
Nevan yang masih berjalan untuk menyusul Aera ke kamar club mewah yang sudah di sediakan Aksa, Nevan sudah masuk ke dalam ruangan, dan melihat Aera yang tidur di atas ranjang bersama anak-anaknya, Nevan pun mendekat.
"Apa mereka sudah tidur sayang?". tanya Nevan.
"Sudah sayang baru saja mereka tidur". jawab Aera.
"Benar-benar tidak seperti yang ku fikirkan, ekspetasiku tidak akan seperti ini, tidak ku sangka si tua bangka itu akan merayakan ulang tahunnya di Club". ucap Nevan yang sudah melepas jasnya.
"Sudah lah sayang, ini kan juga acara Aksa, kita yang salah seharusnya tidak mengajak Abi dan Ara kesini". ucap Aera.
"Memang dari dulu Aksa sangat suka dengan tempat seperti ini". Nevan yang mulai beranjak ke atas ranjang.
"Kamu juga". Aera yang melihat pada suaminya.
"Tidak, aku tidak pernah ke club malam". jawab Nevan yang juga sudah menatap pada Aera.
"Benarkah, tapi kenapa kamu kesini sayang bukannya kamu menemui teman-temanmu itu". ucap Aera.
"Aku malas di luar sangat berisik, aku ingin bersenang-senang dengan istriku saja". Nevan yang sudah mendekat pada wajah Aera.
"Jangan mulai deh, nanti mereka bangun sayang". ucap Aera, namun Nevan tidak mengindahkan ucapan Aera, Nevan sudah menarik ret seliting gaun Aera, dan gaun pun sudah terlepas dari tubuh Aera, Nevan segera mengangkat tubuh mungil Aera ke sofa agar tidak mengganggu anaknya, Nevan sudah meremasi Aset kembar Aera, dan sudah membuka kain yang menutupi Aset kembar istrinya, Nevan sudah semakin menggila begitu pun dengan Aera, yang sudah membuka celana yang di kenakan suaminya, Nevan pun mulai mengukung tubuh istrinya, Nevan sudah memainkan lidahnya di benda bawah sana, Aera terus menggeram menikmati sentuhan Nevan.
Di tempat Club, Aksa masih menunggu Nevan dan Deo di tempat yang tidak terlalu rame, sambil menghisap rokoknya dengan kaki yang sudah di angkat di atas meja, tidak lama Deo sudah datang lebih dulu mendekat pada Aksa.
"Apa Nevan belum kesini lagi?". tanya Deo yang mulai duduk di sebelah Aksa.
"Belum, padahal acara akan segera di mulai". jawab Aksa.
"Acara apa?". tanya Deo yang menatap pada Aksa.
"Ulang tahunku lah, kita akan berjoget bersama, dan minum bersama di tengah-tengah mereka". Aksa yang sudah menunjuk pada banyak wanita seksi yang sudah berjoget ria di arah lain.
"Kau benar-benar sudah tidak waras man, orang ulang tahun itu meniup lilin, memotong kue, meminta doa, lo malah menyewa club sebesar ini". Deo yang sudah menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Lo kira gue anak kecil, dan hal seperti itu sudah biasa di lakukan banyak orang". ucap Aksa.
"Terserah kamu saja". Deo yang juga sudah mengambil sebatang rokok di atas meja.
Acara aksa akan segera di mulai, Aksa memutuskan untuk menghubungi temannya yaitu Nevan, Aksa pun sudah mengambil ponselnya di dalam saku celananya.
Tut.. tut.. tut.. Telfon yang sudah tersambung.
"Hallo kau ada dimana, acara ku akan segera di mulai". ucap Aksa.
"Aghhttt-aghttt, aku tidak ikut bersenang-senang lah bersama deo". jawab Nevan di telefon.
"Shit, kau sedang apa brengsek". Aksa yang tiba-tiba merasa jijik.
"Sudah dulu anakku sedang rewel mereka tidak bisa di tinggal". jawab Nevan.
"Bukan anakmu yang rewel, tapi burung gagakmu yang rewel, dasar brengsek". Aksa yang merasa kesal dan sudah mematikan telfon nya begitu saja.
Deo yang mendengar pembicaraan Nevan dan Aksa, Deo pun menoleh pada Aksa."Ada apa, apa Nevan tidak di bolehkan istrinya untuk keluar". ucap Deo.
Dan tiba-tiba ponsel Deo pun berdering, Deo segera mengangkat ponselnya, ternyata itu telfon dari istrinya untuk menyuruh Deo kembali ke kamar, Deo pun memutuskan untuk segera pergi.
