
Hoekkkk.. Hoekkkkk..
Pagi-pagi sekali Aera sudah bolak-malik ke kamar mandi, karena Aera merasa perutnya sangat mual dari tadi malam, Aera terus mencoba memuntahkan isi perutnya, namun tidak bisa.
Hoekkkk.. Hoekkkk.. Hoekkkkk..
Aera yang kembali menuntah kan isi perutnya, sedangkan Nevan yang masih tidur di atas ranjang bersama anak-anaknya, Nevan mendengar suara Aera dari dalam kamar mandi, Nevan yang merasa panik langsung bangun dan loncat begitu saja dari ranjang untuk menemui istrinya.
"Sayang kamu kenapa, apa yang terjadi denganmu?". tanya Nevan yang sudah berdiri di belakang Aera merasa panik.
"Tidak tau sayang, perutku sangat mual dari tadi malam". jawab Aera yang masih memegangi perutnya.
Nevan pun teringat dengan kejadian kemarin di mall, Aera yang membeli banyak makanan, dan di makan sendiri semua. "Apa karena kemarin kamu makan makanan yang aneh-aneh itu, kan aku sudah bilang jangan makan jajanan yang aneh-aneh, jajanan kemarin tidak sehat sayang". Nevan yang sudah memijat leher istrinya.
"Itu hanya jajanan biasa sayang, mungkin aku hanya masuk angin saja". ucap Aera yang sudah merasa lemas.
"Kamu selalu ngeyel kalau di bilangin sama suami, ayo istirahat di kasur wajahmu sangat pucat sayang". Nevan yang sudah memapah tubuh istrinya keluar dari toilet.
Nevan pun sudah merebahkan tubuh Aera di atas ranjang, dengan sedikit mengelus-elus perut istrinya yang merasa mual. "Nanti kita ke rumah sakit ya, buat priksa aku takut kamu keracunan". ucap Nevan yang masih merasa khawatir.
"Tidak usah sayang, aku tidak apa-apa". ucap Aera yang masih tidur di atas ranjang.
"Jangan ngeyel, jangan membantah, aku tidak suka!". ucap Nevan dengan tegas.
Aera yang mendapat ucapan dari suaminya pun hanya mengangguk pelan, dan Nevan pun sudah beranjak berdiri masuk ke dalam kamar mandi untuk meng gosok gigi dan membasuh mukanya, Nevan memutuskan untuk tidak berangkat kerja hari ini, karena melihat keadaan istrinya yang sedang sakit.
Namun saat Aera masih merebahkan tubuhnya di atas kasur, masih menatap pada langit-langit kamar, Aera tiba-tiba teringat dengan yang di alami nya sekarang yang sama dengan tanda-tanda dulu pertama hamil Abi dan Ara.
"Tidak seperti biasanya aku mual, tapi yang aku rasakan ini seperti yang aku rasakan waktu dulu aku hamil Abi dan Ara, selalu ingin makan, tapi habis itu mual dan muntah". ucap Aera pelan yang merasa aneh.
Dan Aera pun kembali teringat bahwa dirinya sudah telat haid selama 3 minggu, Aera pun baru menyadarinya. "Ini sudah tanggal berapa, seharusnya aku sudah haid, bahkan seharusnya waktu kemarin di bali aku sudah datang bulan, tapi aku dan mas Nevan masih melakukannya". ucap Aera lagi.
Ceklakk..
__ADS_1
Nevan yang sudah membuka pintu kamar mandi, seketika membuat Aera menatap pada pintu kamar mandi, dan Nevan pun sudah keluar masih membasuh wajahnya nya dengan handuk.
"Sayang?". panggil Aera.
"Iya sayang, apa kamu perlu sesuatu". Nevan yang berjalan mendekat pada istrinya.
"Sayang aku boleh minta tolong tidak". Aera yang beranjak untuk duduk.
"Minta tolong apa istriku? aku akan selalu siap". Nevan yang sudah duduk di ranjang dan mengelus pipi istrinya.
"Tolong belikan aku tes pack di apotik". ucap Aera.
Nevan yang mendengar ucapan Aera menjadi terperangah. "Tes pack, buat apa beli tes peck sayang, apa kamu hamil lagi?".
"Aku sih belum tau sayang, tapi yang aku rasakan seperti waktu dulu aku hamil Abi dan Ara, bahkan aku sudah telat haid selama 3 minggu". jelas Aera.
"Yang benar sayang, baiklah aku akan segera bersiap-siap untuk pergi ke apotik untuk membelikan mu tas pack". Nevan yang merasa bersemangat sudah beranjak berdiri untuk mengganti pakaian.
