Baby Twins Ku

Baby Twins Ku
Berangkat liburan


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, matahari sudah memancarkan sinarnya dengan sempurna, Aera sudah bangun lebih dulu untuk memasak di dapur, Aera masih sibuk bersama pembantunya yaitu bik ina, Aera terus saja mondar-mandir ke kanan dan ke kiri untuk mengambil beberapa bumbu dapur, dengan bik ina yang masih mencuci daging di wastafel dapur.


"Nyonya muda, kenapa bangun pagi-pagi sekali?". tanya bik ina.


"Iya bik, saya ingin memasak sub buntut untuk mereka ber 3". jawab Aera.


"Nyonya-nyonya anda ini menantu orang kaya, dan istri seorang direktur, kok ya masih mau di dapur, mbok biar saya saja". ucap bik ina.


"Hahaha tidak apa-apa bik ina, saya dari kecil sudah biasa bantu ibuk, karena dari kecil kan sudah di tinggal oleh ayah". jawab Aera.


"Pak Nevan benar-benar beruntung mempunyai istri seperti nyonya Aera, udah cantik, seksi, pinter masak, baik hati lagi". ucap bik ina yang berjalan di samping Aera.


"Ahh bik ina, sangat berlebihan sekali, saya jauh dari kata wanita yang sempurna bik". Aera yang menoleh dan memberikan senyuman tipis pada bik ina.


"Apa lagi saya yang dari muda sudah jelek dan miskin nyonya". bik ina yang sedikit tersenyum.


"Bik, tuhan itu tidak pernah melihat standar manusia, yang menentukan takdir juga tuhan, kita bersyukur saja". jelas Aera lalu mengusap bahu pembantunya.


"Iya nyonya benar sekali". bik ina yang sudah mengangguk pelan.


"Nanti siang saya, pak Nevan dan anak-anak akan pergi ke bali selama 3 hari, tolong jaga rumah baik-baik sama pak bejo ya bik". ucap Aera.

__ADS_1


"Iya baik nyonya, laksanakan". jawab bik ina, dan Aera pun sudah memberikan senyuman tipis.


Setelah Aera memasak, Aera pun segera menata semua makanan dan lauk pauk di atas meja makan, Aera begitu sangat bersemangat hari ini, masih memakai celemek masaknya Aera masih mondar-mandir ke depan dan kebelakang untuk menata makanannya.


Nevan yang mencium aroma masakan yang enak, Nevan pun sudah beranjak bangun dari tidurnya bersama Abi dan Ara, mereka ber 3 sudah keluar dari kamar dan segera menuju ke meja makan, Nevan yang melihat istrinya masih sibuk di meja makan dengan masih menggunakan clemek masaknya, Nevan pun tersenyum tipis melihat istrinya.


"Wahh mommy masak apa ni?" Nevan yang sudah mendekat bersama anak-anaknya.


"Hay good morning sayang-sayangku, kalian sudah bangun?". Aera yang menyapa anak dan suaminya.


"Good moning mommy". Ara yang menjawab sapaan mommynya.


"Ngejek ni?". Aera yang menatap Nevan sambil memanyunkan bibirnya.


"Hahaha engga sayang". jawab Nevan yang masih tertawa.


"Ya sudah kalian cuci muka dulu ya sama daddy, habis itu sarapan". ucap Aera kepada anaknya.


"Iya mommy". jawab Abi dan Ara bersamaan.


"Ayok lets go". Nevan yang sudah lari lebih dulu dan sudah di ikuti oleh Abi dan Ara di belakangnya.

__ADS_1


Aera yang melihat suami dan anak-anaknya tersenyum di pagi hari, Aera merasa begitu sangat bahagia, apa lagi dengan melihat perilaku Nevan yang selalu mengayomi keluarga dan menjaga keluarganya."Aku yang beruntung bisa memilikimu mas Nevan, kamu selalu mencoba menjadi yang terbaik buat kita semua". ucap Aera yang masih menatap suami dan anaknya berlari bercanda bersama.


Setelah sarapan bersama di meja makan, hingga bercanda tawa dan berbincang-bincang, Nevan pun memutuskan untuk olah raga sebentar di depan rumah, dengan di temani oleh ke dua anaknya, sedangkan Aera masih sibuk di dalam kamar untuk melengkapi perlengkapan mereka berlibur di bali, Aera masih sibuk dengan koper-koper besarnya.


Dan hari pun semakin siang, dan matahari juga semakin cerah, waktu sudah menunjukan pukul 11 siang, Nevan, Aera dan anak-anaknya sudah siap dan sudah rapi, untuk segera berangkat ke bandara, semua barang-barang pun sudah masuk ke dalam bagasi, dan mereka ber 4 pun sudah masuk ke dalam mobil dengan di hantar oleh pak bejo supir pribadi Nevan dan Aera.


Di perjalanan Abi dan Ara begitu tampak sangat bahagia, mereka terus saja tertawa dan berbicara, karena mereka tau kalau akan berlibur di tempat yang jauh, Nevan yang melihat anaknya begitu sangat bersemangat dan begitu aktif, Nevan pun tersenyum tipis.


"Mommy nanti kita naik apa habis ini?". tanya Abi pada mommynya.


"Nanti kita naik burung besar sayang?". jawab Aera sambil mengusap rambut anaknya.


"Wahh berarti nanti kita terbang di atas dong mommy?". ucap Abi lagi.


"Iya sayang, nanti kita bisa lihat awan dari atas". jawab Aera.


Nevan yang mendengar ucapan Aera kepada anaknya, Nevan kembali tersenyum tipis menatap pada istrinya. "Kamu benar-benar istri dan ibu yang luar biasa Aera, mereka ber 2 pasti bangga mempunyai seorang ibu sepertimu". ucap Nevan di dalam batinya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya setengah jam mereka ber 4 pun sudah tiba di bandara, mereka semua sudah turun dari mobil, dengan Nevan dan pak bejo yang masih menurunkan barang-barang dari bagasi, setelah semua sudah turun mereka ber 4 segera masuk ke dalam bandara, dan Nevan pun juga sudah menyuruh sopir pribadinya untuk kembali pulang.


Abi dan Ara yang melihat bandara begitu besar dan melihat pesawat yang lumayan banyak, Abi dan Ara begitu sangat senang, karena baru pertama kalinya mereka melihat pesawat secara langsung, mereka ber 4 pun masih menunggu untuk giliran masuk ke dalam burung besi tersebut.

__ADS_1


__ADS_2