sudah kembali berjalan untuk masuk ke dalam mandi, namun baru beberapa langkah benar saja tiba-tiba terdengar suara yang lumayan keras di dalam kamar mandi.


Bruakkkkkkk! Aera yang terjatuh karena terpleset.


"Auuu Aduh sakit". Aera yang sudah terjatuh di lantai sambil memegangi perutnya.


Nevan yang baru saja membuka benda lipatnya di atas ranjang mendengar suara yang sangat keras di dalam kamar mandi Nevan pun sangat terkejut segera loncat dari ranjang dan sudah berlari, melempar laptopnya di atas kasur begitu saja, Nevan langsung membuka pintu kamar mandi secara kasar, Nevan melihat istrinya sudah jatuh di bawah lantai kamar mandi.


"Aduhh perutku sangat sakit sayang". Aera yang sudah merintih kesakitan.


"Ayo ke rumah sakit sekarang, kita harus ke rumah sakit aku takut babynya kenapa-kenapa". ucap Nevan sangat panik yang masih membopong tubuh istrinya segera keluar dari kamar.


"Pak bejo.. pak Bejo..". Teriak Nevan sangat kencang.


Pak Bejo yang masih santai di luar rumah mendengar suara majikannya langsung berlari sangat kencang. "Iya tuan". pak Bejo yang sudah mendekat.


"Tolong siapkan mobil sekarang, istri saya jatuh, dan segera berangkat ke rumah sakit". ucap Nevan yang begitu sangat panik.


"Baik tuan". Pak Bejo yang kembali berlari untuk menyiapkan mobil, dan mobil pun sudah terparkir pas di depan pintu, Nevan segera membawa masuk Aera ke dalam mobil, dan terus memeluk istrinya.


"Tahan sebentar ya sayang". ucap Nevan yang masih panik.

__ADS_1


"Perutku sakit sayang". Aera yang terus merengek sambil memegangi perutnya.


"Pak Bejo tambah lah kecepatannya". Nevan yang semakin panik, dan pak bejo pun sudah mengangguk pelan.


Mobil pun melaju begitu sangat kencang, dengan beberapa kali pak Bejo menekan klakson mobil untuk mendahului pengendara-pengendara yang lain, Pak Bejo masih fokus menatap pada jalan, karena juga begitu sangat panik, ada dua nyawa yang ada di dalam rahim majikannya, mobil terus melaju dan tidak lama mereka pun sudah tiba di depan rumah sakit, Nevan segera membopong kembali badan Aera keluar dari mobil, dengan beberapa tenaga medis sudah mendekat, segera membawa Aera menuju ke ruang kandungan.


Nevan semakin merasa panik, Aera sudah masuk ke ruang kandungan, dengan dokter Febby yang barus saja masuk le dalam ruangan untuk memeriksa ke adaan Aera dan baby-babynya, Nevan masih menemani Aera di sampingnya, Nevan masih terus menggenggam tangan istrinya, dan terus saja berdoa, dengan dokter Febby yang masih sibuk memeriksa kandungan Aera.


"Bapak Nevan tidak usah panik". ucap Dokter Febby.


"Bagaimana dok, apa anak-anak saya baik-baik saja?". tanya Nevan yang begitu masih merasa panik.


"Syukur kandungannya tidak apa-apa pak, karena sudah 4 bulan, mereka sudah cukup kuat, dan benturannya juga tidak terlalu keras". jelas dokter Febby.


Nevan yang mendengar ucapan dokter Febby begitu sangat lega. "Syukurlah dok saya lega sekarang, tapi kenapa istri saya merasa sakit perutnya dok?". tanya Nevan lagi.


"Itu karena ke dua baby merasa terkejut karena jatuh, apalagi ibunya panik, mereka juga ikut panik pak". Jelas dokter Fabby lagi.


Nevan yang paham atas ucapan dokter Febby sudah mengangguk pelan, dan Aera pun sudah merasa mendingan tidak sakit lagi, dan Aera juga tidak perlu untuk menginap di rumah sakit, Aera pun sudah di perbolehkan untuk pulang, dengan syarat tidak boleh mengangkat beban yang berat-berat, mereka pun sudah kembali masuk ke dalam mobil untuk pulang, dengan Nevan yang terus mengecup kening istrinya dan mengelus-elus perus Aera.


"Kalau masuk kamar mandi berhati-hatilah sayang, aku sudah berkali-kali bilang, ada 2 nyawa di rahimmu". ucap Nevan yang masih memeluk istrinya di dalam mobil.


"Iya sayang, aku akan lebih berhati-hati lagi". Aera yang merasa nyaman di pelukan suaminya.


"Syukurlah nona, baby nya tidak apa-apa, saya benar-benar ikut cemas, dulu istri saya juga pernah keguguran, itu benar-benar membuat saya menjadi frustasi". Pak Bejo yang melihat Nevan dan Aera dari kaca atas dalam mobil.


"Iya pak Bejo saya sangat bersyukur, mereka baik-baik saja". ucap Aera.


Mobil pun masih melaju melewati jalan yang masih rame di malam hari, dengan Aera yang masih nyaman bersandar di bahu suaminya, Nevan masih sedikit sangat takut bila mengingat kejadian tadi yang menimpa istri dan calon anak-anaknya.

__ADS_1


__ADS_2