"Aku pergi ke kamar dulu ya man, sepertinya istriku minta jatah malam ini". ucap Deo yang sudah berdiri.
"Shit kau juga akan pergi, lalu siapa yang akan menemaniku". ucap Aksa.
"Makanya buruan nikah, biar tu burung gak cuman jalan air aja selama 32 tahun". Deo yang tersenyum mengejek Aksa lalu pergi begitu saja.
Aksa yang mendengar Nevan sibuk bersama istrinya, dan melihat Deo juga pergi, Aksa semakin merasa kesal dan jengkel. "Sebenarnya mereka teman ku atau bukan, mereka kira aku menyewakan kamar hanya untuk enak-enak apa, benar-benar tidak ada akhlak mereka semua, sungguh malang sekali nasip mu Aksa yang jomblo sampai setua ini". Aksa yang kembali menjatuhkan badannya ke tempat duduk.
Nevan yang baru saja menuntaskan hasratnya selama hampir 1 jam, Nevan menjadi sangat capek dan lemas, Nevan masih merebahkan tubuhnya di atas sofa, dengan Aera yang sudah memakai gaunnya kembali dan sudah merapikan rambutnya, untuk mengambil minum di luar.
"Sayang aku ke luar dulu ya, mau ambil minum, aku sangat haus". ucap Aera yang izin kepada Nevan.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu keluar sayang, telfon saja mereka akan menghantar minumannya". Nevan yang sedikit mengangkat tubuhnya.
"Tidak sayang, aku hanya sebentar". ucap Aera lagi.
"Baiklah, tapi jangan lama-lama". Nevan yang memberi izin kepada Aera.
Aera pun sudah keluar dari ruangan, untuk mengambil minuman, Aera terus berjalan menyusuri beberapa lorong, dan sudah melewati beberapa orang yang sedang berjoget ria, Aera sudah mendekat pada meja dengan banyak macam sajian minuman, Aera segera mengambil jus jeruk dan segera kembali ke kamar, namun saat Aera membalikkan tubuhnya, Aera sangat terkejut dengan kehadiran Verel di acara Aksa.
"Aera, kamu juga datang ke sini?". tanya Verel di depan Aera.
"Verel, ah iya karena pemilik acara ini adalah temanku". jawab Aera dengan raut wajah yang terkejut.
"Wah ternyata dunia begitu sempit ya, aku tidak akan menyangka bertemu denganmu lagi di sini". ucap Verel lagi.
"Haha iya, ya sudah aku permisi dulu ya". Aera yang kembali akan berjalan pergi namun di tarik oleh Verel.
"Aera sebentar". ucap Verel, dan Aera pun sudah menoleh pada Verel.
Nevan yang masih di dalam kamar, memutuskan untuk segera keluar untuk mencari Aera karena sudah hampir setengah jam Aera belum juga kembali, Nevan terus melangkahkan kakinya lebar-lebar takut terjadi sesuatu pada Aera, karena tempat ini sangat besar apa lagi bukan tempat biasa, Nevan masih mengedarkan pandangannya, dan sudah melihat Aera berdiri di depan seorang laki-laki, Nevan pun segera mendekat.
"Sayang?". Nevan yang sudah menarik tangan Aera.
"Nevan?". Aera yang sudah terkejut dengan ke hadiran Nevan di sampingnya.
Verel yang mendengar ucapan Nevan sontak terkejut. "Sayang?". ucap Verel di depan Aera dan Nevan.
"Iya saya suaminya, ada perlu apa ya tuan dengan istri saya, apa istri saya berbuat salah pada anda?". tanya Nevan.
"Tidak tuan, oh ya perkenalkan nama saya Verel geo Abraham". Verel yang sudah mengulurkan tanganya lebih dulu.
Nevan yang mendengar ucapan Verel sontak langsung terkejut, Nevan teringat pada ucapan Aera waktu itu, bahwa Verel adalah mantan ke kasihnya dulu, tatapan Nevan pun menjadi menegas.
"Ayo pergi dari sini". Nevan yang tiba-tiba menarik tangan Aera untuk pergi.
__ADS_1
Verel yang melihat Nevan dan Aera pergi begitu saja, Verel hanya terdiam tidak berbicara apa-apa lagi membiarkan mereka ber 2 pergi. "Ternyata Aera sudah punya suami, begitu cepat sekali kau melupakan ku Aera, bahkan sampai sekarang aku belum bisa melupakanmu". ucap Verel pelan lalu berjalan untuk pergi.