Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Keanehan Aera


__ADS_3

Sebelum Nevan dan Aera pulang dari Bandara, mereka ber 2 memutuskan untuk pergi ke mall terlebih dahulu, karena sudah lama Nevan dan Aera tidak pergi ke mall bersama, mobil yang di tumpangi Nevan dan Aera pun baru saja berhenti di slot parkiran mall, Nevan sudah turun lebih dulu untuk membuakakan pintu untuk istrinya, dan mereka ber 2 pun sudah berjalan masuk ke dalam mall, dan sudah naik ke atas eskalator.


"Tujuan kita kemana sayang?". tanya Nevan pada istrinya.


"Aku ingin beli baju sayang, terakhir beli baju sudah lama". jawab Aera.


"Baiklah, pilih semua yang kamu suka". Nevan masih terus menggandeng tangan Aera.


"Benarkah sayang". Aera yang begitu bahagia menatap wajah Nevan.


"Iya sayang". Nevan yang sudah mengusap rambut Aera.


Setelah melewati eskalator mereka ber 2 pun sudah sampai di lantai 3, tempat para brand baju terkenal berada, Aera terus melangkahkan kakinya dengan masih menggandeng tangan suaminya, namun saat Aera masih melangkahkan kakinya, Aera melihat penjual Es krim di lantai 2, Aera melihat dari atas lantai 3, Aera pun sudah menarik tangan Nevan untuk kembali turun lagi ke lantai 2.


"Sayang mau kemana?". tanya Nevan yang sudah di tarik oleh Aera.


"Sayang aku mau beli es krim itu". Aera yang menunjuk pada penjual es krim.


"Iya nanti beli, kita liat-liat baju dulu saja". ucap Nevan pada Aera.


"Gak mau, aku maunya sekarang, ayo turun lagi". Aera yang sudah menarik tangan suaminya, dan mereka ber 2 pun sudah berdiri di eskalator untuk menuju ke lantai 2, Nevan yang mendengar ucapan istrinya hanya bisa pasrah, dan Aera pun sudah mendekat pada penjual es krim, dengan Nevan yang masih menunggu di suatu tempat duduk yang tidak jauh dari Aera, setelah 10 menit Aera pun sudah kembali mendekat pada Nevan dengan membawa es krim rasa coklat bercampur vanila.


"Ayo sayang". ucap Aera sambil melamut es krimnya.


"Kamu hanya beli 1 es krim saja sayang?". tanya Nevan di samping Aera.


"Apa kamu mau sayang, ya sudah beli sendiri saja". Aera yang sudah berjalan begitu saja meninggalkan Nevan.


Nevan yang melihat tingkah istrinya hanya tersenyum tipis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, Nevan pun kembali berjalan mengikuti langkah kaki istrinya, Aera pun memutuskan untuk duduk sebentar di suatu tempat, untuk menikmati es krimnya, Nevan yang di sebelah Aera hanya menelan ludah saja melihat Aera yang begitu menikmati es krim coklatnya.

__ADS_1


"Apa enak sayang?". tanya Nevan yang terus menatap pada istrinya.


"Enak sekali". jawab Aera yang terus menyantap es krimnya.


"Bukanya kamu tidak suka rasa coklat ya sayang, tumben sekali kamu beli rasa coklat?". tanya Nevan lagi.


"Entah sayang, tapi aku tiba-tiba sangat suka rasa ini". Jawab Aera yang terus melamut es krimnya sambil menatap wajah suaminya.


Setelah hampir 15 menit, Aera pun sudah menghabiskan es krimnya, mereka ber 2 pun kembali memutuskan untuk naik ke atas lantai 3, ke tujuan pertamanya untuk membeli baju, Aera sudah berjalan terus menggandeng tangan Nevan, namun saat akan kembali naik eskalator, tiba-tiba Aera melihat penjual aromanis berwarna pink sudah bergantungan.


"Sebentar sayang". Aera yang memberhentikan langkahnya.


"Ada apa sayang?". Nevan yang menoleh pada Aera.


"Aku mau aromanis itu sayang". Aera yang sudah menunjuk pada penjual aromanis.


"Jangan membelikan Abi dan Ara jajanan seperti itu sayang". ucap Nevan.