"Semangat lah, semoga kamu benar-benar hamil sayang". Nevan yang terus tersenyum, masih berdiri di depan lemari untuk mengambil pakaiannya.
Aera pun kembali merebahkan tubuhnya di ranjang, dengan Abi dan Ara yang juga sudah bangun, dan sudah berlari-larian di ruang tamu bersama pak bejo, Abi dan Ara juga begitu akrap dengan pembantu-pembantu Nevan dan Aera, sedangkan Nevan sudah pergi ke luar untuk membelikan tes pack istrinya, setelah hampir 1 jam Nevan pun sudah kembali, Nevan begitu sigap sudah melangkahkan kakinya secara lebar-lebar untuk masuk ke dalam kamar.
"Sayang aku kembali". Nevan yang sudah membuka pintu kamar dengan membawa 1 kotak di tangannya.
"Mana sayang tes pack nya".
"Ini". Nevan yang sudah memberikan 1 bungkus tes pack.
"Astaga, kenapa kamu membeli 1 kotak box ini sayang, buat apa, 1 atau 2 saja sudah cukup". Aera yang terkejut.
"Habisnya aku bingung sayang, kata mbak apotiknya beli yang merek apa, terus berapa, ya aku bilang yang paling bagus, dan semua 1 box". jelas Nevan.
Aera yang mendengar ucapan suaminya kembali tertawa, dan Aera pun sudah mengambil satu tes pack, dan segera beranjak untuk masuk ke dalam kamar mandi. "Sayang aku minta tolong ambilin wadah kecil dong, buat naroh urinku". ucap Aera.
__ADS_1
"Siap sayang sebentar". Nevan yang sudah berjalan keluar untuk mencari wadah yang di bilang Aera, namun Nevan kembali bingung wadah kecil seperti apa yang di maksut Aera, Nevan yang sudah merasa tidak sabar langsung saja mengambil gelas hias di lemari ruang tamu, Nevan pun segera kembali masuk ke dalam kamar.
"Ini sayang, wadah nya". Nevan yang sudah memberikan gelas hias kepada Aera.
Aera yang melihat Nevan memberikan Gelas hias pun kembali terkejut. "Astaga kenapa harus gelas hias sayang, ini tu mahal barangnya juga langka, belinya di Australia, sayang kalau buat di pakai tempat urin". ucap Aera.
"Terus wadah seperti apa, sudah tidak apa-apa sayang, besuk beli lagi yang banyak di Australia, beli tokonya sekalian, kalau perlu penjualnya juga". ucap Nevan di depan Aera.
Aera yang mendengar ucapan suaminya hanya menggelengkan kepalanya pasrah, dan Aera pun sudah masuk ke dalam kamar mandi, urin pun sudah di masukan ke dalam gelas, dan Aera pun masih menunggu apa tes pack akan menunjukan garis merah 2.
Nevan yang masih menunggu di depan pintu kamar mandi sudah merasa tidak sabar. "Bagaimana sayang, kenapa lama sekali". teriak Nevan dari depan pintu.
"Sebentar sayang". jawab Aera, Aera terus saja menunggu, masih menatap pada tes pack, garis masih satu, dan benar saja tidak lama garis pun sudah berubah menjadi 2, Aera sangat terkejut, sudah menutup mulutnya dengan telapak tangannya, Aera tidak menyangka akan hamil lagi, Aera yang merasa sangat bahagia segera keluar dari kamar mandi.
"Bagaimana sayang?". Nevan yang sudah merasa penasaran menatap pada istrinya.
"Maaf sayang". Aera yang menjeda ucapannya. "Maaf aku hamil lagi". Aera yang sudah memberikan tes pack kepada Nevan sambil tersenyum bahagia.
"Benarkah". Nevan yang sudah mengambil tes pack dari tangan Aera dan sudah menatapnya, benar saja tertera garis 2 yaitu positif hamil.
"Aaaa istriku hamil lagi, aku akan mempunyai anak lagi". Nevan yang begitu bahagia langsung memeluk tubuh mungil istrinya.
"Apa kamu senang sayang?". tanya Aera.
"Bahkan aku melebihi senang dan bahagia sayang, sehat-sehat ya babby di perut mommy". Nevan yang sudah mengelus perut rata Aera.
"Aku juga bahagia sayang". ucap Aera.
"Baiklah besuk kita langsung periksa saja ya sayang, apa mereka benar-benar ada di dalam sana.". ucap Nevan dengan raut wajah bahagia.
"Iya sayang". jawab Aera.
Dan mereka ber 2 pun, merasakan kebahagian yang berlipat-lipat ganda, Nevan begitu sangat bahagia, akan mempunyai buah hati lagi, Nevan terus memberikan kecupan cinta kepada istrinya.
__ADS_1