
Oekkkk Oekkkkk Oekkkkk
Tangisan Abi seketika membuat Nevan dan Aera terkejut, Aera yang sedang menjemur Ara di belakang rumah di pagi hari, dan Nevan yang baru saja selesai menyiram beberapa tanaman di belakang rumah menjadi rutinitas nya setiap berlibur kerja di hari minggu.
"Sayang minta tolong gendong Ara dulu dong, Abi menangis?". ucap Aera.
"Iya sayang sebentar, cuci tangan dulu". jawab Nevan.
"Iya sayang cepat". Aera yang semakin panik mendengar Abi menangis kencang di dalam box baby nya.
Dan Nevan pun sudah mengelap tangannya segera mengendong Ara. "Uluh-uluh anak Daddy yang cantik seperti mommy seneng ya liat daun-daun hijau di atas". Nevan yang mulai mengajak Ara untuk keliling kebun.
Aera yang masih berlari untuk menuju ke kamar mengambil Abi. "Iya sayang, cup-cup gantengnya mommy di tinggal mommy sendiri ya, maaf ya?". Aera yang sudah mulai mengangkat bayi laki-laki nya.
Setelah Mengambil Abi dan menggendongnya Aera pun berjalan membawa anaknya kembali ke belakang rumah untuk di berjemur.
"Tuh dek Ara udah berjemur tadi, giliran Abi ya sayang biar sehat dan tulangnya kuat". Ucap Aera yang sudah di bawah sinar matahari pagi.
"Sini sayang setelah selesai menjemur Abi?". panggil Nevan di dekat kolam ikan.
"Iya sayang, awas di situ licin hati-hati". Ucap Aera.
"Iya sayang tenang". Jawab Nevan yang masih berjalan menggendong Ara.
Cringgg.. Cringgg.. Cringgg... Suara bel rumah pun berbunyi, Aksa berkali-kali menekan bel, namun Nevan dan Aera yang masih di belakang rumah tidak mendengarnya, akhirnya bi ina pembantu Nevan dan Aera yang membukakan pintu.
"Iya tuan, mencari siapa?" tanya bi ina pada Aksa.
"Apa yang punya rumah sedang di rumah bik?". tanya Nevan balik.
"Maksut anda tuan Nevan dan nyonya Aera?".
__ADS_1
"Iya benar". jawab Aksa.
"Owh ada tuan silahkan masuk, mereka ada di belakang sedang menjemur baby-babynya". ucap bi ina yang mempersilahkan Aksa untuk masuk.
"Iya, terimakasih ya bik". Aksa yang menundukkan kepalanya pada orang tua.
Aksa pun mulai berjalan menuju ke belakang rumah dengan membawa pisang dan semangka.
"Hay man, Hay cantik, hay juga baby AA". Aksa yang menyapa keluarga kecil Nevan dan mendekat.
Aera yang mendengar suara Aksa sontak menoleh ke belakang. "Hay uncle Aksa, akhirnya uncle menjenguk kita berdua?". ucap Aera sangat bahagia.
Nevan yang melihat temannya datang lalu berjalan untuk menemuinya.
"Kenapa kalian aku panggil beberapa kali tidak dengar?". ucap Aksa yang menaro buah-buah an di meja.
"Bukannya kau sudah biasa ya datang tak di undang dan pulang tidak di antar?". jawab Nevan.
"Uncle membawa apa buat aku dan dedek Ara". Aera yang membasakan anaknya.
"Ini uncle membawa pisang dan semangka". jawab Aksa.
"Gak ada akhlak lo man, anak gue lo suruh makan pisang sama semangka?". ucap Nevan di sebelah Aera.
"Habisnya gue bingung man, mau beli apa, gue gak ngerti soal bayi". jelas Aksa sambil menggaruk rambutnya.
"Gak pa-pa uncle ntar biar mommy dan daddyku yang makan". Aera yang tersenyum tipis.
"Iya deh, sini aku coba gendong, wah kenapa kalian sangat cantik dan tampan sekali?". Aksa yang kagum melihat bayi berumur 3 bulan itu.
"Iya dong lo gak lihat jantan nya ganteng dan keren begini, pasti telurnya bagus-bagus lah" ucap Nevan yang sangat bangga.
__ADS_1
"His, ini ma karena ke tolong sama wajah cantiknya Aera kalik". Aksa yang mengejek Nevan dan tersenyum tipis.
"Kurang ajar lo" Nevan yang memukul kepala Aksa pelan.
Setelah Aksa menggendong baby AA dan sedikit bercanda gurau bersama di belakang rumah, Aera pun memutuskan untuk membawa baby AA untuk masuk ke dalam kamar, karena mengingat hari semakin siang dan matahari semakin panas, sedangkan Aksa dan Nevan masuk ke dalam rumah duduk di depan televisi untuk melanjutkan berbincang-bincang.
"Lo masih ingat Clarisa mantanmu man?". tanya Aksa pada Nevan.
Nevan yang mendengar perkataan Aksa yang tiba-tiba membicarakan Clarisa sontak terkejut. "Pelankan suaramu brengsek, nanti Aera mendengarnya!". Nevan yang kembali memukul kepala Nevan.
"Emangnya Aera tau soal Clarisa adalah mantanmu?". suara Aksa yang menjadi lirih.
"Iya, dulu waktu aku pergi ke bali bersama Aera, tidak sengaja Clarisa menghampiriku". jelas Nevan sambil menoleh ke belakang memastikan Aera tidak mendengar ucapannya.
"Apa? benar-benar gila tu wanita". Aksa yang sangat terkejut.
"Kenapa kau membicaran Clarisa, aku sudah tidak perduli lagi dengannya". ucap Nevan sambil melesat kopi di atas meja.
"Katanya dia sedang sakit parah, dia menderita kangker servik stadium 3, mengerikan bukan?". ucap Aksa.
"Bukannya dia ada di Australia?".
"Tidak, dia sekarang ada di jakarta, aku bisa tau karena temanku juga pernah berkencan dengannya". jelas Aksa.
"Untung saja aku tidak pernah tidur bersamanya". Nevan yang mengelus dadanya.
"Iya man benar, bahkan kau mendapat wanita bersih dan suci, walaupun aku tau kau mendapatkannya dengan cara yang biadap". Aksa yang tersenyum mengejek.
"Sit, jangan di bahas lagi brengsek, itu dulu". ucap Nevan.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Aksa pun mendapat telfon dari mamanya untuk mengantar papanya menebus obat dan periksa, Aksa pun sudah berpamitan kepada Nevan, Nevan yang melihat Aksa sudah pulang, Nevan pun memutuskan untuk masuk kamar dan membersihkan diri karena badannya merasa sangat gerah.
__ADS_1