Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Kantor Nevan


__ADS_3

Hari ini Aera memutuskan untuk datang menemui Nevan di kantor, karena Aera merasa sangat bosan di rumah sendiri, apa lagi kalau anak-anaknya dirumah mertuanya, Aera pun sudah siap menggunakan dres yang terlihat sedikit longgar karena perutnya semakin membesar, dan sudah memoles sedikit wajahnya, Aera juga sudah menyiapkan masakan untuk makan siang suaminya, Aera sudah keluar dari kamar dan berjalan menuju ke mobil, Aera memutuskan untuk mengendarai mobil sendiri.


Sebelum Aera masuk mobil, Aera menelfon suaminya terlebih dahulu akan segera menuju ke sana, dan Nevan pun dengan sangat senang hati menunggu kedatangan istrinya, Aera sudah masuk ke dalam mobilnya, segera melajukan mobilnya untuk menuju ke kantor, di perjalanan Aera terus fokus melajukan mobilnya, sedikit menatap pada jalan yang tidak terlalu rame, tidak lama hanya setengah jam Aera pun sudah sampai di parkiran besmen kantor Nevan, mobil mewah berwarna hitam pun sudah terparkir dengan sempurna, dengan beberapa orang memakai baju hitam sudah membukakan pintu mobil untuk Aera.


Aera segera turun dari mobil, melangkahkan kakinya melewati koridor-koridor kantor sambil membawa masakanya, dengan beberapa staf Nevan memberi hormat kepadanya, Aera pun sudah masuk ke dalam lift untuk menuju ke ruangan suaminya, tidak lama lift pun sudah terbuka, Aera segera keluar dan sudah berjalan mendekat ke ruangan suaminya.


"Selamat siang ibu Aera?". sapa Sesil sekretaris Nevan yang sudah berdiri dari tempat sekretaris.


"Siang Sesil, apa pak Nevan ada di dalam?". tanya Aera.


"Ada buk, langsung masuk saja pak Nevan sudah menunggunya". ucap Sesil sedikit tersenyum.


"Baiklah, terimakasih sesil". ucap Aera sedikit tersenyum yang sudah berjalan masuk ke ruangan Nevan.


Dan Aera pun sudah membuka pintu, melihat suaminya masih fokus pada komputernya. "Sayang aku datang". Aera yang masih di ambang pintu.


"Hay mommy, kamu sudah datang, sini". ucap Nevan yang menatap kehadiran istrinya.


"Apa kamu sibuk sayang hari ini?". Aera yang mulai berjalan mendekat pada suaminya.


"Tidak sayang, hanya mengerjakan beberapa pekerjaan sedikit lagi selesai". jawab Nevan.


Aera pun menaroh makanan nya di atas meja, dan sudah berdiri di samping Nevan.


"Sini duduk sayang, pasti kamu capek kan berjalan sampai sini". Nevan yang sudah beranjak berdiri untuk memberikan kursinya untuk Aera.


"Tidak usah sayang, kamu kan harus bekerja". ucap Aera.


"Baiklah sini duduk di depanku". Nevan yang menyuruh Aera untuk duduk di pangkuannya.

__ADS_1


"Aku berat sayang". ucap Aera.


Namun Nevan tidak mengindahkan ucapan Aera, ia langsung menarik tubuh Aera begitu saja untuk duduk di pangkuannya. "Duduklah sayang". Nevan yang sudah menarik tubuh istrinya.


Dan Aera pun sudah duduk di pangkuan suaminya. "Bagaimana apa aku berat sayang?". Aera sedikit menoleh pada suaminya.


"Tidak sayang, apa tadi kamu mengendarai mobil.sendiri ke sini?". tanya Nevan.


"Iya sayang". jawab Aera.


"Kenapa tidak meminta pak bejo saja untuk mengantarkan mu?".


"Aku ingin mengendarai sendiri sayang, biar nanti bisa pulang sore". jawab Aera.


"Nanti kalau pulang hati-hati lah, jangan terlalu ngebut". ucap Nevan sambil mengecup pipi istrinya.