Nevan yang mendengar ucapan Aera sontak langsung terkejut, Nevan pun masih menatap pada wajah Aera. "Yang benar saja kamu mau beli aromanis itu sayang, kamu sudah besar, bukan cuman besar kamu udah mempunyai anak 2, masak mau beli aromanis". ucap Nevan yang merasa bingung.


"Apa masalahnya, apa cuman anak kecil yang boleh makan aromanis, kalau tidak mau membelikan aku akan beli sendiri". Aera yang sudah berjalan untuk mendekat pada penjual aromanis.


Nevan yang sudah melihat istrinya pergi mendekat pada penjual aromanis, Nevan hanya berdiri menatap Aera dari jauh. "Sana beli, yang pegang uang kan aku, nanti pasti juga balik lagi". ucap Nevan pelan masih sedikit tersenyum.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya 5 menit, Aera kembali mendekat pada Nevan dengan membawa 2 aromanis di tangannya, Aera terlihat tersenyum bahagia mendekat pada Nevan.


"Minta uang sayang". Aera yang sudah mengulurkan tangannya.


"Untuk apa?". tanya Nevan.

__ADS_1


"Ya buat bayar lah". jawab Aera.


Nevan pun lalu sudah mengeluarkan dompet tebalnya, dan sudah memberikan uang selembar berwarna merah kepada Aera, Aera yang mendapat uang pun langsung tersenyum kepada Nevan. "Terimakasih sayang". Aera yang kembali pergi untuk membayar aromanisnya.


Nevan yang melihat tingkah istrinya kembali menggelengkan kepalanya. "Aku kira dia tidak akan jadi beli, malah beli 2 aromanis pula". Nevan yang menepuk jidatnya sendiri.


Di sepanjang jalan naik ke atas lantai 3, Aera masih menikmati aromanisnya, Nevan yang melihat tingkah istrinya makan di sepanjang jalan merasa sedikit malu, namun juga merasa gemas pada istrinya, mereka ber 2 pun sudah memilih-milih baju dengan beberapa baju sudah mereka beli.


Setelah selesai membeli baju, dan mereka ber 2 pun sudah merasa capek, dan hari juga sudah sore, Nevan dan Aera memutuskan untuk segera pulang, mereka sudah keluar dari mall menuju ke parkiran, mereka ber 2 pun sudah masuk ke dalam mobil, mobil pun sudah melaju meninggalkan parkiran mall, di perjalan Aera tampak sudah menyenderkan badannya di kursi mobil, Aera begitu merasa sangat capek hari ini.


"Kenapa pinggang ku terasa pegal ya sayang". ucap Aera di samping Nevan.


"Mungkin karena tadi kita jalan terus sayang, nanti kalau sampe rumah segera istirahatlah". ucap Nevan masih fokus pada jalanan.


Aera pun hanya mengangguk pelan mendengar ucapan suaminya, Aera kembali menatap pada jalanan, namun saat Aera melihat ke kanan, Aera melihat terdapat penjual rujak di pinggir jalan.


"Sayang, stop sayang". Aera yang menyentuh tangan Nevan.


Nevan yang mendengar ucapan istrinya sontak langsung memberhentikan mobilnya begitu saja. "Ada apa lagi sayang?". Nevan yang menoleh pada Aera.


"Itu ada penjual rujak sayang, ayo mundur, aku mau beli". ucap Aera yang menunjuk pada penjual rujak yang sudah kelewatan.


"Kamu mau beli rujak?". tanya Nevan lagi.


"Iya sayang, ayo mundur". ucap Aera.


Nevan pun sudah mengenduskan nafasnya pasrah, dan sudah melajukan mobilnya berjalan mundur, dan mobil pun sudah berhenti tepat di depan penjual rujak, Aera pun segera turun dari mobil.


"Ada apa dengan istriku hari ini, tidak biasanya dia membeli makanan yang aneh-aneh, tadi es krim, aromanis, sekarang rujak". grutu Nevan yang masih di dalam mobil.

__ADS_1


Setelah Aera membeli rujak, Aera pun kembali masuk ke dalam mobil, dan mereka ber 2 pun kembali melanjutkan perjalanannya untuk pulang, di perjalanan Nevan sedikit melirik istrinya, yang kembali menyantap rujak dengan lahap.


__ADS_2