Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Mulai berbohong


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Nevan sudah pamit kepada Aera dan anak-anaknya untuk segera berangkat bekerja, namun sebelum ke kantor, Nevan mendapat pesan dari Clarisa untuk meminta Nevan mengantarnya ke rumah sakit, Nevan sudah melajukan mobilnya dengan kencang, sebenarnya Nevan tidak mau, namun ia teringat kembali pada janin yang di kandung oleh Clarisa membuat Nevan tidak tega untuk tidak perduli kepada nya, Nevan sudah melewati beberapa toko, tidak lama Nevan sudah sampai di depan cafe untuk menjemput Clarisa, Clarisa yang melihat Nevan sudah datang, clarisa pun segera masuk ke dalam mobil Nevan, Nevan pun kembali melajukan mobilnya lagi.


"Maaf ya van, aku sudah merepotkan mu". ucap Clarisa di samping Nevan.


Nevan yang mendengar ucapan Clarisa hanya diam tidak lagi mengindahkan perkataannya, masih fokus pada jalanan.


"Mungkin kamu merasa sangat benci dan jijik kepadaku, karena dulu aku telah berselingkuh dan tidur bersama Deo temanmu". ucap Clarisa, namun lagi-lagi Nevan tidak mau mendengarkan ucapan apapun dari mulut Clarisa.


Nevan masih fokus melajukan mobilnya, Nevan sudah tidak mau mendengar perkataan Clarisa yang menyangkut dengan masalalu nya, Nevan yang mengingat dulu Clarisa berselingkuh dengan Deo temannya sendiri, bahkan sekarang masih menjadi rekan bisnisnya, namun tidak sedekat seperti dulu lagi, Ya Nevan, Aksa, dan Deo adalah 3 bersahabat yang menitih karir dari nol bersama sampai menuju kesuksesan, namun Deo telah mengkhianati temannya sendiri, menusuk Nevan dari belakang, Deo berselingkuh dengan wanita yang sangat di cintai oleh Nevan selama hampir 5 tahun, setelah Nevan mengetahui Clarisa berselingkuh, Nevan pun menutup hatinya rapat-rapat selama satu tahun, bahkan Nevan hampir tidak bisa memperlakukan wanita dengan baik karena trauma.


Hingga Nevan pun akhirnya bertemu dengan Aera, dari pertama Nevan melihat Aera, Nevan melihat Aera berbeda dengan wanita lain, hingga Nevan pun membuka hatinya kembali, dan memutuskan untuk menjadikan Aera menjadi pendamping hidupnya walaupun dengan cara yang salah.


"Van?". ucap Clarisa lagi yang masih menatap pada Nevan.


"Apa kau tidak bisa diam, bila kau mau membicaran masalalu maka turunlah, kuping ku sangat sakit mendengarnya". Ucap Nevan tanpa menoleh pada Clarisa.


"Baiklah, aku diam". jawab Clarisa.


"Apa jangan-jangan kau berbohong kalau kau sebenarnya tidak hamil, aku sangat mengenalmu, kau begitu licik, seperti ular berbisa". ucap Nevan.


"Sebegitukah kamu membenciku, hingga kamu berbicara seperti itu kepada ku dan anakku". Clarisa yang pura-pura memasang muka memelas.


"Lalu aku harus berbicara apa?".


"Untuk apa aku berbohong kepadamu, toh kamu juga sudah mempunyai istri dan anak". ucap Clarisa lagi.


"Baiklah aku percaya padamu kali ini, tapi awas saja kau membohongiku lagi". Nevan yang mengancam Clarisa.


"Tidak". jawab Clarisa singkat.


"Nevan-Nevan bahkan kau masih tetap saja lugu seperti dulu, memang aku sedang mengidap kangker servik stadium lanjut, tapi sebenarnya aku tidak hamil, ini adalah caraku untuk mendapatkan mu dan merebutmu lagi dari istri lusuhmu itu, karena Deo sudah meninggalkan ku karena mengetahui penyakitku, jadi tinggal kamu lah yang akan ku andalkan, dan akan ku peralat". ucap Clarisa di dalam batinnya sambil melirik Nevan dengan senyum kemenangan.

__ADS_1


Tidak lama Nevan dan Clarisa pun sudah sampai di depan rumah sakit, mobil pun sudah berhenti, Clarisa segera turun dan menyuruh Nevan untuk menunggu di mobil saja.


"Tunggu lah di mobil saja van, aku tidak akan lama di dalam". ucap Clarisa.


"Baiklah". jawab Nevan singkat.


DI RUMAH NEVAN


Aera yang sudah menyiapkan beberapa masakan yang akan di bawa ke kantor, untuk menemui suaminya untuk makan siang bersama, Aera sudah menitipkan Abi dan Ara kepada mama Serli mertuanya, Aera segera pergi bersama sopir pribadinya, di jalan Aera sangat bahagia, sudah lama Aera tidak pernah membawakan bekal kepada Nevan, tidak lama mobil yang menghantar kan Aera pun sudah tiba di depan kantor Nevan, dan Aera pun sudah turun, melewati koridor-koridor kantor dengan beberapa orang memberi hormat kepadanya, Aera sudah naik lift menuju ke atas pada ruangan Nevan.


"Selamat siang ibu Aera". Sapa Sesil sekretaris baru Nevan yang melihat Aera datang.


"Apa anda yang bernama sesil sekretaris baru suami saya?". tanya Aera.


"Iya benar buk". jawab Sesil.


"Apakah pak Nevan ada di ruangannya?". tanya Aera lagi.


"Dari tadi pagi belum sampai ke kantor, apa ada meeting di luar?". tanya Aera yang merasa bingung.


"Sepertinya tidak buk, karena di jadwal saya meeting pak Nevan hanya di lakukan besuk pagi". jawab Sesil yang tidak kalah bingung.


"Baiklah kalau begitu, nanti sampaikan pada suami saya kalau saya kesini ya". ucap Aera.


"Iya buk baik". ucap sesil sambil tersenyum tipis.


Aera pun memutuskan untuk kembali pulang lagi, karena Nevan tidak ada di kantornya, di perjalanan Aera tidak mau berfikir macam-macam tentang suami nya.


"Tadi pagi mas Nevan pamit ke kantor, tapi katanya dari pagi belum datang, tapi tidak ada juga jadwal meeting di luar, ah mungkin suamiku ada meeting mendadak, sudah hal biasa dia tiba-tiba pergi tidak memberi tahu sekretarisnya, karena dulu aku juga seperti itu waktu menjadi sekretarisnya. ucap Aera di dalam batinnya yang berfikir positif tentang suami nya.


Mobil yang mengantar Aera pun sudah sampai lagi di rumahnya, Aera melihat Abi dan Ara yang sedang bermain bersama omanya di halaman rumah.

__ADS_1


"Lohh kok sudah pulang sayang, cepet banget?". tanya mama Serli pada mantunya.


"Iya ma, mas Nevan sedang tidak ada di kantor katanya ada urusan mendadak di luar". Jawab Aera.


"Owh begitu, lain kali kamu telfon saja dulu, kasian jauh-jauh kesana tapi orang nya gak ada". Mama Serli yang tersenyum tipis pada mantunya.


"Iya ma". jawab Aera.


Lalu mama Serli, Abi, Ara dan Aera pun bermain bersama di halaman rumah yang sangat luas, mereka becanda tawa bersama dan begitu sangat bahagia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


ā¤Maaf up nya kemaleman😊

__ADS_1


__ADS_2