"Iya sayang, ya sudah selesaikanlah pekerjaanmu dulu, aku akan menunggu di sofa". Aera yang sudah beranjak turun dari pangkuan Nevan.


"Kasian si bumil nunggu aku sampai tertidur". Nevan yang sudah beranjak untuk mendekat pada istrinya.


Nevan pun sudah duduk di depan Aera, Nevan sudah menatap pada arloji di tangannya, ternyata sudah pukul 1 siang, Nevan kembali mengecup kening istrinya, dan mengusap rambut halusnya, Nevan terus menatap pada wanita cantik dengan perut yang semakin membesar di depannya, Nevan kembali tersenyum terus mengelus-elus pipi mulus istrinya, Aera yang mendapat sentuhan di pipinya langsung terbangun membuka matanya.


"Sayang kamu sudah selesai?". Aera yang sudah menatap Nevan di depannya.


"Sudah sayang, dan sekarang aku lapar". ucap Nevan.


"Suamiku lapar ternyata, baiklah aku akan menyiapkan nasinya untukmu sayang". Aera yang sudah mengusap pipi suaminya.


Aera pun sudah membuka tempat makanan satu persatu, dan sudah memberikan nasi beserta lauknya kepada Nevan.

__ADS_1


"Terimakasih sayang". ucap Nevan sedikit tersenyum, dan Aera pun juga tersenyum.


"Waooo ini sangat lezat sayang, rasa cumi-cuminya sangat pas". ucap Nevan lagi yang sudah mengunyah makanannya.


"Benarkah sayang, aku sengaja memasak makanan kesukaanmu yaitu cumi-cumi pedas". ucap Aera.


"Istriku memang paling pengertian". Nevan yang kembali tersenyum sambil menikmati makanannya.


Mereka ber 2 pun masih menikmati makanan di dalam ruangan Direktur yaitu ruangan Nevan, sambil bercanda tawa bersama, Nevan begitu sangat bahagia bekerja sambil di temani oleh istrinya, setelah makan siang bersama, Nevan kembali duduk di meja kebesarannya untuk melihat ponselnya yang berdering, saat Nevan melihat ponselnya mendapat telfon dari Aksa temannya, dan Nevan pun segera mengangkatnya.


"Hallo, ada apa man?". Nevan yang sudah mengangkat ponselnya.


"Sedang apa kau?". tanya Aksa di dalam telfon.


"Kenapa akhir-akhir ini kau sering menelfonku, apa kau merindukanku?". tanya Nevan.


"Tidak, aku hanya memastikan saja apa kau masih hidup". celetuk Aksa sambil tertawa.


"Jaga mulut mu brengsek, ya sudah kalau tidak ada yang mau di bicarakan, aku sedang bersama istriku di kantor". ucap Nevan.


"Kalian ini, di mana pun selalu bersama, ya sudah aku matikan telfonnya". Aksa yang sudah mematikan telfon nya begitu saja, dan telfonpun sudah terputus.


"Dasar si tua bangka tidak jelas, bilang saja rindu kepada ku". Nevan yang menatap pada ponselnya sendiri lalu kembali berjalan mendekat pada istrinya.


"Sayang apa kamu tidak mau pulang?". tanya Nevan semakin mendekat.


"Apa kamu mengusirku sayang?". Aera yang menatap pada suaminya.


"Tidak sayang, tapi ini kan sudah pukul 3 sore lebih, jangan pulang larut-larut tidak baik lagi hamil". Nevan yang kembali menatap pada arloji di tangannya.

__ADS_1


Aera yang mendengar ucapan Nevan memang benar, Aera pun sudah beranjak bangun, segera membawa tempat makanannya dan tasnya, Aera segera pamit kepada suaminya karena hari semakin sore, sedangkan Nevan masih harus lembur sampai jam 6 malam, karena harus meeting bersama kliennya dari bali untuk membahas proyek barunya, dan Aera pun sudah keluar dari ruangan Nevan dengan Sesil yang sudah kembali menyapanya, Aera sudah masuk ke dalam lift untuk turun, lift sudah terbuka Aera segera berjalan menuju ke mobil untuk pulang.


__ADS_2